Sabtu, 31 Agustus 2019

Soekarno Sebagi Manoesia

Judul
:
Soekarno Sebagi Manoesia
Penulis
:
Im Yang Tjoe
Penyunting
:
Peter A. Rohi
Penerbit
:
Panta Rei
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
82
ISBN
:
978-98443-9-8
Harga
:
Rp. 75.000
Status
:
Ada


Im Yang Tjoe adalah orang pertama yang menulis biografi Soekarno. Biografi itu, berjudul “Seokarno sebagi Manoesia”, terbit pada 1933, jauh sebelum Indonesia berdiri.
Pada masa itu kekuatan penjajah Belanda tengah ganas-ganasnya membasmi siapapun yang berani menentang kekuasaan imperialis mereka. Di tengah suasana macam itu, Im Yang Tjoe tampil menerbitkan biografi Soekarno, sang penentang penjajahan. Tindakanya itu jelas membutuhkan keberanian yang luar biasa.
Ironisnya, kajian sejarah Indonesia nyaris tidak pernah mengulas nama Im Yang Tjoe. Justru beberapa penulis asing di antaranya Bob Herling, peneliti sejarah dari Belanda, yang memanfaatkan karya Im Yang Tjoe ini sebagai referensi.
Membaca buku karya Im Yang Tjoe ini kita akan mendapatkan informasi yang nyaris lengkap tentang perjalanan hidup sang Proklamator di masa-masa mudanya.
Bagaimana Im Yang Tjoe tahu persis Soekarno dilahirkan di Surabaya dan bukan di Blitar? Dari mana ia mengetahui percakapan mengharukan antara Soekarno dan ibunya mengenai perceraiannya dengan Siti Oetari. Bagaimana ia bisa dengan indahnya memotret perjalanan asmara orangtua Soekarno di Bali. Bagaimana ia bisa menggambarkan kisah Soekarno kecil di Tulungagung dan Soekarno yang sudah membenci penjajahan saat di Bandung? Dari mana ia tahu kesedihan Inggit Ganarsih menyaksikan Soekarno yang menangis mendengar kabar Oetari sakit? Siapa narasumbernya?
Temukan semua jawabannya di buku ini.

Membangun Budaya Berprespektif Gender dalam Pandangan Agama Katolik, Antara Cinta dan Fakta

Judul
:
Membangun Budaya Berprespektif Gender dalam Pandangan Agama Katolik, Antara Cinta dan Fakta
Penulis
:
Paul Budi Kleden
Penerbit
:
KIAS
Tahun Cetak
:
-
Halaman
:
65
ISBN
:
-
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong


Pembebasan kaum perempuan dari dominasi kaum laki-laki akan dimungkinkan apabila dasar dari perbedaan yang ada dalam kehidupan manusia tidak diletakkan secara final pada perbedaan gender, tetapi pada perbedaan dan kekhasan sebagai individu. Karena itu, dalam diskusi gender, akan lebih konsekuen jika orang tidak berbicara tentang kesetaraan gender, tetapi kesetaraan manusiawi. Kesetaraan gender adalah satu konsekuensi dari kesetaraan manusiawi ini. Jika demikian, perjuangan menuju kesetaraan gender harus secara mendalam mengarah kepada kesetaraan manusiawi. Tolok ukur dari keberhasilan perjuangan kesetaraan gender bukan pengakuan akan hak-hak kaum perempuan, tetapi kesetaraan hakiki semua manusia.

Rabu, 28 Agustus 2019

Keluarga Jansen: Petualangan di Pulau Komodo

Judul
:
Keluarga Jansen: Petualangan di Pulau Komodo
Penulis
:
Mayon Soetrisno
Penerbit
:
Progres Jakarta
Tahun Cetak
:
2005
Halaman
:
128
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 55.000
Status
:
Ada

Waw… satu lagi buku petualangan hadir di tengah-tengah kalian. Ringan dibaca, asyik, menegangkan dan mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Dengan latar belakang pulau berpenghuni binatang buas dengan hutan belukar yang sangat lebat, petualangan ini dimulai. Mampukah keluarga Jansen menaklukkan alam yang penuh misteri itu? Bagaimana mereka memecahkan rahasia di balik seramnya rumah tua? Apakah mereka pun mampu berhadapan dengan hantu-hantu yang setiap saat menganggu? Bagaimana pula penyergapan dan penyelidikan yang mereka lakukan? Apakah insting ‘detektif’ mereka mampu menembus ganasnya sarag komodo? Penasaran bukan? Makanya miliki segera buku ini. 

