Kamis, 05 November 2026

Belis dan (Reproduksi) Kemiskinan: Cerita dari Desa Manu Wolu, Sumba Tengah

Judul

:

Belis dan (Reproduksi) Kemiskinan: Cerita dari Desa Manu Wolu, Sumba Tengah

Penulis

:

Julian Umbu Bayu & Aloysius Gunadi Brata

Penerbit

:

Diandra Kreatif

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

92

ISBN

:

62-1589-7553-588

Harga

:

Rp. 70.000

Status

:

Ada


Keberagaman etnis dan budaya di Indonesia tecermin dalam beragamnya tradisi perkawinan yang sering kali disertai dengan adanya mahar atau maskawin. Di Desa Manu Wolu, Sumba Tengah, tradisi perkawinan melalui praktik belis menempatkan kehormatan budaya berhadapan langsung dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Buku ini secara mendalam mendeskripsikan -berdasarkan temuan lapangan- bagaimana tuntutan belis yang tinggi mendorong terjadinya pengambilan utang, penjualan aset produktif, dan pada akhirnya memunculkan reproduksi kemiskinan antargenerasi. Selain mengupas dampak sosial ekonomi yang memberatkan, buku ini juga merangkum tawaran solusi masyarakat lokal terhadap tradisi belis. Tawaran-tawaran yang dimaksud, seperti monetisasi belis, pembatasan nilai, dan kebijakan pemerintah daerah yang prorakyat. Tujuannya jelas: menjaga keberlangsungan adat tanpa mengorbankan kesejahteraan keluarga. 


Mitologi dan Budaya Sabu Raijua

Judul

:

Mitologi dan Budaya Sabu Raijua

Penulis

:

Jefrison Hariyanto Fernando, S.I.P

Penerbit

:

Diandra Kreatif

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

81

ISBN

:

978-623-128-244-6

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada


Buku dengan judul Mitologi dan Budaya Sabu Raijua ini menceritakan tentang tradisi adat istiadat seni dan cerita rakyat di Kabupaten Sabu Raijua yang dikemas dalam 12 judul terpisah.

Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang budaya masyarakat Sabu Raijua sekaligus melestarikan budaya secara tertulis karena selama ini budaya Sabu Raijua masih pada taraf budaya tutur. Buku ini juga dapat menjadi referensi bagi orang orang yang ingin mempelajari lebih dalam tentang kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur. 


Sabtu, 31 Oktober 2026

Abraham Paul Liyanto: Diberkati Untuk Memberkati

Judul

:

Abraham Paul Liyanto: Diberkati Untuk Memberkati

Editor

:

Pitan Daslani

Penerbit

:

Uwais Inspirasi Indonesia

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

284

ISBN

:

62-622-7362-042

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Teriknya sinar matahari di Kota Kupang tak sebanding sengatan beban keluarga di tahun 1970-an ketika ia bergulat dengan kesulitan ekonomi sejak di Sekolah Dasar. Anak ke-5 dari sembilan bersaudara ini berjuang membantu ayah dan ibunya dengan berjualan kue dari pintu ke pintu, meskipun tak semuanya bisa laku terjual. Selain kue semprong andalannya, ia juga bersama abangnya menjual minyak tanah per botol dan rokok ketengan, berharap mendapatkan penghasilan tambahan. Sedih, harapan itu tak selalu menjadi kenyataan.

Lima kali dalam sehari ia harus memikul air untuk mengisi drum di rumahnya. Sering pula ia mengguling drum air sepanjang jalan yang tak rata di Kota Kupang. Tenaga ekstra dibutuhkannya ketika harus mengguling drum itu di jalan mendaki. Pertama kali disuruh ibunya untuk membeli sayur dan daging, ia salah membeli, karena sayur itu terlampau sedikit untuk uang yang dibelanjakan. Ia pun dimarahi ibunya karena daging yang dibelinya itu lebih banyak tulangnya daripada dagingnya.

Lulus SMA, ia merantau, pergi kuliah di Yogyakarta, kemudian pindah ke Bali dan bersusah payah tamat sebagai insinyur. Nyaris putus kuliah karena kekurangan biaya, ia membantu dosen menggambar denah proyek di Nusa Dua. Itulah awal dari karirnya sebagai arsitek yang kemudian laris dipesan keahliannya oleh berbagai pihak. Dialah Abraham Paul Liyanto yang sekarang menjadi politisi senior, arsitek profesional, pebisnis sukses, pendidik visioner, dan pelayan masyarakat yang rendah hati.

Sebagai Senator yang mewakili NTT, ia sudah mengabdi di DPD RI selama empat periode (2009-2029). Kini ia dipercaya sebagai Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR untuk membudayakan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga mendirikan TK, SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi-Universitas Citra Bangsa-dan kini sedang mendirikan Rumah Sakit Citra Husada di Kupang.

