Tampilkan postingan dengan label Buku Komunikasi & Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Komunikasi & Informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2025

Panduan Pustaka (Pathfinder) Daerah Nusa Tenggara

Judul

:

Panduan Pustaka (Pathfinder) Daerah Nusa Tenggara

Penyusun

:

Hanita Sulistia

Penerbit

:

Perpustakaan Nasional RI

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

196

ISBN

:

978-623-200-323-1

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan mengenai layanan perpusatakaan adalah “Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka”. Dalam rangka memberikan layanan prima  kepada pemustaka, pustakawan dituntut untuk bertindak lebih atraktif kepada pemustaka dalam penyebaran informasinya. Koleksi di Perpustakaan Nasional RI terdiri atas beberapa bentuk, yaitu monografi, audio visual, berkala (terbitan berseri baik current maupun langkah, manuskrip, mikrofilm dan mikrofis, serta koleksi digital). Kesesuaian antara koleksi yang ada di perpustkaan dengan kebutuhan informasi pemustaka merupakan salah satu cara mengoptimalkan akses informasi dan hal itu dapat diwujudkan dengan tersedinya pathfinder.

Panduan pustaka (pathfinder) merupakan isu penting dalam upaya menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan informasi seseorang. Pemustaka akan terpuaskan ketika mereka mencari isu-isu atau subyek penting yang sudah terkumpul menjadi satu di sebuah pathfinder. 


Kamis, 27 November 2025

Insiden Besipae: Framing Media dan Politik Pemaknaan

Judul

:

Insiden Besipae: Framing Media dan Politik Pemaknaan (Kritik terhadap Keberpihakan, dan Black Campaign Media)

Penulis

:

Mikhael R. Bataona

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

162

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Nilai berita pada konflik Besipae mendapat perhatian berbagai media nasional dan lokal. Selain unsur konflik sebagai salah satu nilai berita, potret kemiskinan yang tergambar dari kehidupan warga Besipae, menjadi salah satu alasan kuat media memberi atensi yang tinggi terhadap insiden ini. Insiden Besipae bermula dari adanya gagasan pembangunan di atas lahan Besipae oleh Pemerintah Provinsi NTT. Pilihan lokasi Besipae sebagai lokasi pembangunan memunculkan reaksi penolakan dari warga Besipae yang menempati sebagain lahan tersebut. Status hukum lahan Besipae dipersoalkan dan status sosial budaya  di balik lahan tersebut dipertahankan. Konflik terjadi dan berdampak langsung terhadap kedua belah pihak.

Penelusuran terhadap pblikasi media online nasional dan lokal menampilkan ragam fakta yang terjadi dalam insiden Besipae. Ragam fakta tersebut menunjukkan kompleksitas persoalan ini dari perspektif media. Insiden Besipae merupakan suatu entitas sosial, politik, budaya, hukum dan ekonomi yang inheren dengan setiap penggalan peristiwa. Oleh karena itu, suatu opini yang disampaikan ke publik dengan pilihan perspektif tertentu didasarkan pada pemahaman yang komprehensif. Hasil analisis framing terhadap pemberitaan media online dapat membantu terbentuknya penalaran pembaca yang sistematis. 


Kamis, 09 Mei 2024

Dari Desa Sangat Terpencil di Flores Survive di Jakarta

Judul

:

Dari Desa Sangat Terpencil di Flores Survive di Jakarta

Penulis

:

Ans Gregory da Iry

Editor

:

Alfred B. Jogo Ena

Penerbit

:

Bajawa Press

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

413

ISBN

:

978-602-7576-29-2

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

 

Pelajaran yang saya ambil dari membaca memoarnya ini adalah: nilai-nilai, kesehajaan, cinta kasih, kegigihan, kesetiakawanan dan proses ‘pendewasaan’ dalam pengembangan profesinya. Perjalanan hidup penuh tantangan tetapi juga penuh kebahagiaan dan cinta kasih. (Adrianto Machribie – President Director & CEO PT. Freeport Indonesia (1996-2006), kini Komisaris PT. Freeport Indonesia dan Advisor Media Group).

