Tampilkan postingan dengan label Buku Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Tanah Langit NTT

Judul

:

Tanah Langit NTT

Penulis

:

Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT

Penerbit

:

Garudhawaca

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

250

ISBN

:

978-623-652-163-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong



Buku ini adalah salah satu produk dari Festival Literasi NTT 2021. Program ini digawangi oleh Yose S Beal dan Mezra E. Pellondou melalui program panggilan terbuka “Mari Menulis untuk NTT” yang diikuti ratusan karya dari para penulis dan pecinta lokal NTT. Tentu sangat banyak tulisan yang masuk sehingga kurator program terpaksa menyortir tulisan-tulisan yang dibukukan. “Tanah Langit NTT” memuat beragam jenis mulai dari cerpen, puisi, hingga esai yang menumpahkan aneka perasaan cinta dan harapan akan negeri tercinta, Nusa Tenggara Timur. 

Minggu, 02 Agustus 2026

Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi

Judul

:

Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi

Penulis

:

Tim Penulis Melki

Penerbit

:

Guepedia

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

127

ISBN

:

978-623-270-291-2

Harga

:

Rp. 87.000

Status

:

Kosong

 


Buku ini merupakan karya anak-anak muda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ingin membungkam budaya diam dalam pendidikan di NTT dan menjadikan pendidikan yang bersifat dialogis. Karya ini difasilitasi oleh Melki and Beatrix (MnB) Foundation dan Nadiinormasi.com. Ide-ide yang dituangkan dalam bentuk tulisan ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk memperbaharui dan mengembangkan sistem pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke arah dialogis. Arah yang menjadikan masyarakat NTT berpikir kritis, terbebas dari kebodohan dan menemukan titik sadar dalam dirinya. Rangkaian tulisan dalam opini dan puisi ini ditujukan mampu memberikan nilai tambah bagi pendidikan NTT ke arah dimana keluarga dan lingkungan memahami perannya serta siswa tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru dan menghafal diktat tetapi siswa melalui kreativitasnya mampu mengemukakan pendapatnya, kritis, kreatif, mampu berdialog dengan guru dan menemukan dirinya melalui pendidikan yang memerdekakan. pendidikan di NTT untuk membawa pendidikan di NTT lebih baik.
  

Senin, 11 Mei 2026

Bintang Berekor di Langit Timur

Judul

:

Bintang Berekor di Langit Timur

Penyunting

:

Okky Tirto

Penerbit

:

Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

224

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Ada

 

Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.

Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur. 


Minggu, 23 Juni 2024

Mimpi Tak Sampai

Judul

:

Mimpi Tak Sampai

Penulis

:

Eppy Manu

Penerbit

:

Citra Airiz

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

90

ISBN

:

978-602-6388-1-1

Harga

:

Rp.50.000

Status

:

Kosong

 

Karya Antalogi Puisi kali ini, merupakan sebuah karya yang di dedikasikan untuk rakyat Indonesia secara umum, dan rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) secara khusus. Dalam karya-karya Antalogi Puisi kali ini, penulis mencoba menerawang dalam sanubari rakyat, bahwasannya masih banyak suara derita rakyat yang dibalut dalam cinta yang terpendam. Ada mimpi tak sampai, dan kisah merasuk dalam bintang batang pikiran anak bangsa. 

Penulis syair-syair berjudul Mimpi Tak Sampai adalah Eppy Manu, lahir tanggal 19 Oktober 1994 yang saat ini tinggal di Kota Kupang- Nusa Tenggara Timur. Tentu saja, dari tempat kelahirannya itu lah, Eppy Manu mengambil tentang poin-poin kehidupan masyarakat di NTT.

  

Selasa, 18 Juni 2024

Samudra Cinta Ikan Paus

Judul

:

Samudra Cinta Ikan Paus

Penulis

:

Bara Pattyradja

Penerbit

:

Asusupi Bandung

Tahun Cetak

:

2013

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

\

…kepada Paul Budi Kleden… 

(1)

di kaki bukit Larantuka

engkaulah gunung batu

yang bersila

hening bagai kaku pohonan

paul, paul

kau masih saja sesunyi air sebisu tanah

saat mata nasib yang jalang

memberiku isyarat penuh gemuruh

apakah kita?

boneka kertas yang pasrah dijarah sejarah

ataukah Sishifus

yang tak pernah menyerah

pada kutuk batu? hari demi hari

hanyalah gugusan karma

yang terlunta dan duka maha raja bertahta

dalam perjalanan ini

telah kuikat takdir kasapku

dengan seluruh kebebasanku

tak akan ada batas

yang sanggup melerainya

 

(2)

ke pulau diri………

bersama burung-burung

yang kau lepaskan

dari menara-menara hijau

aku seberangi kembali selat Solor

laut begitu asin

tangan-tangan dingin penuh garam

menyalakan lampu-lampu damar

di daratan

kulihat masalalu berjalan

kucium bau manusia Portugis

di seberang lengang benteng Lohayong

inikah tanah ibu?

oh, aku seperti sedang memasuki

kesuyian tiada tara

tak kudengar riak

bahkan disini angin tak bertubah

sayap-sayapku yang patah

kembali utuh bagai bahasa

yang mengikat lidahku

 

(3)

Lamahala…….

kucari juga diriku disitu

tapi yang kutemui cuma sepotong sedu

yang maikn lama makin perih

di dadaku

apa yang salah?

hingga orang-orang kampung butuh kejahatan

untuk menjagal diri sendiri

tak kutanam dendam di bawah darahku

meski mata pisau goreskan luka

silsilah dagingku

pada maut dan kiamat

aku pasrahkan batas duka

segala yang terampas dari sisiku

akan terampas dari sisi mereka

 

