Tampilkan postingan dengan label Buku Flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Flora. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Harumnya Apel Soe “Kembali Lagi” Jhys Baok

Judul

:

Harumnya Apel Soe “Kembali Lagi” Jhys Baok

Penulis

:

Margarita D.I. Ottu S.Pd., M.Pd.K

Penerbit

:

Adab

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

72

ISBN

:

978-623-6233-41-2

Harga

:

Rp. -     

Status

:

Kosong


Buku Buku ini menggambarkan kisah hidup Jhys Baok, seorang tokoh yang lahir dan berkembang di SoE (Timor Tengah Selatan), yang dikenal sebagai kawasan penghasil apel terkenal di Indonesia. Buku ini tidak hanya mengisahkan perjalanan hidup Jhys dari masa kecil hingga pendidikan menengah, tetapi juga menyajikan sejarah dan keindahan tanaman apel di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk mengenang masa kecil yang penuh kenangan, keakraban dengan keluarga, dan semangat belajar yang menjadi fondasi kehidupan Jhys. Selain itu, buku ini juga memberikan informasi ilmiah tentang sistematika dan morfologi tanaman apel, yang menjadikannya buku yang menggabungkan nilai edukasi dan inspirasi. Dengan narasi yang penuh makna, buku ini menjadi sumber motivasi bagi pembaca untuk menghargai keindahan alam, kehidupan masa kecil, dan perjuangan dalam mengejar pendidikan. 


Rabu, 18 Februari 2026

Mencari Kopi Flores

Judul

:

Mencari Kopi Flores

Penulis

:

Beng Rahadian

Penerbit

:

Gramedia Pustaka Utama

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

156

ISBN

:

978-602-068-356-0

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Kosong


Kopi seenak itu tumbuh di tanah seperti apa? Ditanam oleh tangan yang bagaimana? Bicara dalam bahasa apa? Pertanyaan-pertanyaan itu membawa seorang traveller terbang ke Flores demi menikmati kopi bersama para petani di sana.

Saat ini memang tidak sulit menemukan kopi Flores di kafe-kafe kota besar,  terutama jenis Arabika Bajawa. Namun banyak yang tidak mengetahui jika  kopi Flores bukan hanya dari Bajawa tetapi juga dari Manggarai dan  Gunung Kelimutu di Ende yang sama nikmatnya. Bahkan di Manggarai masih  berdiri pohon-pohon kopi tua yang masih berbuah dan dianggap sakral  sebagai warisan nenek moyang. Kopi keramat itu bernama kopi Juria yang  dijaga oleh para leluhur dan dinikmati sebagai cita rasa klasik yang  magis.

Mencari Kopi Flores tidak hanya tentang kopi, petani, dan kebunnya. Ada kisah menggugah di balik pohon-pohon kopi di sana. Kisah  tentang tanah yang begitu indah, yang dipertahankan, juga ditinggalkan.

Beng Rahadian adalah komikus, ilustrator, dan sketcher. Beberapa karyanya  mendapatkan penghargaan nasional seperti Tidur Panjang (2007) yang  memenangkan Kosasih Award kategori Komik Cerita Terbaik, serta Enjah  (2014) dalam penghargaan yang sama sebagai Komik Terbaik. Pernah menjadi kontributor komik strip di beberapa media seperti Koran Tempo Minggu,  Koran Sindo, komikjakarta, dan Majalah Kabare. Kini ia mengajar di  Institut Kesenian Jakarta. 


