Tampilkan postingan dengan label Buku Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Arkeologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2025

Eksotisme Manik-Manik Menembus Zaman

 

Judul

:

Eksotisme Manik-Manik Menembus Zaman

Penulis

:

Nasruddin

Penyunting

:

Agustijanto lndradjaja & Bambang Sulistyanto

Penerbit

:

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

108

ISBN

:

978-979-8041-60-0

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Manik-manik terbuat dari berbagai macam bahan seperti di kaca, logam, batu, karang, batu mulia, intan, kerang, tulang, ada pula yang dari kayu. Benda manik-manik tidak hanya dikenal sekarang, tetapi telah dibuat dan dipakai sejak masa plestosen pada ribuan tahun yang lampau.

Penelitian arkeologi menyebutkan bahwa temuan manik-manik tertua ditemukan di situs gua sepertf Sulawesi, Mangkulirang, Kutai Timur, Kalimantan, Jawa Timur dan Sumatera. Temuan artefak manikmanik terus bermunculan di situs penguburan sebagai benda bekal kubur. Kuat dugaan berdasarkan hasil penelitian bahwa bendabenda tersebut khususnya manik-manik kaca didistribusikan oleh kelompok penutur budaya Austronesia yang bermigrasi ke Nusantara pada masa neolitik akhir, hingga makin meluas memasuki abad sejarah sebagai komoditi dalam perdagangan di Nusantara.

Dari studi etnoarkeologi pada beberapa suku bangsa di Indonesia terlihat masih menggunakan manik-manik dalam kehidupan keseharian mereka. Penggunaah manik - manik tetap dilestarikan karena dalam konteks kebudayaan mereka manik-manik masih dianggap memiliki nilai dan fungsi tertentu. Pemaknaan tersebut lebih mengarah kepada sisi inner value yang terdapat di dalam manik-manik itu sendiri Bentuknya memang kecil, tapi memiliki .daya pikat, pesona dan misteri yang memerlukan perhatian, terutama aspek sosial dan keagamaan dari manik-manik tersebut, sehingga diharapkan dapat memicu penelitian dan telaah yang lebih serius dan mendalam mengenai peranan dan fungsi manik-manik dalam masyarakat dan kebudayaan'di Indonesia.

Orang Sumba memakai manik-manik bukan sekedar perhiasan yang dilingkarkan di leher maupun pergelangan tangan dan kaki namun memiliki banyak fungsi dan makna dalam kehidupan kesehariannya. Sebutan manik-manik bagi orang Sumba maupun secara luas di beberapa suku di daratan Timar menyebutnya dengan nama mutisalah/ mutisalak, digunakan sebagai mas kawin (belis) yang diberikan oleh pihak pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan. Penggunaan belis mutisalah ini berlaku umum di semua strata sosial Orang Sumba, pada kenyataannya terdapat perbedaan manik-manik mutisalah yang digunakan sebagai mas kawin untuk setiap strata sosial.


Rabu, 24 Juli 2024

Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Judul

:

Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Penulis

:

Dr. Ketut Sedana Arta, S.Pd, M.Pd; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa, M. Hum. & I Wayan Putra Yasa, S.Pd., M.Pd.

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

106

ISBN

:

978-623-09-6001-7

Harga

:

Rp. 68.000

Status

:

Kosong

 

Motivasi penulis menyusun buku ini adalah karena kurangnya buku-buku sumber untuk mata kuliah Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra). Buku-buku lama sudah memerlukan pembaruan, sementara buku baru tidak banyak yang membicarakan mengenai topik ini. Dalam penyusunan buku Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) ini tentunya kami menghadapi beberapa tantangan dan kendala, terutama ketersediaan sumber-sumber sejarah berupa prasasti yang memuat fajta dan tahun peristiwa tidak utuhm atau prasastinya aus/rusak karena alam serta kemungkinan ada prasasti yang belum ditemukan. Termasuk pula keterbatasan akses terhadap dokumen asli atau catatan asing yang diperlukan. Buku ini diawalli dengan pemaparan awal tentang Bali pada zaman prasejarah, Bali Kuno, Bali Pertengahan, Zaman Kebangkitan Nasional, serta Penataan Nusa Tenggara pada Masa Kolonial. Masing-masing babak tersebut dianggap mewakili periode penting dalam perjalanan sejarah di Bali dan Nusa Tenggara.


Kamis, 09 Mei 2024

Diaspora Melanesia di Nusantara

Judul

:

Diaspora Melanesia di Nusantara

Editor

:

Taufik Abdullah & Mukhlis PaEni

Penerbit

:

Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

436

ISBN

:

978-602-1289-19-8

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku ini berisi kajian keilmuan tentang populasi dan kebudayaan Melanesia. Diselenggarakan oleh para ilmuan terkemuka di bidang arkeologi, geologi, genetika, antropologi, sejarah, dan linguistik, buku ini membahas masalah Pembentukan Kepulauan Nusantara, Persebaran Penduduk (Melanesia dan Austronesia) dan Awal Kehidupan Melanesia, Melanesia dalam Perspektif Genetik, Peta Kebahasaan Melanesia, Jaringan Ingatan Kolektif dan Refleksi Antropologis Melanesia, Jaringan Perdagangan Maritim dan Silang Budaya (Austronesia dan Non-Austronesia), Dinamika Sejarah dari Kesatuan-Kesatuan Etnis Melanesia, dan Perspektif Melanesia dalam Konteks Keindonesiaan.

