Tampilkan postingan dengan label Buku Antik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juli 2026

Kejahatan Sempurna Konspirasi Internasional (Buku 1. Aspek Politik dan Hukum Proses Jajak Pendapat Timor-Timur; Buku 2. Aspek Hak Azasi Manusia dalam Masalah Timor-Timur; Buku 3. Penyelesaian Sejati The Timoris Solution)

Judul

:

Kejahatan Sempurna Konspirasi Internasional (Buku 1. Aspek Politik dan Hukum Proses Jajak Pendapat Timor-Timur; Buku 2. Aspek Hak Azasi Manusia dalam Masalah Timor-Timur; Buku 3. Penyelesaian Sejati The Timoris Solution)

Penulis

:

Dominggus M. Dores Soares

Penerbit

:

Yayasan Futuro

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

119

ISBN

:

978-96078-0-9

Harga

:

Rp. 100.000     

Status

:

Ada

 

Kami tersiksa nurani menyaksikan kedatangan "malaikat penyelamat" yang keliru diyakini oleh para pemimpin separatis, pecurang nurani timoris, sebagai kekuatan dasyat yang akan menyelesaikan segala permasalahan dan permusuhan di Timor Timur, yakni Pasukan Multinasional PBB. Setelah kedatangan tersebut, justeru rakyat Timor Timur mulai memulung sampah sisa makanan pasukan tersebut untuk dapat tetap bertahan hidup, suatu hal yang tak pernah terjadi.

Para pemimpin pecurang nurani Timoris tersebut, yang sejak semula menjanjikan seribu satu macam kehebatan dan keuntungan bila berpisah, tidak berdaya untuk paling tidak menyelamatkan kelaparan yang diderita oleh rakyatnya dengan sedikit bantuan bahan makanan.

Sadar akan keterlanjuran janji-janji kosong terdahulu, mereka selanjutnya berulah dengan mencari alasan-alasan pembenar yang biasanya ditumpahkan kepada Indonesia dan "milisi". Akhirnya mereka berusaha menyelamatkan diri dengan janji-janji baru lagi yang kini secara langsung bersandar pada PBB dan LSM.

Kasihan rakyatnya. Itu semua adalah akibat kekejaman kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang disuburkan berabad-abad oleh penjajah yang sampai sekarang tak henti mencari akal untuk kembali berjaya di Timor Timur.

Malu akan keterlanjuran ini, para pemimpin pecurang itu kini berupaya agar kenyataan sebenarnya di Timor Timur tidak sampai diketahui secara terbuka. Kenyataannya, segala keperluan dipenuhi dengan belanja besar-besaran di Propinsi NTT, namun bila ditanya bagaimana keadaannya di Timor Timur pasti jawabannya adalah "baik". Memang kalau baik mengapa harus belanja jauh-jauh ke sini ... Mereka memang ketat menerapkan 'janji setia untuk merdeka', yakni tetap harus merdeka sekalipun harus makan batu. Ya, yang salah bukan "milisi" tapi penjajah ...

Jadilah Timor Timur itu sekarang suatu kamp konsentrasi di mana rakyat Timor Timur hanya dipaksa kembali dan tidak boleh keluar. Targetnya ialah merekayasa jumlah rakyat yang cukup untuk membenarkan hasil jajak pendapat yang curang itu.

Masih banyak hal lagi yang akan terjadi di TimorTimur ini ... Sekarang saja menyolok sekali bahwa yang lebih bernafsu untuk merdeka justeru kaum  konspirator dan antek-anteknya ... Rakyatnya jadi penonton yang semakin asing di daerahnya sendiri. Kasihan untuk jadi tukang batu saja harus lulus test ... Tapi proyek testingnya diurus oleh administrator atas nama rakyat Timor Timur ... Akhirnya tukang batu juga didatangkan dari luar ... sudahlah ... terlalu sedih. Semoga Tuhan sudi memperhatikan nasib rakyat yang kian menderita ini.

Buku kecil ini datang demi kebenaran. Semoga dapat diketahui oleh semua orang. Semoga Timor Timur tidak dijadikan titik perebutan strategi global ... Dan tidak menjadi pangkalan yang hanya menghasilkan anak haram dan AIDS, di mana insan Timoris menjadi titik perbudakan yang semakin asing di daerahnya sendiri.

Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga buku kecil ini dapat terwujud. Terima kasih.


Selasa, 02 Juni 2026

Human Rights? Wiranto and The Independence of East Timor

Judul

:

Human Rights? Wiranto and The Independence of East Timor

Penulis

:

Bilveer Singh

Penerbit

:

Book House, Book and Writers Network Sydney

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

349

ISBN

:

978-174-0183-147

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada

 

Even though the United Nations' interest in East Timor can be traced from the debate on its status as a non self-governing territory, Portugal, the colonial power, was largely unmoved as it was not a United Nations' member until 1955. The status quo only altered following a change in regime in Portugal as a result of the 'Flower Revolution' in 1974. Rather, irresponsibly, Portuguese leftist officers in-charge of East Timor abandoned the colonial territory when a furious civil war was taking place amidst great loss of lives. Indonesia's intervention, with the support of the United States, can be directly traced to this Portuguese failure, culminating in territory's integration into Indonesia.

Indonesia's actions were however not fully endorsed by the international community and the territory continued to be regarded as a non self-governing territory. Due to the Cold War, the situation was somewhat tolerated with Australia even recognizing Indonesia's sovereignty over East Timor. At the same time, the territory was plagued by warfare with the pro-independence insurgents fighting the Indonesian military and the pro-integration forces. This situation continued until May 1998. After Suharto's resignation, President Habibie decided to give the East Timorese the right to decide their future with Indonesia. Following the United Nations' sponsored ballot, unfortunately marred by fraud and injustice, the East Timorese opted for independence.

Due largely to the manner the ballot was conducted, the behavior of UNAMET officials prior and after the ballot, and the animosity of the pro and anti-integration forces toward each other, violence broke in East Timor even though many in the West blamed Indonesia, and in particular, the Indonesian military (TNI) and its then commander, General Wiranto.

The study traces the evolution of East Timor's independence and examines the factors behind the many human rights abuses in the territory. Can the TNI and Wiranto be blamed for the violence that transpired in East Timor? Why is the West, especially Australia, so keen on blaming the TNI and Wiranto on what transpired in East Timor? Was the West in any way responsible for the actual violence that broke out in East Timor? Does Australia's East Timor policy since independence explain why it was keen on exaggerating what happened in the territory and allaying blame on the TNI? What was Australia's role in the violence that broke out in East Timor? In hindsight, with so much evidence coming out of East Timor pertaining to the UNAMET and Australia's role, what verdict can be made on Wiranto's culpability as far as human rights violations are concerned? It is hoped that this study will contribute in shedding new light on this matter, especially as far as Wiranto and the independence of East Timor is concerned. 


Minggu, 10 Mei 2026

20 Tahun Timor Timur Membangun

Judul

:

20 Tahun Timor Timur Membangun

penyunting

:

Drs. Radjakarina Brahmana & Drs. Ulu Emanuel, M.Ed

Penerbit

:

Korps Pegawai Republik Indonesia Propinsi Timor Timur

Bahasa

:

Indonesia & Inggris

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 250.000         

Status

:

Ada

 

Memasuki 20 tahun Timor Timur bergabung dalam Negara Kesatuan republik Indonesia, kegiatan pembangunan telah banyak memberikan dampak bagi perbaikan dan peningkatan kehidupan masyarakat meskipun disadari masih adanya kekurangan yang perlu diperbaiki di masa mendatang. Buku ini kami nilai sangat penting untuk diterbitkan karena sebagai suatu rekaman hasil pembangunan yang dimulai dari tahap awal integrasi tahun 1976 sampai dengan tahap Repelita VI tahun ke-3.

