Judul |
: |
Echoes of the East: A Collection of Narrative Folktales from NTT |
Penulis |
: |
Herlin B dkk. |
Penerbit |
: |
Arta Media Nusantara |
Bahasa |
: |
Inggris |
Tahun Cetak |
: |
2026 |
Halaman |
: |
107 |
ISBN |
: |
978-634-7227-29-8 |
Harga |
: |
Rp. 85.000 |
Status |
: |
Kosong |
Senin, 03 Agustus 2026
Echoes of the East: A Collection of Narrative Folktales from NTT
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur: Kera dan Penyu
Judul |
: |
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur: Kera dan Penyu |
Cerita & Ilustrasi |
: |
Zaza Gambir |
Penerbit |
: |
PT. Gramedia Pustaka Utama |
Tahun Cetak |
: |
2000 |
Halaman |
: |
16 |
ISBN |
: |
978-979-655-641-0 |
Harga |
: |
Rp. - |
Status |
: |
Kosong |
Cerita rakyat awalnya merupakan budaya lisan yang dikisahkan dari muut ke mulut secara turun-temurun. Seri Cerita Rakyat Nusantara ini diterbitkan sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkannya secara lebih luas kepada anak-anak. Dengan bahasa yang sederhana, diharapkan anak-anak akan memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, dan lebih mengenal serta menghargai warisan bangsanya.
Selasa, 30 Desember 2025
Suri Ikun dan Dua Elang (Cerita Rakyat Dari Kabupaten Belu)
Judul |
: |
Suri Ikun dan Dua Elang (Cerita Rakyat Dari Kabupaten Belu) |
Penulis |
: |
Robertus Fahik |
Penerbit |
: |
Nyala |
Tahun Cetak |
: |
2022 |
Halaman |
: |
18 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 75.000 |
Status |
: |
Kosong |
Sebagai bentuk dukungan
terhadap program nasional tersebut, dan sebagai bagian dari upaya menghidupkan
serta melestarikan nilai-nilai budaya NTT, UPTD Taman Budaya Gerson Poyk Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan sebuah terobosan
positif lewat program Pembuatan Komik Cerita Rakyat NTT. Implementasi program
ini antara lain dimulai dengan hadirnya komik cerita rakyat NTT
berjudul Suri Ikun dan Dua Elang (Cerita Rakyat Kabupaten Belu, Nusa
Tenggara Timur).
Jumat, 09 Februari 2024
Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10
Judul |
: |
Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10 |
Penulis |
: |
Ganes TH |
Penerbit |
: |
SBINMAS KODAK METRO |
Tahun Cetak |
: |
1979-1980 |
Halaman |
: |
480 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 350.000 |
Status |
: |
Ada |
Larantuka adalah sebuah
desa di lereng gunung, di tepi sebuah teluk yang permai bagaikan sebutir
mutiara di ujung timur Pulau Flores. Berabad-abad lamanya ia tetap indah dan
cantik. Kaya raya dengan hasil bumi serta lautnya.
Sampai pada suatu saat.
Para pengusaha asing mulai tergiur oleh alam floranya. Hutan-hutan subur
dibabatnya hingga yang tertinggal hanya tanah-tanah kering dan gundul.
Malapetakapun segera melanda desa ini. Gerombolan babi hutan turun mencari
sumber air dan menyerbu sisa-sisa ladang yang ada. Menimbulkan kesengsaraan
bagi penduduknya.
Tuan Dumas, seorang
dokter kulit putih yang sudah lama bermukim di desa tersebut. Dengan dibantu
para penduduk serta pemburu-pemburu asing, mengerahkan ratusan ekor anjing,
berhasil menumpas hama satwa liar itu. Namun musibah lain muncul, ratusan ekor
anjing telah berkembang biak tanpa terkendali. Sehingga seluruh desa
seakan-akan sudah dikuasai oleh hewan ini. Dan berjangkit pulalah wabah
penyakit anjing gila yang menyebar dengan ganasnya, menimbulkan kepanikan
kepada segenap penduduknya korban-korban pun berjatuhan.
