Tampilkan postingan dengan label Buku Antropologi / Etnografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antropologi / Etnografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Tanah Langit NTT

Judul

:

Tanah Langit NTT

Penulis

:

Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT

Penerbit

:

Garudhawaca

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

250

ISBN

:

978-623-652-163-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong



Buku ini adalah salah satu produk dari Festival Literasi NTT 2021. Program ini digawangi oleh Yose S Beal dan Mezra E. Pellondou melalui program panggilan terbuka “Mari Menulis untuk NTT” yang diikuti ratusan karya dari para penulis dan pecinta lokal NTT. Tentu sangat banyak tulisan yang masuk sehingga kurator program terpaksa menyortir tulisan-tulisan yang dibukukan. “Tanah Langit NTT” memuat beragam jenis mulai dari cerpen, puisi, hingga esai yang menumpahkan aneka perasaan cinta dan harapan akan negeri tercinta, Nusa Tenggara Timur. 

Selasa, 21 April 2026

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Judul

:

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Penulis

:

Janet Hoskins

Penerbit

:

Pustaka Larasan

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

482

ISBN

:

978-634-7579-12-6

Harga

:

Rp. 180.000         

Status

:

Ada

 

Buku ini adalah sebuah etnografi tentang persepsi budaya dan pengaturan waktu dalam masyarakat Indonesia Timur. Saya mulai dengan konstruksi kolektif masa lalu melalui model penanggalan. Siklus tahunan, yang digambarkan dalam hari, bulan, dan musim, disinkronkan oleh pendeta penanggalan, Rato Nale atau “Penguasa Tahun” yang mengkoordinasikan kegiatan pertanian dan tahap-tahap ritualnya. Tugasnya, bersama dengan peralatan yang terkait dengan kinerjanya, dipandang sebagian didatangkan dari pulau yang jauh di sebelah barat. Namun, ia diberi makna lokal yang membuat penamaan bulan dan festival “Tahun Baru” atau cacing laut menjadi tanda identitas khas Kodhi. (Penulis)

“Mereka yang meyakini globalisasi budaya atau mempertanyakan validitas penelitian etnografi terhadap masyarakat swadaya berskala kecil sebaiknya membaca studi Hoskins yang luar biasa tentang dunia sosial dan konseptual Kodhi agar pandangan tersebut dapat disangkal.” (Signe Howell, Ethnos)

“Sebuah buku penting dalam etnografi Indonesia Timur dan sebuah studi teladan tentang struktur dan sejarah.” (kenneth M. George, Pacific Affairs)

“Sebuah tinjauan luas dan terperinci mengenai masyarakat Kodhi… dijelaskan dengan cernat dan masuk akal.” (David Hicks, Anthropos)

“Karya Hoskins menggabungkan etnografi yang luar biasa, tingkat kecanggihan teoritis yang sangat tinggi, dan komponen kepekaan manusia yang luar biasa. Hasilnya adalah sebuah buku refleksi serius secara kreatif menantang dan memperluas banyak aspek dari kajian terbaik sebelumnya di berbagai bidang.” (Benda Prize Selection Committee)

Janet Hoskins adalah Professor Antropologi dan Agama di University of Southern California. 

Minggu, 19 April 2026

Etnografi Konflik: Fragmen Generasi Eks Pengungsi Timor Timur di Desa Keun

Judul

:

Etnografi Konflik: Fragmen Generasi Eks Pengungsi Timor Timur di Desa Keun

Penulis

:

Dwi Wulan Pujiriyani

Penerbit

:

 

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

280

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Buku ini adalah revisi dari buku berjudul ‘Merdeka Dalam Pasungan Pendidikan Anak-Anak di Pengungsian yang pernah diterbitkan secara terbatas oleh Penerbit Intan Media pada tahun 2012. Edisi kali ini ditambahkan dengan pendalaman mengenai etnografi konflik. Buku ini selain menghadirkan etnografi Suku Timor (Suku Tetun dan Suku Dawan), juga dimaksudkan sebagai rujukan ketika akan melakukan kerja etnografi di daerah konflik atau rentan terjadi konflik. Konflik dalam buku ini secara spesifik diletakan dalam konteks pengungsian. Pengungsian akibat konflik merupakan jejak historis yang muncul pada masyarakat di Desa Keun, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. 


