Tampilkan postingan dengan label Buku Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Seri Pengenalan Nusantara: Kis'ah Rai Hawu di Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Seri Pengenalan Nusantara: Kis'ah Rai Hawu di Nusa Tenggara Timur

Penerbit

:

Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Direktorat Tradisi dan Kepercayaan

Tahun Cetak

:

2003

Halaman

:

47

ISBN

:

-

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id/

Download

:

Di Sini

 

Proyek Pelestarian dan Pengembangan Tradisi dan Kepercayaan pada tahun anggaran 2003 melaksanakan penerbitan Seri Pengenalan Budaya Nusantara berjudul Kisah Rai Hawu Di Nusa Tenggara Timur. Sumber utama pengemasan buku tersebut adalah dari naskah-naskah hasil penelitian yang telah diinventarisasi oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan. Selain itu juga dengan memanfaatkan beberapa sumber tertulis yang terkait.

Tujuan penerbitan Seri Pengenalan Budaya Nusantara ini, di samping memberikan lebih banyak altematif bacaan, juga untuk dapat lebih membuka cakrawala masyarakat Indonesia tentang keanekaragaman budaya yang ada. Secara khusus buku bacaan ini ditujukan untuk menambah wawasan anak-anak Indonesia yang majemuk.

Dengan diterbitkannya buku ini, diharapkan pengetahuan anak-anak tentang keanekaragaman budaya Indonesia semakin bertambah. Dengan demikian, kesenjangan budaya dapat makin dipersempit dan jiwa persatuan dan kesatuan dapat diperkokoh.

Isi buku ini terdiri dari kisah-kisah: 1) Pulau Bukit Kapur dan Pohon Lontar di Nusa Tenggara Timur; 2) Dongeng dari Negeri Sawu; 3) Mengenal Udu dan Hubi; 4) Rumah Orang Sawu: 5) Melihat Pulodo Wadu dan Deo Rai: 6) Dari Namata sampai Horafi. 


Echoes of the East: A Collection of Narrative Folktales from NTT

Judul

:

Echoes of the East: A Collection of Narrative Folktales from NTT

Penulis

:

Herlin B dkk.

Penerbit

:

Arta Media Nusantara

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

107

ISBN

:

978-634-7227-29-8

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Kosong



Discover the heart of East Nusa Tenggara through stories that have been passed down for generations. This illustrated storybook retells traditional folktales in clear and simple English, helping senior high school students learn narrative text in a fun and meaningful way. Each story carries lessons of kindness, courage, and wisdom reminding readers that learning English can also mean learning about who we are. 


Tanah Langit NTT

Judul

:

Tanah Langit NTT

Penulis

:

Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT

Penerbit

:

Garudhawaca

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

250

ISBN

:

978-623-652-163-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong



Buku ini adalah salah satu produk dari Festival Literasi NTT 2021. Program ini digawangi oleh Yose S Beal dan Mezra E. Pellondou melalui program panggilan terbuka “Mari Menulis untuk NTT” yang diikuti ratusan karya dari para penulis dan pecinta lokal NTT. Tentu sangat banyak tulisan yang masuk sehingga kurator program terpaksa menyortir tulisan-tulisan yang dibukukan. “Tanah Langit NTT” memuat beragam jenis mulai dari cerpen, puisi, hingga esai yang menumpahkan aneka perasaan cinta dan harapan akan negeri tercinta, Nusa Tenggara Timur. 

Minggu, 02 Agustus 2026

Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur)

Judul

:

Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur)

Penulis

:

Thersia Magdalena Tamelan, dkk

Editor

:

Thersia Magdalena Tamelan & Merili Metsvahi

Penerbit

:

Depublish

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

152

ISBN

:

978-634-01-2045-5

Harga

:

Rp. 175.000

Status

:

Kosong

 

Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) merupakan karya Thersia Magdalena Tamelan, dkk. Terdapat sembilan belas narasi dari pulau Rote, Semau, Timor, Sabu, Sumba dan Alor. Narasi terakhir dalam bahasa Sar yang dituturkan di Pulau Pantar oleh penutur terakhir bahasa Sar. Cerita rakyat disajikan dalam tiga bahasa (bahasa daerah, Indonesia, dan Inggris) dan mencakup berbagai genre. Nilai-nilai yang terdapat dalam cerita-cerita rakyat ini adalah rasa memiliki, kebaikan, kasih sayang, menghormati orang tua dan keinginan mereka, merawat orang tua, keberlanjutan, kejujuran, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian. Berbagai jenis genre cerita rakyat – kisah binatang, narasi sejarah lisan, kenangan, dongeng, mitos, dan legenda – terwakili dalam buku ini.