Jejak langkahnya di sekolah kehidupan sarat dengan pesan-pesan inspiratif. Ia membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah hambatan untuk hidup sukses, apabila setiap orang memiliki tekad dan fokus untuk memperbaiki nasib dengan bekerja keras, pantang menyerah, mengembangkan bakat, membangun jaringan, serta menimba pelajaran dari pengalaman orang-orang sukses.

Benar kata pepatah: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Karena hidupnya sudah diberkati, kini ia menjadi saluran berkat bagi banyak orang. [ *** ] 


Minggu, 25 Oktober 2026

Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia

Judul

:

Teologi Publik Untuk Konteks Indonesia

Editor

:

Puplius M. Buru & Bernardus S. Hayong

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

314

ISBN

:

978-623-6724-54-5

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Pada tanggal 27-28 September 2024, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menyelenggarakan International Conference on Public Theology for the Indonesian Context dengan menghadirkan pembicara dari Eropa (Katholieke Universiteit Leuven, Belgia), dari Australia (Australian Catholic University) dan dari Indonesia. Konferensi internasional tentang "Teologi Publik untuk Konteks Indonesia" ini memberikan kesempatan untuk merefleksikan dasar-dasar, peluang, dan tantangan teologi publik dalam konteks Indonesia kontemporer. Teologi publik di Indonesia menjadi semakin penting tidak hanya karena kesadaran yang mendalam di antara orang-orang Kristen sendiri tentang dimensi sosial iman Kristen, tetapi juga karena tuntutan sosial bahwa komunitas agama harus berkontribusi aktif dalam wacana publik tentang isu-isu yang berkaitan dengan upaya untuk perbaikan berbagai aspek dalam kehidupan sosial di masyarakat luas.

Prosiding berjudul Teologi Publik untuk Konteks Indonesia ini berisi artikel-artikel yang dipresentasikan dan didiskusikan selama konferensi berlangsung. Dengan ikhtiar memindai elemen-elemen dasar dalam pengertian dan praksis teologi publik, artikel-artikel yang disajikan dalam buku ini dalam cara dan atas kadar tertentu bermaksud meletakkan dasar teologis bagi praksis teologi publik, membincangkan urgensitasnya untuk konteks kekinian, serta merumuskan relevansi dan memetakan bidang-bidang kajiannya untuk konteks Indonesia.

Jumat, 23 Oktober 2026

Menanam Keunggulan, Menulai Kemandirian: Kenangan 50 th 1968-2018 SPMA/SPP/SMK-PP ST. Isidorus Boawae

Judul

:

Menanam Keunggulan, Menulai Kemandirian: Kenangan 50 th 1968-2018 SPMA/SPP/SMK-PP ST. Isidorus Boawae

Editor

:

Gabriel Manek, dkk

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

178

ISBN

:

978-602-1161-51-7

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Ada

 

Menanam Keunggulan, Menuai Kemandirian adalah Tema Pokok yang menginspirasi keseluruhan isi buku ini. Buku Kenangan 50 (Lima Puluh) Tahun Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) St. Isidorus Boawae, terdiri dari 5 (lima) bagian yaitu sejarah pendirian sekolah, artikel-artikel, mempertahankan keunggulan dan kemandirian, apa kata mereka serta galeri St. Isidorus.

Sejarah pendirian sekolah memberi konfirmasi kepada pembaca tentang perjuangan para misionaris Gereja Katolik dan kaum awam untuk meningkatkan ekonomi umat melalui pendidikan ketrampilan pertanian. Misi mulia para misionaris Gereja Katolik yang disponsori oleh Serikat Sabda Allah dan dibantu oleh kaum awam yang cerdas dan briliant tersebut dibingkaikan dengan baik melalui artikel-artikel yang dipaparkan dalam buku ini.

Pada bagian ketiga dan keempat, para pembaca disuguhi perjuangan dan komitmen para kepala sekolah dari periode ke periode untuk mempertahankan keunggulan da kemandirian sekolah. Keunggulan dan kemandirian yang terpatri dan termeterai dalam diri para alumni,dipercakapkan dengan antusias oleh para alumninya sendiri dan oleh mereka yang bukan alumni tetapi mengagumi kehadiran sekolah ini. Akhirnya pada bagian kelima tentang galeri Santu Isidorus, ditampilkan nama para alumni dari angkatan ke angkatan sebanyak 5.555 orang, yang diperkuat dengan foto para pembina dan foto para alumni dalam ragam kegiatan mulai dari tahun 1970 - 2017. Membaca buku kenangan ini secara lengkap, kita akan menemukan gambaran yang utuh Campur Tangan Tuhan dalam siarah pendidikan dan Doa Santu Isidorus agar SMK – SPP St. Isidorus tegak maju. (Gabriel Manek, SP) 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...