Rabu, 24 Juni 2026

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Judul

:

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Penulis

:

Arkadius Suban Keray, Tri Anggraeni Kusumastuti & Paulus Oktavianus Pyo

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

162

ISBN

:

978-634-01-2225-1

Harga

:

Rp. 170.000         

Status

:

Kosong

 

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) merupakan karya Arkadius Suban Keray, dkk. Babi merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi penting di berbagai wilayah Indonesia, terutama pada komunitas dan budaya tertentu. Usaha ternak babi pada dasarnya mempunyai tujuan untuk memperoleh hasil produksi daging yang maksimal dan nilai ekonomi yang tinggi bagi peternak yang mengusahakannya. Selain itu, tujuan lain dari usaha ternak babi yaitu selalu digunakan dalam kepentingan sosial budaya masyarakat. Khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tujuan pemeliharaan babi selain sebagai sumber pendapatan, usaha ternak babi juga berperan penting dalam melestarikan tradisi dan memenuhi corak kehidupan budaya karena ternak babi selalu digunakan sebagai materi kebudayaan dalam berbagai upacara adat istiadat dan keagamaan.

Buku ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai peran strategis ternak babi dalam mendukung perekonomian lokal, sekaligus menyoroti kompleksitas isu sosial dan ekologis yang menyertainya. Buku ini mengulas potensi pengembangan ternak babi dari sisi ekonomi, mulai dari peluang usaha, kontribusi terhadap pendapatan masyarakat, hingga perannya dalam rantai pasok pangan dan industri olahan. Di sisi lain, pembahasan diperluas pada perspektif religi yang menjelaskan bagaimana perbedaan nilai, keyakinan, dan norma sosial memengaruhi penerimaan serta pengelolaan usaha ternak babi di tengah masyarakat yang majemuk. Pendekatan ini membantu pembaca memahami dinamika sosial yang kerap menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan komoditas tersebut.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama. Buku ini membahas dampak peternakan babi terhadap kualitas lingkungan, pengelolaan limbah, serta pentingnya praktik budidaya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan memadukan ketiga perspektif tersebut, buku ini menawarkan sudut pandang yang seimbang dan kontekstual. Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, praktisi peternakan, perencana pembangunan daerah, serta pembaca umum yang tertarik pada isu agribisnis dan keberlanjutan, buku ini menjadi referensi penting untuk memahami potensi sekaligus tantangan pengembangan ternak babi secara utuh dan realistis di Indonesia.

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan), diantaranya:

  • Pendahuluan
  • Potensi dan Perkembangan Agribisnis Babi Di Indonesia
  • Perspektif Ekonomi Peternakan Babi
  • Perspektif Kultur Budaya Pemeliharaan Babi
  • Perspektif Ternak Babi dari Aspek Lingkungan

Mengenal Budaya dan Bahasa Masyarakat Suku Krowe Sika di Kabupaten Sikka Propinsi NTT

Judul

:

Mengenal Budaya dan Bahasa Masyarakat Suku Krowe Sika di Kabupaten Sikka Propinsi NTT

Penulis

:

Paulina Nona

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama, Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

152

ISBN

:

978-623-6724-43-9

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Buku ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga dari generasi pendahulu kepada generasi penerus. Sejak dahulu, budaya, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal diwariskan secara lisan melalui kehidupan keluarga—dari orang tua dan kakek nenek kepada anak cucu dalam percakapan sehari-hari. Melalui cara inilah identitas budaya suatu masyarakat tetap hidup dan bertahan dari waktu ke waktu.

Namun, perkembangan teknologi modern telah membawa perubahan besar dalam pola kehidupan masyarakat. Kehadiran ponsel dan dunia digital membuat komunikasi antaranggota keluarga semakin berkurang. Banyak orang lebih sibuk dengan perangkat masing-masing dibanding membangun percakapan dalam keluarga. Bahkan dalam aktivitas sederhana seperti memasak, bermain, atau makan bersama, perhatian sering teralihkan kepada ponsel. Akibatnya, ruang pewarisan budaya dan bahasa daerah semakin menyempit.

