Minggu, 12 Juli 2026

Strategi Memberdayakan Atraksi Wisata Budaya dan Destinasi Wisata Baru di Labuan Bajo, Salah satu dari 10 Pariwisata Prioritas

Judul

:

Strategi Memberdayakan Atraksi Wisata Budaya dan Destinasi Wisata Baru di Labuan Bajo, Salah satu dari 10 Pariwisata Prioritas

Penulis

:

Harris L. Gaol

Penerbit

:

Kepel Press

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

155

ISBN

:

978-602-356-195-7

Harga

:

Rp.     

Status

:

Kosong

 

Kawasan Indonesia Timur memiliki beragam kekayaan dan potensi wisata yang luar biasa, namun belum semua masuk daftar kategori destinasi wisata dambaan atau menjadi prioritas tempat yang harus dikunjungi oleh wisatawan luar negeri maupun wisatawan dalam negeri. Ada satu potensi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang elok yaitu Desa Wae Rebo. Lokasi ini justru pertama kali disebarluaskan oleh wisatawan dari Perancis, Catherine Allerton yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek. Desa ini berada di ketinggian 1.200 m dpl dapat ditempuh dari desa terakhir yang bisa diakses fasilitas transportasi namun masih harus menempuh perjalanan kaki selama 3-4 jam melewati hutan sebelum naik menuju lokasi.

Desa Wae Rebo memiliki beberapa keunggulan seperti bangunan arsitektur yang unik berupa rumah adat (Mbaru niang) di samping pemandangan alam desa serta kekayaan budaya dan keramahan warga desa yang murni. 

Taman Nasional Komodo yang sudah diakui UNESCO sebagai salah satu heritage dunia diharapkan bisa dikelola dengan baik supaya menjadi payung branding bagi Indonesia di level dunia serta pintu masuk mengkampanyekan Indonesia Timur. 


Manajemen Konflik Berbasis Budaya, Dari Ngada untuk Indonesia

Judul

:

Manajemen Konflik Berbasis Budaya, Dari Ngada untuk Indonesia

Penulis

:

Rofinus Neto Wuli

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

268

ISBN

:

978-623-346-672-1

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada


Konflik tak bisa lepas dalam hidup manusia. Hal ini membuat pena­nganan konflik sering kali menjadi momok bagi para pemangku kebijakan. Padahal, diperlukan strategi efektif dalam pengelolaan kon­flik guna mengembalikan harmoni di tengah masyarakat.

Manusia modern dibentuk berdasarkan sejarah panjang yang tak luput dari konflik. Daripada berfokus menghindari konflik, kita perlu menyadari bahwa manajemen konflik merupakan bagian dalam proses mencapai perdamaian yang hakiki. Pendekatan itulah yang ditawarkan dalam buku ini. Sudah seharusnya konflik ditangani sebagai aspek integral dalam kehidupan bersama.

Manajemen konflik seharusnya menjadi cara pengambilan keputusan guna mencapai mufakat, dan lebih jauh lagi, perdamaian. Penyelesaian konflik tak bisa dilepaskan dari pihak-pihak terkait. Perlu dicapai resolusi damai yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang diaplikasikan dalam masyarakat.

Di Indonesia, manajemen konflik sudah menjadi bagian integral da­lam masyarakat. Hal ini terejawantah dalam budaya keseharian. Buku ini mengangkat studi kasus masyarakat Ngada di Flores yang memiliki manajemen konflik dan terbukti mampu merekatkan kembali simpul kerukunan di masyarakat dengan mempertahankan asas-asas luhur persaudaraan. Tak hanya melibatkan seluruh anggota masyarakat terkait, manajemen konflik ala masyarakat Ngada juga menerapkan sistem peng­ampunan sebagai bagian linier dalam mengembalikan stabilitas masyarakat pascakonflik. 


Sejarah Timor Timur 1975-1999

Judul

:

Sejarah Timor Timur 1975-1999

Penulis

:

Letkol Caj. Drs. Khafidzin Widodo, M.A. dkk

Penerbit

:

Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat Bandung

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

438

ISBN

:

978-602-7846-37-1

Harga

:

NFS     

Status

:

Kosong


Timor Portugis (Timor Timur) merupakan daerah yang berbatasan dengan Timor Barat Indonesia, dalam perjalanan sejarahnya tidak pernah sepi dari kekisruhan, diawali pada masa kolonial Portugal, penduduk di daerah ini telah melakukan pemberontakan ratusan kali untuk melepaskan diri dari kolonial Portugal namun tidak pernah berhasil.

