Tampilkan postingan dengan label Buku Kehutanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kehutanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2026

Menguak Tabir Bambu Flores

Judul

:

Menguak Tabir Bambu Flores

Penulis

:

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Indonesia

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

180

ISBN

:

978-623-523-743-5

Harga

:

Rp. 169.000

Status

:

Kosong


Buku Menguak Tabir Bambu Flores merupakan salah satu persembahan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari untuk masyarakat Pulau Flores karena Flores merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sengaja tetap melestarikan bambu dalam kehidupannya. Upaya menjaga keindahan alam Flores perlu dilakukan secara terpadu. Salah satunya dapat dilakukan dengan budidaya dan pelestarian bambu, yang kebetulan tumbuh subur di Flores. Khusus bagi masyarakat Flores, bambu tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan peralatan rumah tangga, termasuk alat musik, tetapi juga menjadi simbol kehidupan, solidaritas, dan ketangguhan menghadapi tantangan. Sangat diharapkan penerbitan buku Menguak Tabir Bambu Flores ini tidak hanya menyingkapkan kekayaan flora, tetapi sekaligus membuka kesadaran tentang peluang kesejahteraan ekonomi di balik bambu, yang selalu tumbuh menjulang tinggi menggapai langit. Tanaman bambu memiliki nilai ekonomis tinggi. Batang bambu dapat dijadikan berbagai bentuk dan motif ayaman untuk keperluan di daerah wisata. Belum lagi rebung sebagai bahan pangan juga dapat diekspor. Lebih menguntungkan lagi jika batang bambu dijadikan bahan industri pengolahan pembuatan panel papan dan tiang, yang sangat kuat dan berharga mahal. Tentu di atas segalanya, upaya pelestarian dan pemanfaatan bambu secara ekonomis akan kehilangan makna dan menjadi hambar jika tidak melibatkan partisipasi masyarakat, dan tidak ikut membantu upaya mengatasi kesenjangan ekonomi dan bahaya kemiskinan. 


Minggu, 28 September 2025

Cendana Mewangi di Nusakdale

Judul

:

Cendana Mewangi di Nusakdale

Penulis

:

C.Z. Doepe

Penerbit

:

PT. Penebar Swadaya

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

88

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada

 

Setelah bersalaman hangat dengan Pakde dan Oom John, Pak Camat berbalik dan berucap, “Dan ini tentu Ari, ya,” lalu maju merangkul anak itu, “kau persis kakakku yang menghilang itu!”

Dengan Lisa dan Fance – putri dan putra paman – Ari berkenalan dan berjabatan tangan dengan malu-malu.

Beberapa saat sesudah itu, mobil jip telah meluncur menuju rumah paman di Nusakdale. Bibi menyambutnya dengan hangat penuh kasih sayang. Ketika duduk santai di ruang tamu, hidung Ari mengembang-mengempis. Dia sedang memba-baui harumnya cendana di ruang yang sejuk itu.

“Dari mana bau seharum ini?” tanyanya pada kedua saudaranya. 

Rabu, 30 Juli 2025

Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar di Timor Barat

Judul

:

Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar di Timor Barat

Penulis

:

Dr. Alfred Umbu Kuala Ngaji, S.P., M.Si. dkk.

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

258

ISBN

:

978-623-02-5996-8

Harga

:

Rp. 187.000

Status

:

Kosong


Pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal, menjadi salah satu cara efektif dalam konteks keberlanjutan. Hal ini menjadi landasan utama dan intisari dari buku yang ditulis oleh penulis, yang memotret pemanfaatan dan perkembangan Mamar sebagai sebuah agroforestri yang berkembang di lingkungan masyarakat Timor, khususnya Timor Barat. Seiring dengan perjalanan waktu, agroforestri Mamar yang berasal dari kata makan sirih, juga mengalami perubahan-perubahan pemanfaatan dan pengelolaan yang berdampak pada produksi jasa lingkungan yang dihasilkannya. Pengaruh perubahan global yang tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu, telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat Timor Barat. Tuntutan pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup dewasa ini, pada gilirannya telah mengubah perspektif dan perilaku masyarakat yang mendorong terjadinya missed transformation nilai-nilai moral, dan bermuara pada perubahan pola pemanfaatan Mamar dengan titik masuk tradeoffs fungsi lingkungan. Hal ini menjadi fokus kajian penulis dalam buku ini.

