
Judul
|
:
|
Orang Topas: Identitas dan Kemelut
Politik di kawasan Laut Sawu Abad 17-19
|
Penulis
|
:
|
Muhammad ‘Afwan
Mufti, Daya Negri Wijaya, & Hariyono
|
Penerbit
|
:
|
Indis
|
Tahun Cetak
|
:
|
2026
|
Halaman
|
:
|
146
|
ISBN
|
:
|
978-634-7365-25-5
|
Harga
|
:
|
Rp. 85.000
|
Status
|
:
|
Ada
|
Kajian sejarah Indonesia sejauh ini hanya
memberikan perhatian terbatas pada hibriditas etnis. Padahal, perkawinan campur
dan perpaduan budaya telah memainkan peran penting dalam sejarah kolonialisme.
Oleh karena itu, para penulis dalam buku ini mengangkat isu penting yang
menunjukkan bagaimana kelompok hibrida tidak hanya memposisikan diri sebagai
agen ekonomi, tetapi juga menentang klaim hegemoni Eropa. - Prof. Hans Hägerdal (Linnaeus University)
Sulit dibayangkan tanpa kehadiran dan peran
orang Topas dalam proses terbentuknya jaringan maritim di Indonesia Timur,
khususnya di kawasan Laut Sawu, abad ke-17 sampai ke-19. Di sinilah penting dan
menariknya buku ini sebagai literasi untuk memahami sejarah Indonesia dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. - Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Guru Besar
Purnabakti FIB-UI)
Narasi sejarah harus terus dicerita dan
dibingkaikan secara ilmiah. Sejarah Orang Topas bukan saja membawa kita kepada
lembaran masa penjajahan dan perdagangan maritim yang makmur, tetapi juga
pertembungan budaya, bahasa dan agama, sehingga menjadikan wilayah Nusantara
kita beragam dan rencam. Buku ini adalah sumbangan berguna untuk kita mendalami
sejarah komunitas yang mana kesaksian sejarah mereka mewarna dan memaknakan
cakrawala sejarah bangsa kita. - Dr. Azhar Ibrahim Alwee (National
University of Singapore)
Buku ini adalah satu analisis penting yang
secara komprehensif telah menstrukturkan semula perananan Orang Topas sebagai
pemain penting dalam dinamik geopolitik Laut Sawu abad ke-17 hingga ke-19.
Secara jelas, ianya melawan naratif berbaur Eurosentrik, yang mana penulis
telah menyelusuri pembentukan identiti hibrid dan agensi politik masyarakat
peranakan ini dalam menavigasi persaingan antara VOC dan Portugis. Karya ini
memberikan sumbangan penting terhadap historiografi Nusantara Timur, khususnya
mengenai keterlibatan strategik mereka dalam kawalan ekonomi perdagangan
serantau dan birokrasi tempatan yang rumit. - Dr. Ahmad Jelani Halimi (Pengerusi
Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Perak (PSMCPk), Ipoh, Perak)
Karya ini merupakan kontribusi penting dalam
historiografi Indonesia Timur dengan menempatkan Orang Topas sebagai pelaku
sejarah yang dinamis. Melalui analisis yang tajam dan berbasis sumber yang
kuat, buku ini berhasil mengungkap kompleksitas jaringan perdagangan, identitas
hibrida, serta strategi adaptif dalam menghadapi perubahan geopolitik kawasan
Laut Sawu abad ke-17 hingga 19. - Prof. Cahyo Pamungkas, Ph.D (Profesor
Riset BRIN)