Kamis, 01 Oktober 2026

Ekoteologi Orang Manggarai

Judul

:

Ekoteologi Orang Manggarai

Penulis

:

Sefrianus Juhani

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

169

ISBN

:

978-623-6724-53-8

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Ekoteologi Orang Manggarai lahir dari pergulatan iman dan budaya di tengah krisis ekologis global. Berakar pada tradisi berladang, tanah dihayati bukan sekadar lahan produksi, melainkan ruang suci tempat manusia, alam, dan Sang Pencipta saling terhubung. Dalam kosmologi Manggarai, lingko, kebun ulayat berbentuk jaring laba-laba, menjadi simbol keterikatan itu: pusatnya adalah lodok sebagai tanda asal-usul bersama, sementara garis-garisnya mengingatkan manusia akan relasi yang adil dengan sesama, tanah, dan Tuhan. Buku ini menantang paradigma pertanian modern yang sering menuhankan teknologi dan menjadikan bumi sekadar alat. Manusia diingatkan pada hakikatnya sebagai adamah: lahir dari tanah, bergantung pada tanah, dan kembali menjadi tanah. Di sini, kesombongan antropologis dipatahkan, dan kesadaran baru ditawarkan, bahwa manusia bukan penguasa, melainkan bagian rapuh dari ciptaan yang kudus. Dengan gaya reflektif dan kritis, buku ini mengajak pembaca menempuh jalan baru: dari dominasi menuju keselarasan, dari eksploitasi menuju penghormatan, dari keserakahan menuju cinta yang sederhana dan penuh iman terhadap bumi sebagai rumah bersama.

 

Peran keluarga dan Pendidikan di Era Globalisasi, Prosiding Seminar Nasional STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores 21 Mei 2016

Judul

:

Peran keluarga dan Pendidikan di Era Globalisasi, Prosiding Seminar Nasional STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores 21 Mei 2016

Editor

:

Hendrikus Midun & Matheus Beny Mite

Penerbit

:

Dioma

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

234

ISBN

:

978-979-26-0157-2

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada

 

Keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat. Penting bukan hanya karena keluarga menjadi asalmuasal masyarakat, tetapi juga karena ia senantiasa hadir dalam dinamika masyarakat. la berjalan mengikuti perubahan zaman, serentak menjadi sasaran perubahan zaman. Perubahan zaman dalam bentuk globalisasi memengaruhi banyak aspek kehidupan keluarga, di antaranya aspek iman, moral, dan sosial. Supaya keluarga tetap eksis di tengah dinamika itu, maka ia harus menjalankan fungsi pendidikannya secara optimal. Orangtua selaku pendidik pertama dan utama bagi anak secara sadar mendidik dan mendampingi anak dan remaja. Pendidikan yang dijalankan antara lain agar (anggota) keluarga dapat menjalankan kehidupan yang selaras dengan tuntutan zaman. Tuntutan zaman (dunia global) yang semakin kompleks mesti diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Pendidikan yang memadai dapat membantu anak, remaja, (orangtua?) memiliki karakter (kepribadian) yang kuat.

Peran pendidikan yang dijalankan orangtua dalam keluarga diyakini sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Sebab keluarga kristiani diyakini tidak saja dibentuk atas inisiatif dua insan yang saling mencinta, tetapi juga karena profidensi ilahi (campur tangan Tuhan). Sebagai pembentuk keluarga, Allah senantiasa hadir menyalakan api kasih yang terancam redup oleh badai zaman. Kasih antar anggota keluaga menjadi fundamen kuat pada setiap aktivitas pendidikan yang dijalankannya. Pendidikan yang didasarkan atas kasih niscaya membawa keluarga kepada peradaban yang bermartabat. Manusia bermartabat akan menjadi penakluk zaman untuk melayani kebutuhan anak-anak zaman. 


