Senin, 25 September 2017

Komnas HAM 1993-1997 Pergulatan dalam Otoritarianisme

Judul
:
Komnas HAM 1993-1997 Pergulatan dalam Otoritarianisme
Editor
:
Pratikno & Cornelis Lay
Penerbit
:
Fisipol UGM
Tahun Cetak
:
2002
Halaman
:
184
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 42.000
Status
:
Ada

Tatkala dibentuk pada 1993, Komnas HAM dilihat oleh banyak orang sebagai perluasan pernik-pernik otoritarianisme Orde Baru. Lembaga ini diramalkan tidak akan berbeda dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan bentukan negara (state corporatist institutions) lainnya, seperti PWI dan SPSI pada waktu itu. Lembaga yang seharusnya mewakili kepentingan masyarakat, justru menjamin instrumen negara untuk mengontrol masyarakat.

Dugaan semacam ini sangatlah beralasan. Komnas HAM dibentuk oleh pemerintah yang sangat otoriter dengan landasan hukum yang lemah (Keputusan Presiden) dan dengan sumber dana yang mudah dikendalikan Eksekutif (anggaran Sekretariat Negara). Lembaga ini diketuai oleh seorang pensiunan Jenderal yang sangat dekat dengan Presiden Suharto. Anggota lembaga ini dibentuk sendiri oleh pemerintah tanpa keterlibatan pihak luar. Apalagi, ada kecurigaan kuat bahwa pembentukan lembaga ini sekadar untuk merespons tekanan internasional yang sangat kuat terhadap pemerintah Indonesia dalam isu penegakan HAM. Oleh karena itu, peranan Komnas HAM diprediksikan hanya akan mengabsahkan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara dengan segenap aparatusnya yang berlangsung masif sejak 1965.

Sungguh sangat mengejutkan tatkala Komnas HAM pada periode 1993-1997 justru menunjukkan prestasi yang mengagumkan. Dengan segala keterbatasan yang dihadapinya, Komnas HAM telah mampu membangun energi kolektif untuk mengembangkan kemandirian dari control negara. Lembaga ini telah mampu membangun raputasi publik yang mencengangkan menjadi tumpuan masyarakat dan memberikan konstribusi yang signifikan dalam penegakkan HAM di Indonesia.

Buku ini berusaha untuk menyajikan informasi di bawah permukaan untuk menjelaskan fenomena tersebut. Data yang dituangkan dalam buku ini diperoleh dari studi lapangan selama 1997 yang kemudian diperkaya kembali melalui studi lapangan di awal 2002. Buku ini bukan saja menjelaskan sumber energy Komnas HAM dalam membangun prestasinya, namun juga sekaligus memperkaya pemahaman kita tentang karakter dan keterbatasan negara sepanjang rezim Orde Baru.

Cornelis Lay adalah staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Ia dilahirkan di Kupang 6 September 1959. Selepas SMA dari Kupang, ia melanjutkan studi S1 di Yogyakarta. Tahun 1980 ia terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Menyelesaikan studi S1 tahun 1987, ia kemudian direkrut menjadi staf pengajar di almamaternya. Skripsinya tentang PDI menjadi salah satu skripsi terbaik dialmamaternya. Ia juga pernah menjadi peneliti di PAU-Studi Sosial, UGM. Tahun 1989 ia melanjutkan S2 di Departement of International Studies St Marry’s University, Halifax, Canada yang diselesaikan tahun 1991. Ketertarikannya dalam studi politik nasional dan politik lokal dibuktikannya dengan penelitian dan publikasi yang telah dihasilkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...