Tampilkan postingan dengan label Buku Pertambangan & Energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Pertambangan & Energi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

Potensi & Peluang Investasi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Potensi & Peluang Investasi Nusa Tenggara Timur

Penerbit

:

Pemerintah Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

176

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.     

Status

:

Kosong

 

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang dianugerahi Tuhan Yang Maha Murah beraneka ragam potensi sumber daya alam yang melimpah, sehingga Provinsi Nusa Tenggara Timur layak menjadi daerah tujuan investasi,dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi-potensi yang ada.

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi unggulan dan peluang investasi diantaranya; Sektor Pariwisata,Pertanian dan Perkebunan,Kelautan dan Perikanan, Peternakan, Kehutanan serta Pertambangan dan Energi.

Saya berharap buku POTENSI & PELUANG INVESTASI NUSA TENGGARA TIMUR ini dapat memperkaya serta menjadi sumber informasi awal yang cukup dan bermanfaat kepada calon investor tentang potensi dan peluang investasi serta kondisi Nusa Tenggara Timur pada umumnya.

Akhirnya,saya mengucapkan selamat datang,selamat berinvestasi dan berusaha kepada calon investor dan pelaku bisnis baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para investor dan pelaku bisnis yang selama ini menanamkan modal dan menjalankan usahanya di daerah ini.

Selanjutnya,saya juga tidak lupa memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsih, langsung maupun tidak langsung dalam menerbitkan buku ini dan melaksanakan promosi investasi di daerah kami. Saya berharap,kerjasama yang terjalin dengan baik selama ini dapat di pertahankan dan terus ditingkatkan pada masa yang akan datang. (Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya)

 

Minggu, 22 September 2024

Praktik Kuasa di Balik Wacana Tambang Pasir Besiꓽ Analisa Kritis terhadap Pemberitaan Flores Pos dan Expo NTT

Judul

:

Praktik Kuasa di Balik Wacana Tambang Pasir Besi Analisa Kritis terhadap Pemberitaan Flores Pos dan Expo NTT

Penulis

:

Paulus Kristianus Nggaa, S.STP., MA

Penerbit

:

Amerta Media

Tahun Cetak

:

 -

Halaman

:

ISBN

:

Harga

:

Rp. 62.000

Status

:

Kosong

 

Sejak dan pasca era reformasi di Indonesia, situasi politik lokal mulai menggeliat. Fenomena menggeliatnya politik lokal ini, terpotret dalam semakin memanasnya kontestasi diantara para kandidat kepala daerah, tak terkecuali situasi politik lokal di Kabupaten Ende. Kondisi ini tidak terlepas dari peran strategis media massa. Salah satunya adalah untuk memberikan informasi, pencerahan, pendidikan dan kesadaran politik kepada masyarakat. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa ada media massa tertentu justru mendukung dan memiliki kepentingan tersendiri dengan kontestan tertentu pula. Dengan demikian, buku ini mau meneropong dinamika politik lokal di Kabupaten Ende, yaitu Praktik Kuasa di Balik Wacana Tambang Pasir Besi, sebuah analisis kritis terhadap pemberitaan media Flores Pos dan Expo NTT, Meneropong Dinamika Politik Lokal di Kabupaten Ende.



Selasa, 24 Januari 2023

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Judul

:

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Editor

:

Letkol Adm A. Rachman Jamal, M.Si & Christantiowati

Penerbit

:

Red & White Publishing

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

528

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 250.000

Status

:

Ada

 

Ekspedisi NKRI 2015 Kepulauan Nusa Tenggara meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Melibatkan 1.227 personel yang terdiri dari berbagai elemen bangsa, dari TNI, Polri, LSM, para peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat.

Tim Ekspedisi NKRI 2015 di Kepulauan Nusa Tenggara berhasil mengumpulkan berbagai data lapangan yang amat berharga. Ekspedisi NKRI 2015 bagaikan mengumpulkan “permata-permata” yang bertaburan di sepanjang Bali, NTB hingga NTT. Pantai-pantai sepi dengan air bening pasir halus dan putih, hitam hingga merah muda terhampar di mana-mana.

