Tampilkan postingan dengan label Buku Kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kupang. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Orang Topas: Identitas dan Kemelut Politik di kawasan Laut Sawu Abad 17-19

Judul

:

Orang Topas: Identitas dan Kemelut Politik di kawasan Laut Sawu Abad 17-19

Penulis

:

Muhammad ‘Afwan Mufti, Daya Negri Wijaya, & Hariyono

Penerbit

:

Indis

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

146

ISBN

:

978-634-7365-25-5

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Kajian sejarah Indonesia sejauh ini hanya memberikan perhatian terbatas pada hibriditas etnis. Padahal, perkawinan campur dan perpaduan budaya telah memainkan peran penting dalam sejarah kolonialisme. Oleh karena itu, para penulis dalam buku ini mengangkat isu penting yang menunjukkan bagaimana kelompok hibrida tidak hanya memposisikan diri sebagai agen ekonomi, tetapi juga menentang klaim hegemoni Eropa. - Prof. Hans Hägerdal (Linnaeus University)

Sulit dibayangkan tanpa kehadiran dan peran orang Topas dalam proses terbentuknya jaringan maritim di Indonesia Timur, khususnya di kawasan Laut Sawu, abad ke-17 sampai ke-19. Di sinilah penting dan menariknya buku ini sebagai literasi untuk memahami sejarah Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. - Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Guru Besar Purnabakti FIB-UI) 

Narasi sejarah harus terus dicerita dan dibingkaikan secara ilmiah. Sejarah Orang Topas bukan saja membawa kita kepada lembaran masa penjajahan dan perdagangan maritim yang makmur, tetapi juga pertembungan budaya, bahasa dan agama, sehingga menjadikan wilayah Nusantara kita beragam dan rencam. Buku ini adalah sumbangan berguna untuk kita mendalami sejarah komunitas yang mana kesaksian sejarah mereka mewarna dan memaknakan cakrawala sejarah bangsa kita. - Dr. Azhar Ibrahim Alwee (National University of Singapore)

Buku ini adalah satu analisis penting yang secara komprehensif telah menstrukturkan semula perananan Orang Topas sebagai pemain penting dalam dinamik geopolitik Laut Sawu abad ke-17 hingga ke-19. Secara jelas, ianya melawan naratif berbaur Eurosentrik, yang mana penulis telah menyelusuri pembentukan identiti hibrid dan agensi politik masyarakat peranakan ini dalam menavigasi persaingan antara VOC dan Portugis. Karya ini memberikan sumbangan penting terhadap historiografi Nusantara Timur, khususnya mengenai keterlibatan strategik mereka dalam kawalan ekonomi perdagangan serantau dan birokrasi tempatan yang rumit. - Dr. Ahmad Jelani Halimi (Pengerusi Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Perak (PSMCPk), Ipoh, Perak) 

Karya ini merupakan kontribusi penting dalam historiografi Indonesia Timur dengan menempatkan Orang Topas sebagai pelaku sejarah yang dinamis. Melalui analisis yang tajam dan berbasis sumber yang kuat, buku ini berhasil mengungkap kompleksitas jaringan perdagangan, identitas hibrida, serta strategi adaptif dalam menghadapi perubahan geopolitik kawasan Laut Sawu abad ke-17 hingga 19. - Prof. Cahyo Pamungkas, Ph.D (Profesor Riset BRIN) 


Minggu, 02 Agustus 2026

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Judul

:

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Penulis

:

Piers Andreas Noak

Penerbit

:

Pustaka Egaliter

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

424

ISBN

:

978-623-185-088-1

Harga

:

Rp. 150.000

Status

:

Kosong

 

Perkembangan politik lokal yang menonjol di Kupang belakangan ini menunjukkan adanya persaingan antara elite politik dan elite birokrasi dengan menggunakan identitas etnik dan agama sebagai instrumen untuk mencapai kekuasaan.

Peran etnik dan agama sebagai instrumen penting dalam memengaruhi keputusan elite untuk masuk ke dalam lingkar kekuasaan birokrasi tidak terlepas dari dominasi kelompok elite tertentu. Kebijakan-kebijakan yang diwariskan dari sejarah kolonialisme memperkuat pengaruh kelompok elite tersebut dan menyebabkan kelompok-kelompok etnik dan agama tertentu merasa masih harus berperan besar dalam birokrasi kekuasaan.

