Tampilkan postingan dengan label Buku Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Filsafat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2024

Filsafat Ilmu

Judul

:

Filsafat Ilmu

Penulis

:

Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S.

Penerbit

:

Prenada Media

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

660

ISBN

:

978-623-384-179-5

Harga

:

Rp.190.000

Status

:

Kosong

 

Filsafat adalah istilah yang diterapkan dalam hampir semua bidang kehidupan. Beberapa pertanyaan mungkin mengungkapkan sikap umum ini: apa filosofi bisnis Anda? Apa filosofi perbankan? Apa filosofi Anda mengendarai mobil? Atau filosofi Anda tentang penggunaan uang? Pertanyaan-pertanyaan ini menggambarkan bahwa filsafat sangat memengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Inilah filsafat deskriptif, filsafat yang berusaha menggambarkan fungsi, tujuan, dan alasan keberadaan seseorang atau orientasi manusia terhadap “sesuatu”.

Dalam sains modern, tidak hanya terjadi akumulasi pengetahuan baru yang sangat cepat; teknik, metode, dan gaya berpikir juga telah banyak berubah dan terus berubah. Karena itu semakin tinggi pula tuntutan terhadap daya guna filsafat pada pemikiran teoretis secara umum. Di sini, terlihat bahwa, filosofi sains berkaitan dengan pemikiran tentang sains dalam perilaku yang digambarkan sebagai metafisika, epistemologis, etis, logis, dan estetis. Akibatnya, tidak salah juga, jika filsafat sains dapat dipahami sebagai pemeriksaan kritis terhadap asumsi, praktik, dan implikasi sains. Misalnya, minat filosofi sains untuk mencari jawaban atas pertanyaan seperti “apa itu sains?”, “Apa itu hukum ilmiah?”, dan “Apa tujuan sains?”.

Di sinilah, antara lain, setiap filsuf ilmu berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dengan cara yang kritis, logis, dan rasional. Karena bagaimanapun juga, dalam filsafat ilmu, kita menemukan interaksi antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Juga, berpikir atau berfilsafat tentang hakikat keberadaan pemberian informasi pencarian ilmiah atau empiris untuk pengetahuan tentang realitas. Tanggapan yang dihasilkan oleh pencarian ilmiah untuk sifat eksistensi, apakah lulus atau tidak lulus, menjadi sasaran keras dari alat pemikiran kritis para filsuf, melalui argumentasi, logika dan analisis. 


Senin, 22 Januari 2024

Pancasila dalam Prespektif Kaum Milenial

Judul

:

Pancasila dalam Prespektif Kaum Milenial

Editor

:

Valerius P. Guru

Penerbit

:

Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

80

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Ada


Pancasila sejak awal kelahiran bangsa dan negara, telah menjadi falsafah hidup baik dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara. Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia yang dijabarkan dalam lima sila yang memiliki nilai luhur yang telah dipraktikkan semenjak lama. Seiring perjalanan bangsa Indonesia, Pancasila juga telah mengalami gugutan-gugatan oleh beberapa kalangan yang mempertanyakan mengenai kedudukan dan fungsinya. Antara lain sebagaimana terjadi pada era reformasi dengan mengusung ide dasar keterbukaan. (Gregor Neonbasu SVD, P.hd) 


Selasa, 17 Januari 2023

Filsafat Melalui Lelucon atau Lelucon Melalui Filsafat?

Judul

:

Filsafat Melalui Lelucon atau Lelucon Melalui Filsafat?

Penulis

:

W.I.M. Poli & Sumarwati Poli-Kramadibrata

Penerbit

:

Brilian Internasional, Surabaya

Tahun Cetak

:

2013

Halaman

:

130

ISBN

:

978-602-17209-1-2

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Bacaan yang disajikan dalam buku ini tersusun menurut ajaran Yunani Kuno: Premis-Fakta-Kesimpulan. Catatannya adalah pola pikir semacam ini sudah ditolak oleh Karl Popper (1902-1994) sejak sekitar tahun 1934. Popper boleh saja menolak, tetapi penolakannya tidak serta merta meniadakan apa yang ditolaknya. Lagi pula, dalam hal tertawa, orang tidak perlu mengacu pada sebuah teori filsafat tertentu. Dalam bab I akan dikemukakan dua hukum filsafat sebagai premis tertawa berkelanjutan. Bab II hingga bab IV adalah fakta, yang berisi berbagai lelucon terpilih menurut logika dan koleksi lelucon kedua penulis. Harapannya para pembaca akan menarik kesimpulannya sendiri pada akhir bab V. Bagitulan ajaran pengembangan kerja yang rasional bari Bapak Ilmu Ekonomi, Adam Smith (1723-1790). 


