Senin, 15 Juli 2019

Suku Ledjap, Rekonstruksi Jati Diri Orang Watuwawer

Judul
:
Suku Ledjap, Rekonstruksi Jati Diri Orang Watuwawer
Penulis
:
Donatus Dewa Ledjap, S. IP, M. Si
Penerbit
:
Absolute Media Yogyakarta
Tahun Cetak
:

Halaman
:

ISBN
:
978-602-77097-3-7
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong



Watuwawer adalah desa yang terpencil, jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Tak banyak yang tampak dari desa ini. Watuwawer dalam kesehariannya, tak bedanya dengan desa-desa lain di Kabupaten Lembata. Desa yang terbuang, terpencil, luput dari perhatian pembangunan penguasa. Namun ia bisa menjadi kampung tua, jika semua rumah adat dibangun kembali. Hanya rumah adat suku Ledjap Nudjan yang kini berdiri tegak menjadi saksi bisu tradisi dan adat istiadat Watuwawer.
Reformasi adat dan tradisi telah terjadi hingga menyingkirkan Una Rajan, wetak dan bahar menjadi hilang lenyap, akibat orang Watuwawer memilih beragama. Namun Ahar telah menjadi saksi orang Watuwawer, Lewokoba dan Lewogroma dalam peradaban, adat dan tradisi. Pada kenyatannya Ahar dan Agama memiliki nilai-nilai dasar yang diimani dan diamini dalam kehidupan orang Watuwawer hingga kini.
Ahar tidak sekedar menjadi adat dan tradisi tapi lebih dari itu Ahar menjadi Firdaus bagi orang Watuwawer. Ketika anak pertama menerima permandian adat di Una Rajan melalui proses Tule Ahar, sama halnya denga Yesus Ketika dipermandikan oleh Yohanes di Sungai Yordan. Tanpa ritus Ahar, seorang anak belum diakui menjadi anak suku.
Disamping itu perjalanan Suku Ledjap Nudjan mempunyai pengungkapan sejarah tersendiri. Pengembaraan para leluhur Pen Tobe Laga Wujo, Pen Beto Ema Ingi dan Hire Kalang Lawe Laga dari Batavia menuju Krokopuken hingga menetap di Watwawer, telah terjadi ratusan tahun silam. Bukti nyata kehadiran mereka adalah tiga batang gading yaitu Bala Gletewoloi, Bala Gilo dan Bala Kob, yang tersimpan di dalam Una Rajan hingga kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...