Harapannya adalah pembaca mendapatkan gambaran tentang perkembangan kondisi Mamar dewasa ini. Dalam buku ini diberikan gambaran dalam perspektif lingkungan yang memiliki ciri tinjauan dari tiga unsur, yaitu abiotik, biotik, dan culture. Potret sosial budaya digunakan sebagai titik masuk yang didukung dengan kajian kondisi biofisik lahan. Kepemilikan aset penghidupan yang dipengaruhi oleh kondisi sosial demografi dan kerentanan sosial ekonomi politik, serta pengaruhnya terhadap pemilihan strategi penghidupan, dikaji dalam kaitannya dengan perubahan pola pemanfaatan Mamar. Kajian indeks nilai penting, keanekaragaman vegetasi, tingkat kerusakan tanah, kandungan karbon serasah, dilakukan untuk memotret kondisi biofisik lahan. Sedangkan untuk menilai jasa ekosistemnya digunakan dua tinjauan, yaitu tinjauan partisipatif dan tinjauan luasan tutupan lahan dan NDVI, yang dilanjutkan dengan penilaian terhadap perubahan berdasarkan perhitungan nilai Vchange.

Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya: Pengantar, Agroforestri Mamar di Timor Barat dan Tantangan Pengembangannya, Wilayah-Wilayah Mamar, Konsep Penghidupan dan Perubahan Perilaku Pada Masyarakat Mamar, Aset Penghidupan Masyarakat dan Kondisi Biofisik Lahan Mamar, Pola Pemanfaatan Mamar, Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar, Jasa Ekosistem dan Dampak Perubahan Pola Pemanfaatan Lahan Terhadap Jasa Ekosistem, Skema Pengelolaan Mamar Berkelanjutan, terakhir adalah Intisari.


Selasa, 19 November 2024

Karbon Hijau Savana Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Karbon Hijau Savana Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Sutomo, dkk

Penerbit

:

Media Sains Indonesia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

134

ISBN

:

978-623-195-147-2

Harga

:

Rp. 100. 000

Status

:

Kosong

 

Selama ini, savana menyandang stigma buruk sebagai salah satu penyumbang karbondioksida dunia yang mengakibatkan pemanasan global. Opini tersebut timbul karena kondisi lanskap savana yang mudah terbakar. Namun, siapa yang menyangka jika savana, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), justru mampu menyerap karbondioksida secara masif melalui bentuk tutupan lahannya. Jenis-jenis asli setempat menunjukkan performa pertumbuhan yang stabil dan mampu meningkatkan estimasi simpanan karbon melalui asosiasinya dengan vegetasi savana yang khas.

Keberadaan penutupan pohon di bentang lahan savana merupakan potensi karbon hijau yang secara nyata meningkatkan simpanan karbon di dalam kawasan. Oleh karena itu, pengelolaan ekosistem savana asli yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu ini perlu dipertahankan melalui berbagai upaya konservasi. Rentetan ulasan tentang potensi savana akan selalu dibayangi dengan daftar panjang ancaman yang dapat menghilangkan ekosistem savana. Namun, bab terakhir pada buku ini mampu mengurai mekanisme pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan, sehingga aspek konservasi dan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Melalui buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami paradigma karbon hijau di padang savana NTT. Penyajian informasi terbaru yang disertai contoh kasus akan dapat menguak peran savana sebagai penyedia karbon hijau dunia. Selain memberikan pandangan baru, buku ini juga berguna sebagai acuan pengelolaan ekosistem savana yang lebih baik ke depannya. 


Rabu, 30 Oktober 2024

Hutan : Rumah Kita, Rumah Sakral, Suatu Ekoteologi Kontekstual

Judul

:

Hutan : Rumah Kita, Rumah Sakral, Suatu Ekoteologi Kontekstual

Penulis

:

Dr. Junus E.E. Inabuy, S.T.M.

Penerbit

:

BPK Gunung Mulia

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

356

ISBN

:

 

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Kosong


Buku ini berangkat dari disertasi doktoral penulis berjudul FOREST, Our House, Sacred House—A Contextual Ecotheology pada The SEAGST (The South East Asia Graduate School of Theology), Jakarta, 2003. Sebagaimana tergambar dalam judulnya, penulis membahas pokok studi Ekoteologi Kontekstual yang bertumpu pada fakta degradasi ekosistem, khususnya ekosistem hutan.

