Selasa, 16 Juli 2019

Bukan Berhala! Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal

Judul
:
Bukan Berhala! Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal
Penulis
:
Alex Jebadu
Penerbit
:
Ledalero
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
392
ISBN
:
979-978-9447-81-7
Harga
:
Rp. 115.000
Status
:
Kosong


Buku BUKAN BERHALA pada intinya berargumentasi bahwa, pertama, penghormatan kepada para leluhur merupakan salah satu nilai agama tradisional yang masih memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan orang Asia dan Afrika hingga dewasa ini. Ia bahkan merupakan religiositas dasar dari lima agama besar di Indonesia – Islam, Kristen, Katolik Protestan, Hindu dan Buddha. Kultus penghormatan kepada roh-roh orang meninggal masih dipraktikkan oleh suku-suku di Flores, Sumba, Timor, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Jawa dan Papua. Di Indonesia ritus penghormatan kepada para leluhur dipraktikkan baik oleh masyarakat madani yang sudah menganut agama Islam, Kristen, Hindu dan Buddha, maupun oleh orang-orang terdidik sekalipun seperti para calon presiden Indonesia yang berlomba pergi berdoa mohon restu roh-roh Sukarno di kuburnya di Blitar.
Kedua, ritus keagamaan penghormatan roh orang meninggal tidak bertentangan dengan iman Kristen, ia bukan praktik sia-sia dan bukan juga praktik berhala seperti diklaim sejumlah orang. Buku ini berargumentasi bahwa kalau kesalehan religius ini dipelajari dengan baik, ia dapat dirangkul menjadi bagian integral dari penghayatan iman Kristen dalam bingkai penghormatan kepada orang-orang kudus.
Versi Inggris Buku Bukan Berhala telah diterbitkan oleh Penerbit Steyler Verlag Nettetal-German pada tahun 2010 dengan judul Far From Being Idolatrous: Ancetor Veneration (=Sama Sekali Bukan Berhala). Sejak itu buku ini telah berlabuh di banyak perpustakaan Universitas berfakultas Teologi dan Antropologi di Eropa, Afrika, Asia, Amerika Serikat, Amerika Latin dan Australia dan yang pasti telah memantik api diskusi global seputar tema ini. Versi Inggris buku ini sudah dibuat dua resensi: 1) Tahun 2013 oleh Profesor Dr. Adam Wolanin SJ, mantan Dekan Fakultas Misiologi dari Universitas Kepausan Gregoriana Roma dan 2) Tahun 2011 oleh Profesor Dr. Karel Steenbrink di Universitas Utrecht-Belanda yang diterbitkan di Exchange: Journal of Missiological and Ecumenical Research Vo. 40 No. 4 Tahun 2011, Belanda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...