Jumat, 04 November 2022

Mutiara dari Flobamorratass

Judul

:

Mutiara dari Flobamorratass

Penulis

:

Yohanes AR. Teme

Editor

:

Valerius P. Guru

Penerbit

:

CV. Yarsa, Kupang

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

93

ISBN

:

978-623-98606-5-3

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Buku kumpulan cerita (legenda) Mutiara dari Flobamorratass (Aneka Legenda Dongeng Masyarakat NTT) karya Yohanes AR. Teme merupakan jendela kecil untuk kita menjenguk ke dalam diri agar menemukan butir-butir mutiara yang tertimbun dalam lumpur peradaban modern atau digerus arus kemajuan teknologi komunikasi. Dalam kisah-kisah ini, kita dapat memergoki cara hidup masyarakat kita yang begitu kalem, parokial dan sarat dengan perbedaan. Pesan-pesan dalam legenda menjadi pelita yang sedang berkedip di tepian lorong peradaban. Menerangi jalan pulang ke dalam identitas dan kepesonaan kita. Kita memang sedang melakukan proses kolosal dari old society menuju modern society. Perjalanan yang kadang sangar yang menyebabkan kita tidak tahu diri, mengalami semacam niutsa’e (kesurupan dalam bahasa Dawan) yang tak kunjung siuman. Mungkin, karena alamat pulang telah digunting oleh teknologi, sehingga kita mbir-mba (bahasa Manggarai Timur) yang berarti lari tanpa arah. Misalnya, apa kita sedang pergi atau sedang pulang dalam era jahiliyah peradaban modern ini?

Kisah-kisah legenda dalam buku ini menyodorkan refleksi yang begitu sentimentil tentang keberadaan kita sebagai manusia. Mungkinkah kita sudah sampai di Negeri Pah Susu Oni (Negeri Susu Madu)? Negeri yang terbentuk dan tumbuh dari segenggam tanah dari tangan Nusa Tii. Tih ketahuan, bahwa keragaman di NTT tidak di cari, apalagi dicari-cari, melainkan diturunkan dan dituntun oleh leluhur. Balbali, Nusa Bao, dan Nusa Tii dikisahkan sebagai tiga bersaudara. Konon si Bungsu Nusa Tii yang ingin merantau ke Timur. Oleh kedua kakaknya, ia hanya dibekali segenggam tanah. Tanah itu adalah wasiat sekaligus sabda dari leluhur. (Dr. Marsel Robot, M.Si)

 

Nusa Tenggara Timur Unik & Antik: Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat Lokal

Judul

:

Nusa Tenggara Timur Unik & Antik: Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat Lokal

Penulis

:

Dr. Acry Deo Datus, MA; Yohanes Jimmy Nami, S.IP, M.Si & Yosef Christian Teguh Acry S.Pd. M.Ed

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

234

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 45.000

Status

:

Ada


Buku ini berisi kebijakan pariwisata di NTT, profil daerah, potensi pariwisata kabupaten/kota dan objek wisata.  Cakupan terkait dengan objek wisata yaitu: Suku Boti, Manaleo, Peran Ratu di Sumba, Komodo, Pemburu Laut Perkasa di Lamalera, Pola Munak di Manggarai, Mula dari Roà Muu di Maumere, Konoloka (sunat) ala Bajawa/Ngada, Sifon ala Timor, Etu/Tinju Adat Nagekeo, Hubungan masyarakat Belu dengan Timor Leste, Toleransi Wailiang Sumba Barat, Penti Beo, Tu Ngawu, Cikal Bakal Lahirnya Pancasila, Ritual keagamaan, Tenun Ikat, Danau Kelimutu, Kuliner daging ikan paus dan daging sei.

 

Desa Sejahtera, Negara Kuat

Judul

:

Desa Sejahtera, Negara Kuat (Aspek-Aspek Penting Pembangunan Perdesaan di Provinsi NTT)

Penyunting

:

Valerius P. Guru, S.Sos

Penerbit

:

Undiksha Press, Singaraja

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

190

ISBN

:

978-602-6428-22-6

Harga

:

Rp. 40.000

Status

:

Ada

Optimisme masyarakat menyonsong masa depan lebih baik, makin nyata dengan tingginya kepastian dukungan pendanaan pembangunan desa melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan sumber dana lainnya. (Kepala Bappeda Provinsi NTT, Ir. Wayan Darma, MT)

