Tampilkan postingan dengan label Buku Lamaholot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Lamaholot. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Berburu Paus di Lamalera

Judul

:

Berburu Paus di Lamalera

Penulis

:

Aliya

Penerbit

:

Ghina Walafafa

Tahun Cetak

:

2011

Halaman

:

52

ISBN

:

602851909-x

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Teman-teman tahu kan dengan yang namanya ikan paus? itu Iho, penghuni Iaut terbesar. Ternyata ikan paus bukanlah sebuah ikan, karena paus tidak bernafas dengan imsang seperti ikan lainnya, melainkan bernafas dengan paru- paru. Jadi paus adalah hewan berdarah panas dan salah satu hewan mamalia (hewan yang melahirkan dan menyusui). 


Selasa, 21 Juli 2026

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Judul

:

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Penulis

:

Aleta Baun, dkk

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

126

ISBN

:

978-623-6179-31-4

Harga

:

Rp. 73.000

Status

:

Kosong

 

Senjata Kami adalah Upacara Adat merupakan suara lima Nausus—perempuan pejuang tanah airnya yang berdiri di garda depan melawan perusakan alam dan perampasan ruang hidup rakyat. Dari gunung batu Mollo yang dilindungi Mama Aleta, kebun sorgum yang dirintis Maria Loretha di Adonara, pulau Sangihe yang dibela Jull Takaliuang, hutan Gunung Kerasik yang dijaga Mardiana, sampai alam pegunungan Kendeng yang dipanggil ikut berjuang bersama Gunarti dengan doa dan pelambang tubuh-alam.


Buku ini lahir dari proses panen pengetahuan, menggali kebijaksanaan yang tertanam dalam ingatan, tubuh, dan laku, oleh mereka sendiri, dan tampil dalam bentuk ungkapan kata-kata. Di sini, ungkapan pelambang dan mantra menjadi senjata budaya perempuan dalam merawat kehidupan, menyemai harapan, dan meneruskan perlawanan.


Kisah dari NTT yaitu dari Pulau Adonara, Maria Loretha memilih memulihkan martabat sorgum, pangan lokal yang hampir terlupakan sejak politik beras dominan pada masa Orde Baru. Ia membuktikan bahwa menanam yang lokal adalah jalan untuk bertahan dari ancaman kelaparan. “Mintakan kepada alam, maka akan diberikan tempat surga,” seruan yang sangat kuat. Dan Aleta Baun dari Timor, menjadi ikon gerakan perempuan adat. Dari sebutan Perempuan Nausun ‒ perempuan menyusui, kita melihat metafora yang sama antara tubuh perempuan dan alam. Keduanya melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan. Di titik itulah ekofeminisme hadir secara alami, ketika tubuh perempuan dan tubuh alam sama-sama disakiti, maka kehancuran akan dirasakan bersama. 


Sabtu, 13 September 2025

Ata Kiwan

Judul

:

Ata Kiwan

Penulis

:

Ernst Vatter

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

1984

Halaman

:

143

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 115.000

Status

:

Ada


Ata Kiwan merupakan deskripsi perjalanan dari Prof. Dr. Ernst Vatter dan isterinya beserta seorang pembantu. Mereka melakukan penelitian selama delapan bulan, dari awal November 1929 hingga awal Juli 1930, di kepulauan Solor-Alor, dengan mengambil Larantuka sebagai pangkalannya, hal ini dilakukannya karena kemudahan-kemudahan dan bantuan-bantuan yang diperolehnya, baik dari pemerintah Belanda maupun dari Misi yang berkedudukan di sana. Juga tempatnya sentral terhadap pulau-pulau lain yang akan dikunjunginya. 


