Kamis, 12 Agustus 2021

Monografi Psikologi Kearifan Lokal Perempuan dalam Pengasingan (Di Kawasan Indonesia Bagian Timur)

Judul

:

Monografi Psikologi Kearifan Lokal Perempuan dalam Pengasingan (Di Kawasan Indonesia Bagian Timur)

Penulis

:

Y. Sahetapy, dkk

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

83

ISBN

:

978-623-02-9816-9

Harga

:

Rp. 197.000

Status

:

Kosong


Monografi tentang psikologi kearifan lokal perempuan dalam pengasingan dimulai dengan serangkaian pengumpulan dan analisis data. Sekumpulan data mengenai pendidikan, mata pencaharian, kesehatan, kematian, kepercayaan, sejarah asal usul dan kondisi lingkungan sosial budaya digunakan untuk membantu pemahaman mengenai tindakan pengasingan yang mendasari perempuan suku Wambon di Boven Digoel – Papua, suku Thomhisa di Rana dan suku Mual, Masbait, Gebhain, dan Hangwasi di Mangeswaen – pulau Buru-Maluku, suku Nuaulu di pulau Seram – Maluku Tengah, serta suku Boti dan Putun di Nusa Tenggara Timur dalam menjalani pengasingan.

Beberapa suku ini masih melaksanakan tradisi ritual budaya pengasingan bagi ibu melahirkan dan bayinya pada masa nifas. Situasi, kondisi dan keadaan sosial masyarakat diperlukan agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang tradisi pengasingan perempuan ketika melahirkan dan nifas dari kedelapan suku tersebut. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar guna memperjelas fakta yang ada.

Budaya pengasingan masih terjadi karena pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang meyakini tindak pengasingan bagi perempuan hamil dan melahirkan dipandang sebagai kebenaran, dan oleh karenanya hingga saat ini masih berlangsung pada beberapa daerah di Indonesia bagian Timur. Rumah pengasingan suku Wambon disebut Tana Barambon Ambip di Papua, khususnya Kabupaten Boven Digoel terdiri dua macam; di tanah (rumah biasa) dan di atas pohon (rumah pohon). Rumah pengasingan di Pulau Buru disebut Humkoit. Rumah pengasingan suku Nuaulu disebut Huma di pulau Seram.

Sedangkan suku Boti Dalam dan penduduk NTT menggunakan Ume Kbubu’ (rumah bulat) di Timor Tengah Selatan. Keyakinan masyarakat bahwa pada diri perempuan yang hamil, banyak diliputi pengaruh roh-roh jahat yang dapat menyebabkan bahaya bagi dirinya sendiri, anak yang sedang dikandungnya, suami maupun orang lain di sekitarnya, mengakibatkan tradisi ini tetap dipertahankan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...