Pertautan antara aspek-aspek primordialitas dan politik masih sangat kuat di Kupang, NTT. Terutama dalam konteks pemilihan kepemimpinan, hubungan antara aspirasi politik, birokrasi, agama, dan suku tetap bergantung pada komposisi sosial-agama yang berlaku di masing-masing wilayah.

Kontribusi penting dari buku ini adalah identitas etnik dan agama digunakan sebagai instrumen meraih kekuasaan politik dan birokrasi telah menjadikan sebagaian etnik berada dalam posisi dominan, oleh karena itu pergeseran dominasi telah membentuk loyalitas baru di kalangan masyarakat multi etnik dan agama di Kupang,  bahwa persaingan serta semua upaya dukungan masyarakat telah menjadikan mereka menjatuhkan pilihan politik atas dasar kepentingan semua etnik dan agama serta pola kekeluargaan. Merujuk beberapa penelitian sebelumnya seperti  Bahar (1997) telah menemukan hubungan elite dengan etnisitas, dimana elite tidak mampu memperoleh loyalitas dari etnik,  Bahar berusaha menganalisa dan menginterprestasi  faktor yang melatarbelakangi pemberontakan etnik Minangkabau di daerah Sumatera Barat pada 1958-1961 selama masa jabatan Soekarno, para elite mengalami kemunduran karena tidak didukung oleh loyalitas etnik.  Liliweri (1995) telah meneliti prasangka  sosial dan efektivitas komunikasi antar etnik  di Kupang, pengelompokan dari berbagai suku-suku di Kupang, dan dikelompokkan dalam lima kelompok besar dari kurang lebih 13 suku di NTT, Yakni, Timor, Rote, Sabu, Flores dan Sumba. Komunikasi antar etnik menunjukkan  suatu gejala tersumbatnya komunikasi antar etnik dan terbentuknya pengelompokan berdasarkan etnik pada birokrasi di Kupang  menjadikan kinerja birokrasi terganggu, semuanya diukur dengan streotipe dan jarak sosial antar etnik.


Senin, 20 Juli 2026

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago..


Judul

:

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago.. (Alor, Bidadari, Bunaken, Flores, Komodo, Kupang, Labuan Bajo, Manado, Maumere, Menjangan, Nusa Penida, Pulau Weh & Tulamben)

Penulis

:

Manarep Pasaribu

Fotografi

:

Muljadi Pinneng Sulungbudi

Penerbit

:

CV. Phototrend

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

117

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 125.000     

Status

:

Ada

 

Masih segar di ingatan kami ketika sore itu Pak Manerep mengajak kami bertemu di ruang kantornya yang sederhana namun nyaman. Seperti biasanya, selepas jam kantor pun Beliau masih saja menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantornya. Heran bercampur kagum dan gembira ketika kami mendengar Beliau menyatakan ingin belajar menyelam. Dalam umur Beliau yang sudah tidak muda lagi, mau memulai suatu kegiatan adventure seperti ini tidak biasanya dilakukan orang.

Ada satu "rahasia" yang selama ini kami berdua simpan ketika memulai "perjalanan" kita bersama-sama dalam kegiatan menyelam (diving) ini. Kami mengira Pak Manerep hanya ingin mencoba dan tidak akan terlalu serius melakukan kegiatan diving ini. Ternyata kami salah besar. Sejak pertama kali Beliau melakukan pelajaran menyelam PADI Open Water, antusiasme Beliau selalu tampak. Hingga kini sudah lebih dari 100 penyelaman kami lakukan bersama-sama Pak Manerep, tidak pernah sekalipun kami melihat semangat Beliau absen dari dirinya.

Sebagai bagian dari perintis penyelam di Kupang, bahkan propinsi Nusa Tenggara Timur, Pak Manerep memulai "perjalanannya" bersama Madjid Nampira dan kami. Ketika Pak Manerep melihat bahwa olah raga ini dapat menjadi sarana belajar dan filosofinya dapat diterapkan di ruang lingkup manajemen kerja, banyak rekanan kerja Beliau yang diajak ikut belajar menyelam. Hingga kini sudah lebih dari 40 "anak binaan" Beliau yang belajar dan melakukan penyelaman.