Jumat, 15 Agustus 2025

Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Tradisional Pengantin Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Tradisional Pengantin Daerah Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Drs. B.K. Kotten dkk

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

1987

Halaman

:

133

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Dalam masyarakat tradisional, pengakuan tradisional sosial itu sangat penting, sehingga memerlukan berbagai cara dan usaha agar tercapai tujuan sebaik-baiknya, yaitu dengan merias pengantin seistimewa mungkin dan menyelenggarakan upacara dan pesta perkawinan semeriah-meriahnya dengan biaya yang sangat mahal. Dan ini sekaligus untuk meluapkan rasa gembira seluruh keluarga atas berlangsungnya peristiwa hidup  yang mat penting itu.

Perwujudan tata rias pengantin tidak bebas dari rangkaian pesan yang hendak disampaikan lewat lambang-lambang yang dikenal dalam tradisi masyarakatnya. Karena itu mengerjakannya harus dengan kecermatan agar tidak menyimpang dari ketentuan yang lazim, bahkan di kalangan masyarakat tertentu ada orang khusus yang tampil sebagai juru rias pengantin.

Lambang-lambang yang diungkapkan dalam tata rias pengantin dan lain-lain perlengkapan upacara perkawinan merupakan pencerminan dari cora kebudayaan dalam arti nilai-nilai yang menjadi pola tingkah laku masyarakat yang bersangkutan.

Dalam buku ini berisi tata rias pengantin, arti lambang dan fungsinya yang berasal dari Suku Bangsa Tetun, Lamaholot, Sumba, Dawan dan Sikka.


Rabu, 23 April 2025

Austronesia: Bahasa, Budaya dan Sastra

Judul

:

Austronesia: Bahasa, Budaya dan Sastra

Penyunting

:

I Wayan Bawa & I Wayan Pastika

Penerbit

:

CV. Bali Media

Tahun Cetak

:

2002

Halaman

:

316

ISBN

:

979-95407-0-5

Harga

:

Rp. 70.000

Status

:

Ada


Kajian-kajian yang ditampilkan dalam buku ini menyangkut beberapa aspek bahasa dan budaya yang ada di sejumlah wilayah Indonesia. Kajian bahasanya meliputi bahasa Tonsawang di Sulawesi Utara, bahasa Aceh, bahasa Lamaholot dan bahasa Lio di Nusa Tenggara Timur, bahasa Lampung, dan sejumlah bahasa daerah lainnya di Nusantara. Kajian budayanya lebih banyak menyangkut kajian budaya etnik Sunda, Jawa, Bali dan budaya nasional Indonesia. Di samping kedua aspek tadi, dibahas pula aspek politik bahasa yang menyangkut nasionalisme dan imprealisme linguistik terhadap bahasa daerah dan juga kajian sastra modern, sastra klasik dan folklore. Meskipun keterwakilan aspek bahasa dan budaya Austronesia dalam buku prosiding ini masih terbatas, kajian-kajian empiris dan teoritisnya masih cukup mutakhir untuk memperkaya pemahaman ilmiah kita mengenai Austronesia baik sebagai bahasa maupun sebagai budaya.


Jumat, 31 Januari 2025

The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata

 

Judul

:

The Local Stories and Legends – KODAJA INA AMA GEN’A – Handed Down By The Ancestors From Udak-Lewuka-Lembata

Penulis

:

Bernardus Boli Ujan, SVD

Bahasa

:

Inggris

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

84

ISBN

:

978-623-6724-34-7

Harga

:

Rp.

Status

:

Kosong

 

This collection of local stories, legends and fairy tales is meant to help children read with clear articulation so that they can learn to clearly and exactly understand and master their own local language. It is also expected that by this way they can someday become bilingual or polyglot which can lead them to be more knowledgeable and good in communication. Thus in the middle of globalization and modern life, they learn to love their own local culture and try to live it out and develop it in their daily life which hopefully strongly based and deeply rooted in their embeded local culture while trying to identify their self identity. This collection of local stories, legends and fairy tales is also meant to provide materials as local contents for students at schools, who speak Bahasa Lamaholot in dialect of Udak-Lewuka and the surounding. The parents and the teachers of this region are reminded to be aware of, to respect and to loyally pass on these noble values contained in these local stories, legends and fairy tales for the sake of self identity development of the next generation in achieving a brighter and happier future.


