Tampilkan postingan dengan label Buku Antropologi / Etnografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antropologi / Etnografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2026

Naketi

Judul

:

Naketi

Penulis

:

Talita Tlonaen, S.Ag., M.Pd

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

80

ISBN

:

978-634-7250-29-2

Sumber

:

Fb Talita Tlonaen

Download

:

Di Sini


Apa artinya sebuah hubungan tanpa pemulihan yang utuh? Tentunya akan menjadi sia-sia karena pada dasarnya hubungan yang baik sudah pasti dibaluti oleh sikap menerima, memaafkan dan memulihkan. Hubungan yang dimaksud dalam buku ini berkaitan dengan hubungan dengan diri sendiri, sesama maupun Tuhan sebagai penolong yang setia. Kahadiran ritus naketi uab menjadi penolong untuk menyadarkan masyarakat di Amanuban Timur tentang arti memaafkan dan memulihkan yang sesungguhnya. Naketi Uab adalah salah satu budaya dalam bentuk ritus yang sering dilakukan oleh masyarakat Dawan Timor. Naketi Uab merupakan ritus yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya suatu masalah dengan melibatkan pihak-pihak tertentu. Tujuan lain dari ritus naketi Uab atoin meto adalah untuk menata kembali tatanan hidup masyarakat atoin meto yang telah rusak. Ritus naketi Uab juga merupakan ritus yang dilangsungkan melalui tutur adat Dawan Timor (Uab meto) yang memiliki makna tertentu dengan tujuan adanya keterbukaan, pemberian nasihat, sebagai sarana komunikasi dan juga untuk pemulihan relasi dengan diri sendiri, dengan sesama maupun dengan Tuhan sebagai pemilik kehidupan. Oleh karena itu, dalam buku ini, penulis menggunakan teori antropologi teologi untuk mengkaji dan menganalisis secara kritis kehidupan spiritus manusia, eksistensi dan karyanya dalam budaya naketi Uab atoin meto bagi pemulihan relasi komunikasi. 


Selasa, 13 Oktober 2026

Perkawinan Adat Wankung Rahong: Dalam Perspektif Perkawinan Gereja Katolik (Perbandingan Pandangan, Tujuan dan Sifat Perkawinan)

Judul

:

Perkawinan Adat Wankung Rahong: Dalam Perspektif Perkawinan Gereja Katolik (Perbandingan Pandangan, Tujuan dan Sifat Perkawinan)

Penulis

:

Antonius Mbukut

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

102

ISBN

:

978-602-1161-93-7

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada


Dalam karya pastoral, para agen pastoral perlu menggali dan mempelajari secara mendalam persamaan-persamaan dan juga perbedaan-perbedaan nilai-nilai tradisi perkawinan Katolik dan tradisi perkawinan adat masyarakat setempat. Setelah menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan nilai tradisi perkawinan Katolik dengan perkawinan adat masyarakat setempat itu, para agen pastoral mesti sanggup mengawinkan nilai perkawinan Katolik dengan nilai perkawinan masyarakat setempat tersebut agar masyarakat setempat mudah memahami nilai-nilai perkawinan Katolik dan tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang asing. Para agen pastoral dapat juga memanfaatkan nilai-nilai perkawinan adat untuk menguatkan pewartaan tentang nilai-nilai perkawinan Katolik. 


Sabtu, 03 Oktober 2026

Di Antara Ata Wa Wae dan Ata Eta Golo, Akulturasi dan Praktik Perkawinan Adat Manggarai di Flores Barat

Judul

:

Di Antara Ata Wa Wae dan Ata Eta Golo, Akulturasi dan Praktik Perkawinan Adat Manggarai di Flores Barat

Penulis

:

Dr. Hendrikus Maku, S.Fil., M. Th., Lic.

Penerbit

:

Perkumpulan Fata Institute – Fins

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

455

ISBN

:

978-634-96324-4-7

Harga

:

Rp. 180.000

Status

:

Kosong

 

Buku Di Antara Ata Wa Wae dan Ata Eta Golo: Akulturasi dan Praktik Perkawinan Adat Manggarai di Flores Barat karya Hendrikus Maku menggambarkan perjumpaan antara agama Islam dan budaya lokal Manggarai yang tercermin dalam praktik perkawinan adat masyarakat setempat. Buku ini menyoroti relasi antara dua kelompok yang secara historis hidup berdampingan, yaitu Ata Wa Wae-sebutan bagi komunitas Muslim yang banyak berdiam di wilayah pesisir-dan Ata Eta Golo -masyarakat pegunungan yang umumnya bertradisi Nasrani. Melalui gambaran kehidupan sosial dan budaya masyarakat Manggarai, penulis memperlihatkan bagaimana interaksi antara kedua kelompok tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan saling menghormati, terutama ketika berlangsungnya proses perkawinan adat yang mempertemukan dua keluarga dan dua tradisi yang berbeda.

