Jumat, 29 Mei 2026

Tun Afnekan: Lingkar Belajar dan Aksi Anak Muda Bokong dalam Perjuangan Melawan Perdagangan Orang

Judul

:

Tun Afnekan: Lingkar Belajar dan Aksi Anak Muda Bokong dalam Perjuangan Melawan Perdagangan Orang

Editor

:

Dodi Yuniar & Emmanuelle Kania Mamonto

Penerbit

:

Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Asia Justice and Rights (AJAR)

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

36

ISBN

:

-

Harga

:

NFS         

Status

:

Kosong

 

Meskipun menjadi salah satu kantong pekerja migran ilegal (PMI), Bokong belum menjadi perhatian pemerintah, bahkan belum diketahui banyak orang. Para pemuda mengambil sikap untuk menyelesaikan permasalahaan di desa dan PMI. Pemuda yang menjadi pembela kemanusiaan memikirkan bagaimana keinginan mengubah hidup dan bekerja di negara orang dapat dilakukan dengan benar. Cara yang bisa dipakai agar keadaan bisa lebih baik, atau bahkan ketika nanti mereka atau masyarakat lain bekerja di luar, tidak terjadi eksploitasi atau dibodohi oleh orang lain.

Para pemuda mencari cara agar warga Bokong bisa berdiri sendiri tanpa bergantung pada alam. Juga agar warga yang pergi keluar sudah mengetahui hak-hak mereka. Sehingga mereka akan menggunakan jalur aman dan mendapat perlindungan hukum. Pemuda adalah tunas baru atau dalam bahasa daerahnya Tun Afnekan, harapan baru desa Bokong. 


Perjuangan, Luka dan Harapan: Tuturan Korban dan Penyintas Perdagangan Manusia Asal NTT

Judul

:

Perjuangan, Luka dan Harapan: Tuturan Korban dan Penyintas Perdagangan Manusia Asal NTT

Editor

:

Martha Bire

Penerbit

:

Asia Justice and Rights (AJAR) & Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT)

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

57

ISBN

:

-

Harga

:

NFS         

Status

:

Kosong

 

Perdagangan orang Nusa Tenggara Timur (NTT) bermodus migrasi tenaga kerja merupakan permasalahaan yang sangat serius. Pada tahun 2015, Menteri Tenaga Kerja menetapkan NTT sebagai Provinsi Darurat Perdagangan Orang berdasarkan data dari Bareskrim Polri. Sementara NTT berada pada urutan ke-9 pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, namun menempati urutan pertama dalam kasus perdagangan orang. Data Bareskrim ini didukung juga dengan data Komisi V DPRD NTT 2015 bahwa dari total angkatan kerja NTT (2.175.171) diperkirakan 200.115 (9,2%) diantaranya bekerja di luar daerah dan luar negeri. Diperkirakan sebanyak 50.000 pekerja terjebak dalam kasus perdagangan orang dan 80% korban adalah perempuan dan anak.

Korban perdagangan orang dan perbudakan modern mengalami berbagai bentuk kekerasan  bahkan sampai pada kematian. Berdasarkan data kompilasi Aliansi Perdagangan Orang pada tahun 2016-2017 serta data kompilasi JPIT pada tahun 2018-Maret 2020 bahwa selama 4,5 tahun ini, 373 PMI meninggal dunia di negara penempatan dan di Indonesia. Penyebab kematian PMI pada umumnya adalah karena menderita berbagai jenis penyakit kronis, bunuh diri, tenggelam di sungai, di terkam buaya, kecelakaan kerja, dan tidak sedikit juga yang tidak diketahui sebab kematiannya. 


Senin, 11 Mei 2026

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Judul

:

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Editor

:

Mery Kolimon, dkk

Penerbit

:

Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Kerk in Acte

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada


Pikiran dasar buku ini menggembirakan. Perempuan memainkan peran dalam tiga konflik di Indonesia bagian timur mulai 1999 sampai awal 2000-an, baik sebagai pencipta damai maupun sebagai korban, bahkan pelaku. Peran perempuan ini menyimpang dari stereotip pasif yang umumnya masih hidup di tengah masyarakat patriakal. Menarik bahwa penelitian ini lahir di tengah lingkaran perempuan aktivis yang religius, bukan di lingkaran universitas. Jadi penelitian ini berpotensi untuk menantang penelitian antropologis maupun historis di universitas yang sering masih mencari topik “aman” seperti cerita rakyat, adat, atau kerajaan lokal. Saya kira banyak pembaca di Indonesia akan tertarik dengan cerita-cerita pribadi yang direkam di dalam buku ini: cerita penderitaan, trauma, upaya untuk menyelamatkan sanak-saudara di tengah konflik penuh kekerasan, dan upaya untuk membangun kembali semacam komunitas setelah konflik selesai. Sketsa manusia yang hidup, yang berdarah daging, membuat buku ini mengalir enak. Cerita-cerita pribadi ini membuat kita sadar bahwa konflik berdarah sungguh-sungguh merusak sendi-sendi masyarakat selama bertahun-tahun kemudian. (Gerry van Klinken) 


Bintang Berekor di Langit Timur

Judul

:

Bintang Berekor di Langit Timur

Penyunting

:

Okky Tirto

Penerbit

:

Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

224

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Ada

 

Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.

Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur. 


Minggu, 10 Mei 2026

20 Tahun Timor Timur Membangun

Judul

:

20 Tahun Timor Timur Membangun

penyunting

:

Drs. Radjakarina Brahmana & Drs. Ulu Emanuel, M.Ed

Penerbit

:

Korps Pegawai Republik Indonesia Propinsi Timor Timur

Bahasa

:

Indonesia & Inggris

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 250.000         

Status

:

Ada

 

Memasuki 20 tahun Timor Timur bergabung dalam Negara Kesatuan republik Indonesia, kegiatan pembangunan telah banyak memberikan dampak bagi perbaikan dan peningkatan kehidupan masyarakat meskipun disadari masih adanya kekurangan yang perlu diperbaiki di masa mendatang. Buku ini kami nilai sangat penting untuk diterbitkan karena sebagai suatu rekaman hasil pembangunan yang dimulai dari tahap awal integrasi tahun 1976 sampai dengan tahap Repelita VI tahun ke-3.

Buku 20 TAHUN TIMOR TIMUR MEMBANGUN memiliki suatu khazanah guna membrikan gambaran komprehensif mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu dua dasawarsa ini. Selama ini terasa ada kecendrungan bahwa dalam menilai pembangunan, kita lebih tertarik untuk membuat perbandingan dengan keadaan sekeliling, bukan dengan kondisi awal pada saat pembangunan dimulai. Akibatnya kita sering lupa bersyur terhadap berbagai kemajuan yang telah kita capai, sebaliknya lebih terpengaruh oleh tuntutan atau keluhan yang disebabkan oleh berbagai keinginan yang belum terwujud. Atas dasar pertimbangan tersebut, kami berharap buku ini setidaknya akan mampu membrikan gambaran tentang berbagai kemajuan yang telah dicapai. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...