|
Judul |
: |
Perempuan, Konflik,
& Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan
Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua |
|
Editor |
: |
Mery Kolimon, dkk |
|
Penerbit |
: |
Jaringan
Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Kerk in Acte |
|
Tahun
Cetak |
: |
2021 |
|
Halaman |
: |
506 |
|
ISBN |
: |
978-602-6260-63-5 |
|
Harga |
: |
Rp. 100.000 |
|
Status |
: |
Ada |
Pikiran dasar buku ini menggembirakan. Perempuan memainkan peran dalam tiga konflik di Indonesia bagian timur mulai 1999 sampai awal 2000-an, baik sebagai pencipta damai maupun sebagai korban, bahkan pelaku. Peran perempuan ini menyimpang dari stereotip pasif yang umumnya masih hidup di tengah masyarakat patriakal. Menarik bahwa penelitian ini lahir di tengah lingkaran perempuan aktivis yang religius, bukan di lingkaran universitas. Jadi penelitian ini berpotensi untuk menantang penelitian antropologis maupun historis di universitas yang sering masih mencari topik “aman” seperti cerita rakyat, adat, atau kerajaan lokal. Saya kira banyak pembaca di Indonesia akan tertarik dengan cerita-cerita pribadi yang direkam di dalam buku ini: cerita penderitaan, trauma, upaya untuk menyelamatkan sanak-saudara di tengah konflik penuh kekerasan, dan upaya untuk membangun kembali semacam komunitas setelah konflik selesai. Sketsa manusia yang hidup, yang berdarah daging, membuat buku ini mengalir enak. Cerita-cerita pribadi ini membuat kita sadar bahwa konflik berdarah sungguh-sungguh merusak sendi-sendi masyarakat selama bertahun-tahun kemudian. (Gerry van Klinken)