Jumat, 10 Januari 2020

Vertikalitas Otak & Peningkatan Humanitas Manusia

Judul
:
Vertikalitas Otak & Peningkatan Humanitas Manusia
Penulis
:
Porat Antonius
Penerbit
:
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
278
ISBN
:
978-602-062-9-957
Harga
:
RP. 100.000
Status
:
Kosong


Siapakah aku sebagai manusia? Perlukah kita menjelaskan manusia, si makhluk paling paradoksal, penuh luka, dan tak pernah rampung hidupnya? Itulah pertanyaan utama yang diajukan buku ini. Untuk menjawabnya, buku ini mengajak pembaca untuk memahami empat bagian utama dalam buku ini: (1) hakikat manusia, (2) kecerdasan manusia, (3) basis neurologis kecerdasan, dan (4) peringkat humanitas manusia. Menarik bahwa buku ini secara khusus menjelaskan manusia dari perspektif neurologis sebagai panduan untuk terus-menerus memaknai dirinya, mulai dari homo sapiens, homo religiosus, homo faber, homo economicus, homo narrans, homo homini lupus, sampai homo Deus. Melalui pemaknaan itulah manusia terus berziarah dalam pencarian makna dan nilai hidup di dunia saat ini maupun hidup setelahnya.

x

Rabu, 17 Juli 2019

Demokrasi Radikal, Memahami Paradoks Demokrasi Modern dalam Prespektif Postmarxis-Postmodern Ernesto Laciau dan Chantal Mouffe

Judul
:

Demokrasi Radikal, Memahami Paradoks Demokrasi Modern dalam Prespektif Postmarxis-Postmodern Ernesto Laciau dan Chantal Mouffe

Penulis
:
Boni Hargens
Penerbit
:
Parrhesia
Tahun Cetak
:
2006
Halaman
:
130
ISBN
:
978-979-25-5286-3
Sumber
:
Download
:


Laclau-Mouffe mengatakan bahwa demokrasi liberal tidak gagal total seperti yang diyakini oleh Giddens. Demokrasi liberal butuh disempurnakan. Itulah yang menjadi pokok perjuangan Kiri Baru melalui Demokrasi Radikal Laclau-Mouffe.

Kamis, 12 Juli 2018

Feminisme

Judul
:
Feminisme
Editor
:
Kristianto Naben
Penerbit
:
STFK Ledalero
Tahun Cetak
:
2006
Halaman
:
164
ISSN
:
0216-8804
Harga
:
Rp. -
Status
:
Kosong


Dewasa ini, wacana seputar gerakan kaum perempuan dan feminism telah menjadi topic pembicaraan yang menarik perhatian banyak kalangan. Ada dua sisi tilik dari wacana tersebut. Pertama, kritik terhadap tatanan budaya patriarkat yang cendrung dominative dan kurang memberikan tempat bagi perempuan untuk berekspresi serta berbagai praktik penindasan terhadap kaum perempuan. Kedua, upaya dan jalan keluar yang perlu dipikirkan bersama agar kaum perempuan bisa keluar dari kungkungan budaya patriarkat tersebut. Muara akhir dari berbagai wacana ini adalah tercapainya ideal hidup bersama, yakni kesetaraan harkat dan martabat laki-laki dan perempuan.

Dalam edisi kali ini VOX kembali menghadirkan tema FEMINISME sebagai topic pembahasan dengan memperhatikan dua sisi tilik di atas. Berbagai artikel yang terangkum dalam edisi ini mengarahkan perhatian pembaca pada realitas budaya patriarkat yang cenderung menindas kaum perempuan dan sekaligus mencari solusi untuk keluar dari kunkungan budaya patriarkat tersebut demi mencapai ideal hidup bersama di atas.

Bilangan Super dalam Konteks Religi dan Budaya Etnis Rote Ndao

Judul
:
Bilangan Super dalam Konteks Religi dan Budaya Etnis Rote Ndao
Penulis
:
A. G. Hadzarmawit Netti
Penerbit
:
B You Publishing
Tahun Cetak
:
2012
Halaman
:
107
ISBN
:
978-979-17911-6-8
Harga
:
Rp.45.000
Status
:
Ada


Demikianlah orang mengenal bilangan pokok yang dilambangkan dengan angka-angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9, dan 10 sebagai angka bilangan yang sempurna menurut Pythagoras. Namun siapakah yang pernah mendengar orang mengatakan tentang bilangan super? Siapakah yang pernah belajar tentang bilangan super ketika duduk di bangku sekolah maupun bangku kuliah? Adakah kamus yang mencantumkan kata gabungan bilangan super? Adakah buku tatabahasa yang menguraikan tentang bilangan super? Dalam buku tatabahasa hanya diuraikan tentang kata bilangan pokok; kata bilangan tingkat; kata bilangan tak tentu; dan kata bilangan kumpulan. Tidak ada uraian tentang bilangan super. Bahkan Pythagoras sendiri maupun orang-orang Pythagorei, tidak mengidentifikasi bilangan super dari bilangan pokok dalam teori-teori dan ajaran mereka. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian saya, sesungguhnya ada bilangan super.
Dan buku ini akan menyingkapkan apakah bilangan super itu, bagaimanakah keunikan dan keistimewaan bilangan super itu, serta makna simbolisnya dalam konteks religi dan budaya etnis Rote Ndao.

