Tampilkan postingan dengan label Buku Alor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Alor. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago..


Judul

:

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago.. (Alor, Bidadari, Bunaken, Flores, Komodo, Kupang, Labuan Bajo, Manado, Maumere, Menjangan, Nusa Penida, Pulau Weh & Tulamben)

Penulis

:

Manarep Pasaribu

Fotografi

:

Muljadi Pinneng Sulungbudi

Penerbit

:

CV. Phototrend

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

117

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 125.000     

Status

:

Ada

 

Masih segar di ingatan kami ketika sore itu Pak Manerep mengajak kami bertemu di ruang kantornya yang sederhana namun nyaman. Seperti biasanya, selepas jam kantor pun Beliau masih saja menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantornya. Heran bercampur kagum dan gembira ketika kami mendengar Beliau menyatakan ingin belajar menyelam. Dalam umur Beliau yang sudah tidak muda lagi, mau memulai suatu kegiatan adventure seperti ini tidak biasanya dilakukan orang.

Ada satu "rahasia" yang selama ini kami berdua simpan ketika memulai "perjalanan" kita bersama-sama dalam kegiatan menyelam (diving) ini. Kami mengira Pak Manerep hanya ingin mencoba dan tidak akan terlalu serius melakukan kegiatan diving ini. Ternyata kami salah besar. Sejak pertama kali Beliau melakukan pelajaran menyelam PADI Open Water, antusiasme Beliau selalu tampak. Hingga kini sudah lebih dari 100 penyelaman kami lakukan bersama-sama Pak Manerep, tidak pernah sekalipun kami melihat semangat Beliau absen dari dirinya.

Sebagai bagian dari perintis penyelam di Kupang, bahkan propinsi Nusa Tenggara Timur, Pak Manerep memulai "perjalanannya" bersama Madjid Nampira dan kami. Ketika Pak Manerep melihat bahwa olah raga ini dapat menjadi sarana belajar dan filosofinya dapat diterapkan di ruang lingkup manajemen kerja, banyak rekanan kerja Beliau yang diajak ikut belajar menyelam. Hingga kini sudah lebih dari 40 "anak binaan" Beliau yang belajar dan melakukan penyelaman.

Mulai dari Kupang hingga ketika Beliau melanjutkan tugas di Medan, Pak Manerep selalu konsisten mengajak semua orang yang Beliau temui untuk menyelam dan menceritakan betapa indahnya laut di Komodo, Kupang, Maumere, Bali,Pulau Weh dan lokasi favorit Beliau: Alor. Sejarah sudah selayaknya mencatat bahwa Beliau menanamkan satu tonggak penting dalam perkembangan dunia wisata bahari di NTT. Di hari-hari akhir Beliau menjalankan tugas di PLN, Pak Menerep membuat buku ini. Sebuah buku yang sederhana tapi mengandung makna yang mendalam yang menggambarkan sebagian kecil dari perjalanan seorang Manerep Pasaribu. Perjalanan yang penuh warna, kekuatan, keindahan, semangat dan tantangan.

Kami yakin, memang Pak Manerep akan mengakhiri masa tugas kerja Beliau namun ini adalah merupakan baru dalam perjalanan Beliau sebagai seorang Advanced Diver.

 Your dive buddies,

Muljadi & Donovan 

Selasa, 02 Juni 2026

Alor Mutiara Dari Timur

Judul

:

Alor Mutiara Dari Timur

Penulis

:

Hasan Asy’ari Oramahi

Penerbit

:

Yayasan Adharta

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

132

ISBN

:

978-623-93279-0-3

Harga

:

Rp. 150.000         

Status

:

Kosong

 

"Alor Mutiara Dari Timur" ini dimulai dengan mengangkat sejarah yang hanya bersumber dari kisah tuturan dari generasi ke generasi, yang dihimpun penulisnya. Pentas imajinasi pembacanya seolah-olah dibuka penulis untuk kembali ke kondisi Alor di masa silam puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, laksana gulungan seluloid film yang berhasil mencitrakan kembali suasana Alor tempo dulu. Bagi para pelancong yang membaca buku ini, penulis ingin buktikan bahwa memang "Alor Mutiara Dari Timur"

Pria kelahiran 14 April 1941 di desa Alor Kecil, pulau Alor ini punya rentang karier puluhan tahun di RRI, TVRI dan BB London serta sebagai praktisi PR yang menangani klien nasional dan multi nasional semisal maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia, dan The Singapore Airlines, konsorsium Eropa peluncur satelit komersial Arianespace yang meluncurkan satelit komunikasi milik PT Telkom, Palapa C-2 dan satelit digital Cakrawarta ke posisi geostasioner di angkasa luar. Buku "Alor Mutiara Dari Timur" ini adalah cenderamatanya buat masyarakarat Alor tanah kelahirannya yang selalu indah berseri laksana kilauan Mutiara Dari Timur.