Kerusakan hutan terus berlanjut dan makin meningkat. Tidak bisa tidak, kita perlu melihat sekilas pengalaman dengan hutan kita secara historis dan nasional. Dari segi teologi, dalam rangka pengembangan suatu ekoteologi kontekstual, peran komunitas masyarakat asli (adat) sangatlah penting. Permasalahan pokoknya adalah bagaimana mendorong berkembangnya suatu ekoteologi (Kristen) berbasis komunitas berkelanjutan (sustainable community-based ecotheology).

Dalam studi ini, penulis melakukan penelitian pada komunitas adat Amarasi di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Amarasi adalah salah satu komunitas adat etnik Timor (Atoni) yang sejak dulu mampu beradaptasi dengan alam lingkungannya dan mampu menjadikan daerah mereka sebagai salah satu “lumbung” penting bagi masyarakat Kupang dan sekitarnya, meskipun dari struktur geologis tanah di sana tidaklah ideal untuk pertanian.

Dalam perkembangannya, kelestarian kondisi hutan dan sumber air di lokasi-lokasi tersebut makin terancam. Diperlukan upaya mendasar dan serius, teristimewa oleh orang Amarasi sendiri, untuk mengatasi ancaman kerusakan hutan Amarasi. Dalam rangka itulah, studi ini diharapkan dapat menjadi suatu sumbangan. Studi ini mencoba menemukan faktor-faktor apakah yang menjadi pendorong hidupnya perilaku konservatif orang Amarasi. Selain itu, dalam rangka ekoteologi kontekstual, di satu pihak studi ini hendak mencoba menjembatani ekoteologi Alkitab dan di pihak lain hendak menjembatani ekoteologi/ekofilosofi Amarasi, termasuk kemungkinan sinerginya (mutual enrichment).


Rabu, 24 Juli 2024

Karakteristik Daerah Aliran Sungai di Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Karakteristik Daerah Aliran Sungai di Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Prof. Dr. Denik Sri Krisnayanti, S.T., M.T. & Prof. Philiphi De Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

95

ISBN

:

978-623-420-880-

Harga

:

Rp. 70.000

Status

:

Ada

 

Kegiatan pengelolaan DAS sudah dilaksanakan pada berbagai belahan bumi lebih dari satu abad, namun masih terdapat kelemahan yang mendasar dalam hal penetapan kriteria dan indikator fungsi hidrologi DAS. Adanya harapan yang berlebihan dan kurang realistis tentang dampak pengelolaan DAS telah memunculkan kebijakan yang memerlukan investasi besar seperti ‘reboisasi’, namun hasilnya masih kurang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Buku tentang karakteristik  Daerah Aliran Sungai ini adalah bagian dari mata kuliah hidrologi. Dalam buku ini penulis menjabarkan beberapa pembahasan, seperti gambaran umum tentang Wilayah Nusa Tenggara Timur, Daerah Aliran Sungai (DAS) di Nusa Tenggara Timur, serta identifikasi kerentanan DAS. Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya yang sedang mengikuti mata kuliah hidrologi.

 

Selasa, 24 Januari 2023

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Judul

:

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Editor

:

Letkol Adm A. Rachman Jamal, M.Si & Christantiowati

Penerbit

:

Red & White Publishing

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

528

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 250.000

Status

:

Ada

 

Ekspedisi NKRI 2015 Kepulauan Nusa Tenggara meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Melibatkan 1.227 personel yang terdiri dari berbagai elemen bangsa, dari TNI, Polri, LSM, para peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat.

Tim Ekspedisi NKRI 2015 di Kepulauan Nusa Tenggara berhasil mengumpulkan berbagai data lapangan yang amat berharga. Ekspedisi NKRI 2015 bagaikan mengumpulkan “permata-permata” yang bertaburan di sepanjang Bali, NTB hingga NTT. Pantai-pantai sepi dengan air bening pasir halus dan putih, hitam hingga merah muda terhampar di mana-mana.

Buku ini patut disimak terutama bagi mereka yang ingin mengetahui kegiatan Ekspedisi NKRI 2015 lebih jauh. Ekspedisi NKRI 2015 memiliki sejumlah tujuan, yaitu melakukan penjelajahan di wilayah Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Penjelajahan dilakukan melewati gunung, hutan, rawa, pantai dan sungai. Pengkajian geologi dilakukan untuk melihat wilayah rawan bencana. Ekspedisi NKRI 2015 juga melakukan kegiatan sosial seperti pelestarian alam, penyuluhan keluarga berencana dan pra sejahtera sebagai bagian dari pegabdian dan kepedulian masyarakat.