Dampak yang paling nyata terlihat pada generasi muda di Kabupaten Sikka. Banyak anak muda mulai tidak mengenal sistem nilai kearifan lokal leluhurnya dan kurang mampu menggunakan bahasa ibu, khususnya bahasa Krowe Sika, dengan baik. Bahasa daerah dan nilai budaya yang dahulu menjadi identitas masyarakat kini semakin jarang digunakan dan perlahan terancam punah.

Selain minimnya komunikasi antar generasi, berkurangnya penutur bahasa lokal juga dipengaruhi oleh belum tersedianya dokumentasi tertulis yang memadai mengenai budaya dan bahasa masyarakat asli Kabupaten Sikka, seperti suku Krowe Sika, Lio, Krowe Muhan, dan Palue. Ketiadaan kamus, ensiklopedi budaya, maupun naskah resmi lainnya menyebabkan banyak pengetahuan tradisional tidak terdokumentasikan dengan baik dan berisiko hilang bersama para penuturnya.

Karena itu, kehadiran buku ini menjadi kontribusi yang sangat penting dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa warisan leluhur. Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga bentuk kepedulian para orang tua dan para lanjut usia terhadap keberlanjutan identitas budaya masyarakat Sikka. Sebuah masyarakat yang melupakan budayanya sendiri akan kehilangan akar identitasnya, bagaikan pohon yang tumbuh tanpa akar yang kuat dan mudah terombang-ambing oleh arus budaya luar serta pola hidup instan.

Karya ini patut diapresiasi karena lahir dari dedikasi dan kerja keras para lanjut usia di Nian Sikka, khususnya Ibu Paulina Nona beserta rekan-rekannya, yang telah menghimpun, menyusun, mengetik, dan mengedit isi buku ini secara mandiri. Upaya tersebut merupakan teladan nyata tentang pentingnya menjaga ingatan kolektif dan menghormati warisan leluhur.

Lebih jauh, buku ini diharapkan menjadi awal dari gerakan pelestarian budaya yang lebih luas. Mengingat Kabupaten Sikka memiliki empat suku asli dengan kekayaan budaya yang beragam, masih diperlukan perhatian dan keterlibatan bersama untuk mendokumentasikan budaya dan bahasa suku Lio, Krowe Muhan, dan Palue. Tanpa keterlibatan generasi pendahulu dalam mewariskan nilai-nilai budaya, maka budaya tersebut lambat laun akan memudar dan akhirnya hilang dari kehidupan masyarakatnya sendiri. 


Selasa, 23 Juni 2026

Politik Porno, Menakar Libido Politik & Kekuasaan, Di mana Peran Agama?

Judul

:

Politik Porno, Menakar Libido Politik & Kekuasaan, Di mana Peran Agama?

Penulis

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama, Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

190

ISBN

:

978-602-1546-79-6

Harga

:

Rp. 75.000   

Status

:

Ada

 

"Menakar libido politik dan kekuasaan" yang menjadi subjudul dari buku "Politik Porno" yang ditulis Dony Kleden kelihatannya sinisme yang jujur tentang hakikat politik dalam praktek-bahwa politik adalah urusan memuaskan hawa nafsu atau libido berkuasa! Persis ini yang dipikirkan oleh para penganut pragmatisme dalam kajian tentang perubahan sosial-politik. Paradigm pragmatis tentu tak sepenuhnya keliru. Mereka tidak bermaksud menolak adanya moralitas dalam hidup. Sebaliknya, mereka ingin meletakkan politik pada bilik yang terpisah dari moralitas. Tentu saja itu tindakan yang lebih naif di mata kaum moralis, setidaknya di mata penulis buku ini dan barangkali semua kita. Bagaimana mungkin membicarakan kebaikan dalam politik tanpa menerima moralitas atau etika sebagai prinsip elementer yang mendasari politik per se?