Perjalanan jurnalistiknya luar biasa dan banyak pengalaman yang belum tentu bisa didapat oleh wartawan-wartawan lain. Sebab berbagai peristiwa besar di negeri ini, biasanya hanya akan diliput oleh wartawan yang mempunyai kualifikasi tinggi dan diakui karya jurnalistiknya. Surat kabar atau majalah juga pasti akan mengirimkan wartawan terbaiknya, karena harus menjaga nama baik. (Samesto Nitisastro – Director – HR, GA & Legal PT. Pangansari Utama Food Resources).

 

Selasa, 23 April 2024

Makna Tuturan Lisan Natoni

Judul

:

Makna Tuturan Lisan Natoni

Penulis

:

Margarita D. I. Ottu, S.Pd.,M.Pd.K

Penerbit

:

Adab

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

156

ISBN

:

978-623-5687-83-4

Harga

:

Rp. 95.000

Status

:

Kosong


Eksistensi uab meto di era revolusi industri 4.0: pertahankan atau hilang diambil orang. Terabaikannya pengutamaan bahasa daerah merupakan tantangan terbesar pada era revolusi industry 4.0 dengan kondisi bahasa daerah saat ini cukup mengkhawatirkan nyaris punah karena jumlah penutur yang menyusut dan berkurang, bencana alam, kawin campur antar suku, letak geografis suatu daerah tidak menguntungkan, dan sikap masyarakat yang negatif terhadap bahasa daerah.

Masyarakat Dawan (atoin meto) memiliki tradisi berupa tuturan lisan yaitu natoni dan sudah merupakan kebiasaan yang sering digunakan pada acara tradisional seperti acara peminangan, pernikahan, panen, upacara tradisional lainnya dan juga pada acara kenegaraan atau ceremonial (upacara kenegaraan, penyambutan tamu). Natoni dituturkan oleh setiap suku yakni suku amanatun, amanuban dan mollo sesuai dengan dialek setiap suku.

Natoni adalah tuturan lisan yang diungkapkan dalam bentuk pantun tradisional (adat) dan dituturkan oleh sekelompok orang yakni kelompok atonis (pemandu) dan kelompok atutas (pendukung). Bahasa natoni adalah bahasa sakral yang bermakna yang mencerminkan ketulusan dan keramahan masyarakat dawan (atoin meto) dan merupakan sebuah kesusastraan lisan yang dianggap sebagai sebuah puisi atau pantun tradisional yang memiliki nilai atau bermakna. oleh karena itu, natoni harus dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat dawan yang tetap dilestarikan sehingga tidak berakibat punahnya bahasa tersebut. Dalam implikasinya terhadap pembelajaran maka teks natoni dapat digunakan sebagai referensi untuk mata pelajaran bahasa inggris, bahasa indonesia dan seni budaya. 


Senin, 22 Januari 2024

Narasi Gubernur yang Menginsipirasi

Judul

:

Narasi Gubernur yang Menginsipirasi

Editor

:

Valerius P. Guru

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia (Smart)

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

84

ISBN

:

978-624-7412-07-6

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Narasi VBL sebagai pemimpin diwarnai dengan kontroversi dan paradoks. Kontroversi jika ditatap dari respon audiens, dan paradoks tampak pada ekspresi lingualnya. Kotroversi dan paradoks merupakan refleksi dari bagaimana VBL mempersepsikan dirinya, lalu membingkainya di dalam wacana-narasi. Gaya ini mereduksi sifat objektif para audiens karena masuknya pertimbangan remeh-temeh terhadap narasi VBL. Narasi oleh pemimpin yang disebut sebagai narasi kekuasaan sangat diperlukan untuk mengontrol dengan cara: mengingatkan, memberikan petunjuk, dan menegur. Sebagian narasi VBL mengandung niat untuk mengubah ke arah yang lebih baik. Pada tataran ini narasi sering gagal memperoleh tempat karena objek yang seyogyanya diubah tengah berada dalam zona nyaman. Di zona nyaman inilah orang cenderung tidak menerima perubahan karena kepentingan pribadi, bukan karena kepentingan bersama. Sementara teori perubahan mengatakan bahwa individu sering menolak kemapanan yang sesungguhnya merupakan zona nyaman dimaksud. 