Minggu, 25 Agustus 2019

Gali! Potensi Kota Pariwisata Perkotaan Labuan Bajo

Judul
:
Gali! Potensi Kota Pariwisata Perkotaan Labuan Bajo
Penulis
:
Marselinus Nirwan Luru
Penerbit
:
Deepublish
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
322
ISBN
:
978-602-475-646-8
Harga
:
Rp. 140.000
Status
:
Kosong


Kota ibarat pisau bermata dua. Mempunyai sisi beringas sekaligus kelemah-lembutan. Ia paradoks, melampaui esensinya sebagai polis atau aman (dari bahasa Yunani) kepada warga kota. Begitu banyak kota kental dengan kesemerawutan, kriminalitas, polusi, kemacetan, dan kebisingan. Membawanya pada predikat bukanlah tempat yang layak untuk dihuni. Memperoleh kebahagiaan butuh perjungan ekstra. Ketika kebahagiaan terlampau jauh, kota tak kunjung memenuhi keinginan penghuni, di saat itu pula kota menjadi bahan umpatan, dibenci, dihina dan dicaci maki. Yang lainnya menunjukan keprihatinan, keresahan bahkan frustasi.

Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara: Petualangan Di Labuan Bajo - Flores

Judul
:
Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara: Petualangan Di Labuan Bajo - Flores
Penulis
:
Faza Meonk, Yahya M & Listya Chandra
Penerbit
:
Elexmedia
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
116
ISBN
:
978-602-048-673-4
Harga
:
Rp. 60.000
Status
:
Kosong


Di tengah waktu menganggurnya sebagai anak kos, Si Juki tiba-tiba kedatangan Mang Awung yang mengaku sebagai agen rahasia. Mang Awung mengajak Juki menunaikan misi menemukan harta karun Indonesia. Harta karun seperti apa yang akan mereka temukan di Labuan Baju - Flores? Ayo berpetualang bersama Si Juki di Seri Jalan-jalan Nusantara.

Desain Bandara Internasional Alor, Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara

Judul
:
Desain Bandara Internasional Alor, Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara Lokasi: Terminal Penumpang Bandar Udara Mali Alor, NTT
Penulis
:
Imelda Akmal Architecture Writer Studio
Penerbit
:
IMAJI
Tahun Cetak
:

Halaman
:
208
ISBN
:
978-602-9260-37-3
Harga
:
Rp. 225.000
Status
:
Kosong


Alor, dengan kekayaan potensi alam dan budaya kini tengah merencanakan peningkatan potensi pariwisata lokal. Upaya pembangunan bandar udara yang merepresentasikan kearifan lokal menjadi salah satu bukti keseriusan dalam memfasilitasi dan menarik kedatangan wisatawan domestik maupun internasional.



Sejarah Islam di Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Sejarah Islam di Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Munandjar Widiyatmika
Penerbit
:
Pusat Pengembangan Madrasah Kanwil Departemen Agama Propinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun Cetak
:
2004
Halaman
:
154
ISBN
:
-
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Penerbitan buku Sejarah Islam Nusa Tenggara Timur pada saat ini merupakan momen yang sangat tepat mengingat kondisi saat ini tidak banyak hal yang diketahui secara lebih rinci tentang ummat Islam di Nusa Tenggara Timur. Penerbitan buku ini juga dimaksudkan untuk mengisi kekosongan informasi tentang ummat Islam di Nusa Tenggara Timur. Sejalan dengan otonomi daerah dan pemberlakukan kurikulum Berbasis Kompetensi, sangat diperlukan informasi tentang daerah dalam berbagai aspek sebagai masukan pembelajaran berdasarkan KBK.
Pada tahap pertama untuk mempercepat sosialisasi informasi tentang Sejarah Ummat Islam, buku ini akan disebarkan kepada seluruh Madrasah di Nusa Tenggara Timur dan menjadi salah satu acuan materi muatan local bagi Madrasah di Nusa Tenggara Timur.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Sudah Lama Tidak Bercinta, Ketika Bercinta Tidak Lama