Mulai dari Kupang hingga ketika Beliau melanjutkan tugas di Medan, Pak Manerep selalu konsisten mengajak semua orang yang Beliau temui untuk menyelam dan menceritakan betapa indahnya laut di Komodo, Kupang, Maumere, Bali,Pulau Weh dan lokasi favorit Beliau: Alor. Sejarah sudah selayaknya mencatat bahwa Beliau menanamkan satu tonggak penting dalam perkembangan dunia wisata bahari di NTT. Di hari-hari akhir Beliau menjalankan tugas di PLN, Pak Menerep membuat buku ini. Sebuah buku yang sederhana tapi mengandung makna yang mendalam yang menggambarkan sebagian kecil dari perjalanan seorang Manerep Pasaribu. Perjalanan yang penuh warna, kekuatan, keindahan, semangat dan tantangan.

Kami yakin, memang Pak Manerep akan mengakhiri masa tugas kerja Beliau namun ini adalah merupakan baru dalam perjalanan Beliau sebagai seorang Advanced Diver.

 Your dive buddies,

Muljadi & Donovan 

Jumat, 29 Mei 2026

Perjuangan, Luka dan Harapan: Tuturan Korban dan Penyintas Perdagangan Manusia Asal NTT

Judul

:

Perjuangan, Luka dan Harapan: Tuturan Korban dan Penyintas Perdagangan Manusia Asal NTT

Editor

:

Martha Bire

Penerbit

:

Asia Justice and Rights (AJAR) & Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT)

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

57

ISBN

:

-

Harga

:

NFS         

Status

:

Kosong

 

Perdagangan orang Nusa Tenggara Timur (NTT) bermodus migrasi tenaga kerja merupakan permasalahaan yang sangat serius. Pada tahun 2015, Menteri Tenaga Kerja menetapkan NTT sebagai Provinsi Darurat Perdagangan Orang berdasarkan data dari Bareskrim Polri. Sementara NTT berada pada urutan ke-9 pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, namun menempati urutan pertama dalam kasus perdagangan orang. Data Bareskrim ini didukung juga dengan data Komisi V DPRD NTT 2015 bahwa dari total angkatan kerja NTT (2.175.171) diperkirakan 200.115 (9,2%) diantaranya bekerja di luar daerah dan luar negeri. Diperkirakan sebanyak 50.000 pekerja terjebak dalam kasus perdagangan orang dan 80% korban adalah perempuan dan anak.

Korban perdagangan orang dan perbudakan modern mengalami berbagai bentuk kekerasan  bahkan sampai pada kematian. Berdasarkan data kompilasi Aliansi Perdagangan Orang pada tahun 2016-2017 serta data kompilasi JPIT pada tahun 2018-Maret 2020 bahwa selama 4,5 tahun ini, 373 PMI meninggal dunia di negara penempatan dan di Indonesia. Penyebab kematian PMI pada umumnya adalah karena menderita berbagai jenis penyakit kronis, bunuh diri, tenggelam di sungai, di terkam buaya, kecelakaan kerja, dan tidak sedikit juga yang tidak diketahui sebab kematiannya. 


Sabtu, 14 Februari 2026

Teluk Kupang Inspirasi Tata Kelola Kolaboratif Pariwisata

Judul

:

Teluk Kupang Inspirasi Tata Kelola Kolaboratif Pariwisata

Penulis

:

Ida Ayu Lochana Dewi, Fredrik L. Benu, David B.W. Pandie & Laurensius P Sayrani

Penerbit

:

Detak Pustaka

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

239

ISBN

:

978-634-747-000-3

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Kosong


Teluk Kupang menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam, ia adalah saksi perjalanan kompleksitas tata kelola pariwisata. Buku Teluk Kupang: Inspirasi Tata Kelola Kolaboratif Pariwisata menggali bagaimana tantangan seperti birokrasi yang kaku, anggaran terfragmentasi, dan kapasitas sumber daya manusia yang terbatas diatasi melalui pendekatan kolaboratif.

Melalui dialog lintas sektor, desentralisasi kebijakan, dan pelatihan berbasis kearifan lokal, model tata kelola baru dirancang untuk menciptakan sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan pelaku swasta. Buku ini menghadirkan solusi inovatif sekaligus inspirasi bagi pembaca yang ingin memahami pentingnya kerja sama dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Ditulis secara naratif dengan wawasan mendalam, buku ini menjadi panduan praktis sekaligus refleksi atas potensi kolaborasi dalam mengatasi tantangan tata kelola di berbagai wilayah. Temukan bagaimana Teluk Kupang menjadi inspirasi untuk membangun masa depan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. 

