Tampilkan postingan dengan label Buku Antologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Oktober 2026

Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia

Judul

:

Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia

Editor

:

Puplius M. Buru & Bernardus S. Hayong

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

314

ISBN

:

978-623-6724-54-5

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Pada tanggal 27-28 September 2024, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menyelenggarakan International Conference on Public Theology for the Indonesian Context dengan menghadirkan pembicara dari Eropa (Katholieke Universiteit Leuven, Belgia), dari Australia (Australian Catholic University) dan dari Indonesia. Konferensi internasional tentang "Teologi Publik untuk Konteks Indonesia" ini memberikan kesempatan untuk merefleksikan dasar-dasar, peluang, dan tantangan teologi publik dalam konteks Indonesia kontemporer. Teologi publik di Indonesia menjadi semakin penting tidak hanya karena kesadaran yang mendalam di antara orang-orang Kristen sendiri tentang dimensi sosial iman Kristen, tetapi juga karena tuntutan sosial bahwa komunitas agama harus berkontribusi aktif dalam wacana publik tentang isu-isu yang berkaitan dengan upaya untuk perbaikan berbagai aspek dalam kehidupan sosial di masyarakat luas.

Prosiding berjudul Teologi Publik untuk Konteks Indonesia ini berisi artikel-artikel yang dipresentasikan dan didiskusikan selama konferensi berlangsung. Dengan ikhtiar memindai elemen-elemen dasar dalam pengertian dan praksis teologi publik, artikel-artikel yang disajikan dalam buku ini dalam cara dan atas kadar tertentu bermaksud meletakkan dasar teologis bagi praksis teologi publik, membincangkan urgensitasnya untuk konteks kekinian, serta merumuskan relevansi dan memetakan bidang-bidang kajiannya untuk konteks Indonesia.

Jumat, 23 Oktober 2026

Menanam Keunggulan, Menulai Kemandirian: Kenangan 50 th 1968-2018 SPMA/SPP/SMK-PP ST. Isidorus Boawae

Judul

:

Menanam Keunggulan, Menulai Kemandirian: Kenangan 50 th 1968-2018 SPMA/SPP/SMK-PP ST. Isidorus Boawae

Editor

:

Gabriel Manek, dkk

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

178

ISBN

:

978-602-1161-51-7

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Ada

 

Menanam Keunggulan, Menuai Kemandirian adalah Tema Pokok yang menginspirasi keseluruhan isi buku ini. Buku Kenangan 50 (Lima Puluh) Tahun Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) St. Isidorus Boawae, terdiri dari 5 (lima) bagian yaitu sejarah pendirian sekolah, artikel-artikel, mempertahankan keunggulan dan kemandirian, apa kata mereka serta galeri St. Isidorus.

Sejarah pendirian sekolah memberi konfirmasi kepada pembaca tentang perjuangan para misionaris Gereja Katolik dan kaum awam untuk meningkatkan ekonomi umat melalui pendidikan ketrampilan pertanian. Misi mulia para misionaris Gereja Katolik yang disponsori oleh Serikat Sabda Allah dan dibantu oleh kaum awam yang cerdas dan briliant tersebut dibingkaikan dengan baik melalui artikel-artikel yang dipaparkan dalam buku ini.

Pada bagian ketiga dan keempat, para pembaca disuguhi perjuangan dan komitmen para kepala sekolah dari periode ke periode untuk mempertahankan keunggulan da kemandirian sekolah. Keunggulan dan kemandirian yang terpatri dan termeterai dalam diri para alumni,dipercakapkan dengan antusias oleh para alumninya sendiri dan oleh mereka yang bukan alumni tetapi mengagumi kehadiran sekolah ini. Akhirnya pada bagian kelima tentang galeri Santu Isidorus, ditampilkan nama para alumni dari angkatan ke angkatan sebanyak 5.555 orang, yang diperkuat dengan foto para pembina dan foto para alumni dalam ragam kegiatan mulai dari tahun 1970 - 2017. Membaca buku kenangan ini secara lengkap, kita akan menemukan gambaran yang utuh Campur Tangan Tuhan dalam siarah pendidikan dan Doa Santu Isidorus agar SMK – SPP St. Isidorus tegak maju. (Gabriel Manek, SP) 


Jumat, 16 Oktober 2026

Menalar Keadilan

Judul

:

Menalar Keadilan

Penulis

:

Yosef Keladu Koten & Otto Gusti Madung

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

252

ISBN

:

978-623-6724-16-3

Harga

:

Rp. 75.000   

Status

:

Ada

 

