Judul |
: |
Ekoteologi Orang Manggarai |
Penulis |
: |
Sefrianus Juhani |
Penerbit |
: |
Ledalero |
Tahun Cetak |
: |
2025 |
Halaman |
: |
169 |
ISBN |
: |
978-623-6724-53-8 |
Harga |
: |
Rp. 100.000 |
Status |
: |
Ada |
Ekoteologi Orang
Manggarai lahir dari pergulatan iman dan budaya di tengah krisis ekologis
global. Berakar pada tradisi berladang, tanah dihayati bukan sekadar lahan
produksi, melainkan ruang suci tempat manusia, alam, dan Sang Pencipta saling
terhubung. Dalam kosmologi Manggarai, lingko, kebun ulayat berbentuk jaring
laba-laba, menjadi simbol keterikatan itu: pusatnya adalah lodok sebagai tanda
asal-usul bersama, sementara garis-garisnya mengingatkan manusia akan relasi
yang adil dengan sesama, tanah, dan Tuhan. Buku ini menantang paradigma
pertanian modern yang sering menuhankan teknologi dan menjadikan bumi sekadar
alat. Manusia diingatkan pada hakikatnya sebagai adamah: lahir dari tanah,
bergantung pada tanah, dan kembali menjadi tanah. Di sini, kesombongan
antropologis dipatahkan, dan kesadaran baru ditawarkan, bahwa manusia bukan penguasa,
melainkan bagian rapuh dari ciptaan yang kudus. Dengan gaya reflektif dan
kritis, buku ini mengajak pembaca menempuh jalan baru: dari dominasi menuju
keselarasan, dari eksploitasi menuju penghormatan, dari keserakahan menuju
cinta yang sederhana dan penuh iman terhadap bumi sebagai rumah bersama.




