Tampilkan postingan dengan label Buku Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Spiritual. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2026

Tapak Wanita Katolik NTT

Judul

:

Tapak Wanita Katolik NTT

Penulis

:

Tim WKRI NTT

Penerbit

:

Detak Pustaka

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

121

DPSBN

:

200-2026-00032-1

Harga

:

Rp. 57.000

Status

:

Kosong


Buku Tapak Wanita Katolik NTT mengajak kita melihat kembali perjalanan 75 tahun Wanita Katolik RI DPD NTT dengan hati yang penuh syukur. Buku ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang kisah-kisah nyata para perempuan yang dengan setia hadir, melayani, dan berbagi kasih di tengah masyarakat.

Di dalamnya, kita akan menemukan cerita-cerita sederhana namun bermakna-tentang kepedulian terhadap sesama, tentang keberanian menghadapi tantangan, serta tentang harapan yang terus dijaga. Dari pendampingan keluarga, perhatian pada anak dan perempuan, hingga keterlibatan dalam berbagai persoalan sosial, semuanya menjadi bagian dari jejak pelayanan yang tulus.

Seperti tenun khas NTT yang dirajut dengan sabar, perjalanan ini pun dibangun dari langkah-langkah kecil yang penuh cinta. Kebersamaan, kepedulian, dan iman menjadi kekuatan yang terus menghidupkan semangat untuk melayani.

Buku ini mengajak kita bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk melanjutkan. Agar kasih yang telah ditabur tetap hidup dan jejak yang telah diukir terus memberi makna bagi banyak orang. 


Jumat, 02 Januari 2026

Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur


Judul

:

Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur

Penulis

:

Isman Pratama Nasution & Pratono

Penerbit

:

Direktorat Pelindungan Kebudayaan - Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

186

ISBN

:

978-979-8250-86-6

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Buku Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur ini memvisualisasikan keelokan dan keunikan serta menarasikan masjid warisan budaya di wilayah Indonesia timur, antara lain Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Ornamen, ukiran di beberapa sudut, bentuk kubah, dan peninggalan masa lalu memiliki cerita tersendiri dari tiap-tiap masjid. Meskipun saat ini beberapa struktur dan arsitektur bangunan masjid telah banyak berubah, kisah panjang pada masa lalu yang terkandung di dalamnya merupakan sumber sejarah yang tak lekang oleh zaman.

Tidak saja difungsikan sebagai tempat beribadah, masjid juga merupakan jembatan yang memediasi masyarakat untuk berkumpul, bermusyawarah, dan melakukan acara adat. Pemanfaatan masjid sebagai sarana menyatukan umat menyiratkan bahwa adat istiadat dan keyakinan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat setempat.

 


Minggu, 28 September 2025

Perempuan Itu Tetap Hidup

Judul

:

Perempuan Itu Tetap Hidup

Penulis

:

Alfons Betan, SVD

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

92

ISBN

:

979-429-220-6

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada


Buku ini berjudul: ‘Perempuan Itu Tetap Hidup’ dan dibuat berdasarkan inspirasi Kitab Wahyu, khususnya Why 12:1-18. Gereja Kristus yang disimbolkan dengan ‘perempuan’ dalam perikop ini juga mengalami hal yang sama. Dalam penglihatannya, penulis Kitab Wahyu memberitakan bahwa Gereja Kristus akan mengalami banyak tantangan dan penderitaan, khususnya yang disebabkan oleh para penguasa Roma. Kehadiran dan kesaksian hidup para anggota Gereja Kristus, yang sekalipun merupakan kelompok minoritas, memiliki pengaruh yang amat besar. Hal itu merupakan ancaman besar bagi kewibawaan dan pengaruh para penguasa kafir pada waktu itu. Dengan pelbagai cara, mereka berusaha membinasakan para pengikut Kristus itu. 


Jumat, 15 Agustus 2025

Daba: Ritus Inisiasi Anak Jingitiu di Desa Pedarro, Pulau Sabu

Judul

:

Daba: Ritus Inisiasi Anak Jingitiu di Desa Pedarro, Pulau Sabu

Penulis

:

Tersiana A. Huki, S.Ag. & Mario F. Lawi, S.Ikom., M.Hum

Penyunting

:

Thomas Koro Magga, S.Pd., M.Pd.