Sokrates, salah seorang filsuf Yunani klasik pernah mengatakan, “the unexamined life is not worth living” (hidup yang tidak direfleksikan tidak layak dihidupi). Pernyataan Sokrates ini mengungkapkan pentingnya berpikir dan refleksi atas hidup dan segala sesuatu yang dilakukan dalam hidup. Berpikir dan refleksi membuat orang menemukan apa yang benar atau adil yang harus dilakukan dan dengan demikian menghindarkan orang dari tindakan kejahatan. Orang yang berpikir kritis mampu menghindarkan dirinya dari sistem yang tidak sehat dan juga dari setiap peristiwa yang bertentangan dengan hati nuraninya. Lebih lanjut, berpikir dan refleksi membuat hidup semakin bergairah dan bermakna serta menghindarkan orang dari rutinitas yang membosankan. Menyadari pentingnya berpikir dan refleksi tersebut, Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, sebuah lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Sikka, Flores, yang telah lama berkecimpung dalam proses pendidikan calon imam dan awam yang kritis dan berkepribadian integral, menawarkan kuliah umum (studium generale) kepada masyarakat (akademisi, politisi, birokrat, pegiat lembaga swadaya masyarakat, dan lain-lain) di kota Maumere komunitas politik serta bagaimana konsep tersebut diaplikasikan dalam pembuatan keputusan-keputusan etis, sosial dan politik. Artikel-artikel yang dipresentasikan dalam kuliah umum dan sekarang dipublikasikan dalam buku ini merepresentasikan berbagai perspektif keadilan dan sekaligus berupaya mengaplikasikan teori atau perspektif keadilan tersebut dalam berbagai bidang seperti filsafat, agama, relasi antara umat beragama, sosial dan politik. Atau, dalam buku ini akan disajikan prinsip-prinsip etis atau moral yang menuntun tindakan seseorang supaya dinilai adil.

Menalar keadilan terasa semakin urgen dewasa ini bukan karena topik keadilan adalah sesuatu yang baru dalam kosa kata ilmu sosial, filsafat atau teologi. Bahkan dalam filsafat persoalan keadilan sudah dibahas sejak awal lahirnya tradisi filsafat 2500 tahun yang lalu. Persoalan keadilan tetap relevan dan aktual hingga kini terutama karena ketidakadilan sedang mencederai kemanusiaan kita. Keadilan merupakan kebajikan yang paling fundamental dalam mengatur relasi interpersonal dan membangun serta mempertahankan komunitas politik yang stabil. Negara yang baik adalah negara yang dibangun di atas fundasi keadilan. Tanpa keadilan sosial, sulit membayangkan terwujudnya persatuan bangsa atau nasionalisme. Nasionalisme menurut Ben Anderson adalah sebuah imagined community atau komunitas terbayangkan. Dan karena bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang plural, bayangan tersebut tidak didasarkan atas kesamaan darah, agama atau etnis (ethnic nationalism), tapi dibangun atas dasar semangat kewargaan (civic nation). Namun harus disadari bahwa civic nation adalah sebuah konsep yang abstrak dan karena itu sulit dijadikan sebagai perekat emosional sebuah bangsa. Kekosongan elemen emosional ini pada awal berdirinya republik ini diisi dengan narasi bersama “perang melawan kolonialisme”. Akan tetapi, ketika narasi bersama berupa kolonialisme atau kemudian komunisme pada masa Orde Baru hilang, maka imaginasi sebagai sebuah bangsa menjadi kabur. Ketika segelintir orang hidup di atas gelimang kemewahan dan mayoritas rakyat harus hidup miskin, maka tak mungkin untuk “membayangkan” Indonesia sebagai satu komunitas.

Karena itu ikhtiar untuk membangun keadilan sosial merupakan salah satu jalan untuk memperkokoh nasionalisme atau persatuan bangsa. Hal ini terungkap jelas dalam salah satu tujuan bangsa Indonesia seperti dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 yakni: “Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Artinya, persatuan Indonesia atau nasionalisme mengandaikan adanya keadilan sosial. Tapi apa persisnya keadilan sosial itu

Buku Menalar Keadilan yang merupakan kumpulan tulisan dari sejumlah dosen di STFK Ledalero berikhtiar untuk menjelaskan pertanyaan ini dari perspektif nalar filosofis, teologis dan sosiologis. Dengan demikian buku ini ikut mengambil bagian dalam pembahasan sebuah persoalan filosofis yang sudah ada sejak awal lahirnya tradisi filsafat. Sebab, persoalan keadilan merupakan salah satu tema terpenting dalam filsafat politik sejak awal sejarahnya

 

Selasa, 13 Oktober 2026

Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle, Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021)

Judul

:

Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle, Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021)

Editor

:

Dr. Antonio Camnahas, Dra. Praxedis Sadipun dan Elisabet Luju, S.H., M.M.

