Selasa, 13 Oktober 2026

Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle, Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021)

Judul

:

Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle, Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021)

Editor

:

Dr. Antonio Camnahas, Dra. Praxedis Sadipun dan Elisabet Luju, S.H., M.M.

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

282

ISBN

:

978-623-6724-21-7

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Seabad sudah berlalu, namun paroki ini masih tetap eksis, setelah melewati sekian banyak badai sepanjang perjalanannya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi ini, Gereja ini coba menarik nafas dan berhenti sejenak untuk memaknai badai-badai historisnya, bersyukur, belajar dan menimba kekuatan baru. Badai selain menakutkan tetapi juga membuat mereka yang keluar darinya menjadi semakin tegar, percaya diri dan menjadi lebih dewasa. Pasti ada badai-badai lainnya yang sudah menanti di depan, namun bersama Roh Kudus dalam persatuan erat dengan Allah Bapak dan Allah Putera, Gereja Nelle yakin akan tetap tegar juga di masa depan. Keyakinan ini dibangun bukan mengandalkan kekuatannya sendiri melainkan kekuatan ilahi yang turut bekerja aktif di dalamnya.

RP. Stef. Buyung Florianus, O.Carm lewat artikelnya berusaha membantu kita untuk menyadari kembali asal-usul kekristenan di wilayah ini. Dia mulai dengan kisah tentang benih awal iman kekristenan disemai di wilayah Nusa Tenggara diakhiri dengan situasi perkembangan itu di masa sekarang. Dr. Antonio Camnahas lewat artikelnya telah menunjukkan berkat Tuhan bagi bumi Nusa Tenggara lewat kerja keras para pendahulu, juga lewat tangan-tangan tak terlihat lainnya oleh mata, yang telah membantu perkembangan iman Kristen di wilayah ini, khususnya pada masa awal karya para misionaris SVD. Vitalis Badar, S.H., telah berusaha untuk menghadirkan kembali kisah awal tentang Paroki Roh Kudus Nelle, para pastor yang telah berkarya di sini, juga "tapak-tapak kaki" dan karya-karya mereka yang tetap dikenang umat sampai sekarang. Penulis yang sama juga, karena latar belakang studinya di bidang hukum, telah menurunkan satu artikel lain berkaitan dengan status hukum tanah-tanah yang menjadi hak milik paroki ini sejak awal. Selanjutnya, kisah tentang peristiwa kebakaran gedung gereja dan pastoran Nelle di tahun 1940 kami parafrasekan ulang dari tulisan di buletin Ende Post edisi Maret 1941. Terima kasih untuk bantuan Sr. Edfreda Theot, SSpS yang telah rela menerjemahkan tulisan ini dari Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia. 


Kokor Gola Kolang

Judul

:

Kokor Gola Kolang

Penulis

:

Bernard Raho, Alexander Jebadu dan Sefrianus Juhani

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

124

ISBN

:

978-602-1161-67-8

Harga

:

Rp. 30.000

Status

:

Ada


Tradisi Pante - Kokor Gola merupakan sebuah mata pencaharian yang sudah lama dilakoni oleh orang-orang Manggarai Barat khususnya di wilayah Kolang, Ndoso, Pacar, dan Rego. Ketika usaha pertanian dan perkebunan belum semaju seperti sekarang ini akibat intervensi Gereja dan Pemerintah, tradisi pante- kokor gola merupakan mata pencaharian andalan. Tetapi tradisi pante bukanlah usaha ekonomis semata-mata. Di dalam tradisi pante - kokor gola tersebut ditemukan juga dimensi teologis. Konsep tentang Allah yang terus berkarya dan peduli dengan nasib manusia nampak dalam kenyataan bahwa di dalam setiap tahapan proses pante mereka selalu berdoa untuk terhindar dari bahaya dan supaya usahanya berhasil mendatangkan air nira yang melimpah. Mudah-mudahan tradisi pante - kokor gola ini terus dilestarikan karena dia tidak cuma mempunyai nilai ekonomis tetapi juga mempunyai nilai teologis. 


Perkawinan Adat Wankung Rahong: Dalam Perspektif Perkawinan Gereja Katolik (Perbandingan Pandangan, Tujuan dan Sifat Perkawinan)

Judul

:

Perkawinan Adat Wankung Rahong: Dalam Perspektif Perkawinan Gereja Katolik (Perbandingan Pandangan, Tujuan dan Sifat Perkawinan)

Penulis

:

Antonius Mbukut

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

102

ISBN

:

978-602-1161-93-7

Harga

:

Rp. 55.000

Status

:

Ada


Dalam karya pastoral, para agen pastoral perlu menggali dan mempelajari secara mendalam persamaan-persamaan dan juga perbedaan-perbedaan nilai-nilai tradisi perkawinan Katolik dan tradisi perkawinan adat masyarakat setempat. Setelah menemukan dan memahami persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan nilai tradisi perkawinan Katolik dengan perkawinan adat masyarakat setempat itu, para agen pastoral mesti sanggup mengawinkan nilai perkawinan Katolik dengan nilai perkawinan masyarakat setempat tersebut agar masyarakat setempat mudah memahami nilai-nilai perkawinan Katolik dan tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang asing. Para agen pastoral dapat juga memanfaatkan nilai-nilai perkawinan adat untuk menguatkan pewartaan tentang nilai-nilai perkawinan Katolik. 