Judul
:
Sudah Lama Tidak Bercinta, Ketika Bercinta Tidak Lama Kumpulan Puisi
Penulis
:
Berto Tukan
Penerbit
:
EA Books
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
178
ISBN
:
978-602-516-952-6
Harga
:
Rp. 65.000
Status
:
Kosong


Nina Bobo

kau tertidur dalam bayangan
nafasmu, dengus kerinduan
dan kucium aroma kelelahanmu
pundah dan kaki, riak kulit
yang mengarungi beribu duka

terbawa hujan
sebelumnya nangkring di awan
dan baragkali dilahirkan lautan

ada sesuatu pada malam
yang lupa kubisikan padamu;
genang air pada gang sepi
ada dan siasia

aku pun lupa

seperti gelap malam yang melingkupi lelap kita
itulah sumber air mata

sesekali gelap malam yang melingkupi lelap kita
itulah sumber air mata

sesekali kendaraan bermotor memecah kesunyian
dan engkau ada beberapa meter di atasnya
meski gerimis berhamburan
pengemudi mengenakan helm
siasialah butir air

kutulis puisi ini ketika
nafasmu yang berat memasuki rongga telingaku
dan bayangan wajahmu sembunyi di
ketiak bantal tergambar
pada uraturat syarafku

tak ada malam yang lebih tenang dari malam
dengan tubuhmu dalam pelukan pikiranku

dan ketika tuts stop itu kuelus
ada perih menggelitik di rongga dada

2014 

Kolonel Inf. Agus Hernoto Legenda Pasukan Komando (Dari Kopassus Sampai Operasi Khusus)

Judul
:
Kolonel Inf. Agus Hernoto Legenda Pasukan Komando (Dari Kopassus Sampai Operasi Khusus)
Penulis
:
Bob H. Hernoto, MBA dan Hendri F. Isnaeni
Penerbit
:
Kompas
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
232
ISBN
:
978-602-412-227-0
Harga
:
Rp. 80.000
Status
:
Ada

Kisah legendaris seorang prajurit komando berkaki satu yang tetap mengabdi di Angkatan Darat dan kemudian menjadi intel andal: Agus Hernoto

Sebagai anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Agus memimpin Operasi Banteng I dalam rangka pembebebasan Irian Barat. Kaki kirinya diamputasi karena tertembak tentara Belanda. Kendati masih dapat menjalankan tugas dengan baik, dia dikeluarkan dari RPKAD karena invalid (cacat). Atasan langsung sekaligus sahabatnya, Benny Moerdani memprotes kebijakan Komandan RPKAD itu. Akibatnya, Agus dan Benny dikeluarkan dari RPKAD.

Agus sempat bergabung dengan Resimen Tjakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Soekarno. Sedangkan Benny pindah ke Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Agus dan Benny kemudian bergabung dengan Operasi Khusus (Opsus) yang dipimpin oleh Ali Moertopo dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Soeharto. Di Opsus, Agus menjadi orang kepercayaan Ali dan Benny. Bahkan, siapa pun yang ingin bertemu dengan Ali dan Benny harus melalui Agus sehingga ada ungkapan bahwa “Agus di Opsus, Opsus di Agus.”

Menjelang akhir tahun 1975, Agus Hernoto tampak sering mengemudikan Jeep Wilis terbuka seorang diri di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Dia menjenguk para korban pertempuran yang dirawat di rumah sakit di pinggiran Atambua. (Operasi Timor Timur hal. 135)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...