Sabtu, 14 Februari 2026

Menguak Tabir Bambu Flores

Judul

:

Menguak Tabir Bambu Flores

Penulis

:

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Indonesia

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

180

ISBN

:

978-623-523-743-5

Harga

:

Rp. 169.000

Status

:

Kosong


Buku Menguak Tabir Bambu Flores merupakan salah satu persembahan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari untuk masyarakat Pulau Flores karena Flores merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sengaja tetap melestarikan bambu dalam kehidupannya. Upaya menjaga keindahan alam Flores perlu dilakukan secara terpadu. Salah satunya dapat dilakukan dengan budidaya dan pelestarian bambu, yang kebetulan tumbuh subur di Flores. Khusus bagi masyarakat Flores, bambu tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan peralatan rumah tangga, termasuk alat musik, tetapi juga menjadi simbol kehidupan, solidaritas, dan ketangguhan menghadapi tantangan. Sangat diharapkan penerbitan buku Menguak Tabir Bambu Flores ini tidak hanya menyingkapkan kekayaan flora, tetapi sekaligus membuka kesadaran tentang peluang kesejahteraan ekonomi di balik bambu, yang selalu tumbuh menjulang tinggi menggapai langit. Tanaman bambu memiliki nilai ekonomis tinggi. Batang bambu dapat dijadikan berbagai bentuk dan motif ayaman untuk keperluan di daerah wisata. Belum lagi rebung sebagai bahan pangan juga dapat diekspor. Lebih menguntungkan lagi jika batang bambu dijadikan bahan industri pengolahan pembuatan panel papan dan tiang, yang sangat kuat dan berharga mahal. Tentu di atas segalanya, upaya pelestarian dan pemanfaatan bambu secara ekonomis akan kehilangan makna dan menjadi hambar jika tidak melibatkan partisipasi masyarakat, dan tidak ikut membantu upaya mengatasi kesenjangan ekonomi dan bahaya kemiskinan. 


Sabtu, 11 Oktober 2025

Bersahabat dengan Enceng Gondok

Judul

:

Bersahabat dengan Enceng Gondok

Penulis

:

C.Z. Doepe

Penerbit

:

Penebar Swadaya

Tahun Cetak

:

1995

Halaman

:

80

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada


Sebentar saja Tamzil dan Joner sudah mengendap-endap dan berdiri di belakang pagar tembok tetangga. Kedua anak itu tersenyum lebar.

Mesak segera melesat ke samping dapur lalu menenteng dua pasang sepatu hujan. Tak lama kemudian sepatu panjang ayah dan ibunya itu sudah melayang lewat jendela, dan jatuh persis di depan kedua temannya itu.

Setelah memungut dan mengenakan sepatu-sepatu tersebut, Tamzil dan Joner tertatih-tatih memasuki empang penuh enceng gondok setinggi dada mereka. 


Kamis, 09 Oktober 2025

Bertanam Kapulaga

Judul

:

Bertanam Kapulaga

Penulis

:

C.Z. Doepe

Penerbit

:

Penebar Swadaya

Tahun Cetak

:

1988

Halaman

:

58

ISBN

:

979-8031-80-6

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada


Seraya melipat pakaian yang diangkat ibunya dari tali jemuran itu, Rini berkata, “Sebenarnya Rini teringat pada tanah kita di Timor itu, By…”.

“Maksudnya, tanah ayahmu di Owenopo?”

“Betul, Bu. Desa pegunungan yang sejuk itu, di mana awan dan kabut menggantung rendah sepanjang hari…”

Memang desa Owenopo, terkenal sejuk, dan terus berkabut, seakan-akan tidak kenal kemarau sepanjang tahun. Daerah yang sebagiannya tersembunyi di lekukan gunung-gemunung itu, menambah kesejukan yang menggemeletukkan gigi, lebih-lebih bagi pendatang baru dari daerah panas seperti Jakarta. Udaranya lembap mengakibatkan tanahnya yang kaya humus itu bagaikan surga bagi berjenis-jenis pepohonan yang tetap menghijau segar sepanjang tahun. 


Minggu, 28 September 2025

Cendana Mewangi di Nusakdale

Judul

:

Cendana Mewangi di Nusakdale

Penulis

:

C.Z. Doepe

Penerbit

:

PT. Penebar Swadaya

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

88

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada

 

Setelah bersalaman hangat dengan Pakde dan Oom John, Pak Camat berbalik dan berucap, “Dan ini tentu Ari, ya,” lalu maju merangkul anak itu, “kau persis kakakku yang menghilang itu!”