Menghentikan kejahatan politik dan politik kejahatan membutuhkan masyarakat sipil yang cerdas, kritis, dan berani. Dalam ranah inilah agama sebagai basis moral mesti memainkan peran yang krusial. Kalaupun agama secara organisatoris harus dipisahkan dari politik, agama sebagai ajaran kebaikan mesti menjadi sumber penggalian moral. Maka, keberagamaan mesti membawa dampak pada perubahan sosial politik sebagai implementasi dari misi moral agama dalam kehidupan bernegara. * Boni Hargens 


Selamat Tinggal Timor Timur

Judul

:

Selamat Tinggal Timor Timur

Editor

:

Yohanes Sukandar, Sigit Wijayanto & Martinus Manggo

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

226

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 90.000   

Status

:

Ada

 

Harus diakui, kemerdekaan bukanlah sesuatu yang gratis. Timor-Timur telah memberikan bukti bahwa negara tegak diatas pengorbanan yang amat besar. Antara lain, konflik yang berkepanjangan dan hingga kini memakan ribuan korban. Begitulah, buku ini, memberikan serangkaian kisah para pejuang kemanusiaan yang mengabdikan diri untuk kegiatan pelayanan dan pertolongan pada rakyat. Akan tampak disana bahwa pilihan otonomi dan kemerdekaan, bukan semata-mata pilihan sikap, tapi buat Timor Timur itu adalah pilihan yang membawa banyak konsekuensi. Dengan buku ini kita kemudian jadi tahu bahwa para pelayan kemanusiaan, terkadang lebih utama perananya, ketimbang kaum politisi.

Melalui buku ini, kita sebagai bangsa, dapat berkaca tentang nilai-nilai kemanusiaan yang dipertahankan da diperjuangkan oleh segelintir orang. Perjuangan yang sudah pasti tak mendapat aplaus apalagi sorotan media. Layak buku ini dibaca oleh siapa saja, yang ingin belajar dan tahu lebih banyak, mengenai para pekerja kemanusiaan. 


Kamis, 18 Juni 2026

Krisis Ekonomi dan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara

Judul

:

Krisis Ekonomi dan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara

Penyunting

:

Sajogyo dan Mubyarto

Penerbit

:

Aditya Media

Tahun Cetak

:

1998

Halaman

:

151

ISBN

:

979-539-104-6

Harga

:

Rp. 65.000      

Status

:

Kosong

 

Buku ini adalah buku kedua sebagai pelengkap buku pertama yang terbit tahun 1997 berjudul PROGRAM IDT DAN PEREKONOMIAN RAKYAT GUGUS NUSA TENGGARA suntingan Mubyarto & Retno Budiyanto. Seperti halnya buku terdahulu, buku ini memuat hasil semiloka nasional Penyesuaian Kebijakan Sosial Ekonomi dalam Rangka Pengembangan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara yang merupakan kegiatan tahap kedua dari 4 rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan secara bergantian setahun sekali di propinsi-propinsi Bali, NTB, NTT dan Timor Timur.

Semiloka kali ini mencoba memperkirakan dampak krisis pengelolaan makro-ekonomi atas perekonomian rakyat, khususnya peluang berusaha dan bekerja di beragam sektor, dan prospek upaya mengatasinya dalam dua tiga tahun mendatang. Keberlanjutan upaya pendampingan bagi kelompok IDT (dan KSM lain), berdasarkan proses belajar dari masa Repelita VI yang akan berakhir dan prospek pencarian pola alternatif dan keberlanjutan juga dibahas tuntas dalam semiloka kali ini. Selain itu, dicoba diungkap mengenai beragam contoh belajar satu sama lain (antardaerah, antarsektor) dari pengalaman masing-masing (daerah, sektor) dan contoh-contoh upaya mengembangkan keterkaitan atau kemitraan antarsektor, antarskala usaha dan antardaerah (ruang, wilayah).

Buku ini layak dibaca kalangan lebih luas sebagai wacana untuk memahami masalah-masalah pengembangan perekonomian rakyat dalam kaitan penyesuaian kebijakan mengatasi krisis pengelolaan makro-ekonomi, dan menjaga keamanan pangan di daerah serta keberlanjutan peluang berusaha dan bekerja. Bagi yang ingin memperoleh alternatif perencanaan kebijakan pembangunan daerah di Gugus Nusa Tenggara menjelang awal masa Repelita VII khususnya pembangunan perekonomian rakyat di propinsi-propinsi Bali, NTT, NTB, dan Timtim buku ini dapat dijadikan pembanding. Semoga bermanfaat. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...