Senin, 08 Juli 2019

Dari Avontur ke Wasiat Kemuhar (Antologi Ulasan Buku Karya Penulis NTT)

Judul
:
Dari Avontur ke Wasiat Kemuhar (Antologi Ulasan Buku Karya Penulis NTT)
Penulis
:
Afrizal Malna, dkk
Penyunting
:
A.Nabil Wibisana & Christian Senda
Penerbit
:
Kantor Bahasa Provinsi NTT
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
148
ISBN
:
978-602-73153-5-8
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Buku “Dari Avontur ke Wasiat Kemuhar” berisi 13 artikel berupa ulasan karya buku penulis NTT baik antologi puisi, antologi cerpen, maupun novel. Artikel pertama merupakan ulasan Moh. Fathoni terhadap antologi puisi Ragil Supriyatno Samid berjudul Avontur. Ulasan yang diberi judul “Kesaksian dan Pernyataan dalam Peristiwa” tersebut pernah disampaikan sebagai makalah dalam acara bedah buku Avontur di Yogyakarta, 18 Maret 2012. Artikel kedua berjudul “Badut Malaka: Panggilan Kenabian, Panggilan Kemanusiaan.” Ulasan terhadap novel Badut Malaka karya Robert Fahik ini ditulis Juwandi Ahmad, pernah disampaikan sebagai makalah dalam bedah novel Badut Malaka di Program Magister Sains Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Mei 2011. Artikel ketiga datang dari Yosef Serano Korbaffo. Tulisannya “Filsafat dan Novel Benang Merah: Sebuah Benang Merah” merupakan ulasan terhadap novel Benang Merah karya Unu Ruben Paineon, pernah disampaikan sebagai makalah dalam Parade Buku Sastra NTT (Festival Sastra Santarang, Kupang, Juni 2015) dan dipublikasikan di Pos Kupang edisi 18 Maret 2015.

Sastrawan muda NTT Mario F. Lawi juga turut menyumbangkan tulisannya dalam buku ini. Mario mengulas buku puisi Catatan Sunyi karya Monika N. Arundhati dalam artikelnya “Sunyi, Gembala, dan Kelahiran” – pernah dipublikasikan di Jurnal Sastra Santarang edisi Maret 2015. Tulisan Mario disusul ulasan terhadap buku puisinya berjudul “Ekaristi”, yang disumbangkan oleh Yohanes Seo. Tulisan Yohanes Seo yang pernah dipublikasikan di Koran Tempo edisi 4 Januari 2015 tersebut diberi judul “Antara Alkitab, Sawu, dan Puisi.” Tulisan berikut datang dari Patris Allegro berjudul “Kanuku Leon: Sebuah ‘Katekese’ Ekologis.” Tulisan yang pernah dipublikasikan di Jurnal Sastra Santarang edisi Desember 2013 ini merupakan ulasan terhadap antologi cerpen Kanuku Leon karya Christian Senda. Sastrawan kenamaan Indonesia Afrizal Malna juga menyumbangkan salah satu ulasan sastranya dalam buku ini. Afrizal Malna mengulas buku puisi Kuyup Basahmu karya Ishack Sonlay dalam tulisannya berjudul “Ishack Sonlay. Lensa Makna dalam 5 kali Pembesaran.” Tulisan yang merupakan prolog dalam buku Ishack ini juga dipublikasikan di Blog Indonesian Literary Collective, Desember 2014.

Karya sastra penulis NTT berikut yang diulas dalam buku ini datang dari tanah Sumba melalui Christo Ngasi lewat novelnya Matta Liku. Novel Christo diluas oleh Herman P. Panda dalam tulisan berjudul “Antara Harga Diri Lelaki, Kehormatan Suku, dan Tangisan Putri.” – merupakan prolog dalam novel ini. Tulisan Herman P. Panda disusul ulasan Sintus Runesi terhadap buku puisi Parinseja karya Steve Elu. Tulisan Sintus Runesi berjudul “Dan Kita Pun Diundang ke Timor: Steve Elu, Parinseja, dan Anamnetik Jiwa” pernah dipublikasikan di Jurnal Sastra Santarangedisi Mei 2015.

Ulasan sastra berjudul “Sastra dan Kampung” karya Paul Budi Kleden turut mewarnai  buku ini. Ulasan terhadap buku puisi Pukeng Moe, Lamalera karya Bruno Dasion ini pernah dipublikasikan di Pos Kupang edisi  10 Maret 2012. Tulisan Paul Budi Kleden diikuti ulasan Eka Putra Nggalu “Ketika Sastrawan ‘Asyik’ dengan Dunianya”. Tulisan yang belum pernah dipublikasikan ini merupakan ulasan terhadap buku kumpulan cerpen Sabtu Kelabu karya penulis muda NTT, Erlyn Lasar. Hengky Ola Sura hadir dengan “Imajinasi Penyair dan Keadaban Budaya.” Tulisan yang pernah dipublikasikan di Pos Kupang edisi 24 November 2013 ini merupakan ulasan terhadap buku puisi karya penyair Bara Pattyradja. Ulasan buku karya penulis NTT dalam buku ini ditutup dengan sebuah ulasan ilmiah-sistematik karya dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta asal NTT, Yoseph Yapi Taum. Tulisan berjudul “Wasiat Kemuhar Pion Ratulolly: Cerita dari NTT untuk Indonesia” ini merupakan Prolog yang dimuat dalam buku kumpulan cerpen Wasiat Kemuhar karya Pion Ratulolly. (Robert Fahik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...