Judul |
: |
Tanah Langit NTT |
Penulis |
: |
Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT |
Penerbit |
: |
Garudhawaca |
Tahun Cetak |
: |
2021 |
Halaman |
: |
250 |
ISBN |
: |
978-623-652-163-2 |
Harga |
: |
Rp. 125.000 |
Status |
: |
Kosong |
Senin, 03 Agustus 2026
Tanah Langit NTT
Minggu, 02 Agustus 2026
Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur)
Judul |
: |
Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) |
Penulis |
: |
Thersia Magdalena Tamelan, dkk |
Editor |
: |
Thersia Magdalena Tamelan & Merili Metsvahi |
Penerbit |
: |
Depublish |
Tahun Cetak |
: |
2026 |
Halaman |
: |
152 |
ISBN |
: |
978-634-01-2045-5 |
Harga |
: |
Rp. 175.000 |
Status |
: |
Kosong |
Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) merupakan karya Thersia Magdalena Tamelan, dkk. Terdapat sembilan belas narasi dari pulau Rote, Semau, Timor, Sabu, Sumba dan Alor. Narasi terakhir dalam bahasa Sar yang dituturkan di Pulau Pantar oleh penutur terakhir bahasa Sar. Cerita rakyat disajikan dalam tiga bahasa (bahasa daerah, Indonesia, dan Inggris) dan mencakup berbagai genre. Nilai-nilai yang terdapat dalam cerita-cerita rakyat ini adalah rasa memiliki, kebaikan, kasih sayang, menghormati orang tua dan keinginan mereka, merawat orang tua, keberlanjutan, kejujuran, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian. Berbagai jenis genre cerita rakyat – kisah binatang, narasi sejarah lisan, kenangan, dongeng, mitos, dan legenda – terwakili dalam buku ini.
Dalam kumpulan cerita rakyat yang diterbitkan, sering kali cerita-cerita disunting atau bahkan diceritakan kembali. Hal ini terjadi karena terdapat pemahaman bahwa dengan cara ini pembaca lebih mudah memahami cerita-cerita tersebut. Di balik konsep ini terdapat fakta bahwa wacana tertulis dan lisan memang berbeda sifatnya. Untuk menjaga suara pencerita, cerita rakyat dalam buku ini ditulis apa adanya sesuai cerita narator. Buku ini tidak hanya akan memberikan kontribusi bagi apresiasi terhadap keragaman bahasa dan budaya Nusa Tenggara Timur, tetapi juga akan mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang telah ada sejak lama. Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk menunjang revitalisasi bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur. Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) ditujukan bagi siapa pun yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kekayaan budaya dan nilai-nilai universal dari Nusa Tenggara Timur.
Berikut Daftar Isi Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur), diantaranya:
- Folk Narratives in Dela, from Rote Island
Cerita Rakyat dalam bahasa Dela, di Pulau Rote - Folk Narratives in Helong, from Semau Island
Cerita Rakyat dalam bahasa Helong, Pulau Semau - Folk Narrative in Uab Meto, from South Amanatun
Cerita Rakyat dalam Bahasa Uab Meto, Amanatun Selatan - Folk Narratives in Amarasi, Buraen
Cerita Rakyat dalam Bahasa Amarasi, Buraen - Folk Narratives in Sabu, from Sabu Raijua
Cerita Rakyat dalam Bahasa Sabu, dari Sabu Raijua - Folk Narratives in Kambera, from East Sumba
Cerita Rakyat dalam Bahasa Kambera, di Sumba Timur - Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya - Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya - Folk narrative in Kamang, from Alor Cerita Rakyat
dalam Bahasa Kamang, Alor
- Folk narrative in Sar, from Pantar island
Cerita Rakyat dalam Bahasa Sar, di Pulau Pantar
Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi
Judul |
: |
Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi |
Penulis |
: |
Tim Penulis Melki |
Penerbit |
: |
Guepedia |
Tahun Cetak |
: |
2020 |
Halaman |
: |
127 |
ISBN |
: |
978-623-270-291-2 |
Harga |
: |
Rp. 87.000 |
Status |
: |
Kosong |
Buku ini merupakan karya anak-anak muda
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ingin membungkam budaya diam dalam
pendidikan di NTT dan menjadikan pendidikan yang bersifat dialogis. Karya ini
difasilitasi oleh Melki and Beatrix (MnB) Foundation dan Nadiinormasi.com.