Jumat, 02 Januari 2026

Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur


Judul

:

Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur

Penulis

:

Isman Pratama Nasution & Pratono

Penerbit

:

Direktorat Pelindungan Kebudayaan - Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

186

ISBN

:

978-979-8250-86-6

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Buku Suluh dalam Akulturasi Masjid Tua Indonesia Timur: Masjid Warisan Budaya di Indonesia Timur ini memvisualisasikan keelokan dan keunikan serta menarasikan masjid warisan budaya di wilayah Indonesia timur, antara lain Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Ornamen, ukiran di beberapa sudut, bentuk kubah, dan peninggalan masa lalu memiliki cerita tersendiri dari tiap-tiap masjid. Meskipun saat ini beberapa struktur dan arsitektur bangunan masjid telah banyak berubah, kisah panjang pada masa lalu yang terkandung di dalamnya merupakan sumber sejarah yang tak lekang oleh zaman.

Tidak saja difungsikan sebagai tempat beribadah, masjid juga merupakan jembatan yang memediasi masyarakat untuk berkumpul, bermusyawarah, dan melakukan acara adat. Pemanfaatan masjid sebagai sarana menyatukan umat menyiratkan bahwa adat istiadat dan keyakinan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat setempat.

 


Minggu, 14 Desember 2025

Mozaik Sejarah Pulau Timor dan Kota Kupang

Judul

:

Mozaik Sejarah Pulau Timor dan Kota Kupang

Penulis

:

Pina Ope Nope

Penerbit

:

Diandra Kreatif

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

146

ISBN

:

978-623-128-315-3

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Semangat sang penulis untuk memperkenalkan sejarah kecil, sejarah dari pinggiran, sangat jelas ditampilkan dalam tulisan-tulisan di buku ini. Dengan demikian, penulis buku ini berusaha untuk memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap anggaran umum maupun narasi besar sejarah yang ada selama ini. Semangat mengusung sejarah kecil seperti ini baik dalam upaya memperkenalkan peristiwa-peristiwa yang mungkin terlewatkan dari catatan sejarah formal yang selama ini kita baca, bahkan yang kita pelajari secara formal di bangku-bangku sekolah. Dalam konteks Nusa Tenggara Timur, partisipasi semacam ini penting dalam menggalakkan kecintaan para pembaca tehadap sejarah lokal mereka sendiri, agar tidak tercerabut dari akar budayanya. (Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt. - Gubernur Nusa Tenggara Timur)

Tidak semua buku sejarah disusun dengan semangat keterbukaan dan kejujuran sebagaimana buku ini yang hadir untuk memberi cara pandang baru dalam sejarah kita. Salah satu kelebihan lainnya adalah penulis menghadirkan sejarah yang hidup dan tidak membosankan serta menyentuh sisi kemanusiaan pembaca. Buku ini hadir sebagai penantang terhadap narasi tunggal yang telah lama mendominasi cara kita memandang masa lalu. Penulis mencoba membuka tabir sejarah yang terlupakan, tersembunyi, atau bahkan sengaja diabaikan.

Bagi para akademisi, buku ini memberikan banyak bahan kajian, data primer, dan analisa yang mendalam. Saya berharap lembaga-lembaga pendidikan, perpustakaan dan komunitas-komunitas literasi dapat menjadikannya sebagai bahan diskusi dan kajian rutin. (Musa S. Benu, SH – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS) 


Kamis, 23 Oktober 2025

Kawasan industri Bolok Kupang

Judul

:

Kawasan industri Bolok Kupang

Penerbit

:

Badan Pengelola Kawasan Industri Bolok

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

30

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Pembangunan Kawasan Industri Bolok-Kupang (KIB-Kupang) menunjukan bahwa Pemerintah Daerah dan Rakyat Nusa Tenggara Timur yang masih berada dalam keadaan serba kekurangan bersedia memberikan apa saja demi terjadinya perubahan. Buku ini berisi berbagai informasi penting yang dapat diperoleh dalam penyampaian informasi tentang KIB-Kupang secara umum dan menyeluruh. Dalam buku ini terdapat sejumlah informasi menenai letaknya yang strategis, lingkungan alam sekitarnya yang asri, aspek pemetaan ruangan yang berwawasan lingkungan, tata tertib kawasan yang jelas dan prosedur masuknya investor yang ditangani oleh Badan Pengelolaannya. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...