Si Buta dari Gua Hantu, episode 10 ini merupakan logi ke tiga/terakhir dari trilogi: Perjalanan ke Neraka, Kabut Tinombala dan Tragedi Larantuka. Kisah Tragedi Larantuka, dimulai dari akhir kisah Tinombala. ketika Barda Mandrawata atau Si Buta dari Goa Hantu, memiliki kesepakatan untuk mengantarkan Meinar seorang janda beserta anaknya bernama Tara untuk mengunjungi orang tuanya yang sudah lama ditinggalkan di Larantuka Flores.
Kejadian nyata berupa banjir bandang di Larantuka yang terjadi 27 Februari 1979, menjadi inspirasi penulis dalam menuliskan kisah ini. Namun yang menarik adalah kisah lainnya dalam komik ini yaitu tentang wabah anjing rabies, yang ditahun penulisan komik ini tidak ada atau sekedar fiksi namun justru menjadi kenyataan kemudian di tahun 1997!
Jumat, 17 Maret 2023
Mengenal Danau Kelimutu
Judul |
: |
Mengenal Danau Kelimutu |
Penulis |
: |
Dedi Sasmito Utama |
Penerbit |
: |
BRIN |
Tahun Cetak |
: |
2022 |
Halaman |
: |
30 |
ISBN |
: |
978-623-7425-45-8 |
Sumber |
: |
https://penerbit.brin.go.id/ |
Download |
: |
Di Sini |
Danau kelimutu merupakan danau yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Indonesia. Danau Kelimutu yang terdiri dari tiga danau dengan warna berbeda-beda, membuatnya terkenal akan keindahan dan keunikannya.
Liburan kali ini, Adelia pergi mengunjungi Danau Kelimutu bersama keluarganya. Adelia banyak belajar tentang proses terbentuknya Danau Kelimutu dan alasan mengapa ketiga danau memiliki warna yang berbeda-beda.
Teman-teman ingin tahu apa saja yang dipelajari Adelia? Ayo, ikuti petualangan Adelia dan kenali lebih jauh tentang Danau Kelimutu.
Senin, 29 Agustus 2022
Tanah Air Beta
Judul |
: |
Tanah Air Beta (Komik dari film “Tanah Air Beta” |
Ilustrasi |
: |
MAXIMA Design Bandung |
Penerbit |
: |
Alenia Productions |
Tahun Cetak |
: |
2010 |
Halaman |
: |
70 |
ISBN |
: |
978-602-97000-0-8 |
Harga |
: |
Rp. 40.000 |
Status |
: |
Kosong |
Ketika Timor Timur
berpisah dari Indonesia. Perpisahan harus terjadi terhadap dua kakak beradik
yang saling menyayangi. Mereka terpaksa harus hidup dalam kondisi dan lokasi
yang berbeda, dikarenakan kepentingan yang sangat tidak mereka mengerti. Menjadikan
Merry (10 tahun) harus tinggal berdua saja dengan ibunya Tatiana (29 tahun), di
sebuah kamp pengungsian di Kupang NTT. Sementara kakak laki-lakinya Mauro (12
tahun) tinggal bersama pamannya di Timor Leste.
Tatiana dan anaknya
Merry, hidup di sebuah kamp pengungsian bersama ratusan ribu orang pengungsi
lainnya. Diantaranya Abu Bakar, seorang keturunan arab yang sudah turun temurun
hidup dan tinggal di Timor Leste.
Tatiana mengajar di
sekolah darurat di kamp tersebut. Merry juga bersekolah di tempat itu bersama
Carlo, seorang anak laki-laki yang sangat jail dan suka menganggu Merry. Itu dikarenakan
Carlo ingin sekali memiliki seorang adik dan merasakan kembali cinta kasih
keluarga.