Selasa, 19 November 2024

Semana santa Larantuka

Judul

:

Semana santa Larantuka

Penulis

:

Felisianus Efrem Jelahut, dkk

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

66

ISBN

:

978-623-8540-09-9

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Kosong

 

Ritus Semana Santa merupakan warisan turun temurun sejak lima Abad ditengah masyarakat Kota Larantuka Nusa Tenggara Timur yang perlu dilestarikan keberadaanya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang pelestarian ritus dan perayaan-perayaan. Pelestarian ini dapat dilakukan melalui penggalian kembali ritus budaya dan perayaan-perayaan sebagai salah satu aset budaya melalui revitalisasi dan proses-proses transformasi. Buku ini mengupas tentang prosesi kegiatan tradisi Semana Santa Larantuka yang ada di Nusa Tenggara Timur.


Jumat, 19 Juli 2024

Sebuah Cinta di Adonara

Judul

:

Sebuah Cinta di Adonara

Penulis

:

Mayon Soetrisno

Penerbit

:

Progres – Jakarta

Tahun Cetak

:

2003

Halaman

:

114

ISBN

:

979-3359-39-0

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Melarikan calon istri, memang masih merupakan adat di Adonara. Meskipun dapat berakibat fatal. Paling tidak kepala tebusannya! Di daerah kecil ini, pertarungan masih menggunakan simbol kejantanan. Ini yang mengakibatkan Adonara, yang terletak dekat Lombok, disebut sebagai “Pulau Pembunuh”. Sebutan keji, tetapi memiliki nilai keperkasaan.

Rojasa, sebagai guru Inpres mengerti betul tradisi Adonara, juga ketika dia menyintai Zari, seorang gadis kecil beriusia delapan belas tahun. Rojasa telah berhadapan dengan adat keras yang selama ini ditinggalkan sebagai guru SD di Adonara.

Ia menyintai Zari, tetapi ketika melamar, ayahnya, menatap dengan penuh kebencian.

==================

Sebuah Cinta di Adonara merupakan kumpulan tiga belas cerita pendek, tema yang ada pada ketiga belas cerpen ini bervariasi, namun seluruhnya mempelihatkan visi pengarangnya masing-masing di dalam mereka dan merespon realitas disekelilingnya.

 

Senin, 08 Juli 2024

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Judul

:

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Penulis

:

Simon Sabon Ola

Editor

:

Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M. Hum.

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

172

ISBN

:

978-623-119-191-5

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada

 

Buku ini merupakan sebuah refleksi kultural dan perjalanan batin penulis sebagai orang Lamaholot-Adonara. Fakta budaya Lamaholot di Adonara telah lama menjadi sorotan peneliti dari berbagai belahan dunia, yang konon sebagian orang-orang yang merasa atau menyebut dirinya sebagai pemilik, tidak mendalaminya secara ilmiah. Sebagai bagian dari orang-orang itu, saya merasa berutang moral sehingga berusaha sekuat daya menulis buku ini, meskipun penuh dengan keterbatasan.

Secara umum buku ini membahas pandangan kosmologi orang Lamaholot di Pulau Adonara yang terangkum dalam Koda ‘kebenaran’ dan dikemas dalam tuturan ritual. Kemasan tuturan ritual Lamaholot yang menyimpan pandangan hidup secara linguistik dan secara kultural mencakup bentuk fungsi, makna, dan nilai. Cakupan ini menjadi bagian dari beberapa bab dari buku ini. Menurut pandangan semiotik, bentuk tertentu dimanfaatkan dalam mengemban fungsi dan mewahanai makna tertentu. Sebaliknya, fungsi dan makna tertentu itu tipikal terhadap bentuk tertentu. Begitu pula halnya bentuk, fungsi dan makna tertentu sebagaimana dipersepsikan oleh penutur berperan membangun nilai tertentu pula. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...