Buku ini patut disimak terutama bagi mereka yang ingin mengetahui kegiatan Ekspedisi NKRI 2015 lebih jauh. Ekspedisi NKRI 2015 memiliki sejumlah tujuan, yaitu melakukan penjelajahan di wilayah Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Penjelajahan dilakukan melewati gunung, hutan, rawa, pantai dan sungai. Pengkajian geologi dilakukan untuk melihat wilayah rawan bencana. Ekspedisi NKRI 2015 juga melakukan kegiatan sosial seperti pelestarian alam, penyuluhan keluarga berencana dan pra sejahtera sebagai bagian dari pegabdian dan kepedulian masyarakat.

Untuk menanamkan sikap peduli terhadap alam. Tim Ekspedisi NKRI 2015 melakukan penanaman 1.300 bibit pohon trembesi dan 30.000 anak cendana di kawasan Ende, Sumba Barat dan Kupang. Penghijauan ini dilakukan selain untuk melindungi mata air bagi kehidupan warga, juga terutama untuk mencegah punahnya tanaman cendana dari habitat aslinya.

Hasil kegiatan ekspedisi dapat dilihat dari paparan berikut: Dalam kegiatan penjelajahan Tim Ekspedisi NKRI 2015 mampu mencapai target jarak sepanjang 6.791,3 km dengan mendapatkan 1.584 temuan, drop zone 144 lokasi, helipad 44 lokasi, landing zone 70 lokasi, pantai yang dapat didarati Amphibi 125 lokasi, wilayah pertahanan 170 lokasi dan patok perbatasan RI-RDTL sebanyak 1.031 patok. Dalam bidang penelitian, Tim Kehutanan mendapat 869 temuan daerah yang mengalami kerusakan. Tim Flora Fauna memperoleh 4.295 temuan yang terdiri dari flora 2.124 temuan dan fauna 2.171 temuan. Terdapat 506 temuan dari Tim Geologi yang terdiri dari 47 temuan belum teridentifikasi. Tim Potensi Bencana mendapat 632 temuan dan Tim Sosial Budaya 2.168 temuan. Sedangkan dalam komunikasi sosial dilaksanakan 1.294 kegiatan, terdiri dari 385 kali kegiatan fisik dan 909 kegiatan non-fisik. 


Selasa, 29 Maret 2022

Membangun Kesadaran: Kisah-Kisah Gerakan Tolak Tambang di Manggarai Raya dengan Memanfaatkan Pengetahuan Lokal

Judul

:

Membangun Kesadaran: Kisah-Kisah Gerakan Tolak Tambang di Manggarai Raya dengan Memanfaatkan Pengetahuan Lokal

Penulis

:

Simon Suban Tukan, SVD, dan Mirisa Hasfaria

Penerbit

:

Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (Justice, Peace and Integrity of Creation/JPIC) SVD Ruteng-Manggarai dan INSISTPress

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

52

ISBN

:

978-602-0857-60-2

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Kosong


Cerita perubahan ini adalah sebuah pembelajaran bersama terkait perjuangan masyarakat mendorong pemerintah untuk memenuhi dan menegakkan hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat akan pembangunan yang menyejahterakan dan berkeadilan sosial. Pulau Flores selalu mengalami perubahan iklim, di mana kemarau selalu lebih panjang dibandingkan musim hujan. Sehingga kesulitan mendapatkan air minum dan kegagalan panen sering terjadi. Pulau Flores juga merupakan daerah ring api serta mengalami letusan gunung berapi dan guncangan akibat gempa yang sering. Keberlanjutan masyarakat yang sangat bergantung pada daya dukung lingkungannya untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan bisa lenyap, jika perizinan tambang dibiarkan menggerus lahan-lahan produktif warga.


