Senin, 06 April 2020

Jejak Berlawan dari Bumi Lorosa’e

Judul
:
Jejak Berlawan dari Bumi Lorosa’e
Penerbit
:
Historia: Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia
Tanggal Cetak
:
Nomor 34 Tahun III 2016
Halaman
:
100
ISSN
:
2252-4681
Harga
:
Rp.50.000
Status
:
Ada


Taksi kuning yang membawa saya dari Bandara Internasional Nicolau Lobato menuju Timor Hotel di Kota Dili, Timor Leste, melaju santai. Sepanjang jalan, beberapa took atau restoran masih menggunakan papan nama berbahasa Indonesia.

Pengemudi taksi juga fasih berbicara bahasa Indonesia. Obrolan kami mengalir ke mana-mana. Mulai dari Basuki Thajaja Purnama atau Ahok dan Pilkada DKI hingga kasus kematian MIrna Salihin yang santer dibicarakan di sana.

Kendati Tetun dan Portugis merupakan bahasa resmi, bahasa Indonesia tetap digunakan. Saluran stasiun televise swasta Indonesia juga masih menjadi primadona, sehingga orang-orang Timor Leste, akrab dengan sinetron atau lagu-lagu pop berbahasa Indoensia.

“sekarang yang lagi rame di sini dangdut D’Academy di Indosiar. Timor Leste kirim wakil ke sana,” Kata Ruben Gusmão, teman saya.

Saya mengunjungi Dili untuk menghadiri sebuah konferensi pariwisata internasional, Oktober lalu. Acara digelar di Centro de Convenções de Dili (CCD), yang dulu merupakan Mercado Municipal Dili (Pasar Kota Dili). Fasad bangunan yang bergaya Portugis masih dipertahankan seperti aslinya, lengkap dengan tulisan “Mercado Municipal Dili”. Di bagian dalam, langit-langitnya masih beratapkan jerami.

Selama kunjungan ini saya tak menyia-yiakan waktu untuk menjelajah kota Dili sekaligus menjejaki sejarah perlawanan rakyat Timor-Leste untuk meraih kemerdekaan.

Liputan Utama: MURBA Partai Terakhir Tan Malaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...