"Jauh berjalan banyak berbagi, lama hidup banyak berbuah", adalah ungkapan yang tepat buat penulis. Dalam kembara hidup di rantau, yang sejak masa muda hingga usia lanjut tetap berpikir, berbuat dan berbagi untuk  kampung halaman. Buah karya ini, menegaskan respon penulis terhadap pesan leluhur dari Alor : kuli mati mati haki tifang levo , yang bermakna "bekerja keras mencapai hidup sukses di rantau, tetapi tidak melupakan halaman". (Ir. Ansgerius Takalapeta)


Senin, 11 Mei 2026

Bintang Berekor di Langit Timur

Judul

:

Bintang Berekor di Langit Timur

Penyunting

:

Okky Tirto

Penerbit

:

Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

224

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Ada

 

Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.

Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur. 


Jumat, 02 Januari 2026

Marfo-Sintaksis Bahasa Blagar

Judul

:

Marfo-Sintaksis Bahasa Blagar

Penulis

:

Wakidi, dkk

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Tahun Cetak

:

1989

Halaman

:

142

ISBN

:

979-459-043-6

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Bahasa Blagar adalah salah satu bahasa daerah di antara tiga belas bahasa daerah yang terdapat di Kepulauan Alor. Propinsi Nusa Tenggara Timur. Ketiga belas bahasa daerah itu adalah (1) bahasa Alor, (2) bahasa Lemma, (3) bahasa Tewa, (4) bahasa Blagar, (5) bahasa Nedebang, (6) bahasa Kelan, (7) bahasa Kabola, (8) bahasa Kui atau Kiraman, (9) bahasa Kafoa, (10) bahasa Abui, (11) bahasa Woisika, (12) bahasa Kolana, dan (13) bahasa Tanglapui (Stokhof, 1982:64).

Wilayah persebaran bahasa Blagar ini tidak begitu luas, yaitu di sebagian besar dari beberapa desa di kecarnatan Pantar dan sebagian kecil di kecamatan Alor Barat Laut. Desa-desa yang merupakan wilayah persebaran bahasa Blagar di kecamatan Pantar adalah desa Batu yang meliputi tiga kampung. yaitu Tuabang, Bikolang, dan Kolijahe. Desa Nule yang meliputi dua kampung, yaitu Nuhawala dan Treweng. Wilayah persebaran bahasa Blagar di kecamatan Alor Barat Laut di desa Reta dan Pura.

Bahasa Blagar ini mempunyai tiga macam dialek yaitu dialek Kolijahe, Pura, dan Reta. Perbedaan dialek mi hanya teijadi dalam kosa kata atau Ieksikolek saja, dan itu pun hanya terbatas pada beberapa kata saja. 


Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur


Judul

:

Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur

Penulis

:

Isman Pratama Nasution & Pratono

Penerbit

:

Direktorat Pelindungan Kebudayaan - Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

186

ISBN

:

978-979-8250-86-6

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Buku Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur ini memvisualisasikan keelokan dan keunikan serta menarasikan masjid warisan budaya di wilayah Indonesia timur, antara lain Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Ornamen, ukiran di beberapa sudut, bentuk kubah, dan peninggalan masa lalu memiliki cerita tersendiri dari tiap-tiap masjid. Meskipun saat ini beberapa struktur dan arsitektur bangunan masjid telah banyak berubah, kisah panjang pada masa lalu yang terkandung di dalamnya merupakan sumber sejarah yang tak lekang oleh zaman.

Tidak saja difungsikan sebagai tempat beribadah, masjid juga merupakan jembatan yang memediasi masyarakat untuk berkumpul, bermusyawarah, dan melakukan acara adat. Pemanfaatan masjid sebagai sarana menyatukan umat menyiratkan bahwa adat istiadat dan keyakinan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat setempat.

 


Jumat, 28 November 2025

Kakak Beradik Tange dan Berei, Cerita Rakyat dari NTT

Judul

:

Kakak Beradik Tange dan Berei, Cerita Rakyat dari NTT

Penulis

:

Salimulloh Tegar Sanubarianto

Penerbit

:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

55

ISBN

:

978-602-437-152-4

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id/

Download

:

Di Sini

Karya sastra yang berbicara tentang kehidupan tersebut menggunakan bahasa sebagai media penyampaiannya dan seni imajinatif sebagai lahan budayanya. Atas dasar media bahasa dan seni imajinatif itu, sastra bersifat multidimensi dan multiinterpretasi. Dengan menggunakan media bahasa, seni imajinatif, dan matra budaya, sastra menyampaikan pesan untuk (dapat) ditinjau, ditelaah, dan dikaji ataupun dianalisis dari berbagai sudut pandang. Hasil pandangan itu sangat bergantung pada siapa yang meninjau, siapa yang menelaah, menganalisis, dan siapa yang mengkajinya dengan latar belakang sosial-budaya serta pengetahuan yang beraneka ragam. Adakala seorang penelaah sastra berangkat dari sudut pandang metafora, mitos, simbol, kekuasaan, ideologi, ekonomi, politik, dan budaya, dapat dibantah penelaah lain dari sudut bunyi, referen, maupun ironi. Meskipun demikian, kata Heraclitus, “Betapa pun berlawanan mereka bekerja sama, dan dari arah yang berbeda, muncul harmoni paling indah”.

