Minggu, 02 April 2017

Orang Sabu dan Budayanya

Judul
:
Orang Sabu dan Budayanya
Penulis
:
Robert Riwu Kaho
Penerbit
:
Jogja Global Media
Tahun Cetak
:
2005
Halaman
:
198
ISBN
:
979-99724-0-X
Harga
:
Rp. -
Status
:
Kosong

Sampai hari ini ada dua kata yang setiap hari diucapkan berkaitan dengan orang Sabu yaitu Hawu dan Sabu. Dalam percakapan sehari-hari kata Sabu diucapkan oleh semua orang, baik oleh orang Sabu maupun bukan orang Sabu. Sebaliknya orang Sabu sendiri, pada waktu mereka sedang bercakap-cakap dalam bahasa Sabu pasti kata Hawu yang diucapkan. Sudah barang tentu ada yang bertanya mengapa gerangan sehingga terjadi perbedaan sebutan seperti itu?

Orang Sabu pada umumnya menamakan dirinya Do Hawu. Pulau Sabu mereka sebut Rai Hawu. Do adalah singkatan dari kata dou, artinya orang atau manusia. Jadi arti kata do Hawu adalah orang atau manusia Hawu artinya tanah atau negeri Hawu. Bahasa orang Sabu disebut Li Hawu. Segala apa saja yang dipandang sebagai yang asli atau yang berasal dari Sabu selalu dikenakan kata sandang Hawu, sedang yang berasal dari luar atau bukan asli Sabu dikenakan kata sandang ‘jawa. Misalnya sorghum, kambing, sarung/selimut Sabu, sebab itu mereka menyebut tarae hawu, ki’i hawu, ei/hi’ji huri hawu dan emmu hawu. Sebaliknya jagung (corn), domba, kain batik dan rumah berbentuk bukan asli Sabu mereka sebut terae ‘jawa, ki’i ‘jawa, hi’ji/hi’gi ‘jawa dan emmu ‘jawa. Kata sandang hawu sudah dipergunakan sejak zaman dahulu kala yaitu sejak generasi ke-8 orang Sabu yang bernama Hawu Miha. Hawu Miha sama artinya Hawu bin Miha atau Hawu anak dari Miha. Nama beliaulah yang dipakai menjadi nama dari Do Hawu dan Rai Hawu

4 komentar:

  1. dimana ya yang jual buku ini ....????

    BalasHapus
  2. Mohon info dimana di jual buku ini. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf sudah habis, tidak cetak lagi. mungkin minat dengan http://daonlontarbooks.blogspot.com/2015/11/dunia-orang-sawu.html

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...