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

282

ISBN

:

978-623-6724-21-7

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Seabad sudah berlalu, namun paroki ini masih tetap eksis, setelah melewati sekian banyak badai sepanjang perjalanannya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi ini, Gereja ini coba menarik nafas dan berhenti sejenak untuk memaknai badai-badai historisnya, bersyukur, belajar dan menimba kekuatan baru. Badai selain menakutkan tetapi juga membuat mereka yang keluar darinya menjadi semakin tegar, percaya diri dan menjadi lebih dewasa. Pasti ada badai-badai lainnya yang sudah menanti di depan, namun bersama Roh Kudus dalam persatuan erat dengan Allah Bapak dan Allah Putera, Gereja Nelle yakin akan tetap tegar juga di masa depan. Keyakinan ini dibangun bukan mengandalkan kekuatannya sendiri melainkan kekuatan ilahi yang turut bekerja aktif di dalamnya.

RP. Stef. Buyung Florianus, O.Carm lewat artikelnya berusaha membantu kita untuk menyadari kembali asal-usul kekristenan di wilayah ini. Dia mulai dengan kisah tentang benih awal iman kekristenan disemai di wilayah Nusa Tenggara diakhiri dengan situasi perkembangan itu di masa sekarang. Dr. Antonio Camnahas lewat artikelnya telah menunjukkan berkat Tuhan bagi bumi Nusa Tenggara lewat kerja keras para pendahulu, juga lewat tangan-tangan tak terlihat lainnya oleh mata, yang telah membantu perkembangan iman Kristen di wilayah ini, khususnya pada masa awal karya para misionaris SVD. Vitalis Badar, S.H., telah berusaha untuk menghadirkan kembali kisah awal tentang Paroki Roh Kudus Nelle, para pastor yang telah berkarya di sini, juga "tapak-tapak kaki" dan karya-karya mereka yang tetap dikenang umat sampai sekarang. Penulis yang sama juga, karena latar belakang studinya di bidang hukum, telah menurunkan satu artikel lain berkaitan dengan status hukum tanah-tanah yang menjadi hak milik paroki ini sejak awal. Selanjutnya, kisah tentang peristiwa kebakaran gedung gereja dan pastoran Nelle di tahun 1940 kami parafrasekan ulang dari tulisan di buletin Ende Post edisi Maret 1941. Terima kasih untuk bantuan Sr. Edfreda Theot, SSpS yang telah rela menerjemahkan tulisan ini dari Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia. 


Kamis, 01 Oktober 2026

Peran keluarga dan Pendidikan di Era Globalisasi, Prosiding Seminar Nasional STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores 21 Mei 2016

Judul

:

Peran keluarga dan Pendidikan di Era Globalisasi, Prosiding Seminar Nasional STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores 21 Mei 2016

Editor

:

Hendrikus Midun & Matheus Beny Mite

Penerbit

:

Dioma

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

234

ISBN

:

978-979-26-0157-2

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada

 

Keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat. Penting bukan hanya karena keluarga menjadi asalmuasal masyarakat, tetapi juga karena ia senantiasa hadir dalam dinamika masyarakat. la berjalan mengikuti perubahan zaman, serentak menjadi sasaran perubahan zaman. Perubahan zaman dalam bentuk globalisasi memengaruhi banyak aspek kehidupan keluarga, di antaranya aspek iman, moral, dan sosial. Supaya keluarga tetap eksis di tengah dinamika itu, maka ia harus menjalankan fungsi pendidikannya secara optimal. Orangtua selaku pendidik pertama dan utama bagi anak secara sadar mendidik dan mendampingi anak dan remaja. Pendidikan yang dijalankan antara lain agar (anggota) keluarga dapat menjalankan kehidupan yang selaras dengan tuntutan zaman. Tuntutan zaman (dunia global) yang semakin kompleks mesti diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Pendidikan yang memadai dapat membantu anak, remaja, (orangtua?) memiliki karakter (kepribadian) yang kuat.

Peran pendidikan yang dijalankan orangtua dalam keluarga diyakini sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Sebab keluarga kristiani diyakini tidak saja dibentuk atas inisiatif dua insan yang saling mencinta, tetapi juga karena profidensi ilahi (campur tangan Tuhan). Sebagai pembentuk keluarga, Allah senantiasa hadir menyalakan api kasih yang terancam redup oleh badai zaman. Kasih antar anggota keluaga menjadi fundamen kuat pada setiap aktivitas pendidikan yang dijalankannya. Pendidikan yang didasarkan atas kasih niscaya membawa keluarga kepada peradaban yang bermartabat. Manusia bermartabat akan menjadi penakluk zaman untuk melayani kebutuhan anak-anak zaman. 