Selain menggambarkan hubungan sosial antar komunitas, buku ini juga memaparkan tahapan-tahapan dalam perkawinan adat Manggarai, mulai dari proses lamaran, perundingan mahar atau paca/belis, pengukuhan adat, hingga pengantaran mempelai. Setiap tahapan dijelaskan sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun dan masih dijalankan dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang. Pembahasan ini juga disertai gambaran umum mengenai wilayah Manggarai di Flores Barat, termasuk sejarah masuknya Islam ke daerah tersebut melalui jalur perdagangan dari Kesultanan Bima dan Makassar sejak abad ke-17. Secara keseluruhan, buku ini menghadirkan potret kehidupan masyarakat Manggarai yang menunjukkan bagaimana tradisi adat dan kehidupan beragama dapat berjalan berdampingan dalam suasana damai serta memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman.

“Saya menyambut baik kehadiran buku ini sebagai sebuah karya yang tidak hanya penting bagi kajian akademik, tetapi juga relevan bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang majemuk. Buku ini menunjukkan bahwa filsafat tidak selalu harus hadir dalam bentuk teori abstrak, tetapi dapat hidup dalam praktik sosial sehari-hari masyarakat”. -Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A.- 


Muslim dan Katolik Manggarai, Flores Barat: Dari Intersubjektif Menuju Indiferen dan Dari Interdominasi Menuju Interakomodasi

Judul

:

Muslim dan Katolik Manggarai, Flores Barat: Dari Intersubjektif Menuju Indiferen dan Dari Interdominasi Menuju Interakomodasi

Penulis

:

Dr. Hironimus Bandur

Penerbit

:

Pohon Cahaya

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

314

ISBN

:

978-602-4914-23-3

Harga

:

Rp. 110.000

Status

:

Kosong

 

Kondisi pluralitas bangsa menuntut semua pihak untuk saling belajar dan terus berjuang untuk saling memahami perbedaan. Sulit dan sakit rasanya, tetapi di ujung rasa sakit karena perbedaan terdapat seni, sebagaimana alunan musik terkesan indah, bukan karena nada dan not yang sama tetapi karena nada dan not yang berbeda-beda. Perbedaan itu membentuk harmoni dan keindahan. Mari kita terus saling belajar, dan menjadi lebih dekat dengan sesama yang berbeda agama karena saling belajar dan perjumpaan terus menerus. Wassalam.

 

Sabtu, 12 September 2026

Kebudayaan Atoni Meto di Wilayah Kuluan Maubes – Salu Miomaffo

Judul

:

Kebudayaan Atoni Meto di Wilayah Kuluan Maubes – Salu Miomaffo

Penulis

:

Yohanes Sanak dan Wilfridus Oe Silab

Penerbit

:

Bina Damai Utama

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

188

ISBN

:

978-623-10-0803-9

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Gambaran tentang budaya Atoni Meto menjelaskan betapa unik dan kayanya suku terbesar di Pulau Timor ini. Tidak hanya itu, leluhur Atoni Meto pun memiliki kecerdasan dan kearifan yang tak kalah hebat dalam merangkai dan mencetuskan suatu ide brilian yang kemudian mengkristal menjadi unsur-unsur kebudayaan. Akan tetapi, keunikan-keunikan budaya lokal tersebut secara perlahan memudar, bahkan ditinggalkan terutama di wilayah Kuluan Maubes - Salu Miomaffo. Ada 2 (dua) hal paling mendasar yang mengancam kelestarian budaya Atoni Meto jika tidak segera diperhatikan yaitu bahasa dan tanah. Penggunaan bahasa Meto dalam keseharian masyarakat terus mengalami pelemahan atau penurunan kuantitas dan kualitas di ruang-ruang perjumpaan, seperti di sekolah, pesta, pergaulan sehari-hari bahkan di rumah sekalipun.

Kehidupan sosial dan kultural suku Atoni Meto tidak dapat dipisahkan dari tanah dan lingkungan ekologisnya. Setiap Fam (marga) memiliki beberapa tanah ulayat yang kepemilikannya bersifat komunal, yaitu Faotkana, Oekana, Naesleu, Unit (uinte), dll. Kondisi saat ini, banyak tanah adat yang telah berpindah kepemilikan. Selain bahasa dan kepemilikan tanah, unsur lainnya pun ikut mengalami guncangan. Degradasi ini seyogyanya dipandang sebagai ancaman serius yang patut diperhatikan secara serius pula terutama oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.