Komik ini menceritakan
kehidupan Merry dan ibunya Tatiana di sebuah kamp pengungsian di luar Kota
Kupang bersama ratusan pengungsi lainnya yang diambil dari film dengan judul yang
sama yakni “Tanah Air Beta.” Kerinduan Merry terhadap kakaknya Mauro membuat ia
nekad mencari informasi dan keberadaan sang kakak sampai ke perbatasan Motain.
Senin, 08 November 2021
Kumpulan Cerita Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur

|
Judul
|
:
|
Kumpulan Cerita Rakyat Provinsi Nusa
Tenggara Timur
|
|
Penulis
|
:
|
Maya Rohmayati & Yodi Kurniadi
|
|
Penerbit
|
:
|
PT. Sarana Panca Karya Nusa
|
|
Tahun
Cetak
|
:
|
2009
|
|
Halaman
|
:
|
51
|
|
ISBN
|
:
|
978-979-678-443-1
|
|
Harga
|
:
|
Rp. 35.000
|
|
Status
|
:
|
Ada
|
Buku ini berisi tentang beberapa cerita rakyat yang telah melegenda di Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya cerita rakyatnya yang disajikan dengan bahasa yang sederhana, tetaoi juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang menarik. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pengguna. Selain itu, buku ini dilengkapi juga dengan cara atau tips mendongeng yang baik sehingga para pengguna dapat lebih mudah memahami cerita yang disampaikan.
Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan baru tentang cerita rakyat, khususnya yang ada di Nusa Tenggara Timur. Cerita Nusa Tenggara Timur ini terdiri dari: 1) Suri Ikun dan Dua Burung; 2) Kisah Skolong Pemuda Tampan; 3) Kumbang dan Nenek Bupu Repu, dan 4) Asal Usul Pulau Komodo.
Jumat, 27 Agustus 2021
Uci dan Tari

Judul |
: |
Uci dan Tari |
Penulis |
: |
Ris Therik & K. Usman |
Penerbit |
: |
PT. Balai Pustaka |
Tahun Cetak |
: |
2021 |
Halaman |
: |
56 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. |
Status |
: |
Kosong |
Buku ini bercerita tentang Uci sang burung dara dan Tari sang anak kambing. Mereka berdua memiliki kegemaran bermain di hutan . pada suatu hari di hutan, di kala mereka berdua sedang menikmati hari. Uci dan Tari menemukan seekor macan yang terkurung di dalam sebuah kandang. Melihat kedatangan Uci dan Tari, sang Macan pun mengiba-iba agar mereka mau membantunya bebas dari sekapan. Terbujuak rayuan dan janji-janji sang Macan serta mengabaikan nasihat dari sahabat dan pesan dari orang tuanya. Tari membuka kunci kandang dan sang Macan pun terbebas dari sekapan. Janji tinggal janji, sang Macan segera menerkam dan memangsa Tari.
Rabu, 02 Juni 2021
Tragedi Larantuka Jilid 1-10
Judul |
: |
Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10 |
Penulis |
: |
Ganes TH |
Penerbit |
: |
SBINMAS KODAK METRO |
Tahun Cetak |
: |
1979-1980 |
Halaman |
: |
480 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 500.000 |
Status |
: |
Ada |
Larantuka adalah sebuah desa di lereng gunung, di tepi sebuah teluk yang permai bagaikan sebutir mutiara di ujung timur Pulau Flores. Berabad-abad lamanya ia tetap indah dan cantik. Kaya raya dengan hasil bumi serta lautnya.
Sampai pada suatu saat. Para pengusaha asing mulai tergiur oleh alam floranya. Hutan-hutan subur dibabatnya hingga yang tertinggal hanya tanah-tanah kering dan gundul. Malapetakapun segera melanda desa ini. Gerombolan babi hutan turun mencari sumber air dan menyerbu sisa-sisa ladang yang ada. Menimbulkan kesengsaraan bagi penduduknya.
