Tampilkan postingan dengan label Buku Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Pangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2026

Babinomics Ekonomi Sosial Berbasis Babi, Narasi Minor dari NTT untuk Indonesia

Judul

:

Babinomics Ekonomi Sosial Berbasis Babi, Narasi Minor dari NTT untuk Indonesia

Penulis

:

Ermalindus Albinus Sonbay

Penerbit

:

Circa

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

166

ISBN

:

978-623-8437-00-9

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada

 

Buku ini memotret sisi lain NTT yang tidak banyak diangkat oleh kajian-kajian ilmiah maupun media-media mainstream. Uniknya penulis tanpa tanggung-tanggung mempersonifikasi diri sebagai 'babi, hewan yang dianggap mewakili masyarakat NTT, karena selalu hadir dalam setiap acara penting. Babi juga otomatis bisa menggerakkan ekonomi warga. Karena itu, bagi yang ingin lebih memahami masyarakat NTT, buku bagus ini wajib untuk dibaca. AAGN Ari Dwipayana (Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, KSP)

Buku yang disusun Bung Ermalindus ini merupakan refleksi masyarakat Timor dan NTT secara umum. Tidak mudah membuat refleksi yang objektif dan utuh, karena membutuhkan cermin yang jernih. Analogi yang diulas dalam buku ini setidaknya menjadi cermin tersebut dan perlu disikapi secara bijak oleh semua pihak. Ini menjadi catatan menarik untuk memacu NTT agar lebih berdaya dan masyarakatnya bisa semakin sejahtera. Beberapa bagian dalam buku ini perlu dimaknai dengan bijaksana. Pelbagai ketidakberdayaan NTT yang dibahas juga merupakan bagian dari "kemarahan" untuk bangkit lebih baik. Heri Soba (Wartawan Senior, pegiat KatongNTT.com, pengurus DPP Himpunan Alumni IPB, Sekjen Forkoma PMKRI)

Selamat untuk diterbitkannya buku ini. Ulasan kritis khas penulis hendaknya dipikirkan juga sebagai rasa cintanya yang besar kepada NTT. Buku ini layak dibaca oleh semua yang sementara memikirkan dan bertindak membentuk NTT yang lebih baik. Daniel Yusmic (Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia)

Melalui buku ini, Ermalindus Sonbay menghentak kesadaran kita tentang bencana kemanusiaan, tepatnya bencana akal yang semakin tidak kita sadari. Sonbay menggunakan negerinya sendiri "Negeri Timor" untuk meyakinkan kita. Beliau menghentakkan kita dengan cara yang sangat menyentuh cita budaya: Memparodikan dirinya sebagai seekor babi kurus yang hidup dan menghidupi Timor, NTT. Ada semacam rute budaya yang bisa/perlu dirajut, rute yang tidak terjebak dalam birokratisme dan teknokratisme yang menjangkiti nalar kita. Rute itu adalah rute aktualisasi kemanusiaan. Purwo Santoso (Guru Besar Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik, UGM Yogyakarta) 


Kamis, 03 Juli 2025

Budidaya Ternak Babi di Manggarai

Judul

:

Budidaya Ternak Babi di Manggarai

Penulis

:

Inosensius Sutam, dkk

Penerbit

:

CV Mega Press Nusantara

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

333

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 99.000

Status

:

Kosong

 

Beternak babi yang dilakukan oleh masyarakat di Manggarai sudah dilakoni sejak lama dan diwariskan secara turun temurun. Beternak babi di Manggarai sangat menjanjikan karena ternak babi memiliki arti penting dalam adat masyarakat Manggarai. Ternak babi diperlukan dalam berbagai upacara adat, mulai dari upacara kelahiran hingga upacara kematian sehingga berdampak pada kebutuhan akan ternak babi sangat tinggi. Kebutuhan yang tinggi tidak diimbangi dengan penyediaan ternak babi di lapangan. Hal ini terjadi karena masyarakat Manggarai memelihara ternak babi hanya sebagai pekerjaan sampingan dengan sistem pemeliharaan secara tradisional. Persiapan budidaya ternak babi belum sepenuhnya dipahami oleh peternak. Oleh karena itu, buku ini menjelaskan tentang budidaya ternak babi yang baik mulai dari persiapan budidaya, proses budidaya, pakan, recording, kesehatan, analisis usaha, hingga hasil olahan ternak babi.


Rabu, 04 Desember 2024

Menggali Potensi Padi Gogo Lokal : Varietas Padi Oryza sativa L. di Kupang

Judul

:

Menggali Potensi Padi Gogo Lokal, Varietes padi Oryza L. di Kupang

Penulis

:

Dicky Frengky Hanas, S.Si., M.Si.