Jumat, 04 September 2020

Tambang dan Resistensi Lokal di Manggarai – Narasi Pembangunan Tripolar Asimetris

Judul
:
Tambang dan Resistensi Lokal di Manggarai – Narasi Pembangunan Tripolar Asimetris
Penulis
:
Max Regus
Penerbit
:
Kanisius
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
160
ISBN
:
978-979-21-6160-1
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong 


Industri tambang tidak bisa dipahami dari sudut pandang ekonomi semata. Industri tambang juga terhubung dengan isu-isu kunci lain, seperti keberlanjutan ekologis dan keberadaan masyarakat lokal. Perlawanan lokal muncul ketika industri tambang tidak mampu menjawab sejumlah pertanyaan fundamental seputar keadilan sosial, hak-hak ekonomi politik masyarakat lokal, kerusakan lingkungan hidup dan sederet pertanyaan asasi lainnya. Buku ini menghadirkan kompleksitas hubungan antara tambang dan aspek-aspek fundamental di atas. Resistensi terhadap tambang yang diulas dalam buku ini merupakan alat analisis untuk memahami sejumlah titik rawan praktik politik pembangunan. Buku ini merupakan sebuah produk akademik yang penting di dalam memahami dialektika banyak aktor dan institusi pada lanskap serta narasi besar pembangunan.

Selasa, 30 Juli 2019

Perbandingan Efektivitas Daya Adsorpsi Sekam Padi Dan Cangkang Kemiri Terhadap Logam Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali

Judul
:

Perbandingan Efektivitas Daya Adsorpsi Sekam Padi Dan Cangkang Kemiri Terhadap Logam Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali

Penulis
:
Loth Botahala
Penerbit
:
Deepublish
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
51
ISBN
:
978-623-209-613-4
Harga
:
Rp. 72.500
Status
:
Kosong


Gagasan dari penelitian ini muncul ketika penulis mengetahui kondisi masyarakat yang menggunakan air sumur gali, ternyata telah tercemar oleh logam berat. Penulis juga mengetahui bahwa ternyata limbah pertanian terutama sekam padi dan cangkang kemiri sangat melimpah di Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
Melalui penelitian ini penulis telah mengetahui efektivitas adsorben cangkang kemiri lebih baik dari sekam padi dalam proses adsorpsi terhadap logam Fe yang telah mencemari sumur gali penduduk di Tombang kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor-NTT.
Pada umumnya, sebagian besar penyakit yang diderita oleh manusia berasal dari penggunaan air yang telah tercemar (Balaji R. dkk., 2014). Pencemaran air oleh logam telah menjadi masalah umum yang dihadapi di seluruh dunia dengan pesatnya perkembangan teknologi dan industri (Saruki, dkk., 1997 dalam Balaji R., dkk., 2014). Pencemaran oleh logam berat, ketika terserap dalam tubuh manusia, dapat mengganggu kesehatan secara serius, termasuk kanker, kerusakan organ, kerusakan sistem saraf, dan dalam kasus tertentu dapat menyebabkan kematian (Gunatilake S. K., 2015; Tripathi A., dkk., 2015; Barakat, M., A., 2011; Lin S. H., dkk., 2002 dalam Veli Sevil, dkk., 2007).
Menurut Beenakumari K. S. (2009) dalam Balaji R., dkk., (2014), besi termasuk kategori logam berat dan merupakan bahan pencemar dalam air yang melimpah di bumi sekitar 5% dari kerak bumi. Namun besi (Fe) termasuk kelompok logam berat yang kurang beracun. Artinya bahwa besi dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan yang serius terhadap manusia bila terakumulasi secara berlebihan dalam tubuh, atau melebihi ambang batas (Veli Sevil, dkk., 2007) yang telah ditetapkan dalam Anonim (2010) yaitu 0,3 mg/l (atau sama dengan 0,3 ppm). Berdasarkan hasil penelitian Fahrul (2015), kelima sumur gali di Tombang Kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor-NTT telah tercemar oleh logam besi (Fe) masing-masing dengan konsentrasi sebesar 2,306 ppm; 0,540 ppm; 0,698 ppm; 0,730 ppm; dan 0,476 ppm.