Cerita rakyat Kakak Beradik Tange dan Berei mengangkat perjalanan hidup kakak beradik yang sempat berselisih karena memiliki keterampilan yang berbeda, tetapi akhirnya perbedaan itu membuat mereka saling mengisi dan mampu bekerja sama. Cerita ini dirasa cocok untuk pembelajaran karakter bagi siswa sekolah dasar, terutama dalam menyikapi perbedaan.

  

Selasa, 04 November 2025

Bulan Patah

Judul

:

Bulan Patah

Penulis

:

Maria Matildis Banda

Penerbit

:

PT. Kanisius

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

458

ISBN

:

978-979-21-7067-2

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Novel Bulan Patah bercerita dalam latar daerah di Flores. Kekerasan seksual yang dilakukan orang dewasa kepada remaja di bawah umur menelan korban. Stigma budaya melahirkan, pemahaman kesetaraan dan keadilan gender, serta kehormatan laki-laki dan perempuan dipertanyakan! Demikian pula kehamilan di luar nikah dan kehamilan usia dini menjadi masalah yang tidak terselesaikan dengan baik. Dalam beberapa kasus kematian ibu dan bayinya lahir pertanyaan-pertanyaan serius tentang “apakah saya ikut andil dalam kematian ini?” Dalam semangat pelayanan tanpa pamrih, Bidan Ros dan Dokter Yordan ikut terlibat dalam penanganan berbagai konflik yang dialami pasien dan keluarganya. Pada saat yang sama keduanya pun dihadapkan dengan pilihan untuk saling setia pada jalinan cinta yang dalam dan jauh ataukah saling melepaskan dan hubungan keduanya berakhir.


Sabtu, 11 Oktober 2025

Nusantara Bernyanyi 7ꓽ Lagu-Lagu Daerah NTT Selain Flores

Judul

:

Nusantara Bernyanyi 7 Lagu-Lagu Daerah NTT Selain Flores

Penyusun

:

Karl-Edmund Prier

Penerbit

:

Pusat Musik Liturgi

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

122

ISBN

:

979-8133-32-3

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada


Jilid 7 dari Seri Nusantara Bernyanyi memuat 88 lagu dari NTT selain Flores (lihat jilid 6), yakni dari Sumba (10 lagu), Sawu (7 lagu), Rote (8 lagu), Timor (49 lagu), Alor (14 lagu).

Seperti halnya dalam jilid-jilid sebelumnya, begitu pula kali ini kebanyakan lagu ini dikumpulkan oleh team Pusat Musik Liturgi waktu berlokakarya komposisi: 1986 di Betun – TTU, 1989 dan 1997 di Atambua – TTU, 1989 di Katikuloku – Sumba, 2001 di Weetabula – Sumba, 2002 di Kalabahi – Alor, 2003 di Rote dan bersambung di Mataloko, 2006 di Camplong – TTS. Sedangkan lagu ‘O Nawanni Tana’, ‘Mana Lolo Banda’ dan ‘O Bete’ kami peroleh dari buku “Flobamor” susunan Bp Apoli Bala; lagu ‘Moen Naijufe’, ‘Kaisa ‘Mbeke’, ‘Asa Moruk’ dan “Ensiklopedi Budaya NTT” terbitan Dinas P&K NTT. Terima kasih atas izin untuk memuat lagu tsb. Dalam buku Nusantara Bernyanyi jilid 7 ini.

Buku ini menyajikan lagu daerah dengan satu suara saja. Untuk sejumlah lagu tersedia pula aransemen paduan suara. Tujuan buku ini tak lain kecuali untuk melestarikan lagu-lagu daerah asli, khususnya lagu yang sudah hampir dilupakan/dipojokkan oleh lagu pop daerah. Kami yakin lagu-lagu ini penting untuk mencari identitas/ciri khas dari suku masing-masing yang ada dalam bahaya menjadi samar-samar. Padahal justru ciri khas dari masing-masing daerah akan membentuk musik Indonesia menjadi “bhinneka tunggal ika”, menjadi bunga rampai yang berwarna-warni. Semoga. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...