Begitu juga halnya ketika proses dekolonisasi bergulir pada 1975, masing-masing partai politik seperti: UDT, Apodeti, Fretilin, Kota, dan Trabalista berebut hegemoni memperjuangkan garis partainya, sehingga terjadi perang saudara. Politik mencari kawan antar partai untuk melawan partai lain mengalami dinamika bongkar pasang kawan dan lawan, terakhir berujung dengan koalisi Apodeti, UDT, dan Trabalista melawan Fretilin yang berhaluan komunis.

Momentum sejarah berikutnya terjadi pada 7 Desember 1975, ketika partai koalisi (Apodeti, UDT, Kota, dan Trabalista) dibantu para sukarelawan Indonesia berhasil mengalahkan Fretilin yang saat itu menguasai kota Dili ibu kota Timor Timur, selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap Fretilin di beberapa daerah lainnya. Akhirnya Fretilin masuk hutan untuk melakukan perjuangan melalui sayap militer (perang gerilya), dan sayap politik mencari dukungan internasional.

Di saat Fretilin tertekan, partai koalisi (Apodeti, UDT, Kota, dan Trabalista) kemudian membentuk Pemerintahan Sementara Timor Timur (PSTT), selanjutnya pada 31 Mei 1976 menyampaikan petisi untuk berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah melalui pertimbangan politik dalam negeri dan politik global, akhirnya Timor Timur pada 17 Juli 1976 ditetapkan menjadi bagian dari NKRI, yakni Daerah TK. I Propinsi Timor Timur.

Permasalahan kekisruhan tidak berakhir di situ, karena di pihak Fretilin terus melakukan perlawanan terhadap pemerintah RI di Timor Timur, di pihak lain Portugal dan negara-negara bekas koloninya seperti Mozambique mengajukan resolusi Timor Timur ke PBB. Agenda Timor Timur dalam sidang tahunan PBB tidak pernah terselesaikan sampai lengserkebrabonnya Presiden Suharto pada 21 Mei 1998, dan digantikan Presiden BJ. Habibie. Pada 1999 Presiden BJ. Habibie memberikan opsi kepada warga Timor Timur: Merdeka atau bergabung dengan NKRI, dan pada jajak pendapat dimenangkan pilihan merdeka.


Sabtu, 11 Juli 2026

Fabel 34 Provinsi : NTT - Asal Mula Komodo


Judul

:

Fabel 34 Provinsi : NTT - Asal Mula Komodo

Penulis

:

Dian K.

Penerbit

:

Bhuana Ilmu Populer

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

32

ISBN

:

978-623-216-523-6

Harga

:

Rp. 25.000         

Status

:

Kosong

 

Sebentar lagi Putri akan melahirkan. Perutnya sudah besar dan rasanya amat berat. Majo, suaminya, mengira mereka akan mendapat anak kembar. Benar saja, bayi yang keluar pertama adalah laki-laki. Namun, bayi kedua tidak tampak seperti manusia. Apa yang terjadi, ya?

Dongeng Binatang 34 Provinsi terdiri dari 34 judul dengan tokoh binatang endemik dari seluruh provinsi di Indonesia. Terdapat fakta unik di masing-masing akhir cerita. Yuk, koleksi semua judulnya! 


Rabu, 08 Juli 2026

Tempat dan Peristiwa sejarah di Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Tempat dan Peristiwa sejarah di Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Denok Oktawila & Siti Aminatus Sholichah

Penerbit

:

Media Ilmu

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

62

ISBN

:

978-602-579-407-0

Harga

:

Rp. 37.200         

Status

:

Kosong


Nusa Tenggara Timur adalah suatu provinsi yang letaknya berada di sebelah timur indonesia. Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki aneka ragam tempat dengan berbagai peristiwa didalamnya dan mempunyai peristiwa-peristiwa penting di dalamnya. Rumah pengasingan soekarno di ende, Gereja Sikka, Peninggalan Portugis di Bola, Gereja Masehi Injili di Timor Jemaat kota Kupang, Museum Seribu Moko, Benteng Concordia, Majid Al- muqarabbin Labala, Masjid air mata kupang, Kampung Megalitik Bena, Gedung Maria Immaculata, Monumen Veteran Australia, Pulau Komodo, Gunung Inerie sebagai Penjelmaan Sosok Jaramasi dengan Kuda Tunggangannya, Gunung Mutis dengan Aneka Flora dan Faunanya, Gua Liang Bua sebagai Tempat Ditemukan Fosil Homo Florensis, Danau Kelimutu, Batu Misterius yang Diyakini Sebagai Kemunculan UFO di kupang, dan Pulau Bidadari. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...