Dari peninjauan akademis yang komprehensif tentang berbagai aspek genetika, asal-usul, bahasa dan sebagainya ini akan tampaklah betapa eratnya keterkaitan dinamika sejarah Melanesia dengan bumi Nusantara.

Berdasarkan penelitian genetika, bahasa, dan arkeologi penduduk asli Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat termasuk kelompok Melanesia. Sehingga pada saat ini mayoritas populasi Melanesia justru terdapat di bumi Nusantara. Mestikah diherankan di wilayah ini terjadi juga hubungan yang telah berlangsung sejak ribuan tahun antara ras monggolid dengan austromelanesid. Peristiwa yang sama terjadi juga di wilayah Melanesia di Kepulauan Pasifik.

Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini akan semakin menambah kearifan anak bangsa dalam melangkah ke arah semakin terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


Jumat, 17 November 2023

Nubanara Peninggalan Megalitik Masyarakat Lewolema Adonara

Judul

:

Nubanara Peninggalan Megalitik Masyarakat Lewolema Adonara

Penulis

:

Freddy Tokan

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

179

ISBN

:

978-623-92473-4-8

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada


Nubanara merupakan peninggalan megalitik yang masih dianggap keramat oleh masyarakat Lewolema, Kelubagolit, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Nubanara identik dengan pengakuan adanya penguasa alam semesta, yang pada masa sekarang disebut Tuhan. Jika tidak ada Nubanara maka tidak ada kampung. Kampung tanpa Nubanara berarti tidak ada berkah, tidak ada keselamatan, dan tidak ada bahan sumber kehidupan. 


Selasa, 11 Agustus 2020

Nuat Bkau: Gua Hunian Manusia Prasejarah di Kupang

Judul
:
Nuat Bkau: Gua Hunian Manusia Prasejarah di Kupang
Penulis
:
Jatmiko
Penerbit
:
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
29
ISBN
:
-
Sumber
:
Download
:



Di wilayah Pulau Timor banyak terdapat berbagai tinggalan arkeologis yang sangat melimpah, mulai dari budaya tertua yang berasal dari jutaan tahum silam sampai tradisi-tradisi berlanjut yang masih bertahan sampai sekarang. Salah satu potensi tinggalan arkeologis di wilayah bagian timur Nusantara (Provinsi NTT) ini adalah banyaknya gua-gua alam yang pernah dipakai sebagai ajang hunian pada masa prasejarah, terutama di Pulau Rote dan Flores. Namun di wilayah Kabupaten Kupang masih sangat jarang ditemukan situs-situs gua hunian, tercatat hanya Gua Oelnaek di daerah Camplong. Baru pada tahun 2017 lalu ditemukan gua baru di wilayah Kupang yang mempunyai indikasi sebagai lokasi hunian manusia prasejarah, gua ini bernama Nuat Bkau.

Selasa, 24 September 2019

A New Human: The Startling Discovery and Strange Story of the "Hobbits" of Flores Indonesia

Judul
:
A New Human: The Startling Discovery and Strange Story of the "Hobbits" of Flores Indonesia
Penulis
:
Mike Morwood & Penny van Oosterzee
Penerbit
:
Smithsonian
Bahasa
:
Inggris
Tahun Cetak
:
2007
Halaman
:
244
ISBN
:
978-0-06-180134-1
Harga
:
Rp. -
Status
:
Kosong


Pada Oktober 2004, sebuah tim antropolog Australia dan Indonesia yang dipimpin oleh Mike Morwood dan Raden Pandji Soejono membuat tertegun dunia dengan pengumuman mereka mengenai penemuan contoh pertama dari spesies baru manusia, Homo floresiensis, yang mereka dijuluki "Hobbit". Ini tidak ada penciptaan fantasi Tolkien, melainkan penggunakan alat, penciptaan api, orang berburu dengan kerjasama . Semakin Morwood dan rekan-rekannya mengungkapkan tentang penemuan, semakin menjadi mencengangkan: tinggi hanya tiga kaki dengan otak sedikit lebih besar dari sekaleng cola, para Hobbit memaksa antropolog dan semua orang untuk mempertimbangkan kembali apa artinya menjadi manusia .
Karya Morwood bukan karya akademis biasa. Sepanjang jalan ia harus melangkah hati-hati melalui lanskap budaya Indonesia dan dia menunjukkan bahwa kadang-kadang kehidupan seorang arkeolog nyata dapat sedikit seperti Indiana Jones ketika ia mempertaruhkan lehernya dalam sebuah rakit laut akan mengalami bagaimana Indonesia kuno mungkin telah menavigasikan nusantara.