Penerbit

:

CV. Bintang Semesta Media

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

107

ISBN

:

978-623-129-056-4

Harga

:

Rp. 68.000

Status

:

Kosong

 

Varietas padi lokal merupakan padi yang telah dibudidayakan secara turun-temurun oleh sekelompok masyarakat tertentu. Keberadaan padi lokal saat ini mulai sulit ditemui. Sebagian besar area persawahan sekarang ini didominasi oleh padi varietas unggul. Semakin berkurangnya lahan pertanaman untuk padi lokal dapat berakibat pada hilangnya varietas lokal sebelum dapat dilestarikan dan dimanfaatkan. Sifat-sifat baik merupakan keunggulan padi lokal, yakni rasa dan aroma yang khas, toleran terhadap cekaman kekeringan, ataupun ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu.

Buku berjudul “Menggali Potensi Padi Gogo Lokal: Varietas Padi Oryza sativa L.di Kupang” menjadi jawaban dalam upaya pelestarian padi lokal. Padi gogo lokal ini merupakan padi yang telah dikonsumsi serta digunakan turun-temurun dan oleh masyarakat sekitar. Jenis padi tersebut telah dianggap sebagai bagian dari warisan leluhur mereka. Keberadaan setiap jenis padi lokal di daerah ini tersebar pada beberapa petani. Setiap petani menanam dua sampai tiga jenis sesuai dengan kesukaan mereka dan ketersediaan lahan.

Buku ini menguraikan realitas dalam upaya pelestarian padi gogo lokal. Pembaca akan dapat uraian tentang padi lokal sebagai sumber keragaman dan karakterisasi untuk mengetahui karakter dari setiap padi lokal.

Selasa, 19 November 2024

Bergizi dari Bumi Kami: Sebuah Upaya dari Unsur Akademisi dalam Pencegahan Stunting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Bergizi dari Bumi Kami: Sebuah Upaya dari Unsur Akademisi dalam Pencegahan Stunting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Pijar Suciati, S.Sos., M.Si., dkk

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

66

ISBN

:

978-623-02-6317-0

Harga

:

Rp. 67. 000

Status

:

Kosong

 

Buku Bergizi dari Bumi Kami Sebuah Upaya dari Unsur Akademisi dalam Pencegahan Stunting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Masalah stunting telah menjadi prioritas utama di Labuan Bajo. Pihak pemerintah, LSM dalam dan luar negeri, dan pihak perguruan tinggi pun telah banyak melakukan program yang berkaitan dengan perbaikan gizi buruk dan stunting di Labuan Bajo. Melalui buku BERGIZI DARI BUMI KAMI Sebuah Upaya dari Unsur Akademisi dalam Pencegahan Stunting di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur ini para pengabdi membagi ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca, tidak hanya untuk masyarakat Labuan Bajo, namun seluruh pembacanya. Salah satu cara untuk perbaikan gizi adalah memberikan makanan dengan gizi yang baik untuk anak adalah dengan memasak makanan rumahan, karena masakan rumahan sudah tidak diragukan lagi memiliki kandungan gizi yang berdampak baik bagi kesehatan, karena makanan rumahan dikelola dengan baik dan bersih. Buki ini mengupas tentang berbagai resep makanan bergizi dengan menggunakan bahan makanan yang mudah diperoleh di daerah Labuan Bajo dan cara memasak yang mudah yang dapat digunakan oleh masyarakat Labuan Bajo untuk memperbaiki gizi buruh dan stunting di daerah Labuan Bajo. Dalam buku ini juga dapat ditemukan berbagai resep makanan rumahan yang mudah untuk diikuti. Dengan hadirnya buku ini, kami berharap akan membantu dan mendorong semangat masyarakat untuk bergerak menurunkan angka stunting di Indonesia. Selamat membaca! Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya:

  • Peran Protein, Kalsium, dan Zat Besi sebagai Zat Gizi penting bagi Pertumbuhan Anak
  • Pemasaran Sosial Sebagai Sarana Edukasi Perubahan Perilaku
  • Kolaborasi Industri Kreatif: Pemanfaatan Konten Audio Visual dan Role Model untuk Mengubah Perilaku masyarakat dan Mencegah Stunting
  • Strategi Public Relations: Kreasi Infografis Edukasi Cetak dan Digital, Panduan Bagi Perubahan Perilaku Masyarakat untuk Pencegahan Stunting
  • Komunikasi Persuasi KADER Posyandu: Ujung Tombak Pencegahan Stunting
  • Keindahan Alam, Kenyamanan dan Kontribusinya pada Kesehatan 


Rabu, 04 September 2024

Sapi Bali di Pulau Timor

Judul

:

Sapi Bali di Pulau Timor

Penulis

:

Stefanus Sio

Penerbit

:

PT. Pusat Literasi Dunia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

94

ISBN

:

978-623-09-3891-7

Harga

:

Rp. 95.000

Status

:

Kosong

 

Sapi bali merupakan salah satu sumber daya genetik asli Indonesia, perlu dilestarikan dan dibudidayakan secara optimal karena pada plasma nutfah Indonesia ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah (PAD) dan penyediaan daging di tanah air.