Usaha dalam bentuk apa dan dari siapapun, selalu merujuk pada cita-cita kesejahteraan bersama (prosperity), demi langgengnya solidaritas (solidarity) dan dalam koridor tetap dan terus terpeliharanya respek bagi nilai kemanusiaan (humanity). Pater Gregor Noenbasu, SVD. P.hD; Misionaris dan Antropolog Unwira Kupang)

Umumnya, pemerintahan di daerah-daerah serba miskin, seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur, tak mengubah apapun kecuali merancang pembangunnya dengan politik aksi pembangunan looking back. Pembangunan looking back berarti pemerintah terdahulu telah membuat dan melewati jalan pembangunan sebagaimana yang dialami generasi setelahnya, karena itu pemerintahannya setelahnya mengulangi lagi apa yang telah dijalankan pemerintahan sebelumnya. (Pius Rengka, SH, M.Sc; Politisi dan Dosen Fisipol Unwira Kupang)

“…namun karena beratnya masalah kesehatan di provinsi tercinta ini, hasil yang dicapai belum memberi dampak besar kepada masyarakat. Masih terus dibutuhkan terobosan dan inovasi-inovasi yang tepat berbasis budaya dan kearifan lokal untuk mengatasi masalah kesehatan di NTT.” (Dr. Sabina Gero, S.Kp, M.Sc; Dosen Poltekes Kemenkes Kupang)

Bagi GMIT ada empat isu pelayanan mendesak yang hendak dikawal melalui kerjasama dengan Kementerian Desa ini. Keempat isu itu adalah isu pendidikan di desa, isu lingkungan hidup, isu buruh migran, dan pelibatan kaum marginal dalam pembangunan di desa. (Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon)


Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal

Judul

:

Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal

Penulis

:

Gerson Poyk

Penerbit

:

PT. Pustaka Karya Grafika Utama

Tahun Cetak

:

1988

Halaman

:

155

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Kosong

 

Sebuah impian tidak selamanya Cuma impian. Bisa saja realistik. Bisa pula antara angan-angan dan realistik. Dan, impian sastrawan Gerson Poyk dalam novel “Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal” impian yang komplit.

Dimulai oleh seorang gadis manis bernama Nyoman Sulastri yang terpaksa berjualan di salah satu sudut desa. Di dalam melihat desa cantik, manis dan mempesona, datanglah seorang lelaki bernama Hanibal yang punya segudang cita-cita seni. Antara keduanya segera terjalin kombinasi impian.

Kombinasi impian berkembang bagai laut yang bergemuruh, gunung yang didesau angin, lembah yang terbentang dipulas seberkas harapan. Dan, mereka bermimpi mengawang di situ.

Anda kenal Gerson Poyk dan tahulah kita bagaimana impian itu berlangsung, berlalu dan memacu, sampai pada satu titik… kita memang harus sayang pada semua….


Sang Pedagog dari Ngada, Identitas Sosok Jan Riberu: Buku Kenangan 75 Tahun

Judul

:

Sang Pedagog dari Ngada, Identitas Sosok Jan Riberu: Buku Kenangan 75 Tahun

Penulis

:

Yoseph Dedy Pradipto

Penerbit

:

Eidos Production, Bandung

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

43

ISBN

:

979-25-5831-4

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Fuad Hasan, mantan Mendikbud, langsung menyebut Jan Riberu sebagai “pedagog ulung”. Pemerhati pendidikan sangat banyak ditemukan di tengah-tengah potret buram dunia pendidikan di bangsa ini. Tapi menemukan pedagog sejati, sungguh barang langkah di Indonesia ini.

Kriteria untuk menjadi seorang pedagog adalah memiliki keleluasaan wacana dalam bidang pendidikan sehingga mampu memberikan pendasaran-pendasaran di tataran penalaran menyangkut kebijakan (policy) dan menguasai skill di aras praksis yakni kompetensi praktek mendidik, bukan sekedar mengajar yang klasikal sifatnya.

Pendidikan tidak hanya berupa peristiwa transfer of knowledge melainkan juga transfer of value yang berlangsung saat ini mesti sesuai dengan konteks sosial-kultural masyarakat setempat sembari mencermati tanda-tanda jaman. Hal ini membutuhkan kepiawaian seorang maestro untuk membidaninya. Jan Riberu adalah salah satu maestronya maestro pedagogi.

“Dan memang mengajar itu adalah hidupku. Bagiku tiada yang lebih mengisi daripada mengajar dan belajar. Mengajar adalah memberi tanpa menjadi miskin, malahan memperkaya budi dan hati. Dalam mengajar usia bertambah tua namun pikiran dan hati tetap remaja”. (Drs. Lo Siang Hien Ginting, “Sang Guru Modern”)

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...