Minggu, 19 Mei 2019

Senjata Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Senjata Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur
Editor
:
A.  K. Kotten
Penerbit
:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
1993
Halaman
:
50
ISBN
:
-
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong



Daerah Nusa Tenggara Timur terdiri dari 22 suku bangsa yang mendiami gugusan pulau-pulau dengan topografi dan potensi yang berbeda-beda, memiliki berbagai jenis senjata sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup. Beraneka ragamnya jenis senjata ini merupakan adaptasi terhadap kekayaan alam lingkungan (jenis-jenis binatang yang diburu, binatang besar, kecil di air, darat atau di atas pohon) dan kreatifitas pembuatnya agar praktis digunakan (panjang, pendek, besar, kecil, berat, ringan).

Karena senjata merupakan kebutuhan penting manusia dan sudah merupakan bagian yang sulit dipisahkan maka dari senjata sekelompok masyarakat dapat dinilai kecanggihan teknologi, kreatifitas, nilai sosial, lingkungan, lingkungan hidup dan seni. Dalam perkembangan peradaban manusia senjata tidak hanya merupakan alat berburu tetapi juga merupakan alat untuk menyerang musuh dan mempertahankan diri. Dewasa inibanyak jenis senjata sudah mengalami perubahan fungsi dari alat berburu atau menyerang menjadi perlengkapan tarian peralatan upacara, symbol-simbol kekuasaan dan kewibawaan suatu suku bangsa.


Kamis, 04 April 2019

Isi dan Kelengkapan Rumah Tangga Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Isi dan Kelengkapan Rumah Tangga Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
-
Penerbit
:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
1986
Halaman
:
253
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 85.000
Status
:
Ada


Dalam rumah tangga tradisional dibutuhkan sejumlah benda yang mutlak harus dimiliki menurut fungsinya. Sejumlah benda tersebut meliputi: makanan dan minuman, pakaian dan perihasan, alat-alat produksi, senjata, alat komunikasi dan transportasi, alat upacara, mobile, alat rekreasi dan sebagainya. Dengan demikian apa yang dimaksudkan dengan isi dan kelengkapan rumah tangga adalah benda sebagai kebutuhan pokok, sedangkan kelengkapan rumah tangga adalah benda yang bukan sebagai kebutuhan pokok atau sebagai pelengkap saja.
Agar dapat dipahami apa tujuan, fungsi, dan kegunaan benda-benda kebutuhan pokok sebagai pelengkap tersebut di atas, perlu diungkapkan mengenai materi penunjangnya seperti lokasi, keadaan penduduk, system mata pencaharian dan teknologi, latar belakang social budayanya. Hal-hal pokok itulah yang akan dijajagi dalam usaha inventarisasi dan dokumentasi penulisan aspek ini.
Adapun lokasi sebagai desa sampel untuk mewakili suku bangsa Lamaholot di Kabupaten Flores Timur, dipilih desa Sinar Hadigala sebagai desa yang letaknya jauh dari kota. Desa tersebut terletak di bagian pedalaman Kecamatan Tanjung Bunga kira-kira 38 km dari Kota Larantuka. Desa yang kedua dipilih desa Lewolere yang terdapat di Kecamatan Larantuka. Desa tersebut terletak 4 km dari Kota Larantuka ibu kota Kabupaten Flores Timur. Desa tersebut ditetapkan sebagai desa pembanding karena letaknya dekat kota terjangkau oleh system jaringan komunikasi antar kota. Kedua desa tersebut mempunyai latar belakang yang sama yaitu sebagai masyarakat desa yang hidup dari bercocok tanam di ladang.

Selasa, 15 Januari 2019

Berita Penelitian Arkeologi No. 29, Laporan Survei di Flores dan Timor Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Berita Penelitian Arkeologi No. 29, Laporan Survei di Flores dan Timor Nusa Tenggara Timur
Penyusun
:
R. Budi Santosa Azis & Rokhus Due Awe
Penerbit
:
Proyek Penelitian Purbakala Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun Cetak
:
1984
Halaman
:
68
ISBN
:
-
Sumber
:
Download
:


Penelitian kepurbakalaan di Pulau Flores dan Timor diketahui berdasarkan laporan para peneliti asing. Dari laporan para peneliti tersebut diketahui bahwa di daerah ini antara lain Kabupaten Manggarai dan Ngadha banyak didapatkan situs kepurbakalaan seperti kompleks megalitik dan gua ( ? ). Jangkauan penelitian Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional di tahun 1976 adalah untuk melakukan pengecekan kembali (re-check) dan observasi langsung pada lokasi-lokasi prasejarah yang ada di daerah ini.

Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 1976 berhasil mengamati, mencatat dan mengumpulkan data artefak baik dari Flores maupun Timor. Hasil penting lain yang diperoleh adalah data-data tentang tradisi megalitik baik yang telah ditinggalkan oleh pendukungnya maupun yang masih berlangsung, sehingga segi-segi fungsional berbagai monumen megalitik dapat diidentifikasi. Penelitian kali ini juga dapat memperluas daerah persebaran temuan alat-alat batu atau teknologi dari masa berburu dan mengumpul makanan tingkat sederhana dan lanjut, begitu pula halnya dengan temuan artefak hasil teknologi tingkat perundagian.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...