Rabu, 14 Januari 2026

Kearifan Lokal dalam Keragaman Etnik di Kabupaten Sikka

Judul

:

Kearifan Lokal dalam Keragaman Etnik di Kabupaten Sikka

Penulis

:

Suswandari & Sri Astuti

Penerbit

:

Pustaka Pelajar

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

333

ISBN

:

978-623-236-063-1

Harga

:

Rp. 76.500

Status

:

Ada

 

Kearifan lokal, berbagai kelompok etnik yang dimaksud merupakan nilai-nilai pengetahuan yang mereka peroleh sebagai jawaban atas tantangan alam yang dihadapi, secara geografis, hampir sebagian besar wilayah di Kabupaten Sikka bukanlah wilayah subur. Wilayah Kabupaten Sikka terdiri dari pegunungan, gunung dengan bebatuan besar dan jarangnya curah hujan di kawasan ini. oleh karenanya agar bisa survive dan eksis dalam kehidupan, munculnya berbagai model kecerdasan lokal dalam menghadapi tantangan alam ini. Buki ini terdiri dari XI BAB, BAB I Pendahuluan, yang berisi deskripsi wilayah Kabupaten Sikka dan Analisis potensi wisata Kabupaten Sikka. Bab II Mapping Etnik dan Kebudayaan, yang akan mengungkapkan ragam bahasa, ragam tarian adat, dan unsur kebudayaan lain etnik di Kabupaten Sikka. BAB III Wujud kearifan lokal dalam kehidupan religi, BAB ini menguraikan religiustik etinik sikka krowe, Lio, Tana AI, Palue, Tidung, BAB IV membahas pantun, ungkapan adat dan dongeng sebagai wujud kearifan lokal dalam pola kekerabatan. Bab V membahas tentang wujud kearifan lokal dalam pola kekerabatan, BAB VI membahas nilai-nilai demokrasi dalam kearifan lokal etnik Kabupaten Sikka, BAB VII membahas nilai kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan hidup, BAB VIII membahas nilai kearifan lokal dalam penyelesaian konflik, BAB IX membahas eksistensi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kabupaten Sikka di tengah arus budaya global, BAB X membahas strategi adaptasi dalam pengelolaan keragaman etnis dan budaya di Kabupaten Sikka, dan BAB XI Penutup


Minggu, 14 Desember 2025

Het Amanoebangsche Rijk op Timor 1849

Judul

:

Het Amanoebangsche Rijk op Timor 1849

Penulis

:

D.J. Van Den Dungen Gronovius

Penyunting

:

Pina Ope Nope

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

12

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 45.000

Status

:

Ada


“Penduduk di sini memiliki sedikit sekali kebutuhannya. Akibatnya hampir tidak terdapat usaha untuk berkembang dan maju. Untuk urusan makan minum dan kebutuhan sehari-hari penduduk sendiri mengaturnya, yakni membuka kebun di sekitar tempat tinggal, di mana tanah dikerjakan selama 8 tahun. Setelah itu mereka berganti tanah secara beramai-ramai dan membuka lagi kebun yang baru. Di kebun mereka menanam pisang, tebu, ubi, pampung (labu), jagung, kapas secara berselang-seling namun ditanam pada waktu yang sama. Pekerjaan merawat kebun menjadi urusan perempuan. Kesibukan sehari-harinya adalah pergi melihat kebunnya dan kembali ke rumah dengan membawa hasil kebun. Semua tanaman tumbuh dengan baik. Berulang kai saya terheran-heran melihat jagung yang tumbuh subur dan hitungan yang saya buat jumlah tanaman jagung dalam satu bilah bisa mencapai 680-704 butir.” 


Selasa, 12 Agustus 2025

Taebenu Punya Kisah Abad XVII-XXI

Judul

:

Taebenu Punya Kisah Abad XVII-XXI

Penulis

:

Jefri Lorens A. Sine

Penerbit

:

Alrelancegis Aneka Financial

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

210

ISBN

:

978-623-970-651-7

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Kata Taebenu berasal dari 3 (tiga) suku kata dalam bahasa Atoni Meto. Taebenu yaitu Tae, Ho dan Benu. Kata Tae memiliki arti lihatlah, pandanglah, Ho artinya kepunyaan engkau/kamu, sedangkan Benu artinya kunyadu, ipar, saudara. Melalui penjelasan tiga kata di atas, maka kata Taebenu memiliki arti “Lihatlah kunyadu/ipar/saudara”. Terlihat secara jelas di atas bahwa apabila ketiga suku kata tersebut digabungkan, maka akan menjadi Taehobenu dan bukan Taebenu. Menurut para tokoh adat Taebenu menjelaskan bahwa kata ho (kepunyaan) apabila digabungkan dengan beberapa kata, maka tidak disebutkan, namun artinya sudah terkandung didalamnya.