Buku 20 TAHUN TIMOR TIMUR MEMBANGUN memiliki suatu khazanah guna membrikan gambaran komprehensif mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu dua dasawarsa ini. Selama ini terasa ada kecendrungan bahwa dalam menilai pembangunan, kita lebih tertarik untuk membuat perbandingan dengan keadaan sekeliling, bukan dengan kondisi awal pada saat pembangunan dimulai. Akibatnya kita sering lupa bersyur terhadap berbagai kemajuan yang telah kita capai, sebaliknya lebih terpengaruh oleh tuntutan atau keluhan yang disebabkan oleh berbagai keinginan yang belum terwujud. Atas dasar pertimbangan tersebut, kami berharap buku ini setidaknya akan mampu membrikan gambaran tentang berbagai kemajuan yang telah dicapai. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif.


Timor Attack

Judul

:

Timor Attack

Penulis

:

Arthur Steele

Penerbit

:

Digit Books

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1964

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong

 

Timor

March, 1942. The Japanese have succesfully involved the East Indies.. They are concentrating on Timor Island in preparation for the invasion of the mainland of Asustralia….

Attack

A special airbone force is detailed to make a guerilla attack and drive them out…

This book is the story of that operation.


Timor Target

Judul

:

Timor Target

Penulis

:

Graeme Cronin

Penerbit

:

Horwitz Publications

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1962

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong


The Australian commandos refused to surrender.

Organised into guerilla forces they harried the Japanese on Timor, repeatedly destroying valueable installations and quickly disappearing into the jungle.

Stung by the repeated assault and their inability to catch the Australians, the Japanese called for Miski Yohomaki. The Hong Kong Tiger, ruthless commander of the tough Imperial Marine Regiment, swore to wipe out the commandos. 


Minggu, 11 Januari 2026

Profil Propinsi Republik Indonesiaꓽ Nusa Tenggara Barat

Judul

:

Profil Propinsi Republik Indonesia Nusa Tenggara Barat

Penulis

:

Suwidi Tono, dkk

Penerbit

:

Yayasan Bhakti Wawasan Nusantara, Majalah Telstra & PT. Intermasa

Tahun Cetak

:

1992

Halaman

:

392

ISBN

:

979-8399-00-5

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Selaku lembaga yang berwenang serta bertanggung jawab dalam pembinaan pemerintahan di daerah dan dalam pembinaan kehidupan politik dalam negeri, Departemen Dalam Negeri menyambut gembira penerbitan Buku Profil Propinsi Republik indonesia ini. Karena dengan terbitnya buku ini, kita bukan saja akan dapat mengetahui tingkat kemajuan daerah atau propinsi-propinsi yang ada, akan tetapi juga memungkinkan warga masyarakat dari daerah yang satu dapat memahami daerah atau propinsi yang lain. Baik mengenal latar belakang sejarahnya, karakter dari penduduknya, nilai-nilai budaya masyarakatnya, potensi alam yang dimilikinya, ataupun mengenai kemajuan pembangunan yang telah dicapainya. Sehingga buku ini cukup memadai untuk jadi penunjang upaya memasyarakatkan doktrin nasional Wawasan Nusantara.

Kecuali itu, oleh karena penulisan buku ini menggunakan pendekatan Ketahanan Nasional, maka di samping dapat memberikan gambaran secara komprehensif integral mengenai tingkat kemajuan pembangunan di masing-masing propinsi , juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat Ketahanan Nasional berdasarkan dimensi daerah. Oleh karena itu kami melihat, buku ini bukan saja perlu jadi bahan bacaan para pejabat pemerintahan di pusat ataupun daerah, akan tetapi juga patut dimiliki olehberbagai kalangan masyarakat dalam rangka lebih mengenal Indonesia lebih dekat. Paling tidak buku ini hendaknya dapat ditemui di perpustakaan-perpusatakaan umum, agar lebih memungkinkan sebanyak mungkin warga masyarakat, lebih-lebih generasi mudanya, dapat membacanya. 