Penerbit

:

Dusun Flobamora

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

74

ISBN

:

978-623-89734-9-1

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada


Buku ini melaporkan prosesi Daba, ritus inisiasi anak Jingitiu di Desa Pedarro, Pulau Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sampai saat ini masih dihayati dan dijalankan oleh komunitas Jingitiu di sana. Melalui Daba, seorang anak tidak hanya diterima masuk sebagai anggota marga, suku, dan komunitas, tetapi juga mematrikan identitasnya di bentangan sejarah panjang leluhur, serta menjaminnya dikenal di alam baka setelah meninggal kelak.

Di Pedarro, Daba dilaksanakan tahunan di antara bulan Februari sampai bulan Maret. 


Jumat, 23 Mei 2025

Merajut Harmoni Belajar dari Bumi Marapu

Judul

:

Merajut Harmoni Belajar dari Bumi Marapu

Penulis

:

Mike Keraf dkk.

Penerbit

:

Yayasan Pengembangan Kemanusiaan Donders

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

276

ISBN

:

978-623-96999-0-1

Harga

:

Rp. 130.000

Status

:

Kosong


Buku ini hadir dengan ‘mutiara-mutiara’ berharga dari bumi para Marapu, Sumba, yang tentu saja didialogkan dengan kekayaan-kekayaan spiritual lain yang melingkari bumi Nusantara. Teks dan konteks telaahan dekatnya adalah ‘Gerakan-gerakan kemanusiaan’, pertama-tama bersama dengan komunitas Marapu di seluruh Sumba, tetapi juga dengan komunitas marginal lainnya, khususnya anak-anak pekerja migran, difabel, komunitas mantan pencuri dan komunitas marginal lain yang selama ini terdampak keluar dari jangkauan solidaritas yang mengakui bahwa sesungguhnya semua orang, siapa pun juga dia memiliki hak untuk hidup setara dan semartabat. Komunitas para petani yang bergabung dalam Komunitas Umma Peghe/Pande/Pengu turut memperkuat narasi buku ini dengan testimoni beberapa beberapa tokoh perempuan dan Rato yang bercerita tentang martabat benih, martabat tanah, martabat air, martabat hutan, dan peran sentral kaum ibu/perempuan sebagai pengatur kemakmuran rumah tangga.


Minggu, 09 Februari 2025

RAE SUPRUꓽ Ritual Adat Pemakaman dan Penyerahan Arwah Bey Fransiscus Nai Buti kepada Sang Pencipta

Judul

:

RAE SUPRU Ritual Adat Pemakaman dan Penyerahan Arwah Bey Fransiscus Nai Buti kepada Sang Pencipta

Penulis

:

Djoese S. Martins Nai Buti

Penerbit

:

CV. Bintang Semesta Media

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

132

ISBN

:

978-623—190-754-7

Harga

:

Rp.

Status

:

Ada

 

Keberadaan suku kemak Dirubati di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur berawal dari pengungsian Raja Kemak Dirubati Dom Fransisco Xavier de Martins Nai Leto dari Hatulia wilayah Timor Portugis pada tahun 1911. Setelah menetap di Kabupaten Belu suku kemak Dirubati tetap mempertahankan lembaga adat, bahasa dan kebudayaannya.

Salah satu budaya yang terus dilestarikan adalah budaya terkait pemakaman. Suku kemak Dirubati mengelompokkan proses pemakaman ke dalam tiga kategori yaitu Tana Mate, Rae Supru dan Matekio. Tana Mate merupakan ritual pemakaman jenasah, sedangkan Rae Supru merupakan ritual adat penyerahan arwah seseorang atau beberapa orang yang meninggal kepada Sang Pencipta dan dilaksanakan pada peringatan 40 hari atau waktu yang disepakati secara adat. Matekio merupakan ritual adat terbesar untuk penyerahan arwah seluruh anggota keluarga dari suatu suku rumah yang telah meninggal  kepada Sang Pencipta  dalam kurun waktu tertentu. Ritual Matekio yang dilaksanakan suku rumah Bey Leto pada tahun 2003 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2016.