Kata Taebenu adalah sapaan untuk anak laki-laki dari keturunan yang bermarga Tanof. Keturunan Tanof adalah yang berhak untuk menjabat sebagai raja pada kerajaan Taebenu. Penyebutan para raja bermarga Tanof yang menjadi raja adalah Taebenu Uf, yang di mana kata Uf merupakan singkatan dari kata usif yang memiliki arti raja. Adapun arti marga Tanof dalam bahasa Atoni Meto Taebenu adalah “Am tae nok am non in oel ma in pah, in benuf ma in biaf”. Kalimat ini memiliki arti dalam Bahasa Indonesia “Lihat dan perhatikanlah kehidupan di kerajaanmu (ipar, saudara serta semmua rakyatmu)”. 


Rabu, 06 Agustus 2025

Musik Nusantara Dari Sumatra sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesia

Judul

:

Musik Nusantara Dari Sumatra sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesia

Penulis

:   

Sunarto

Penerbit

:

Unnes Press

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

298

ISBN

:

978-602-285-137

Harga

:

Rp. 87. 000

Status

:

Ada


Buku ini merupakan catatan tentang beberapa musik etnis Nusantara yang terbentang dari Sumatera sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesian. Dikatakan demikian karena memang buku ini hanya menampilkan jenis musik yang dianggap dapat mewakili dari daerah-daerah tersebut. Tidak. bermaksud mengecilkan peran jenis musik yang lain dalam budaya mereka, namun hal tersebut didasarkan pada keluasan wilayah Nusantara yang memiliki beratus-ratus jenis musik, yang menjadi salah satu hambatan dalam penelitian dan pendokumentaasian. Sangat mustahil menuliskan jenis-jenis musik etnis yang ada di Nusantara dengan secara lengkap. Untuk hal tersebut dibutuhkan: waktu, sumberdaya manusia, sumberdaya material, dan ketekunan yang luarbiasa. Bila ditulis secara konsisten, tidak tertutup kemungkinan akan menjadi berjilid-jilid buku.

Namun demikian, buku ini semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi umum, mahasiswa, dosen, dan peneliti; serta dapat membantu perkembangan pemikiran musikologi/etnomusikologi (di) Indonesia. Masih banyak dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang musik etnis yang ada di Nusantara. Bumi Nusantara telah diberkahi dengan beraneka ragam jenis musik, yang hidup dan berkembang di dalam komunitas budayanya. Untuk itu alangkah bijaknya kalau penelitian-penelitian tentang musik etnis di Nusantara terus ditingkatkan. 


Kamis, 03 Juli 2025

Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan

Judul

:

Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan

Penulis

:

Marthen Luther Tlonaen, SE

Penerbit

:

CV. Adanu Abimata

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

90

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Kosong

 

Budaya adalah hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang lahir serta berkembang dalam kehidupan bersama. Budaya mengandung nilai-nilai luhur, mulia, dan abadi yang diwariskan secara turun-temurun dalam berbagai wujud, seperti seni lukis, seni ukir, seni bahasa, seni drama, seni musik, dan seni tari. Di antara wujud budaya tersebut, seni tari menonjol sebagai ekspresi gerak tubuh yang indah, dilakukan secara individu maupun berkelompok sebagai bentuk emosional dan ekspresi diri yang selaras dengan irama musik. Seni tari memiliki peran penting untuk dikembangkan, dilestarikan, dan diteruskan sebagai kekayaan budaya daerah yang memperkaya warisan budaya bangsa. Tarian tradisional memiliki keberagaman yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Di wilayah Timor Tengah Selatan, tarian tradisional Atoin Meto memiliki ciri khas yang unik. Setiap jenis tarian tradisional ini mengandung latar belakang, sejarah, cerita, pengalaman, nilai, norma, etika, serta makna simbolis tertentu. Tarian tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau pertunjukan, tetapi juga sebagai media pengembangan potensi, kreativitas, ekonomi, pendidikan, dan komunikasi, serta sebagai bagian dari upacara adat dan keagamaan. Kesadaran akan pentingnya budaya ini mendorong lahirnay buku tentang Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan sebagai upaya pelestarian budaya yang sarat nilai dan makna.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...