Dengan Lisa dan Fance – putri dan putra paman – Ari berkenalan dan berjabatan tangan dengan malu-malu.

Beberapa saat sesudah itu, mobil jip telah meluncur menuju rumah paman di Nusakdale. Bibi menyambutnya dengan hangat penuh kasih sayang. Ketika duduk santai di ruang tamu, hidung Ari mengembang-mengempis. Dia sedang memba-baui harumnya cendana di ruang yang sejuk itu.

“Dari mana bau seharum ini?” tanyanya pada kedua saudaranya. 

Selasa, 29 Juli 2025

Inventarisasi Tanaman Obat Tradisional untuk Pengobatan Tuberculosa oleh Masyarakat Suku Helong di Pulau Semau Kabupaten Kupang

Judul

:

Inventarisasi Tanaman Obat Tradisional untuk Pengobatan Tuberculosa oleh Masyarakat Suku Helong di Pulau Semau Kabupaten Kupang

Penulis

:

Fatmawati Blegur, dkk.

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

78

ISBN

:

978-623-02-8014-6

Harga

:

Rp. 119.000

Status

:

Kosong

 

Buku Farmasi berjudul Buku Inventarisasi Tanaman Obat Tradisional untuk Pengobatan Tuberculosa oleh Masyarakat Suku Helong di Pulau Semau Kabupaten Kupang merupakan karya Fatmawati Blegur, dkk. Buku farmasi ini berisi tentang kearifan lokal pengobatan tradisional masyarakat suku Helong dalam mengobati penyakit terutama penyakit tuberculosa. WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker. WHO juga mendukung upaya-upaya dalam peningkatan keamanan dan khasiat dari obat tradisional.

Inventarisasi tumbuhan merupakan suatu kegiatan untuk mengelompokkan data maupun mengelompokkan suatu jenis tumbuhan yang ada pada suatu wilayah. Inventarisasi merupakan kerja awal dari taksonomi tanaman. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data suatu kawasan tentang kekayaan jenis tanaman. Ruang lingkup dari inventarisasi tanaman obat di suatu daerah tertentu meliputi survei lokasi daerah tumbuh tanaman, pencatatan tanaman yang belum teridentifikasi dan pendokumentasian serta menggali informasi mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai ramuan tradisional untuk pengobatan oleh masyarakat.

Berikut Daftar Isi Buku Farmasi berjudul Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Sistem Persyarafan, diantaranya:

·         Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat Terutama untuk Pengobatan Tuberculosa

·         Sejarah Suku Helong di Pulau Semau

·         Inventaris Tanaman Obat Suku Helong

·         Uraian Tanaman Berkhasiat Obat untuk Pengobatan Tuberkulosa yang Sering Digunakan Masyarakat Suku Helong di Pulau Semau Berdasarkan Kajian Ilmiah pada Pengujian Aktivitas Antibakteri

  

Kamis, 03 Juli 2025

Ensiklopedia Echinoidea di Pantai Laiwila Sumba Timur

Judul

:

Ensiklopedia Echinoidea di Pantai Laiwila Sumba Timur

Penulis

:

Ahad May Nggiri, Vidriana Oktoviana Bano & Yohana Ndjoeroeman

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

30

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Kosong

 

Pantai Laiwila merupakan salah satu pantai di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki kelas Echinoidea dengan keanekaragaman yang bervariasi. Perairan Pantai Laiwila sangat tenang dan kondisi ekologisnya cocok untuk perkembangbiakan Echinoidea. Echinoidea dapat dijadikan sebagai sumber belajar pada materi filum Echinodermata yang diterapkan pada kelas X program IPA SMA semester II kompetensi dasar 3.8 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan.

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...