Dalam kumpulan cerita rakyat yang diterbitkan, sering kali cerita-cerita disunting atau bahkan diceritakan kembali. Hal ini terjadi karena terdapat pemahaman bahwa dengan cara ini pembaca lebih mudah memahami cerita-cerita tersebut. Di balik konsep ini terdapat fakta bahwa wacana tertulis dan lisan memang berbeda sifatnya. Untuk menjaga suara pencerita, cerita rakyat dalam buku ini ditulis apa adanya sesuai cerita narator. Buku ini tidak hanya akan memberikan kontribusi bagi apresiasi terhadap keragaman bahasa dan budaya Nusa Tenggara Timur, tetapi juga akan mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang telah ada sejak lama. Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk menunjang revitalisasi bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur. Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) ditujukan bagi siapa pun yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kekayaan budaya dan nilai-nilai universal dari Nusa Tenggara Timur.

Berikut Daftar Isi Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur), diantaranya:

  • Folk Narratives in Dela, from Rote Island
    Cerita Rakyat dalam bahasa Dela, di Pulau Rote
  • Folk Narratives in Helong, from Semau Island
    Cerita Rakyat dalam bahasa Helong, Pulau Semau
  • Folk Narrative in Uab Meto, from South Amanatun
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Uab Meto, Amanatun Selatan
  • Folk Narratives in Amarasi, Buraen
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Amarasi, Buraen
  • Folk Narratives in Sabu, from Sabu Raijua
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Sabu, dari Sabu Raijua
  • Folk Narratives in Kambera, from East Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Kambera, di Sumba Timur
  • Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya
  • Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya
  • Folk narrative in Kamang, from Alor Cerita Rakyat dalam Bahasa Kamang, Alor
  • Folk narrative in Sar, from Pantar island
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Sar, di Pulau Pantar

 

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Judul

:

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Penulis

:

Piers Andreas Noak

Penerbit

:

Pustaka Egaliter

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

424

ISBN

:

978-623-185-088-1

Harga

:

Rp. 150.000

Status

:

Kosong

 

Perkembangan politik lokal yang menonjol di Kupang belakangan ini menunjukkan adanya persaingan antara elite politik dan elite birokrasi dengan menggunakan identitas etnik dan agama sebagai instrumen untuk mencapai kekuasaan.

Peran etnik dan agama sebagai instrumen penting dalam memengaruhi keputusan elite untuk masuk ke dalam lingkar kekuasaan birokrasi tidak terlepas dari dominasi kelompok elite tertentu. Kebijakan-kebijakan yang diwariskan dari sejarah kolonialisme memperkuat pengaruh kelompok elite tersebut dan menyebabkan kelompok-kelompok etnik dan agama tertentu merasa masih harus berperan besar dalam birokrasi kekuasaan.

Pertautan antara aspek-aspek primordialitas dan politik masih sangat kuat di Kupang, NTT. Terutama dalam konteks pemilihan kepemimpinan, hubungan antara aspirasi politik, birokrasi, agama, dan suku tetap bergantung pada komposisi sosial-agama yang berlaku di masing-masing wilayah.

Kontribusi penting dari buku ini adalah identitas etnik dan agama digunakan sebagai instrumen meraih kekuasaan politik dan birokrasi telah menjadikan sebagaian etnik berada dalam posisi dominan, oleh karena itu pergeseran dominasi telah membentuk loyalitas baru di kalangan masyarakat multi etnik dan agama di Kupang,  bahwa persaingan serta semua upaya dukungan masyarakat telah menjadikan mereka menjatuhkan pilihan politik atas dasar kepentingan semua etnik dan agama serta pola kekeluargaan. Merujuk beberapa penelitian sebelumnya seperti  Bahar (1997) telah menemukan hubungan elite dengan etnisitas, dimana elite tidak mampu memperoleh loyalitas dari etnik,  Bahar berusaha menganalisa dan menginterprestasi  faktor yang melatarbelakangi pemberontakan etnik Minangkabau di daerah Sumatera Barat pada 1958-1961 selama masa jabatan Soekarno, para elite mengalami kemunduran karena tidak didukung oleh loyalitas etnik.  Liliweri (1995) telah meneliti prasangka  sosial dan efektivitas komunikasi antar etnik  di Kupang, pengelompokan dari berbagai suku-suku di Kupang, dan dikelompokkan dalam lima kelompok besar dari kurang lebih 13 suku di NTT, Yakni, Timor, Rote, Sabu, Flores dan Sumba. Komunikasi antar etnik menunjukkan  suatu gejala tersumbatnya komunikasi antar etnik dan terbentuknya pengelompokan berdasarkan etnik pada birokrasi di Kupang  menjadikan kinerja birokrasi terganggu, semuanya diukur dengan streotipe dan jarak sosial antar etnik.


Kamis, 23 Juli 2026

Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia

Judul

:

Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia

Penulis

:

Sapta Nirwandar & Frans Teguh Tebal

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

274

ISBN

:

978-623-241-657-4

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Nusa Tenggara Timur tentu layak tampil menjadi destinasi global di kepariwisataan karena memiliki sumber daya alam dan nilai luhur warisarik budaya yang begitu beragam. Dengan semua keunggulan itu, a patut sekali lagi bertanya: mau dibawa kemana kepariwisataan NTT? kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat di kebutuhan agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya loka senantiasa hidup. Beragam tantangan mewarnai perjalanan membawa NTT menjadi destinasi kelas dunia. Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E , DESS. dan Dr. Frans Teguh, M.A. menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan membedah langkah-langkah strategis dalam mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, memasarkan dengan efektif, sekaligus beradaptasi di era normal baru.

