Rabu, 04 April 2018

70 Tahun GMIT Berhikmat & Berbagi

Judul
:
70 Tahun GMIT Berhikmat & Berbagi
Editor
:
Pdt. Yuda D. Hawu Haba, M. Th
Penerbit
:
Panitia Pelaksana HUT GMIT ke-70 dan HUT REFORMASI ke-500 Lingkup Sinode & Kandil Semesta
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
521
ISBN
:
978-602-5442-02-5
Harga
:
Rp. 125.000
Status
:
Kosong


Ecclesia semper reformanda. Gereja selalu berubah. Inilah tema besar perayaan 500 tahun Gereja Reformasi dan 70 tahun GMIT. Suatu tema yang melintasi zaman pun peradaban, dan akan tetap aktual untuk masa depan hidup menggereja. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan GMIT untuk memaknai dua momen penting ini. Salah satunya dengan menulis buku 70 Tahun: GMIT Berhikmat & Berbagi. Merekam berbagai perjalanan iman menggereja selama 500 tahun dan 70 tahun dalam sebuah buku kecil ini, tentu bukanlah takaran yang tepat. Perjalanan itu terlampau panjang. Pengalaman iman begitu melimpah. Kisah kebersamaan sejak masa-masa awal hingga kini sudah sangat banyak. Buku ini tidak cukup. Kertas-kertas putih buku ini tak sanggup menampung semua memori dan pengalaman itu.

Lalu, mengapa mesti menulis buku ini? Scripta manent verba volent. Inilah menurut kami jawaban yang tepat. Tulisan itu tetap, kata-kata bisa terbang. Tradisi lisan itu baik pada zamannya. Namun, ia sulit melintasi zaman karena keterbatasan memori dan daya cerebral manusia. Maka beralihlah zaman pada tradisi tulisan, sebagaimana yang kita hidupi kini dan di sini (hic et nunc). Di sisi lain, menghadirkan buku ini untuk mengenang dua momen penting dalam sejarah gereja reformasi dan GMIT tidak lain untuk menugaskan preposisi ini, scribamus ergo sum! Kami menulis maka kami ada. GMIT menulis maka GMIT ada. Itulah mengapa, buku ini digarap oleh begitu banyak tokoh dari masa-masa pengabdian yang berbeda, dengan bidang ilmu yang berbeda, dalam ruang pelayanan yang berlainan, untuk menceritakan kepada dunia, mewartakan kepada seluruh jemaat bahwa GMIT dalam waktu 70 tahun adalah GMIT yang terlibat, GMIT yang peduli, GMIT yang tidak antikritik, GMIT yang terbuka, GMIT yang perlu dikoreksi. Jejak-jejak itulah yang dikisahkan dalam buku ini. Tidak sempurna memang, namun setiap jejak itu tentu ada maknanya.

Lantas apa pentingnya menuliskan GMIT 70 tahun dalam kaitannya dengan 500 tahun gereja reformasi? GMIT 70 tahun adalah GMIT yang berangkat dari masa lalu ke masa kini untuk bergerak ke masa depan. Masa kini dan masa depan GMIT adalah persekutuan jemaat, kaum beriman kristiani yang reformis, selalu berubah. Gereja yang berubah dan senantiasa memperbaharui diri itu adalah gereja yang berubah dengan tetap mengakar pada lokalitas. Suatu persekutuan jemaat yang bergerak dalam pemikiran global dan universal namun tetap bertindak lokal (think globaly, act localy). GMIT adalah gereja yang mengakar pada lokalitas namun menghasilkan buah-buah bercitarasa global.

Puluhan tulisan dalam buku ini menegaskan lokalitas itu. Para penulis berusaha menuliskan hal-hal yang mereka alami, yang mereka rasakan, dalam keseharian mereka sebagai warga GMIT, pemimpin jemaat dengan bidang tugas masing-masing. Hal-hal ini ditullis bukan sekedar untuk membangkitkan kenangan pada masa lalu, tetapi untuk melahirkan pembelajaran pada masa kini dan masa depan. GMIT masa lalu itu belum selesai dan tidak akan selesai. Ia terus ditarik ke masa kini melalui tulisan-tulisan ini. Buku ini semacam epistimologi ingatan. Hal-hal baik dan buruk di masa lalu tidak harus dikubur. Ingatan tentang itu dibangkitkan untuk dijadikan pembelajaran melalui aksi-aksi reformanda kini dan hari-hari ke depan. (Sepenggal Kata Pengantar: Fary Francis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...