
Judul
|
:
|
Kejahatan Sempurna Konspirasi
Internasional (Buku 1. Aspek Politik dan Hukum Proses Jajak Pendapat
Timor-Timur; Buku 2. Aspek Hak Azasi Manusia dalam Masalah Timor-Timur; Buku 3.
Penyelesaian Sejati The Timoris Solution)
|
Penulis
|
:
|
Dominggus M. Dores Soares
|
Penerbit
|
:
|
Yayasan
Futuro
|
Tahun
Cetak
|
:
|
2000
|
Halaman
|
:
|
119
|
ISBN
|
:
|
978-96078-0-9
|
Harga
|
:
|
Rp. 100.000
|
Status
|
:
|
Ada
|
Kami tersiksa nurani menyaksikan kedatangan
"malaikat penyelamat" yang keliru diyakini oleh para pemimpin
separatis, pecurang nurani timoris, sebagai kekuatan dasyat yang akan
menyelesaikan segala permasalahan dan permusuhan di Timor Timur, yakni Pasukan Multinasional
PBB. Setelah kedatangan tersebut, justeru rakyat Timor Timur mulai memulung
sampah sisa makanan pasukan tersebut untuk dapat tetap bertahan hidup, suatu
hal yang tak pernah terjadi.
Para pemimpin pecurang nurani Timoris
tersebut, yang sejak semula menjanjikan seribu satu macam kehebatan dan
keuntungan bila berpisah, tidak berdaya untuk paling tidak menyelamatkan
kelaparan yang diderita oleh rakyatnya dengan sedikit bantuan bahan makanan.
Sadar akan keterlanjuran janji-janji kosong
terdahulu, mereka selanjutnya berulah dengan mencari alasan-alasan pembenar
yang biasanya ditumpahkan kepada Indonesia dan "milisi". Akhirnya
mereka berusaha menyelamatkan diri dengan janji-janji baru lagi yang kini
secara langsung bersandar pada PBB dan LSM.
Kasihan rakyatnya. Itu semua adalah akibat
kekejaman kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang disuburkan
berabad-abad oleh penjajah yang sampai sekarang tak henti mencari akal untuk
kembali berjaya di Timor Timur.
Malu akan keterlanjuran ini, para pemimpin
pecurang itu kini berupaya agar kenyataan sebenarnya di Timor Timur tidak
sampai diketahui secara terbuka. Kenyataannya, segala keperluan dipenuhi dengan
belanja besar-besaran di Propinsi NTT, namun bila ditanya bagaimana keadaannya
di Timor Timur pasti jawabannya adalah "baik". Memang kalau baik
mengapa harus belanja jauh-jauh ke sini ... Mereka memang ketat menerapkan
'janji setia untuk merdeka', yakni tetap harus merdeka sekalipun harus makan
batu. Ya, yang salah bukan "milisi" tapi penjajah ...
Jadilah Timor Timur itu sekarang suatu kamp
konsentrasi di mana rakyat Timor Timur hanya dipaksa kembali dan tidak boleh
keluar. Targetnya ialah merekayasa jumlah rakyat yang cukup untuk membenarkan
hasil jajak pendapat yang curang itu.
Masih banyak hal lagi yang akan terjadi di TimorTimur
ini ... Sekarang saja menyolok sekali bahwa yang lebih bernafsu untuk merdeka
justeru kaum konspirator dan
antek-anteknya ... Rakyatnya jadi penonton yang semakin asing di daerahnya
sendiri. Kasihan untuk jadi tukang batu saja harus lulus test ... Tapi proyek
testingnya diurus oleh administrator atas nama rakyat Timor Timur ... Akhirnya
tukang batu juga didatangkan dari luar ... sudahlah ... terlalu sedih. Semoga Tuhan
sudi memperhatikan nasib rakyat yang kian menderita ini.
Buku kecil ini datang demi kebenaran. Semoga
dapat diketahui oleh semua orang. Semoga Timor Timur tidak dijadikan titik
perebutan strategi global ... Dan tidak menjadi pangkalan yang hanya
menghasilkan anak haram dan AIDS, di mana insan Timoris menjadi titik
perbudakan yang semakin asing di daerahnya sendiri.
Terima kasih disampaikan kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga buku kecil ini dapat terwujud. Terima kasih.