Senin, 19 Oktober 2015

Serpihan Budaya NTT


Judul
:
Serpihan Budaya NTT 
Penulis
:
Frans Sarong
Penerbit
:
Ledalero
Tahun Cetak
:
2013
Halaman
:
312
ISBN
:
978-979-9449-25-9
Harga
:
Rp. 130.000
Status
:
Kosong

“Warisan paling mahal dan bernilai dari wartawan adalah buah penanya yang tersebar di media massa. Kelirulah mereka yang mengklaim dan membawa diri sebagai wartawan tetapi tidak mewariskan tulisannya” (Tony Kleden)

“Kumpulan tulisan ficer sahabat saya Frans Sarong perlu diletakkan dengan tepat. Catatan ini diperlukan karena tak lama lagi derap perubahan kapital menggilas tanah dan kebudayaan manusia di NTT melalui Labuan Bajo menyisir seluruh Flores, Kupang dan sekitarnya hingga Sumba” (Pius Rengka)

“Warga Boti tidak boleh dibabtis menjadi Kristen, dan tidak boleh menikah dengan warga luar. Kalau toh seorang pemuda jatuh cinta kepada seorang gadis yang sudah terekspos kepada budaya modern, maka gadis modern itu harus “dikunokan” kembali menjadi warga Boti”. (Marianus Kleden)

“Membaca buku ini bagaikan sedang bertamasya ke pelosok-pelosok Nusa Tenggara Timur. Setiap tempat yang disinggahi kaki Frans Sarong adalah jejak budaya. Hampir seantero di NTT ia jejaki, sekian itu pula jejak budaya yang ditinggalkannya dalam buku ini” (Marsel Robot)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...