
Judul
|
:
|
Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia
|
Penulis
|
:
|
Sapta Nirwandar & Frans Teguh Tebal
|
Penerbit
|
:
|
Kompas
|
Tahun
Cetak
|
:
|
2021
|
Halaman
|
:
|
274
|
ISBN
|
:
|
978-623-241-657-4
|
Harga
|
:
|
Rp. 100.000
|
Status
|
:
|
Ada
|
Nusa Tenggara Timur tentu layak tampil
menjadi destinasi global di kepariwisataan karena memiliki sumber daya alam dan
nilai luhur warisarik budaya yang begitu beragam. Dengan semua keunggulan itu,
a patut sekali lagi bertanya: mau dibawa kemana kepariwisataan NTT?
kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat di kebutuhan agar
ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya loka senantiasa hidup.
Beragam tantangan mewarnai perjalanan membawa NTT menjadi destinasi kelas
dunia. Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E , DESS. dan Dr. Frans Teguh, M.A. menjawab
tantangan-tantangan tersebut dengan membedah langkah-langkah strategis dalam
mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia,
memasarkan dengan efektif, sekaligus beradaptasi di era normal baru.
-----------
"Nusa Tenggara Timur, dengan segala
otentisitas dan keunikannya, baik di daratan maupun perairannya, layak menjadi
destinasi wisata kelas dunia. Buku ini mempertegas bahwa arah dan model
kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat menjadi kebutuhan
agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya lokal senantiasa hidup
dengan mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya
manusia, pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan ekosistem digital
yang efektif, sekaligus kecepatan beradaptasi di era kebiasaan baru. - Johnny
G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika 2019-sekarang)
"Buku ini selaras dengan visi "NTT
Bangkit, NTT Sejahtera, Menuju Destinasi Global". Sektor kepariwisataan
merupakan lokomotif dan kunci pembangunan ekonomi NTT yang perlu dikembangkan
dengan inovasi tata kelola yang berkarakter, kreatif, dan etis untuk mengelola
ekspektasi, dan imajinasi pengunjung. Ini demi meningkatkan pengalaman, sens of
price, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan ekosistem
berkelanjutan." - Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. (Gubernur Nusa Tenggara
Timus 2018 - 2023).
"Pembangunan berwawasan budaya yang
memperhatikan aspek lingkungan dan berbasis masyarakat merupakan kunci pokok
pembangunan kepariwisataan. Buku ini mengkaji pentingnya menerapkan praktik
kepariwisataan berkelanjutan yang selaras dengan nilai budaya, agama, adat
istiadat, dan kode etik kepariwisataan." - I Gede Ardika (Menteri
Pariwisata 2000-2004, Anggota Dewan Kode Etik UNW/TO. Ketua Dewan
Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia - Indonesia Sustainable Tourism
Council).