Selain itu juga sapi bali memiliki keunggulan- keunggulan dibanding dengan ternak lokal lainnya yang dikembangkan di tanah air. Keunggulan-keunggulan sapi bali yang dimaksud antara lain: mampu beradaptasi baik terhadap lingkungan (pakan), memiliki prosentase karkas tinggi (56,9%), angka fertilitas tinggi yaitu 83%, bobot lahir anak lebih tinggi.

Selasa, 18 Juni 2024

Sorgum: Benih Leluhur Untuk Masa Depan

Judul

:

Sorgum: Benih Leluhur Untuk Masa Depan

Penulis

:

Ahmad Arif

Penerbit

:

Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

164

ISBN

:

978-602-481-3-703

Harga

:

Rp.85.000

Status

:

Ada

 

SORGUM memiliki jejak kultural dan sejarah panjang, tetapi belakangan keberadaannya makin terpinggirkan Di banyak desa di Flores, misalnya, tanaman ini hanya menjadi kisah lama, padahal kebutuhan pangan di masa depan akan makin membengkak seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat, sementara lahan pertanian cenderung menyusut.

Tantangan semakin berat karena terjadinya perubahan iklim. Dibutuhkan tanaman yang mampu beradaptasi dengan beragam kondisi iklim dan lingkungan dengan baik. Sorgum bisa menjadi salah satu jawabannya.

Pengabaian ragam pangan lokal telah mengarahkan Indonesia ke dalam ancaman krisis. Selain kebergantungan pada Impor gandum dan beras, beberapa daerah juga teridentifikasi rentan pangan. Kasus gizi buruk dan bencana kesehatan di Asmat, Papua, yang menewaskan 71 anak pada awal 2018 jadi alarm adanya masalah pangan ini.


Buku ini menyajikan selayang pandang mengenai awal mula masuknya sorgum ke Nusantara. arti pentingnya, dan tantangan yang dihadapi.


Selasa, 09 Januari 2024

Mengenal Bioekologi Locusta Migratoria Manilensis Belalang Kembara dan Pengendaliannya Minor dan Serious Pest Species, The Temporary Devastator Species

Judul

:

Mengenal Bioekologi Locusta Migratoria Manilensis Belalang Kembara dan Pengendaliannya Minor dan Serious Pest Species, The Temporary Devastator Species

Penulis

:

Paulus Taek

Penerbit

:

CV. Literasi Nusantara Abadi

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

220

ISBN

:

978-623-495-094-6

Harga

:

Rp. 97.000

Status

:

Kosong


Hasil karya dalam bentuk buku ini merupakan buku rujukan bagi semua kalangan yang konsen dengan serangga khususnya yang terkategorikan sebagai pest baik itu minor species pest, possibly beneficial dan beneficial pest species, innocous pest species maupun serious pest species. Serangga yang dimaksudkan dalam karya ini adalah grasshopper yang tercakup di dalam Arthropoda yang bisa mengalami transformasi menjadi Locusta antara lain Locusta migratoria manilensis, Meyen Linnaeus yang terkategorikan sebagai serious pest species yang sudah pernah menimbulkan kerugian banyak bagi masyarakat dan Pemerintah  Daerah Sumba dan bahkan Pemerintah Pusat semenjak tahun 1999-2006 dan 2019-September 2022 pun masih tetap menjadi hama devastator yang menyedot begitu banyak perhatian dari masyarakat dan Pemerintah baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dan bahkan badan Dunia, FAO. Karya ini selain memuat informasi tentang grasshopper dan lokusta juga memuat gambaran tentang 4 pikiran yang mesti diketahui yakni: (1) strategi pengendalian hama lokusta secara natural oleh regulator alamiah (misalnya predtor, parasitoid), (2) alasan-alasan teoritik hipotetik tentang ketidakmampuan regulator alamiah menjalankan fungsinya di alam bebas, (3) strategi pengendalian secara teoritis yang biasanya dan yang mestinya diaplikasikan namun tidak bisa diterapkan karena berbagai konsiderans, dan (4) strategi pengendalian alternatif yang juga dilaksanakan entah itu sebagai short-term strategy (strategi jangka pendek), middle-term strategy (strategi jangka menengah) ataupun long-term strategy (strategi jangka panjang). 


Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara

Judul

:

Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara

Penulis

:

Dr. Nikolas Nik, S.P., M.Si.