Selasa, 04 Oktober 2022

Persepsi, Sikap, dan Prasangka dalam Komunikasi Antar Budaya

Judul

:

Persepsi, Sikap, dan Prasangka dalam Komunikasi Antar Budaya

Penulis

:

Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S.

Penerbit

:

Rajawali Pers

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

302

ISBN

:

978-623-372-351-0

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Kita hidup dalam masyarakat yang multikultur atau masyarakat dengan kebera gaman budaya. Keberagaman budaya itu mengandung keberagaman budaya dan subbudaya dalam suku bangsa, agama, ras, golongan, gender, usia, generasi, dan lain-lain. Sementara itu, dalam hidup keseharian, kita tidak hanya terikat pada satu identitas, tetapi memiliki lebih dari satu identitas. Beragam faktor identitas inilah juga menggambarkan budaya dan subbudaya yang memengaruhi persepsi, sikap, dan prasangka ketika kita berkomunikasi antarbudaya.

Buku ini menyajikan uraian secara ringkas dan padat, namun jelas dengan beberapa contoh teori dan penelitian empiris yang dimulai dengan uraian dalam Bab 1 tentang persepsi. Diikuti oleh Bab 2 tentang persepsi antarbudaya; Bab 3 tentang hakikat nilai-nilai budaya; Bab 4 tentang norma-norma sosial dan budaya; Bab 5 tentang bagaimana kepentingan nilai dan norma dalam komunikasi antarbudaya; Bab 6 tentang status, peran dan identitas budaya; dan Bab 7 tentang bagaimana beragam identitas itu berperan dalam komunikasi antarbudaya.

Hal-hal yang tergambar dalam bab-bab sebelumnya itu mengarahkan pola pikir untuk menyimak hakikat prasangka dalam Bab 8, yang diikuti oleh bagaimana prasangka kita “dilampiaskan” melalui stereotip sebagaimana diuraikan dalam Bab 9. Selain itu juga diterangkan tentang hubungan antara prasangka dan diskriminasi dalam Bab 10. Kemudian, diuraikan juga mengenai afeksi, emosi, dan prasangka pada Bab 11 dan dilanjutkan pada Bab 12 mengenai pengaruh prasangka terhadap komunikasi antarbudaya yang diuraikan dalam beberapa contoh riset. Karenanya, buku ini penting untuk dimiliki mahasiswa, akademisi, dan praktisi Ilmu Komunikasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai komunikasi antarbudaya.

 

Wacana Komunikasi Organisasi

Judul

:

Wacana Komunikasi Organisasi

Penulis

:

Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S.

Penerbit

:

CV. Mandar Maju

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

554

ISBN

:

979-538-251-9

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Buku ini terdiri dari: 1. Memahami Organisasi sebagai Wadah dan Proses Kerjasama; 2. Konsep Dasar-dasar Komunikasi; 3. Hakikat Komunikasi dalam Organisasi; 4. Prinsip-prinsip Komunikasi Antarpribadi dalam Organisasi; 5. Prinsip-prinsip Komunikasi Kelompok dalam Organisasi: 6. Catatan Tentang Kepemimpinan; 7. Motivasi dalam Organisasi; 8. Human Relations dalam Organisasi; 9. Konflik Manajemen dan Manajemen Konflik dalam Organisasi; 10. Menjadi Pemimpin dan Manajer dalam Keberagaman Budaya; 11. Budaya Organisasi; 12. Sumbangan Studi Ilmu Komunikasi dalam Komunikasi Bisnis Antarbudaya di Era Globalisasi; 13. Memahami Makna Simbol dalam Komunikasi; 14. Merancang Struktur Organisasi (Pemerintah) yang Komunikatif; 15. Etnokrasi sebagai Tantangan Good Governance dalam Otonomi Daerah; 16. Teknologi Informasi dalam Organisasi; 17. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Transformasi Organisasi; dan 18. Sekilas Tinjauan tentang Teori Komunikasi Organisasi.