Senin, 03 Agustus 2026

Tanah Langit NTT

Judul

:

Tanah Langit NTT

Penulis

:

Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT

Penerbit

:

Garudhawaca

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

250

ISBN

:

978-623-652-163-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong



Buku ini adalah salah satu produk dari Festival Literasi NTT 2021. Program ini digawangi oleh Yose S Beal dan Mezra E. Pellondou melalui program panggilan terbuka “Mari Menulis untuk NTT” yang diikuti ratusan karya dari para penulis dan pecinta lokal NTT. Tentu sangat banyak tulisan yang masuk sehingga kurator program terpaksa menyortir tulisan-tulisan yang dibukukan. “Tanah Langit NTT” memuat beragam jenis mulai dari cerpen, puisi, hingga esai yang menumpahkan aneka perasaan cinta dan harapan akan negeri tercinta, Nusa Tenggara Timur. 

Selasa, 21 April 2026

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Judul

:

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Penulis

:

Janet Hoskins

Penerbit

:

Pustaka Larasan

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

482

ISBN

:

978-634-7579-12-6

Harga

:

Rp. 180.000         

Status

:

Ada

 

Buku ini adalah sebuah etnografi tentang persepsi budaya dan pengaturan waktu dalam masyarakat Indonesia Timur. Saya mulai dengan konstruksi kolektif masa lalu melalui model penanggalan. Siklus tahunan, yang digambarkan dalam hari, bulan, dan musim, disinkronkan oleh pendeta penanggalan, Rato Nale atau “Penguasa Tahun” yang mengkoordinasikan kegiatan pertanian dan tahap-tahap ritualnya. Tugasnya, bersama dengan peralatan yang terkait dengan kinerjanya, dipandang sebagian didatangkan dari pulau yang jauh di sebelah barat. Namun, ia diberi makna lokal yang membuat penamaan bulan dan festival “Tahun Baru” atau cacing laut menjadi tanda identitas khas Kodhi. (Penulis)

“Mereka yang meyakini globalisasi budaya atau mempertanyakan validitas penelitian etnografi terhadap masyarakat swadaya berskala kecil sebaiknya membaca studi Hoskins yang luar biasa tentang dunia sosial dan konseptual Kodhi agar pandangan tersebut dapat disangkal.” (Signe Howell, Ethnos)

“Sebuah buku penting dalam etnografi Indonesia Timur dan sebuah studi teladan tentang struktur dan sejarah.” (kenneth M. George, Pacific Affairs)

“Sebuah tinjauan luas dan terperinci mengenai masyarakat Kodhi… dijelaskan dengan cernat dan masuk akal.” (David Hicks, Anthropos)

“Karya Hoskins menggabungkan etnografi yang luar biasa, tingkat kecanggihan teoritis yang sangat tinggi, dan komponen kepekaan manusia yang luar biasa. Hasilnya adalah sebuah buku refleksi serius secara kreatif menantang dan memperluas banyak aspek dari kajian terbaik sebelumnya di berbagai bidang.” (Benda Prize Selection Committee)

Janet Hoskins adalah Professor Antropologi dan Agama di University of Southern California. 

Minggu, 19 April 2026

Etnografi Konflik: Fragmen Generasi Eks Pengungsi Timor Timur di Desa Keun

Judul

:

Etnografi Konflik: Fragmen Generasi Eks Pengungsi Timor Timur di Desa Keun

Penulis

:

Dwi Wulan Pujiriyani

Penerbit

:

 

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

280

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Buku ini adalah revisi dari buku berjudul ‘Merdeka Dalam Pasungan Pendidikan Anak-Anak di Pengungsian yang pernah diterbitkan secara terbatas oleh Penerbit Intan Media pada tahun 2012. Edisi kali ini ditambahkan dengan pendalaman mengenai etnografi konflik. Buku ini selain menghadirkan etnografi Suku Timor (Suku Tetun dan Suku Dawan), juga dimaksudkan sebagai rujukan ketika akan melakukan kerja etnografi di daerah konflik atau rentan terjadi konflik. Konflik dalam buku ini secara spesifik diletakan dalam konteks pengungsian. Pengungsian akibat konflik merupakan jejak historis yang muncul pada masyarakat di Desa Keun, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...