Sabtu, 12 September 2026

Menenun Masa Depan Indonesia dari Bumi Pancasila

Judul

:

E. Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma: Menenun Masa Depan Indonesia dari Bumi Pancasila

Penulis

:

Tim Penulis Buku Gubernur dan Wakil Gubernur

Penerbit

:

PT. Kanisius & Setda Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

400

ISBN

:

978-979-21-8440-2

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

NTT sering dilabeli miskin, bodoh, dan terbelakang! Karena sering diulang, narasi ini akhirnya dianggap benar (illusory truth). Banyak yang kemudian pesimis dan kehilangan harapan, padahal faktanya tidak demikian. NTT memiliki alam yang indah, budaya dan kearifan lokal yang kaya, potensi ekonomi yang besar, dan masyarakatnya memiliki gotong royong dan semangat kebangsaan yang tumbuh dari nilai-nilai kearifan lokal. Semuanya merupakan modal sosial yang fundamental untuk menggerakkan perubahan.

Ditulis dalam semangat perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, buku ini bukanlah "ratapan" terhadap stigma, paradoks, dan dilema pembangunan yang sedang dihadapi NTT, melainkan orkestrasi kekuatan dan harapan yang bisa diberdayakan dalam semangat kolaborasi dan gotong royong di bawah kepemimpinan Melki-Johni. Buku ini menyajikan percakapan yang jujur, kritis, dan konstruktif dari para politisi, akademisi, praktisi, birokrat, masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda dan perempuan NTT tentang politik yang membumi, ekonomi yang memberdayakan, dan pembangunan yang berjiwa Pancasila. Dari Ende-tanah historis tempat Bung Karno merumuskan falsafah bangsa-hingga program-program Melki-Johni yang mengusung politics of hope, buku ini menyoroti strategi ekonomi, dinamika politik, serta kekuatan sosial-budaya yang dapat menjadi fondasi pembangunan NTT yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kumpulan esai, buku ini merupakan panggilan bagi semua orang NTT di mana saja berada untuk memaknai ulang kemerdekaan dengan bersama-sama berpikir serta ikut merumuskan arah dan strategi pembangunan yang berjiwa Pancasila. Dibingkai dalam semangat kemerdekaan dan dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, buku ini adalah ajakan untuk tidak menyerah pada keadaan, tetapi terus bergerak, berpikir, dan bertindak demi NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sebuah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin tahu dan peduli pada masa depan NTT! 

Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata (100 Hari Kerja Melki-Jhoni

Judul

:

Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata (100 Hari Kerja Melki-Jhoni

Editor

:

Valerius P. Guru, S.Sos

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia & Pemerintah Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

188

ISBN

:

978-623-7412-25-0

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Orang Latin pernah berucap, “Scribamus Ergo Sumus.” Artinya: Kami Menulis maka Kami Ada, ungkapan ini menekankan bahwa menulis, atau kegiatan kreatif lainnya adalah bukti eksistensi dan kebenaran diri. Menulis memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan pemikiran dan dengan demikian membuktikan bahwa oranng itu ada dan berpikir. Dalam konteks kepemimpinan di Provinsi NTT, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam nada yang lain berseru: ”Sum Ergo Servio.” Artinya: aku ada, maka aku melayani.

“Kita bukan sekedar pelaksana administrasi, tetapi agen perubahan yang membawa birokrasi ke arah yang lebih modern, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” (Gubernur Melki Laka Lena)

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuhan dan kamu hamba-Nya (Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma)


Kamis, 03 September 2026

Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota Se-NTT

Judul

:

Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota Se-NTT

Editor

:

Valerius P. Guru, S.Sos

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia & Pemprov NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

215

ISBN

:

978-623-7412-26-7

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku berjudul "Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris" didesain sebagai sebuah karya kreatif kolaboratif, yang merekam secara cepat namun jelas perihal jejak langkah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025 - 2030 Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bapak Johni Asadoma (Melki - Johni), dalam menahkodai perahu Provinsi (Kepulauan) NTT, kira-kira dalam 100 hari pertama di awal masa jabatan.

Beragam karya aparatur (birokrat) dari beragam perangkat daerah dan varian aspek urusan pemerintahan dan pembangunan, bukan sekadar catatan harian (notulensi) kegiatan seremonial Melki - Johni yang baru dilantik pada 20 Februari 2025, ke 22 Kabupaten dan Kota se NTT. Lebih dari itu, buah karya dimaksud berbasis refleksi mendalam atas dinamika pembangunan daerah, yang disajikan melalui beragam optik para aparatur yang turut serta merasakan denyut nadi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan NTT.

Dari optik lain pula, beragam karya dalam buku ini, selain memenuhi "target akhir" berupa sajian dokumentasi seluruh aktivitas layanan pemerintahan Melki - Johni bagi seluruh insan di Bumi Flobamorata, juga terkandung "target antara" berupa kesempatan dan keberanian para aparatur menulis secara genuine terkait praktik kepemerintahan Melki - Johni di NTT. Mereka "terpilih" dari beragam perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan pokok yaitu di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, perencanaan pembangunan, dan birokrasi. (Prof. Dr. Umbu Rauta, S.H., M.Hum) 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...