Ide-ide yang dituangkan dalam bentuk tulisan ini diharapkan bisa menjadi jalan
untuk memperbaharui dan mengembangkan sistem pendidikan Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT) ke arah dialogis. Arah yang menjadikan masyarakat NTT berpikir
kritis, terbebas dari kebodohan dan menemukan titik sadar dalam dirinya.
Rangkaian tulisan dalam opini dan puisi ini ditujukan mampu memberikan nilai
tambah bagi pendidikan NTT ke arah dimana keluarga dan lingkungan memahami
perannya serta siswa tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru dan
menghafal diktat tetapi siswa melalui kreativitasnya mampu mengemukakan
pendapatnya, kritis, kreatif, mampu berdialog dengan guru dan menemukan dirinya
melalui pendidikan yang memerdekakan. pendidikan di NTT untuk membawa pendidikan
di NTT lebih baik.
Senin, 11 Mei 2026
Bintang Berekor di Langit Timur
Judul |
: |
Bintang Berekor di Langit Timur |
Penyunting |
: |
Okky Tirto |
Penerbit |
: |
Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan |
Tahun Cetak |
: |
2018 |
Halaman |
: |
224 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 85.000 |
Status |
: |
Ada |
Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.
Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur.
Selasa, 30 Desember 2025
Antologi Forum Budaya dan Seni Masyarakat NTT
Judul |
: |
Antologi Forum Budaya dan Seni Masyarakat NTT |
Penulis |
: |
Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., dkk |
Penerbit |
: |
Nyala |
Tahun Cetak |
: |
2022 |
Halaman |
: |
215 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 150.000 |
Status |
: |
Kosong |
Buku Antologi Forum
Budaya dan Seni Masyarakat NTT ini merupakan kumpulan pemikiran dari para
seniman yang berisi persolan-persoalan dalam mengembangkan kesenian daerah.
Persoalan internal maupun eksternal yang dihadapi juga terkait dengan kebijakan-kebijakan
pemerintah daerah sebagai motivator, fasilitator diharapkan dapat menjadi titik
temu dalam kebersamaan membangun iklim berkesenian yang dinamis, apresiatif dan
berdampak dalam mencerdaskan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Minggu, 30 November 2025
Bolpuna Mania, Cerita-Cerita dari Nusa Tenggara Timur
Judul |
: |
Bolpuna Mania, Cerita-Cerita dari Nusa Tenggara Timur |
Penulis |
: |
Amanche Franck Oe Ninu, Anselmus Langowuyo, Armin Bell, Carlin Karmadina, dan Diana Timoria |
Penerbit |
: |
baNANA |
Tahun Cetak |
: |
2025 |
Halaman |
: |
120 |
ISBN |
: |
978-634-96269-0-3 |
Harga |
: |
Rp. 75.000 |
Status |
: |
Kosong |
Pernahkah kau bermain
sepak bola dengan bal buatan sendiri dari kertas bekas, pelepah pisang kering,
pula batu seukuran kepalan tangan bayi di bagian tengahnya? Pernah jugakah kau
membantu ayahmu menjala ikan di laut dan ketika kau kedinginan karena hari
masih pagi tetapi ia malah memintamu terjun ke air untuk menghilangkan gigil?
Atau, mungkin semasa kecil kau mengira mama-mama yang tangannya biru pekat
adalah penyihir jahat dan setelah besar kau merasa konyol karena warna biru itu
tersebab ketekunan mereka menenun berpuluh tahun dan kemudian kau malah ikut
tergerak memintal seribu benang?
Mungkin kau tak punya kenangan-kenangan semacam itu. Tapi, mungkin kau pernah teringat suatu tempat yang baru pertama kali kaudatangi tetapi langsung terasa sebagai rumah. Mungkin juga memori segala macam semisal lagu mars dan makanan kesukaan justru datang padamu ketika kakimu kram dan napasmu tinggal setengah saat mendaki gunung yang dipercaya menjadi tempat pertemuan leluhurmu: pemuda Turki dan seekor gagak.
Bolpuna Mania, buku kedua seri Cerita Istimewa baNANA, mengajakmu ke Nusa Tenggara Timur dan menyantap tulisan-tulisan seru dari lima pencerita pilihan.
