Judul |
: |
Tanah Langit NTT |
Penulis |
: |
Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT |
Penerbit |
: |
Garudhawaca |
Tahun Cetak |
: |
2021 |
Halaman |
: |
250 |
ISBN |
: |
978-623-652-163-2 |
Harga |
: |
Rp. 125.000 |
Status |
: |
Kosong |
Senin, 03 Agustus 2026
Tanah Langit NTT
Rabu, 07 Januari 2026
Keluarga Oriente: Kumpulan Cerita
Judul |
: |
Keluarga Oriente: Kumpulan Cerita |
Penulis |
: |
Armin Bell |
Penerbit |
: |
Marjin Kiri |
Tahun Cetak |
: |
2024 |
Halaman |
: |
106 |
ISBN |
: |
978-602-0788-60-9 |
Harga |
: |
Rp. 68.000 |
Status |
: |
Kosong |
Kekerasan oleh adat dan
tradisi. Kekerasan oleh negara dan aparatus kekuasaan. Kekerasan oleh ekspansi
kapital. Kekerasan berbasis gender. Kekerasan seksual dalam lingkungan terdekat…
Armin Bell dalam
cerpen-cerpen yang mayoritasnya berlatar di wilayah Flores dan sekitarnya
menggambarkan pergulatan manusia-manusia dari beragam profesi, taraf sosial,
dan usia yang seakan tak bisa lepas dari pusaran kekerasan keseharian yang
membelitnya.
Rabu, 08 Oktober 2025
Akhir Kisah Bersama Mario, Kumpulan Cerpen Fabio H. Seran
Judul |
: |
Akhir Kisah Bersama Mario, Kumpulan Cerpen Fabio H. Seran |
Penulis |
: |
Fabio H. Seran |
Penerbit |
: |
KKK |
Tahun Cetak |
: |
2025 |
Halaman |
: |
120 |
ISBN |
: |
- |
Harga |
: |
Rp. - |
Status |
: |
Kosong |
Antologi cerita pendek karya P. Fabio H. Seran menawarkan pandangan sekilas yang mendalam dan mengharukan ke dalam jiwa manusia, mengungkap kemampuan luar biasa penulis dalam menyusun cerita yang menyentuh hati. Melalui cerita-ceritanya, penulis tidak hanya menunjukkan bakat hebat dalam bercerita, tetapi juga empati yang mendalam dan kepekaan yang langka terhadap kesulitan, impian, dan harapan orang-orang biasa. Kisah-kisah dalam volume ini sungguh berharga. Setiap kisah merupakan dunia kecil tersendiri, dihuni oleh karakter-karakter nyata dan bersemangat yang menghadapi cobaan yang berbicara kepada kita semua: kehilangan, pencabutan akar, perjuangan untuk terus maju, tradisi-tradisi yang bertentangan dengan keinginan untuk kebebasan, dan pencarian makna dalam rasa sakit. P. Fabio H. Seran memiliki bakat langka yang memungkinkan kita memasuki kehidupan tokoh utamanya dengan lembut, membuat kita merasa dekat dengan mereka, berbagi dengan mereka pilihan-pilihan sulit, luka-luka yang dalam, dan gerakan-gerakan kecil keberanian sehari-hari. Deskripsi-deskripsinya begitu jelas dan menyentuh sehingga seolah-olah Anda sedang berjalan di samping karakter-karakter tersebut, menghirup keheningan mereka, mendengarkan pikiran-pikiran mereka, dan merasakan hentakan emosi mereka di kulit Anda.
Jumat, 15 Agustus 2025
Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya
Judul |
: |
Jasad sang Pelacur dan Pemakaman Keduanya |
Penulis |
: |
Christian Dan Dadi |
Penyunting |
: |
Mario F. Lawi |
Penerbit |
: |
Dusun Flobamora |
Tahun Cetak |
: |
2025 |
Halaman |
: |
124 |
ISBN |
: |
978-623-89734-0-8 |
Harga |
: |
Rp. 75.000 |
Status |
: |
Ada |
Sebagian
besar cerita dalam buku ini menyodorkan kepada para pembaca kisah-kisah dengan
latar sosiokultural Nusa Tenggara Timur, sebagai respons sadar penulis atas
kisah-kisah realisme magis yang dikerjakan para penulis Amerika Latin seperti
Juan Rulfo dan Gabriel García Márquez. Respons sadar, sebab dalam beberapa
cerpen, meski menggunakan kalimat-kalimat majemuk seperti strategi bentuk yang
digunakan García Márquez, melalui narator dalam sejumlah cerpen, penulis secara
sadar menekankan secara eksplisit kisah-kisah adikodrati, siasat yang dalam
kisah-kisah realisme magis Amerika Latin disampaikan secara wajar dan tanpa
penekanan eksplisit secara berlebihan. Kesadaran tersebut berasal dari
keengganan penulis melepaskan secara penuh latar sosiokultural tersebut,
termasuk pandangan tradisi dan Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur, dua
otoritas yang membentuk wacana dan memengaruhi kebiasaan masyarakat setempat.