Bukan Berhala! Penghormatan Para Leluhur

Judul

:

Bukan Berhala! Penghormatan Para Leluhur

Penulis

:

Alex Jebadu

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

319

ISBN

:

978-978-9447-81-7

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Ada

 

Amnesia kolektif menjadi salah satu persoalan bangsa Indonesia. Kita cepat lupa akan masa lalu kita. Tokoh yang melakukan kejahatan di masa lampau, dengan gampang diterima dan dirayakan kembali hanya karena dia membagi-bagi hadiah dan menjanjikan kemakmuran untuk satu masa depan yang tidak jelas. Sementara itu, seorang pejabat yang baik di masa lalu gampang dilupakan bersamaan dengan hilangnya dia dari panggung publik.

Di dalam kondisi seperti ini, apakah relevan kalau kita berbicara mengenai para leluhur dan memberikan pendasaran teologis bagi praktik penghormatan terhadap mereka? Jawaban atas pertanyaan ini berkaitan erat dengan konsekuensi yang dihadapi satu masyarakat ketika dia secara konsekuen tenggelam di dalam amnesia kolektifnya. Masyarakat seperti ini akan kehilangan jati dirinya. Ketercerabutan dari akar sejarah akan membuat satu masyarakat gampang diarahkan demi kepentingan sesaat para penguasa.

Kehadiran buku ini yang memberikan pendasaran teologis yang memadai terhadap praktik penghormatan terhadap para leluhur dapat membantu para petugas Gereja untuk menghadapi praktik ini secara kreatif. Apabila dipelajari dengan baik dalam bingkai teologi yang tepat, maka praktik penghormatan terhadap para leluhur tidak harus menciptakan dualisme dalam penghayatan iman, sebaliknya bisa memperkaya iman dan bisa membantu masyarakat untuk tidak tenggelam dalam amnesia yang berbahaya. 


Senin, 12 Oktober 2026

Orang-Orang Katolik di Indonesia Era Kemerdekaan 1945-2010 Jilid 3

Judul

:

Orang-Orang Katolik di Indonesia Era Kemerdekaan 1945-2010 Jilid 3

Penulis

:

Karel Steenbrink

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

894

ISBN

:

978-602-1161-55-5

Harga

:

Rp. 275.000

Status

:

Ada

 

Orang-orang Katolik di Indonesia Era Kemerdekaan 1945-2010 menuntaskan buku profil sejarah berjilid tiga yang ditulis Profesor Steenbrink tentang agama Katolik di Indonesia, lengkap dengan laporan yang sangat terperinci tentang kelangsungan hidup dan pertumbuhan agama minoritas ini di negeri mayoritas Muslim Indonesia sejak kemerdekaan Republik itu tahun 1945.

Kekatolikan kolonial bertahan hidup di Republik Indonesia yang merdeka sepanjang rezim nasionalis Soekarno (1945-1965), dan mendapatkan kembali dinamika baru dalam kurun kebangkitan agama seumumnya yang merupakan bagian dari Orde Baru Soeharto setelah tahun 1965. Dari sebuah lembaga yang sangat bercorak Belanda, agama Katolik di Indonesia berkembang menjadi sebuah komunitas yang sepenuhnya dinahkodai orang-orang Indonesia, namun tetap mempertahankan coraknya yang modern lagi internasional.

Buku ini terpilah ke dalam dua bagian besar. Bagian pertama mengkaji masalah-masalah nasional, yang mencakup agama dalam politik Indonesia, struktur internal komunitas Katolik, para klerus religius, imam diosesan, para suster dan bruder laikal, basis sekuler agama Katolik dalam ranah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan karya pembangunan, keterlibatan sosial dan spiritualitas kaum awam serta para pemikir, penulis, seniman kreatif, aneka proposal dan debat teologi. Bagian kedua menelisik berbagai tinjauan kewilayahan di negara yang sangat luas ini, mulai dari perjuangan Gereja Katolik di Flores, Timor dan Sumba, masyarakat Papua yang mencari identitas antara dominasi Belanda dan Indonesia, Maluku yang dipepaki beban berat fragmentasi agama dan isolasi geografıs, kaum minoritas Katolik di Minahasa dan Toraja di Sulawesi, Kalimantan, hingga diaspora Katolik di Sumatera, Jawa dan Bali. Buku ini juga dilengkapi oleh tidak kurang 29 dokumen yang ditulis berbagai tokoh dan organisasi sejak tahun 1942 hingga tahun 2007, foto-foto historis bahari dan modern serta puluhan tabel yang meringkas aneka struktur, lembaga, personel, tempat ziarah, statistik, kelompok etnis serta umat seumumnya.

Karel Steenbrink, yang tahun 1974 meraih gelar Ph.D. dalam Studi-Studi Agama, adalah Guru Besar Emeritus dalam bidang Teologi Antarbudaya pada Departemen Studi Agama di Universitas Utrecht. Ia telah menerbitkan banyak buku tentang agama-agama di Indonesia, baik Islam maupun Kristen. Dimulai tahun 1970 dengan kerja lapangan di lembaga pendidikan Islam, ia kini meneliti aneka pandangan dari masa kolonial tentang Islam serta posisi kaum minoritas Katolik di tengah masyarakat mayoritas Muslim di Indonesia. Dua jilid pertama dari profil sejarah ini (Jilid 1: Suatu Pemulihan Bersahaja 1808-1903 dan Jilid 2: Pertumbuhan yang Spektakuler dari Minoritas yang Percaya Diri) juga diterbitkan Penerbit Ledalero, Maumere-Flores (2006).

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...