(4)

maka jangan titahkan padaku

untuk masuk menemu diri

sebab aku akan mati

seperti Sartre yang mati

memasuki diri orang lain

“sebab neraka adalah orang lain”

dan sedih akan kembali tiba

seperti kapal-kapal kembali

dari bandar-bandar yang jauh

maka buat saja aku lelah

ludahkan padaku segala yang pahit

dengan begitu aku akan merasakan

manisnya pengembaraan 

Senin, 08 April 2024

Bukan Buku Biasa: Antologi Puisi Komunitas sastra Kune Bara Syuradikara

Judul

:

Bukan Buku Biasa: Antologi Puisi Komunitas sastra Kune Bara Syuradikara

Penyusun

:

Maria Alexandra, Bate Wahyuningsih, dkk

Penerbit

:

JBS

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

96

ISBN

:

978-623-90672-2-9

Harga

:

Rp.

Status

:

Kosong

 

“Bukan Buku Biasa” adalah karya awal hasil dari kecintaan siswa-siswi SMAK dan SMKK Syuradikara yang tumbuh di dalam diri anak-anak, melalui proses pendampingan uang intensif. Saya sampaikan kepada anak-anak yang tergabung dalam komunitas sastra Kune Bara, “kita semua diberi kemampuan yang sama, hanya saja bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan baik dan benar”. (BR. Kristianus Riberu, SVD: Pendamping Rumah Sastra Kune Bara Syuradikara)

  

Senin, 08 Mei 2023

Sajak-Sajak Chairil Anwar dalam Kontemplasi

Judul

:

Sajak-Sajak Chairil Anwar dalam Kontemplasi

Penulis

:

A.G. Hadzarmawit Netti

Penerbit

:

B You Publishing

Tahun Cetak

:

2011

Halaman

:

268

ISBN

:

978-979-17911-4-4

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada

 

Mengenai Chairil Anwar, Prof. Dr. A. Teeuw berkata: “Apabila saya harus menyebutkan secara singkat dan ringkas ingin saya mengatakannya sebagai berikut: ‘Chairil Anwar adalah penyair Indonesia yang pertama sekali melaksanakan di dalam dan karena sanjak-sanjaknya cita-cita revolusi yang sejati: persamaan mutlak, kesamaan derajat internasional bagi manusia Indonesia; dan yang mengalami kemenangan terakhir bagi kesenian serta menyampaikan kepada bangsanya sambil melalui segala halangan serta mengatasi ‘kesementaraan segala’.

Dalam pada itu ia seolah-olah sambil lalu dan sebagai hal yang sudah sewajarnya saja (tetapi bagi orang luar itulah agaknya keajaiban yang sebesar-besarnya tentang timbul itu), dengan sekali pukul mendorong naik pula bahasanya: Bahasa Indonesia mencapai kesempurnaan derajat. Setelah Chairil Anwar, maka keragu-raguan tentang Bahasa Indonesia, baik sikap memaafkan terhadap sanjak-sanjak yang tidak berharga penuh dalam bahasa itu, tidak pada tempatnya lagi” (Pokok dan Tokoh dalam Kesusastraan Indonesia Baru II. Jakarta 1958:66). 

Senin, 17 April 2023

Nyanyian Savana

Judul

:

Nyanyian Savana

Penulis

:

Yogen Sogen

Penerbit

:

Lovrinz Publisher

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

83

ISBN

:

978-602-6330-69-7

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada

 

“Membaca Nyanyian Savana, seperti lirih seruling gembala. Ada getir mengaduk-aduk jiwa. Sebuah pencapaian bahasa yang sungguh bernas dan puitik. Yogen Sogen, meramu setiap bait dengan apik”. (Bara Pattyradja, Penyair Indonesia)

“Seseorang di usia muda, anak kuliahan berani menerbitkan karya itu keren. Saya katakan keren karena berani dan percaya diri bahwa karyanya bisa dinikmati penikmat puisi karena di sinilah hakikat penciptaan, berbagi dan bukan buat diri sendiri. Kalau kita membaca karya-karya Yogen, kita diajak masuk ke dalam kesunyian dalam rinai hujan berteman kopi manis. Saat itu rindunya membuncah pada ayah dan ibu. Kesunyian yang dia usung ternyata muaranya adalah doa mencari Tuhannya dan begitulah, semua pencaraianya dia maknai dengan menjadi ‘ketika kita’ yang dalam hening. ‘tenang dan kaku’ seolah dia tidak rela ada rinai gerimis nakal yang akan mengaburkan rindunya. Lalu kembali dia ingat sahabat diajak pulang ke Larantuka menjemput rindu ayah dan ibu. Sungguh, anak muda yang romantis dan iman bagus. Selamat dan teruslah berkarya”. (Julia Daniel Kotan, Guru SMP Santa Ursula, #penyairkereta)

“Nyanyian Savana, puisi kaya akan diksi. Membacanya membuka cakrawala kata dan rasa. Saya tak henti menikmati bait demi bait”. (Wildan Fauzi Mubarock, dosen, novelis)

“Membaca puisi-puisi karya Yogen Sogen, seperti membedah rasa yang tersirat pada penggalan-penggalan kata, ada yang lebur ke dalam waktu, ada yang cair bersama alam, dan ada juga yang beku dalam jiwa, tarikan-tarikan perasaan yang begitu ketat, menjadikan karya puisi-puisi ini seperti mengalir lalu membeberkan dunia yang begitu kompleks dalam pikiran penulisnya”. (Abdy Keraf, Dosen, Penikmat Sastra dan Monolog Tubuh Palsu)  


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...