Penerbit

:

Bintang Pustaka Madani

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

155

ISBN

:

978-623-6372-17-3

Harga

:

Rp. 112.000

Status

:

Kosong

 

Belalang kembara merupakan salah satu hama yang sangat mengancam dan merusak tanaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hama  ini menyebar di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu yang berada di Pulau Timor, serta Sumba Timur di Pulau Sumba. Kedua pulau ini jaraknya sangat jauh, terpisah sekitar 877,6 km oleh laut serta memiliki topografi yang berbeda-beda. Spesies polifag ini (Hill, 2008; Chapman et al., 201 5) merupakan hama yang merusak sejumlah tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Belalang kembara yang ada di Kabupaten TTU, Belu, dan Sumba Timur pada umumnya merusak tanaman jagung dan padi dalam skala yang besar sehingga menimbulkan kerugian ekonomis yang sangat tinggi. Demikian pula, Brader et al., (2006) menyatakan bahwa belalang kembara Schistocerca gregaria berpotensi menjadi hama serangga paling merusak di dunia pada tahun 2003—2004, yang menyebabkan kerugian panen sebesar 80—1 00% dan basil pertanian. Menurut laporan dan Provinsi NTT, ledakan belalang kembara terjadi pada tahun 2007 dan awal 2008, yang menyebabkan hilangnya bahan makanan, khususnya jagung dan padi, serta beberapa jenis tanaman lainnya.

 

Senin, 31 Agustus 2020

Ladang Jagung di Lahan Kering: Peradaban Agraris di Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Ladang Jagung di Lahan Kering: Peradaban Agraris di Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Kasijanto & Vera Budi Lestari Sihotang
Penerbit
:
Direktorat Sejarah - Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
120
ISBN
:
978-602-1289-99-0
Sumber
:
Download
:

Membicarakan peradaban agraris di wilayah Indonesia cakupannya cukup beragam. Peradaban agraris secara historis dapat dirunut dari munculnya kerajaan-kerajaan besar yang awalnya bertumpu pada perdagangan hasil bumi, mulai dari rempah-rempah seperti cengkeh, pala, lada, hingga tanaman pangan beras dan kemungkinan juga sagu yang menjadi makanan pokok hampir sebagaian besar suku-suku bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya setelah suku-suku bangsa di kepulauan Indonesia bersentuhan dengan Bangsa Eropa perkembangan agraris juga mengalami perkembangan pesat, baik pengenalan varietas tanaman pangan, obat-obatan, maupun holtikultura lainnya yang didatangkan dari daratan dan benua lainnya oleh Bangsa Eropa. Seperti halnya tanaman pangan yang dibawa dari daratan Afrika dan Amerika Latin. Salah satunya tanaman jagung yang dibawa bangsa Eropa dan diperkenalkan di kepulauan Nusantara, seperti di Pulau Timor.

Buku ini memberi gambaran bagaimana sejarah tanaman jagung di Kepulauan NTT pada perjalanannya menjadi bagian dari sejarah peradaban masyarakat NTT. Tanaman jagung yang kemudian dikenal masyarakat Nusa Tenggara Timur rupa-rupanya sangat cocok dengan kondisi geografis Pulau Timor. Buku ini diharapkan dapat menambah wawasan sejarah kewilayahan dari peradaban-peradaban agraris yang belum banyak dibahas sehingga dapat memperkaya khazanah pengetahuan sejarah tentang Indonesia.

Minggu, 19 Mei 2019

Makanan: Wujud, Variasi, dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Makanan: Wujud, Variasi, dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Daerah Nusa Tenggara Timur
Editor
:
Raf Darnys
Penerbit
:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
1991
Halaman
:
120
ISBN
:
-
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Perubahan-perubahan dalam cara dan proses pengolahan makanan dan minuman yang digalakkan oleh ibu-ibu PKK di Kabupaten Flores Timur banyak membawa pengaruh yang positif sehingga mulai banyak dikenal masyarakat pedesaan, namun dalam beberapa hal mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi atau yang ditemukan adalah bahwa pandangan masyarakat terhadap jenis-jenis makanan yang ada di daerah tersebut masih tetap dipegang teguh. Makanan pokok berupa jagung, padi serta sorgum dan jewawut dipertentang dengan makanan yang berasal dari buah-buahan dan umbi-umbian. Bagi mereka, buah-buahan dan umbi-umbian adalah makanan hewan yang merendahkan derajat jika dikonsumsi sebagai makanan pokok. Demikian pula lauk-pauk dan sayur-mayur adalah lauk pengganti ikan dan daging dalam musim barat. Dengan kebiasaan mereka seperti ini, maka usaha memenuhi menu makanan empat sehat lima sempurna agaknya belum dilaksanakan oleh masyarakat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...