Jumat, 25 Mei 2018

Kemiskinan Energi Listrik Memberi Terang Wilayah Terpencil Indonesia

Judul
:
Kemiskinan Energi Listrik Memberi Terang Wilayah Terpencil Indonesia
Editor
:
Maxensius Tri Sambodo
Penerbit
:
LIPI Press
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
104
ISBN
:
978-979-799-819-6
Harga
:
Rp. 75.000
Status
:
Ada


Dunia ini digerakkan oleh energi listrik. Hampir seluruh kegiatan yang dilakukan oleh manusia bergantung dari ketersediaan listrik, mulai dari aktivitas industri, pendidikan, hingga rumah tangga. Di Indonesia, energi listrik juga memainkan peran sentral dalam menggerakkan kehidupan bangsa ini. Namun, ketersediaan listrik belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Masih banyak masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan mengakses energi listrik.

Bunga rampai Kemiskinan Energi Listrik: Memberi Terang Wilayah Terpencil Indonesia berusaha menjawab persoalan kemiskinan yang sangat erat kaitannya dengan kesulitan akses energi listrik. Kendala yang terjadi di lapangan dalam usaha penyediaan akses listrik di daerah terpencil juga dibahas secara mendetail, terutama yang menyebabkan kurangnya keikutsertaan pemerintah daerah. Tak lupa, bunga rampai ini juga memberikan skema peningkatan akses listrik yang berpotensi untuk dikembangkan. 

Bunga rampai ini diharapkan dapat dijadikan acuan pengambilan kebijakan dan program-program bagi pemerintah daerah dan para pihak yang peduli pada permasalahan akses listrik di daerah terpencil. Selain itu, bunga rampai ini juga dapat memberikan informasi bagi perkembangan keilmuan, terutama studi mengenai akses listrik dan kemiskinan.

Kamis, 17 Mei 2018

Akses Listrik & Kesejahteraan Masyarakat

Judul
:
Akses Listrik & Kesejahteraan Masyarakat
Editor
:
Maxensius Tri Sambodo, Siwage Dharma Negara & Ahmad Helmy Fuady
Penerbit
:
LIPI Press
Tahun Cetak
:
2016
Halaman
:
150
ISBN
:
978-979-799-858-5
Harga
:
Rp. 80.000
Status
:
Ada



Ada banyak kendala dan tantangan yang ditemukan dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan di wilayah perdesaan, terutama di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Buku Akses Listrik dan Kesejahteraan Masyarakat ini hadir untuk memberikan solusi terhadap berbagai kendala dan tantangan tersebut. Dengan fokus kajian di wilayah perdesaan terpencil di NTT, buku ini menjelaskan beberapa tantangan besar bagi pembangunan listrik perdesaan untuk membantu masyarakat perdesaan memenuhi kebutuhan energi listrik, meningkatkan kemampuan masyarakat perdesaan memelihara keberlanjutan instalasi pembangkit, mengembangkan sumber energi terbarukan agar lebih kompetitif serta mengatasi kendala geografis wilayah perdesaan yang tersebar dengan infrastruktur yang minim.

Selain itu, buku ini juga memberikan ulasan terkait dampak akses listrik terhadap masyarakat, ditinjau dari adanya peningkatan kegiatan investasi, peningkatan usaha produktif masyarakat serta peningkatan pendapatan dan tabungan rumah tangga. Pada akhirnya, buku ini mencoba mendiskusikan strategi membangun sektor ketenagalistrikan dalam rangka menunjang program pengentasan kemiskinan di perdesaan.