Satu-dua cerpen dalam buku ini menunjukkan kuatnya otoritas gerejawi. Kita
perlu ingat, kesamaan latar sosiokultural ini, pertemuan antara khazanah
tradisi dengan Gereja Katolik, dengan latar sosiokultural kisah-kisah para
penulis Amerika Latin, adalah salah satu pertimbangan lain mengapa
cerpen-cerpen dalam buku ini sebagai respons sadar terhadap kisah-kisah dari
benua seberang tersebut menjadi semakin menarik.
Senin, 18 November 2024
Bilang Saja Saya Sudah Mati
Judul |
: |
Bilang Saja Saya Sudah Mati |
Penulis |
: |
Aster Bili Bora |
Penerbit |
: |
Stiletto Book |
Tahun Cetak |
: |
2022 |
Halaman |
: |
119 |
ISBN |
: |
978-623-98344-5-6 |
Harga |
: |
Rp. 52.000 |
Status |
: |
Kosong |
Cerpen dalam buku ini banyak mengambil latar sosial Sumba NTT, pulau di mana penulis lahir dan dibesarkan Keunikan sekaligus kompleksitas budaya adat istiadat dan perilaku keseharian orang Sumba tergambar dalam buku ini.
Kisah Jeani sang TKW merupakan kisah tentang perempuan Sumba yang bertaruh hidup menjadi TKW di Hong Kong. Kisah seperti Jeani jamak terjadi di Sumba. Perempuan Sumba harus pergi ke luar negeri menjadi TKW untuk menggapai impian hidup yang lebih baik memutus regenerasi kemiskinan. Namun seperti yang dialami Jeani, kompleksitas adat dan budaya seperti telah mengisap segala impiannya Kerja keras dan ketekunannya untuk mengumpulkan uang yang banyak seperti sia sia TKW Jeani marah malang dan putus asa.
Kisah Jeani adalah salah satu dari beberapa cerpen di dalam buku ini. Beberapa cerpen lainnya disajikan dengan jenaka sederhana tetapi juga ada yang kontroversial. Selamat membaca.
Jumat, 19 Juli 2024
Sebuah Cinta di Adonara
Judul |
: |
Sebuah Cinta di Adonara |
Penulis |
: |
Mayon Soetrisno |
Penerbit |
: |
Progres – Jakarta |
Tahun Cetak |
: |
2003 |
Halaman |
: |
114 |
ISBN |
: |
979-3359-39-0 |
Harga |
: |
Rp. 75.000 |
Status |
: |
Ada |
Melarikan calon istri, memang masih merupakan adat di
Adonara. Meskipun dapat berakibat fatal. Paling tidak kepala tebusannya! Di daerah
kecil ini, pertarungan masih menggunakan simbol kejantanan. Ini yang
mengakibatkan Adonara, yang terletak dekat Lombok, disebut sebagai “Pulau Pembunuh”.
Sebutan keji, tetapi memiliki nilai keperkasaan.
Rojasa, sebagai guru Inpres mengerti betul tradisi Adonara,
juga ketika dia menyintai Zari, seorang gadis kecil beriusia delapan belas
tahun. Rojasa telah berhadapan dengan adat keras yang selama ini ditinggalkan
sebagai guru SD di Adonara.
Ia menyintai Zari, tetapi ketika melamar, ayahnya, menatap
dengan penuh kebencian.
==================
Sebuah Cinta di Adonara merupakan kumpulan tiga belas cerita
pendek, tema yang ada pada ketiga belas cerpen ini bervariasi, namun seluruhnya
mempelihatkan visi pengarangnya masing-masing di dalam mereka dan merespon
realitas disekelilingnya.
Selasa, 09 Januari 2024
Tawa daler ala Zabeth: Bandung dulu baru Jakarta ... senyum dulu baru dibaca ... nana reba imus rebok ... jantung enu mau "lempok" ...