 

Jumat, 05 Agustus 2022

Geliat NTTT, Jambi, dan Bengkulu Pasca HPN

Judul

:

Geliat NTTT, Jambi, dan Bengkulu Pasca HPN

Penulis

:

Dion D. B. Putra, dkk

Editor

:

Widodo Asmowiyoto

Penerbit

:

PWI Pusat

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

74

ISBN

:

978-602-1118-06-1

Harga

:

Rp. 70.000

Status

:

Kosong

 

Pesona Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 Februari 2011 agaknya masih melekat dalam ingatan setiap insan pers, masyarakat dan pemerintahan daerah setempat. Mengapa? Aura HPN 2011 saat itu, tidak hanya sekedar menghadirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuka acara tersebut, tetapi kepala negara malah mengikutsertakan pula hampir sebagaian besar menterinya serta para pengusaha papan atas untuk melihat lebih dekat sosok NTT lewat HPN tersebut.

 

Kepala negara tidak hanya sekedar berkantor di Kupang selama tiga hari untuk mengendalikan pemerintahan dari atas wadas tanah karang, tetapi melakukan pula napak tilas dengan melakukan perjalanan darat dari Kupang menuju Atambua sejauh 400 kilometer, untuk mengenang masa mudanya sebagai prajurit TNI-AD ketika menjadi Komandan Infantri (Yonif) 744/Satya Yudha Bhakti (SYB), pasukan organik milik Kodam IX/Udayana. (Laurensius Molan)


Selasa, 14 April 2020

Media Keserempet Timor

Judul
:
Media Keserempet Timor: Analisa Sikap Media terhadap Proyek Mobil Nasional
Penulis
:
Prasetyohadi
Penerbit
:
Institut Studi Arus Informasi
Tahun Cetak
:
1998
Halaman
:
66
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 50.000
Status

Ada


Mengapa kasus industry mobil Timor penting dan layak disimak?

Jawabnya jelas! Karena, mobil yang dijuluki sebagai “mobil nasional” ini merupakan contoh nepotisme yang paling mencolok di Indonesia. Sikap nekad sudah menyeruak, sampai produksi mobil itu diatasnamakan PT. Timor Putra Nasional, perusahaan milik Hutomo Mandala Putra, anak kesayangan Soeharto yang berkuasa di negeri ini selama lebih dari tiga dasa warsa. Nepotisme semakin tak terbendung ketika Pemerintah sudah sampai melanggar peaturan yang dicanangkannya sendiri. Padahal sebenarnya mendirikan perusahaan industry mobil punya logika ekonomi yang tak dapat dicampuradukkan dengan urusan keluarga. Skala prioritas produksi mobil dan perkara perpajakan sudah dijungkirbalikkan.

Bagaimana pun, akal sehat adalah ukuran untuk menarik kembali makna dalil kebebasan pers ketika para wartawan memberitakan petualangan bisnis industry otomotif itu. Baru sedikit saja terjadi perubahan politik, perusahaan yang keburu nafsu dipaksakan keberadaannya itu sudah tergerus. Tapi, rasa terluka karena penghinaan akal sehat dalam kehidupan bersama masih belum lagi sirna. Karenanya akal budi masih dapat belajar lagi.

Timor adalah kependekan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat. Mobil ini mulai dipasarkan di Indonesia pada pertengahan tahun 1990. Namanya juga merujuk pada nama pulau di Nusa Tenggara Timur yaitu Pulau Timor.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...