Kamis, 08 Februari 2018

Ballada Arakian, Kumpulan Puisi

Judul
:
Ballada Arakian, Kumpulan Puisi
Penulis
:
Yoseph Yapi Taum
Penerbit
:
Lamalera
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
151
ISBN
:
978-979-25-4848-0
Harga
:
Rp. 45.000
Status
:
Ada


Ditinjau dari sudut sejarah sastra. Khususnya sejarah perpuisian, tidak banyak penyair Indonesia yang tertarik untuk menulis ballada. Penyair yang cukup intensif menulis ballada sekaligus memperjuangkan persoalan-persoalan kemanusiaan adalah WS Rendra dan Ajib Rosidi. Kehadiran antologi Ballada Arakian kiranya mengobati kerinduan masyarakat sastra Indonesia akan jenis puisi ballada yang dapat secara tegas dan intensif mengungkap  berbagai persoalan eksistensial yang dihadapi manusia. Yoseph Yapi Taum mengungkapkan berbagai kegalauan kultural bangsa kita seperti Tragedi 1965, pembunuhan Munir, hukuman mati Fabianus Tibo, Pulau Buru, pembantaian di Lapas Cebongan, pembunuhan di atas Kapal di perairan Marabatua, pemilihan umum, suksesi kepemimpinan nasional, dan sebagainya. Penyair ini bangkit dan hadir dalam perjuangan manusia mendapatkan martabat dan kehormatan sebagai manusia tanpa kehilangan pengucapan puitiknya. Ballada Arakian tentu menjadi sumbangan bagi oase perpuisian di tanah air.

Membaca puisi-puisi Ballada Arakian, tersentak ingatan kita pada luka bangsa di tahun ’65 dan ’98. Ada kepedihan mendalam yang terasa pada pilihan katanya. Potret situasi buram masa-masa itu digambarkan secara jelas oleh Yoseph Yapi Taum. Puisi-puisinya merupakan ekspresi jujur, penggambaran bahwa nahkoda kita gagal membawa ‘kapal’ bernama Indonesia ini ke arah yang lebih damai dan sejahtera. (Dhenok Kristianti, penyair)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...