Ritual adat Rae Supru merupakan lanjutan dari ritual adat Tana Mate sehingga  tahapan ritual adat Rae Supru dimulai dari tahapan ritual Tana Mate yang terdiri dari 25 tahapan. Terdapat beberapa ritual yang unik yaitu pemberitahuan awal kematian raja melalui ritual penabuhan gong pusaka (Para Ko Luli), perjamuan terakhir bersama mendiang (Tane Susu), penyampaian upeti dari kepala suku dan rakyat (Gara Ho Pat Pae Ai No Bia),  dan penyimpanan arwah (Lape Mate). Setelah seluruh tahapan ritual adat Tana Mate dilanjutkan dengan tahapan ritual Rae Supru yang terdiri dari 11 tahapan. Beberapa ritual  yang unik yaitu penurunan arwah (Lui Mate), pemberian kewajiban adat (Ne Hati No Gala), penyerahan arwah kepada Sang Pencipta (Dede Mate), penyembelihan ternak (Ta Brau), penyembelihan ternak babi (Unu Ahi), dan membawa simbol arwah ke tempat pemakaman (Titim Mate).

Ritual Rae Supru  yang diangkat dalam tulisan ini, merupakan Ritual Rae Supru  dari mendiang Bey (Raja) Fransicus Nai Buti pada tahun 2012. Ritual Rae Supru  ini mencakup seluruh tahapan ritual yang melibatkan 94 suku terdiri dari 8 suku rumah Ka’ar No Alir, 42 suku rumah Inama dan 44 suku rumah Maneheu. Ritual adat tersebut menggunakan 4 ekor ternak kerbau, 12 ekor ternak sapi, 20 ekor ternak kambing,  71 ekor ternak babi, 104 lembar kain adat, beras sebanyak 4 ton dan uang sebanyak Rp.125 juta.

Dari seluruh rangkaian ritual Rae Supru tersebut terdapat dua ritual adat yang hanya berlaku bagi raja kemak Dirubati ketika mangkat yaitu pemberitahuan awal berita kematian melalui ritual Para Ko Luli yaitu penabuhan gong pusaka dan penyampaian upeti dari kepala suku dan rakyat yang dikenal dengan ritual Gara Ho Pat Pae Ai No Bia.

 

Selasa, 19 November 2024

Semana santa Larantuka

Judul

:

Semana santa Larantuka

Penulis

:

Felisianus Efrem Jelahut, dkk

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

66

ISBN

:

978-623-8540-09-9

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Kosong

 

Ritus Semana Santa merupakan warisan turun temurun sejak lima Abad ditengah masyarakat Kota Larantuka Nusa Tenggara Timur yang perlu dilestarikan keberadaanya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang pelestarian ritus dan perayaan-perayaan. Pelestarian ini dapat dilakukan melalui penggalian kembali ritus budaya dan perayaan-perayaan sebagai salah satu aset budaya melalui revitalisasi dan proses-proses transformasi. Buku ini mengupas tentang prosesi kegiatan tradisi Semana Santa Larantuka yang ada di Nusa Tenggara Timur.


Rabu, 30 Oktober 2024

Bertemu Tuhan Dalam Badai, Refleksi Teologis tentang Bencana Seroja di Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Bertemu Tuhan Dalam Badai, Refleksi Teologis tentang Bencana Seroja di Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Nicolas Lumba Kaana, dkk.

Penerbit

:

BPK Gunung Mulia

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

577

ISBN

:

 

Harga

:

Rp. 300.000

Status

:

Kosong

 

Bertemu Tuhan dalam Badai merupakan kumpulan tulisan atas bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Analisa yang menggunakan berbagai teori/pandangan para ahli ini melahirkan narasi-narasi teologi bencana yang khas dari wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Narasi-narasi teologi bencana itu diharapkan menjadi landasan harapan, rasa kepemilikan, dan makna bagi mereka yang berpengalaman traumatis tersebut. Narasi-narasi ini juga dapat menyediakan ruang belajar guna menjadi pegangan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa bencana yang mungkin terjadi lagi di masa yang akan datang.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...