-----------

"Nusa Tenggara Timur, dengan segala otentisitas dan keunikannya, baik di daratan maupun perairannya, layak menjadi destinasi wisata kelas dunia. Buku ini mempertegas bahwa arah dan model kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat menjadi kebutuhan agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya lokal senantiasa hidup dengan mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan ekosistem digital yang efektif, sekaligus kecepatan beradaptasi di era kebiasaan baru. - Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika 2019-sekarang)

"Buku ini selaras dengan visi "NTT Bangkit, NTT Sejahtera, Menuju Destinasi Global". Sektor kepariwisataan merupakan lokomotif dan kunci pembangunan ekonomi NTT yang perlu dikembangkan dengan inovasi tata kelola yang berkarakter, kreatif, dan etis untuk mengelola ekspektasi, dan imajinasi pengunjung. Ini demi meningkatkan pengalaman, sens of price, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan ekosistem berkelanjutan." - Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. (Gubernur Nusa Tenggara Timus 2018 - 2023).

"Pembangunan berwawasan budaya yang memperhatikan aspek lingkungan dan berbasis masyarakat merupakan kunci pokok pembangunan kepariwisataan. Buku ini mengkaji pentingnya menerapkan praktik kepariwisataan berkelanjutan yang selaras dengan nilai budaya, agama, adat istiadat, dan kode etik kepariwisataan." - I Gede Ardika (Menteri Pariwisata 2000-2004, Anggota Dewan Kode Etik UNW/TO. Ketua Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia - Indonesia Sustainable Tourism Council).

  

Selasa, 21 Juli 2026

Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada

Judul

:

Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada

Penulis

:

Teobaldus Daga, S.Pd dkk.

Editor

:

Yakobus Mite, S.Pd., M. Pd

Penerbit

:

CV. Galang Media Buana

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

152

ISBN

:

978-623-5549-14-9

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Kosong

 

Buku ini juga sebagai pedoman yang disusun untuk memberikan gambaran dan panduan terkait bentuk-bentuk Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada di Kabupaten Ngada. Sebagai bentuk dukungan dalam pelestarian kekayaan bangsa yang mulai punah karena tergerus oleh perkembangan zaman, dimana masyarakat pada saat ini mulai berpindah pada kemajuan teknologi. Sebagai warga Indonesia pada umumnya dan masyarakat Ngada pada khususnya, kita tidak boleh melupakan permainan-permainan yang telah diciptakan oleh nenek moyang kita, karena di dalam permainan tradisional terdapat banyak unsur yang bermanfaat bagi kehidupan kita, diantaranya adalah kebugaran jasmani, kesehatan, kesenangan, kerjasama, tanggung jawab, sportivitas, dan lain sebagainya. Ada kalimat motivasi yang harus kita tanamkan yaitu "Jaman boleh berubah, generasi boleh berganti, namun kelestarian budaya tradisional adalah tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya". 


Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Judul

:

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Penulis

:

Aleta Baun, dkk

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

126

ISBN

:

978-623-6179-31-4

Harga

:

Rp. 73.000

Status

:

Kosong

 

Senjata Kami adalah Upacara Adat merupakan suara lima Nausus—perempuan pejuang tanah airnya yang berdiri di garda depan melawan perusakan alam dan perampasan ruang hidup rakyat. Dari gunung batu Mollo yang dilindungi Mama Aleta, kebun sorgum yang dirintis Maria Loretha di Adonara, pulau Sangihe yang dibela Jull Takaliuang, hutan Gunung Kerasik yang dijaga Mardiana, sampai alam pegunungan Kendeng yang dipanggil ikut berjuang bersama Gunarti dengan doa dan pelambang tubuh-alam.


Buku ini lahir dari proses panen pengetahuan, menggali kebijaksanaan yang tertanam dalam ingatan, tubuh, dan laku, oleh mereka sendiri, dan tampil dalam bentuk ungkapan kata-kata. Di sini, ungkapan pelambang dan mantra menjadi senjata budaya perempuan dalam merawat kehidupan, menyemai harapan, dan meneruskan perlawanan.


Kisah dari NTT yaitu dari Pulau Adonara, Maria Loretha memilih memulihkan martabat sorgum, pangan lokal yang hampir terlupakan sejak politik beras dominan pada masa Orde Baru. Ia membuktikan bahwa menanam yang lokal adalah jalan untuk bertahan dari ancaman kelaparan. “Mintakan kepada alam, maka akan diberikan tempat surga,” seruan yang sangat kuat. Dan Aleta Baun dari Timor, menjadi ikon gerakan perempuan adat. Dari sebutan Perempuan Nausun ‒ perempuan menyusui, kita melihat metafora yang sama antara tubuh perempuan dan alam. Keduanya melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan. Di titik itulah ekofeminisme hadir secara alami, ketika tubuh perempuan dan tubuh alam sama-sama disakiti, maka kehancuran akan dirasakan bersama. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...