Jumat, 04 Mei 2018

Membongkar Derita, TEODICE: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi

Judul
:
Membongkar Derita, TEODICE: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi
Penulis
:
Paul Budi Kleden, SVD
Penerbit
:
Ledalero 
Tahun Cetak
:
2006
Halaman
:
349
ISBN
:
978-979-9447-98-4
Harga
:
Rp. 60.000
Status
:
Kosong


Mengapa “Membongkar Derita”? Bukankah derita atau penderitaan mesti disembuhkan? Membongkar bukanlah kegiatan yang biasa dan yang diharapkan apabila kita berhadapan dengan penderitaan. Berhadapan dengan penderitaan kita mempunyai kaharusan untuk bertindak demi penyembuhan. Kalau demikian, mengapa “Membongkar Derita”?

Buku ini memang mengajak kita untuk membongkar. Yang perlu dibongkar adalah konsep-konsep tertentu tentang penderitaan yang justru menutup-nutupi penderitaan atau yang hanya mempersalahkan penderita. Ada pola pikir tertentu yang membuat orang enggan berbicara tentang penderitaan. Sebab itu, kita perlu membongkar konsep seperti itu, agar penderitaan dapat disuarakan dan diatasi. Itulah sebabnya, di dalam buku ini dipaparkan sejumlah pandangan filosofis dan teologis tentang penderitaan penderitaan. Kita perlu memeriksa konsep-konsep ini. Tujuan dari pembongkaran ini adalah agar suara protes dan penderitaan dapat lebih tajam didengar dan diperdengarkan.

Rabu, 25 April 2018

Terorisme Global Tinjauan, Kritik dan Relevansi Pandangan Jean Baudrillard

Judul
:
Terorisme Global Tinjauan, Kritik dan Relevansi Pandangan Jean Baudrillard
Penulis
:
Silvester Ule
Penerbit
:
Ledalero
Tahun Cetak
:
2011
Halaman
:
256
ISBN
:
978-979-9447-52-4
Harga
:
Rp. 45.000
Status
:
Kosong


Kompleksitas persoalan terorisme menyebabkan adanya pluralitas pemahaman dan perspektif tinjauan tentangnya. Keseluruhan tulisan ini dalam buku ini adalah tinjauan terhadap persoalan terorisme dari perspektif filosofis, dengan menggunakan kerangka pandangan pemikir Prancis, Jean Baudrillard (1929-2007). Berangkat dari pelbagai penelitiannya sejak tahun 1960-an tentang realitas sekaligus tendensi perkembangan masyarakat pada era kapitalisme dan pasca-kapitalisme, Baudrillard menafsirkan persoalan terorisme secara khas dan unik. Bila kritiknya terhadap masyarakat pasca-kapitalisme sebelum peristiwa teror WTC terjadi berkisar pada persoalan kekerasan simbolik terhadap jati diri manusia yang dihadirkan oleh pelbagai bentuk hegemoni alat teknologi dan sistem informasi, maka setelah peristiwa WTC, ia melanjutkan refleksinya tentang hegemoni sebagai sebab utama persoalan terorisme, dalam kritiknya terhadap hegemoni sistem global (baik sistem informasi, turisme, teknologi dan sistem pasar global), juga hegemoni rill Amerika Serikat pada panggung politik dan kebudayaan dunia.

Inti pemikiran Baudrillard bahwa setiap hegemoni selalu berjejak panjang, dengan konsekuensi dan korban yang tidak selamanya dapat ditebak sejak awal, tampaknya semakin relevan saat ini, dalam pelbagai tendensi praktik ekonomi, sosial dan politik, baik pada tataran global, maupun dalam konteks Indonesia. Pada gilirannya, pelbagai refleksi Baudrillard tentang terorisme, bukan hanya memperdalam pemahaman seputar dampak hegemoni tertentu terhadap persoalan terorisme, melainkan juga memperluas pamahaman dan wawasan tentang pelbagai persoalan kemanusiaan lain dalam era globalisasi.

Selasa, 24 April 2018

Ranah Politik Menurut Pierre Bourdieu

Judul
:
Ranah Politik Menurut Pierre Bourdieu
Penulis
:
Venan Haryanto
Penerbit
:
Ledalero
Tahun Cetak
:
2014
Halaman
:
163
ISBN
:
978-979-9447-97-5
Harga
:
Rp. 35.000
Status
:
Kosong


Banyak orang menaruh pesimis dengan telaah teoritis atas politik, tatkala dikonfrontasikan dengan kenyataan kian ambruknya tatanan politik kita dewasa ini. “Percuma kita berteori tinggi mengenai politik, toh politik kita kian jauh panggang dari api dengan kepentingan umum”. Opini seperti ini, hendaknya tidak menyurutkan gelora intelektual kita untuk tetap berteori mengenai politik. Hal inilah yang menjiwai seluruh pembahasan dalam buku ini. Filsuf sosial asal Prancis yang dibahas dalam buku ini, kiranya menjadi masukan yang berharga buat kita untuk “mentahtakan” politik yang berkiblat kepada bonum commune.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...