Tuan Dumas, seorang dokter kulit putih yang sudah lama bermukim di desa tersebut. Dengan dibantu para penduduk serta pemburu-pemburu asing, mengerahkan ratusan ekor anjing, berhasil menumpas hama satwa liar itu. Namun musibah lain muncul, ratusan ekor anjing telah berkembang biak tanpa terkendali. Sehingga seluruh desa seakan-akan sudah dikuasai oleh hewan ini. Dan berjangkit pulalah wabah penyakit anjing gila yang menyebar dengan ganasnya, menimbulkan kepanikan kepada segenap penduduknya korban-korban pun berjatuhan.
Si Buta dari Gua Hantu, episode 10 ini merupakan logi ke tiga/terakhir dari trilogi: Perjalanan ke Neraka, Kabut Tinombala dan Tragedi Larantuka. Kisah Tragedi Larantuka, dimulai dari akhir kisah Tinombala. ketika Barda Mandrawata atau Si Buta dari Goa Hantu, memiliki kesepakatan untuk mengantarkan Meinar seorang janda beserta anaknya bernama Tara untuk mengunjungi orang tuanya yang sudah lama ditinggalkan di Larantuka Flores.
kejadian nyata berupa banjir bandang di Larantuka yang terjadi 27 Februari 1979, menjadi inspirasi penulis dalam menuliskan kisah ini. Namun yang menarik adalah kisah lainnya dalam komik ini yaitu tentang wabah anjing rabies, yang ditahun penulisan komik ini tidak ada atau sekedar fiksi namun justru menjadi kenyataan kemudian di tahun 1997!
Senin, 01 Maret 2021
Kisah Petualangan TinTin: Penerbangan 714
Judul |
: |
Kisah Petualangan TinTin: Penerbangan 714 |
Penyusun |
: |
Hergé |
Penerbit |
: |
Indira |
Tahun Cetak |
: |
|
Halaman |
: |
62 |
ISBN |
: |
|
Harga |
: |
Rp. |
Status |
: |
Kosong |
Penerbangan 714 ke Sydney, adalah sebuah album serial Kisah Petualangan Tintin yang ke 22, dari Hergé dari Belgia. Album ini aslinya dalam bahasa Perancis disebut Vol 714 pour Sydney, yang dalam bahasa Indonesia berarti: "Penerbangan 714 menuju Sydney".
Ketika pemberhentian pesawat di Jakarta, Tintin, Kapten Haddock dan Profesor Lakmus sedang menuju ke Sydney saat mereka bertemu dengan industrialis pesawat dan jutawan eksentrik Laszlo Carreidas. Karena tidak dapat menolak tawaran Carreidas dengan sopan tentang tumpangan pesawat, Tintin dan teman-temannya bergabung dengan jutawan pada pesawat pribadinya, Carreidas 160. Tanpa sepengetahuan Carreidas dan yang lainnya, sekretarisnya Spalding dan dua pilot berkomplot untuk membajak pesawat dan membawanya ke sebuah pulau vulkanik di Kepulauan Sunda. Setelah mendarat, ketika keluar dari pesawat, Snowy yang ketakutan lepas dari tangan Tintin dan lari. Penjaga menembaknya, dan Tintin yang ngeri percaya bahwa dia telah dibunuh.
Dalang dari peristiwa tersebut ternyata Rastapopoulos, yang berniat mengambil uang Carreidas. Mantan teman sekapal Kapten Haddock, Allan, hadir sebagai antek Rastapopoulos itu. Warga Sondonesia telah dipekerjakan sebagai tentara bayaran.
Menariknya dalam komik terbitan pertama tahun 1968, selain karena kisahnya ada di Indonesia juga menampilkan sekilas kehadiran binatang komodo yang merupakan hewan khas dari Nusa Tenggara Timur.