Profil Propinsi Republik Indonesiaꓽ Bali

Judul

:

Profil Propinsi Republik Indonesia Bali

Penulis

:

Suwidi Tono, dkk

Penerbit

:

Yayasan Bhakti Wawasan Nusantara, Majalah Telstra & PT. Intermasa

Tahun Cetak

:

1992

Halaman

:

424

ISBN

:

979-8399-00-5

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Selaku lembaga yang berwenang serta bertanggung jawab dalam pembinaan pemerintahan di daerah dan dalam pembinaan kehidupan politik dalam negeri, Departemen Dalam Negeri menyambut gembira penerbitan Buku Profil Propinsi Republik indonesia ini. Karena dengan terbitnya buku ini, kita bukan saja akan dapat mengetahui tingkat kemajuan daerah atau propinsi-propinsi yang ada, akan tetapi juga memungkinkan warga masyarakat dari daerah yang satu dapat memahami daerah atau propinsi yang lain. Baik mengenal latar belakang sejarahnya, karakter dari penduduknya, nilai-nilai budaya masyarakatnya, potensi alam yang dimilikinya, ataupun mengenai kemajuan pembangunan yang telah dicapainya. Sehingga buku ini cukup memadai untuk jadi penunjang upaya memasyarakatkan doktrin nasional Wawasan Nusantara.

Kecuali itu, oleh karena penulisan buku ini menggunakan pendekatan Ketahanan Nasional, maka di samping dapat memberikan gambaran secara komprehensif integral mengenai tingkat kemajuan pembangunan di masing-masing propinsi , juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat Ketahanan Nasional berdasarkan dimensi daerah. Oleh karena itu kami melihat, buku ini bukan saja perlu jadi bahan bacaan para pejabat pemerintahan di pusat ataupun daerah, akan tetapi juga patut dimiliki olehberbagai kalangan masyarakat dalam rangka lebih mengenal Indonesia lebih dekat. Paling tidak buku ini hendaknya dapat ditemui di perpustakaan-perpusatakaan umum, agar lebih memungkinkan sebanyak mungkin warga masyarakat, lebih-lebih generasi mudanya, dapat membacanya. 


Minggu, 14 Desember 2025

Het Amanoebangsche Rijk op Timor 1849

Judul

:

Het Amanoebangsche Rijk op Timor 1849

Penulis

:

D.J. Van Den Dungen Gronovius

Penyunting

:

Pina Ope Nope

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

12

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 45.000

Status

:

Ada


“Penduduk di sini memiliki sedikit sekali kebutuhannya. Akibatnya hampir tidak terdapat usaha untuk berkembang dan maju. Untuk urusan makan minum dan kebutuhan sehari-hari penduduk sendiri mengaturnya, yakni membuka kebun di sekitar tempat tinggal, di mana tanah dikerjakan selama 8 tahun. Setelah itu mereka berganti tanah secara beramai-ramai dan membuka lagi kebun yang baru. Di kebun mereka menanam pisang, tebu, ubi, pampung (labu), jagung, kapas secara berselang-seling namun ditanam pada waktu yang sama. Pekerjaan merawat kebun menjadi urusan perempuan. Kesibukan sehari-harinya adalah pergi melihat kebunnya dan kembali ke rumah dengan membawa hasil kebun. Semua tanaman tumbuh dengan baik. Berulang kai saya terheran-heran melihat jagung yang tumbuh subur dan hitungan yang saya buat jumlah tanaman jagung dalam satu bilah bisa mencapai 680-704 butir.” 


Jumat, 28 November 2025

Bapa Kami

Judul

:

Bapa Kami, Himpunan Doa-Doa Terpilih untuk Keperluan Ibadat Bersama

Penulis

:

-

Penerbit

:

Penerbit Nusa Indah

Tahun Cetak

:

1979

Halaman

:

487

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Ada

 

Buku sembahyang Bapa Kami ini merupakan terjemahan sebuah buku dalam bahasa Belanda Gebedenboek yang diterbitkan oleh Nederlandse Provicie SVD. Akan tetapi supaya pemakaian buku sembahyang tidak nanti sangat terbatas adanya, maka sengaja ditambahkan sejumlah doa-doa yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, khususnya di dalam lingkungan kelauarga. Doa-doa tersebut jami petik dari beberapa sumber antara lain: ‘Bid om Vrede’ dari Huub Oosterhuis (Ambo-Utrect),’Thuis Bidden’ dari Drs. C. Janssens dkk. (G. Mosmans Zoon) dan ‘Kirchengesangbuch’ (Buku nyayian dan doa katolik Swiss), ‘Jugend vor Gott’ dari Pereira S.J. (Butzon & Bercker Kevelaer).


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...