Rabu, 26 November 2025
Anthology of Asean Literatures: Oral Literature of Indonesia (Indonesian Edition)
Judul |
: |
Anthology of Asean Literatures: Oral Literature of Indonesia (Indonesian Edition) |
Penyunting |
: |
Subagio Sastrowardoyo, Sapardi Djoko Damono & A. Kasim Achmad |
Penerbit |
: |
The ASEAN Committee on Culture and Information |
Tahun Cetak |
: |
1983 |
Halaman |
: |
499 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. 125.000 |
Status |
: |
Ada |
Sastra lisan merupakan langkah pertama ke arah bentuk pengucapan sastra yang lebih arif. Menurut sejarahnya, sastra lisan itu adalah jenis sastra yang harus kita ketengahkan sebelum kita memasuki daerah khas sastra, yakni daerah sastra tertulis, Indonesia mempunyai tradisi sastra tertulis yang lama, tetapi untuk memperoleh pengetahuan yang lengkap tentang kesusestraan pada umumnya sastra lisan harus diperlakukan sebagai salah satu bagiannya yang penting. Jilid pertama antologi ASEAN mengenai kesustraan Indonesia mengajukan sastra lisan yang berasal dari berbagai daerah di kepulauan Indonesia.
Dilihat dari sudut kebudayaan, sastra lisan adalah pengucapan yang langsung dan serta merta dari jiwa rakyat biasa yang merupakan lapisan bawah masyarakat. Karena itu persamaan dalam tema dan gaya dapat ditemukan di antara sastra lisan yang berasal dari daerah yang berlainan. Dapat di duga bahwa kesamaan-kesamaan itu mungkin ada, tidak saja di dalam wilayah Indoensia, tetapi juga di dalam lingkungan ASEAN. Perbandingan antara cerita rakyat, jenis-jenis puisi, teka-teki dan peribahasa yang ada dalam sastra lisan di negara-negara ASEAN tentu akan menghasilkan keterangan yang menarik mengenai kaitan budaya dan sastra bangsa-bangsa kita.
Kumpulan sastra lisan ini meliputi wilayah yang seluas-luasnya: dari sebelah barat, Sumatra (Aceh, Batak, Minangkabau, Riua), Jawa, Banjar, Bugis sampai ke bagian Indonesia yang paling timur, Irian Jaya (Maluku, Irian); dari selatan Roti (Rote), sampai daerah paling utara, Sulawesi (Gorontalo).
Sabtu, 18 Oktober 2025
Indonesia Timur dalam Perspektif Kritis
Judul |
: |
Indonesia Timur dalam Perspektif Kritis |
Penulis |
: |
Thung Ju Lan, Tine Suartina, Ahmad Suaedy, Anggi Afriansyah, Bernarda Meteray, Cahyo Pamungkas, I Ngurah Suryawan, Hanro Yonathan Lekitoo, Hatib A. Kadir, Leolita Masnun, Mario F. Lawi, Mega Marlova Pattiasina, Stanley Ferdinandus, Titi Susilowati Prabawa, Vince Tebay, Willi Toisuta, Wilson M.A. Therik, Y. Argo Twikromo, Yosefin Iriani Kewamijai |
Penerbit |
: |
Kompas |
Tahun Cetak |
: |
2025 |
Halaman |
: |
304 |
ISBN |
: |
978-623-523-4-601 |
Harga |
: |
Rp. - |
Status |
: |
Kosong |
Wilayah Indonesia Timur
menyimpan potensi luar biasa-kekayaan alam yang melimpah, keragaman budaya yang
unik, serta keindahan alam yang memukau. Namun, di balik segala pesona ini,
terdapat tantangan yang kompleks: kesenjangan pembangunan, ketimpangan akses
pendidikan dan kesehatan, hingga persoalan tata kelola sumber daya alam.
Indonesia Timur dalam
Perspektif Kritis adalah kumpulan tulisan para peneliti dan praktisi yang yar
memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai isu sosial di kawasan timur
Indonesia. Menggali lebih dalam isu-isu strategis di wilayah ini dengan
pendekatan interdisipliner, para penulis tidak hanya menganalisis masalah yang
ada, tetapi juga menawarkan gagasan-gagasan solutif berbasis data dan riset
mendalam.
Dari eksplorasi potensi ekonomi lokal hingga pembahasan tantangan sosial dan politik, keragaman pengetahuan dan perspektif di buku ini membuka wawasan kita tentang Indonesia Timur yang selama ini belum banyak terungkap bagi pembaca di dalam maupun di luar Indonesia. Indonesia Timur perlu dipahami secara utuh, tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai bagian integral dari masa depan bangsa yang harus diperlakukan dengan keadilan dan kebijaksanaan.
Buku ini dapat menjadi bacaan wajib bagi akademisi, pengambil kebijakan, hingga siapa saja yang peduli terhadap pengembangan wilayah ini secara berkelanjutan. Melalui buku ini, mari membuka ruang diskusi yang lebih luas demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan untuk semua.