Untuk menanamkan sikap peduli terhadap alam. Tim Ekspedisi NKRI 2015 melakukan penanaman 1.300 bibit pohon trembesi dan 30.000 anak cendana di kawasan Ende, Sumba Barat dan Kupang. Penghijauan ini dilakukan selain untuk melindungi mata air bagi kehidupan warga, juga terutama untuk mencegah punahnya tanaman cendana dari habitat aslinya.

Hasil kegiatan ekspedisi dapat dilihat dari paparan berikut: Dalam kegiatan penjelajahan Tim Ekspedisi NKRI 2015 mampu mencapai target jarak sepanjang 6.791,3 km dengan mendapatkan 1.584 temuan, drop zone 144 lokasi, helipad 44 lokasi, landing zone 70 lokasi, pantai yang dapat didarati Amphibi 125 lokasi, wilayah pertahanan 170 lokasi dan patok perbatasan RI-RDTL sebanyak 1.031 patok. Dalam bidang penelitian, Tim Kehutanan mendapat 869 temuan daerah yang mengalami kerusakan. Tim Flora Fauna memperoleh 4.295 temuan yang terdiri dari flora 2.124 temuan dan fauna 2.171 temuan. Terdapat 506 temuan dari Tim Geologi yang terdiri dari 47 temuan belum teridentifikasi. Tim Potensi Bencana mendapat 632 temuan dan Tim Sosial Budaya 2.168 temuan. Sedangkan dalam komunikasi sosial dilaksanakan 1.294 kegiatan, terdiri dari 385 kali kegiatan fisik dan 909 kegiatan non-fisik. 


Jumat, 16 April 2021

Tabukah Cagar Alam Mutis Berubah Fungsi?

Judul

:

Tabukah Cagar Alam Mutis Berubah Fungsi?

Penulis

:

Mugi Kurniawan & Elisa Iswandono

Penerbit

:

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

66

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Penulisan buku ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Cagar Alam Mutis dan kesejarahan dari Cagar Alam Mutis. Melalui buku ini dibahas secara deskriptif upaya Balai Besar KSDA NTT untuk menyakinkan kepada semua pihak bahwa Cagar Alam Mutis layak untuk dievaluasi fungsinya.

Buku ini berisikan kesejarahan pengelolaan Cagar Alam Mutis, keberadaan masyarakat adat di sekitar Cagar Alam Mutis, potensi keanekaragaman hayati Cagar Alam Mutis, kondisi sosial ekonomi di Cagar Alam Mutis serta ekosistem Cagar Alam Mutis yang banyak mengundang masyarakat baik di dalam maupun luar negeri untuk datang ke Cagar Alam Mutis sebagai wisatawan. Dari sisi peraturan, konsep pengelolaan cagar alam “sangat sakral dan tabu” terhadap aspek penmanfaatan dan kondisi ini cukup jauh berbeda dengan kondisi yang ada di Cagar Alam Mutis. Buku ini juga berupaya mendeskriptifkan adat masyarakat sekitar Cagar Alam Mutis sebagai salah satu pilar kekuatan untuk mempertahankan keberadaan Cagar Alam Mutis agar dapat bermanfaatan secara turun temurun. 


Rabu, 31 Maret 2021

Tumbuhan Obat Orang Manggarai Sekitar Taman Wisata Alam Ruteng

Judul

:

Tumbuhan Obat Orang Manggarai Sekitar Taman Wisata Alam Ruteng

Penulis

:

Elisa Iswandono, Mugi Kurniawan & Petrus Ch. Purman Tengko

Penerbit

:

Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

108

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Penulisan buku ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Manggarai yang ada disekitar Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng. Untuk itulah buku ini memuat secara detil mengenai berbagai jenis tumbuhan obat yang ada di kawasan hutan TWA Ruteng yang dimanfaatkan oleh masyrakat.

Buku ini merupakan pendokumentasian secara menyeluruh pengetahuan tumbuhan obat masyarakat Manggarai di TWA Ruteng. Di dalam buku ini tidak hanya memuat mengenai daftar spesies tumbuhan obat dalam bahasa lokal dan ilmiah saja tetapi juga dilengkapi dengan foto sehingga memudahkan dalam mengenali tumbuhan obat tradisional atau dapat digunakan sebagai panduan lapangan dalam pengenalan tumbuhan obat di TWA Ruteng. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca sebagai tambahan wawasan dan juga sebagai bahan informasi dalam pengelolaan kawasan konservasi khususnya TWA Ruteng.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...