Rabu, 12 April 2023

Kamus Bahasa Rote: Dialek Thie – Bahasa Indonesia & Bahasa Indonesia – Dialek Thie

Judul

:

Kamus Bahasa Rote: Dialek Thie – Bahasa Indonesia & Bahasa Indonesia – Dialek Thie

Penulis

:

Paul A. Haning

Penerbit

:

Inara

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

394

ISBN

:

978-623-7760-16-0

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada


Di Kabupaten Rote Ndao terdapat 19 subetnis. Tiap subetnis mendiami sebuah wilayah genealogis yang disebut “Nusak”. Delapan belas nusak terdapat di Rote Daratan (Pulau Rote) dan sebuah nusak yang lainnya yaitu Nusak Ndao, merupakan pulau tersendiri. Sebenarnya subetnis Ndao, adalah sebuah etnis tersendiri dengan bahasanya tersendiri pula, disebut Bahasa Ndao (Dede’a Ndao).

Bahasa dari ke-18 subetnis yang terdapat di Pulau Rote/Rote Daratan itu, disebut  Bahasa Rote (Dede’a Rote). Walaupun disebut Bahasa Rote (Dede’a Rote), namun masing-masing substnis/nusak mempunyai perbedaan atas sejumlah kata dan ungkapan sehingga menganggap mempunyai bahasa {dede’a (K)} tersendiri pula. Jadi setiap subetnis/nusak mempunyai dialeknya sendiri-sendiri, di antaranya adalah “Dialek Thie” (Dede’a Thie).

Kini Bahasa Rote, termasuk dialek Thie, sudah terdapat pergeseran dan salah satu penyebabnya ialah karena pengaruh bahasa Indonesia. Sebenarnya penggunaan Bahasa Indonesia tidak merupakan masalah. Yang menjadi masalah ialah persepsi pemakai bahasa ibu yang menganggap Bahasa Indonesia lebih ‘keren’ dari bahasa ibu, dalam hal ini Bahasa Rote dan/atau Dialek Thie.

Memang masyarakat masih menggunakan bahasa ibu, tetapi ada yang mencampuradukkan dengan Bahasa Indonesia sehingga merupakan ‘bahasa gado-gado’. Bahkan ada yang meremehkan bahasa ibu (Bahasa Rote dan/atau Dialek Thie) dan dianggap sudah kuno. Akibatnya banyak kata dan ungkapan yang bermakna dalam Bahasa Rote dan/atau Dialek Thie sudah dilupakan. Bila hal ini dibiarkan, maka lama-kelamaan Bahasa Rote dan/atau Dialek Thie akan punah.

Untuk mencegah kepunahan Bahasa Rote dan/atau Dialek Thie, maka penulis menyusun “Kamus Dialek Thie” ini sehingga dapat digunakan, terutama bagi yang setengah mengerti bahasa/dialek Thie atau bagi yang ingin belajar bahasa/dialek Thie. Kamus ini terdiri dari dua bahasa, yaitu Bahasa Rote – Bahasa Indoensia dan Bahasa Indonesia – Bahasa Rote.

Walaupun masih terdapat kekurangan di sana sini, namun penulis harapkan agar para pecinta dan pemerhati bahasa/dialek Thie dapat menerima kamus ini dengan senang hati. Soda Molek, Lamatuak Ba’e Bati! 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...