|
Judul |
: |
Tawa daler ala
Zabeth: Bandung dulu baru Jakarta ... senyum dulu baru dibaca ... nana reba
imus rebok ... jantung enu mau "lempok" ... |
|
Penulis |
: |
Elizabeth Tia Tanggu
Semai |
|
Penerbit |
: |
Nera Pustaka |
|
Tahun Cetak |
: |
2013 |
|
Halaman |
: |
89 |
|
ISBN |
: |
978-602-174-173-3 |
|
Harga |
: |
Rp. - |
|
Status |
: |
Kosong |
Gaya penulisan ini kuat sekali berbasis pada pola merangkum waktu, terlihat dari meluncurnya kekhasan tiap rentang waktu, dengan ciri khas melalui dialeg temporer… Enu Lina piawai memainkan emosi kraeng Jojek dengan membuka dua front sekaligus, membuka sekaligus menghadirkan yang lain sebagai saingannya Jojek. Tinggal kita menunggu balasan Jojek lagi pada episode selanjutnya. Teruskan enu Elsa! (Placidus S. Sanarry)
Mencermati beberapa “cermin” (cerita
mini) ase momang Elizabeth Tia Tanggu, sungguh amat mengocok perut para
pembaca. Bagaimana tidak, sekurang-kurangnya, seorang Elizabeth pasti memiliki
potemsi “inner humor” hidup di dalam jiwanya, sehingga ia selalu terobsesi
untuk menciptakan kisah, baik kisah-kasih, maupun kasih-kisah yang tentunya
menyentuh batin pembaca (Usman D. Ganggang)
Surat diha Jojek ho’o kalau dibukukan,
pasti menjadi the best seller… Jojek, terimakasih, suratmu membuatku tersenyum…
(Ewaldus Wera)
Surat ini sangat menghibur,
mengundang senyum dan tawa. Pemilihan nama tokoh, variasi kata turut membuat
surat ini mengocok perut, selain tentu isinya (Elias Sumardi Dabur)
Kamis, 30 November 2023
Oleng-Kemoleng, dan Surat-Surat Cinta Aleksander Rajaguguk
|
Judul |
: |
Oleng-Kemoleng, dan Surat-Surat Cinta
Aleksander Rajaguguk |
|
Penulis |
: |
Gerson Poyk |
|
Penerbit |
: |
Nusa
Indah |
|
Tahun Cetak |
: |
2023 |
|
Halaman |
: |
|
|
ISBN |
: |
979-623-92473-2-4 |
|
Harga |
: |
Rp. 65.000 |
|
Status |
: |
Ada |
Karya novel dan cerpen Gerson Poyk
punya keunikan dalam hal menciptakan tokoh-tokoh novel yang protogonis,
antagonis, tetragonis, yang berlatar belakang sosial dan budaya berbeda-beda
dan diceritakan secara detail. Selain itu, ada gaya khas dalam pengungkapan
yang lugas, berdaya ekspresif, dan berselera estetika tinggi. Karya-karyanya
berupa novel dan cerpen tersiar di media massa dan buku-buku sehingga dikenal
luas oleh para penikmat sastra. Salah satu novelnya yang terkenal adalah Oleng-Kamoleng
dan Surat-Surat Cinta Aleksander Rajaguguk yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1977.
Oleng-Kamoleng dan
Surat-Surat Cinta Aleksander Rajaguguk merupakan kumpulan enam cerita pendek. Judul
buku ini dicuplik dari judul cerita pertama dan terakhir. Enam cerita pendek
ini disajikan oleh Gerson Poyk dengan diksi yang cermat, gaya bahasanya yang
khas, kalimat-kalimat yang pendek, sederhana dan jelas.
Jerat
|
Judul |
: |
Jerat |
|
Penulis |
: |
Gerson Poyk |
|
Penerbit |
: |
Nusa
Indah |
|
Tahun Cetak |
: |
2023 |
|
Halaman |
: |
|
|
ISBN |
: |
979-623-99785-9-4 |
|
Harga |
: |
Rp. 65.000 |
|
Status |
: |
Ada |
Karya novel dan cerpen Gerson Poyk
punya keunikan dalam hal menciptakan tokoh-tokoh novel yang protogonis,
antagonis, tetragonis, yang berlatar belakang sosial dan budaya berbeda-beda
dan diceritakan secara detail. Selain itu, ada gaya khas dalam pengungkapan
yang lugas, berdaya ekspresif, dan berselera estetika tinggi. Karya-karyanya
berupa novel dan cerpen tersiar di media massa dan buku-buku sehingga dikenal
luas oleh para penikmat sastra. Salah satu novelnya yang terkenal adalah Jerat
yang muncul pertama kali dalam
terbitan tahun 1978.
Jerat adalah kumpulan tujuh cerita pendek. Judul buku ini diangkat
dari judul cerita pertama. Tujuh cerita pendek ini dihidangkan dalam bahasa
yang singkat, tidak bertele-tele dan dihiasi ilusttrasi menarik.
Jerat begitu renyah dinikmati pembaca karena sajian cerita-ceritanya
yang sederhana, namun terselip makna yang luas dan pelajaran kehidupan yang
dalam. Sidang pembaca seperti terjerat dalam labirin cerita-cerita pendek yang
sangat menarik dengan ending yang sering kali mengagetkan.