Selasa, 22 September 2026

Cinta Bersemi di Tanah Borneo

Judul

:

Cinta Bersemi di Tanah Borneo

Penulis

:

Frans Xav Minggu

Penerbit

:

CV. Pustaka MediaGuru

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

88

ISBN

:

978-623-152-218-4

Harga

:

Rp. 57.600

Status

:

Kosong

 

Kisah cinta dua insan yang berasal dari Pulau Flores terangkum dalam buku ini Keduanya merantau di Pulau Kalimantan Mereka berdua sama sama berprofesi sebagai guru dan tidak saling mengenal sebelumnya Perjalanan cinta mereka sangatlah singkat Dipertemukan melalui HP komunikasi terjalin sangat intens Di terminal Lempake Samarinda mereka bersua Kali pertama bertemu mereka memutuskan untuk bertunangan Mereka meyakini bahwa inilah jodoh yang Tuhan berikan Indahnya merajut kasih di tanah rantau adalah kenangan terindah yang tak dapat dilupakan Temukan banyak hikmah dan inspirasi di balik suka duka kehidupan yang dikisahkan dalam buku ini

 

Flores Menyapa

Judul

:

Flores Menyapa

Penulis

:

Frans Xav Minggu

Penerbit

:

CV. Pustaka Media Guru

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

96

ISBN

:

978-623-152-038-8

Harga

:

Rp. 62.400

Status

:

Kosong


Siapa yang akan menyangka tiba tiba akan pulang kampung melalui jalan darat melewati beberapa pulau di Indonesia Dari tempat perantauan di Kalimantan penulis dan keluarga memutuskan pulang ke kampung halaman di Flores Sungguh di luar dugaan dan di luar rencana sebelumnya Hanya dengan bermodal Google Maps penulis dan keluarga memulai petualangan hingga menuju kampung halaman Perjalanan yang cukup lama dan sangat melelahkan Namun segala pengalaman berharga mereka dapatkan Bahkan mereka dapat menjelajah berbagai daerah yang dilewati dalam perjalanan menuju kampung halaman Mulai dari Pulau Kalimantan Pulau Jawa Pulau Bali Pulau Nusa Tenggara Barat hingga sampai di Pulau Nusa Tenggara Barat Namun kelelahan mereka selama perjalanan terbayar lunas ketika sampai di kampung halaman Flores Bagaimana kisah mereka Temukan dalam buku ini sekarang juga 


Daun Gugur di Manggarai

Judul

:

Daun Gugur di Manggarai

Penulis

:

Gusblero

Penerbit

:

Focus Grahamedia

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

142

ISBN

:

979-24-0856-8

Harga

:

Rp. 20.000

Status

:

Ada

 

Pagi yang dingin dan berkabut, di beberapa tempat masih tampak genangan air sisa hujan semalam. Swan berjalan perlahan melintasi jembatan. Mantel coklat muda yang ia kenakan melambai-lambai ditiup angin pagi. Sebuah syal warna merah melilit lehernya. Langkahnya ringan, pandangannya lurus ke depan.

Ia melangkah di antara bunga-bunga di taman kota. Semuanya masih tampak lengang, tak banyak orang berlalu lalang. Seorang penjual koran menawarinya bacaan, namun ia hanya membalasnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tepat di tengah-tengah taman, Swan berhenti sejenak, ia membungkukkan badannya lalu meraup air di kolam air mancur untuk sekadar mencuci muka. Swan menyeberangi taman.

Ia berjalan menuju halte bus yang terletak di seberang jalan. Beberapa kali ia melompat-lompat kecil menghindari comberan di jalan raya. Sebuah sepeda motor yang tiba-tiba saja muncul dari tikungan membuat Swan terkejut dan nyaris terpelanting. Mata pengendara sepeda motor itu mendelik, namun Swan membalasnya dengan melotot sambil mengumpat; Bedebah†!! Bus kota datang. Swan ikut berebutan dengan sesama calon penumpang. Bus berjalan, dari kejauhan tampak ia ikut bergelantungan di pintu bus. Sebuah perjalanan seorang makhluk manusia dalam menapaki helaan napas yang masih berhembus di sela-sela detak jantungnya, mengukir kisi-kisi hidupnya sambil berlari-lari menyongsong masa depan melalui jalan-jalan sunyi menuju taman kota , mengeja satu demi satu lintasan-lintasan peristiwa dan panorama yang dilaluinya.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...