Buku ini dapat menjadi referensi yang tepat bagi pihak-pihak yang tertarik dengan topik ketenagalistrikan dan pengelolaan akses listrik di daerah terpencil, misalnya para pemerhati bidang ketenagalistrikan, para akademisi (dosen, mahasiswa, dan peneliti), dan praktisi serta konsultan yang bergerak di sektor ketenagalistrikan. Selain itu, strategi dan solusi yang ditawarkan dalam buku ini juga dapat dijadikan acuan, utamanya bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan bagi para pengambil kebijakan dalam pengambilan keputusan terkait dengan pengelolaan energi listrik, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Selasa, 01 Mei 2018

Mengapa Gereja (Harus!) Tolak Tambang, Sebuah Tinjauan Etis, Filosofis dan Teologis atas Korporasi Tambang

Judul
:
Mengapa Gereja (Harus!) Tolak Tambang, Sebuah Tinjauan Etis, Filosofis dan Teologis atas Korporasi Tambang
Penulis
:
Benny Denar
Penerbit
:
Ledalero  
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
358
ISBN
:
978-602-1161-13-5
Harga
:
Rp. 65.000
Status
:
Kosong


Gereja harus berani melakukan institutional adjustment untuk menjadi pemain penting dalam ruang sosial, ekonomi dan politik. Salah satunya dengan mempertanyakan kembali secara kritis dan terbuka tentang keunggulan dan ketertinggalan muatan-muatan gagasan dari Ajaran Sosial Gereja ketika ditaruh dalam cangkang kapitalisme global beserta keturunannya hingga sekarang ini. Buku karya Benny Denar ini merupakan salah satu usaha yang baik untuk melihat persoalan ini secara lebih serius. Berhubungan dengan Gereja dalam narasi besar kapitalisme, buku ini membahasakan dua aspek yang sangat mendasar. Pertama, penegasan akan panggilan pastoral Gereja untuk melayani kemanusiaan dan peradaban. Kedua, mempertajam otokritik eklesialistik seputar keengganan gereja menjalani pertarungan terbuka melawan serangan brutal kapitalisme. (Max Regus, Pr.)

Buku ini adalah sebuah dokumentasi dan refleksi tentang sebuah Gereja lokal yang berani keluar dari wilayah nyamannya sendiri. Persoalan seputar tambang adalah titik krusial bagi Gereja di NTT umumnya untuk beralih dari Gereja tradisional gaya “Volkskirche” yang berorientasi pada pengajaran agama dan pembentukan jemaat melalui pengajaran agama dan pembentukan jemaat melalui pengajaran agama dan liturgi, menjadi sebuah Gereja pejuang yang mengutamakan solidaritas dengan ciptaan dan warga, terutama mereka yang paling miskin dan lemah. (Paul Budi Kleden)

Pertambangan di Flores-Lembata Berkah atau Kutuk?

Judul
:
Pertambangan di Flores-Lembata Berkah atau Kutuk?
Editor
:
Alex Jebadu dkk
Penerbit
:
Ledalero  
Tahun Cetak
:
2009
Halaman
:
417
ISBN
:
979-978-9447-68-5
Harga
:
Rp. 60.000
Status
:
Kosong


Selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini, pemerintah di Flores telah memberikan puluhan Izin Kuasa Pertambangan dan disinyalir sedang bersiap-siap untuk memberikan ratusan Izin Kuasa Pertambangan baru kepada sejumlah besar perusahaan asing raksasa yang biasanya bersembunyi di balik perusahaan domestik Indonesia yang umumnya tidak bermodal raksasa.

Setelah melihat dampak negatif eksploitasi pertambangan yang sudah berjalan puluhan tahun di beberapa lokasi sepanjang pesisir Manggarai Utara, sejak beberapa tahun belakangan ini, industri pertambangan akhirnya mulai mendapat reaksi protes yang luas dari masyarakat mulai dari Kabupaten Lembata di ujung timur sampai di ketiga Kabupaten Manggarai di ujung barat.

Dalam buku ini didokumentasikan pelbagai pikiran, pertimbangan, aksi dan kegiatan sekitar persoalan pertambangan di Flores dan Lembata.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...