Tampilkan postingan dengan label Buku Musik / Lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Musik / Lagu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2025

Alat Musik Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Alat Musik Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur

Editor

:

Drs. B.K. Kotten

Penerbit

:

Kantor Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

1994

Halaman

:

44

ISBN

:

-

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id/

Download

:

Di Sini

 

Daerah Nusa Tenggara Timur terdiri dari beraneka ragam suku bangsa yang mendiami gugusan kepulauan ini dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda. Selain hasil budaya meterial, juga berbagai bentuk lambang mithis seperti ceritera rakyat, seni sastera lisan, pengungkapan ramalan mimpi mewarnai seluruh hidup masyarakat ini. Berbagai bentuk dan jenis alat musik yang diciptakan manusia adalah jawaban manusia sendiri terhadap dorongan emosionalnya tergantung kepada pengaruh lingkungannya. Jenis alat musik yang diciptakan merupakan sarana pemenuh kebutuhan sosial dan psikis manusia yang tidak dapat dipisahkan dari hidupnya.

Dari alat-alat musik ini kita dapat menilai teknik pembuatannya, kreativitas penciptaannya, nilai sosial dan psikis seni serta fungsi atau pemanfaatannya. Sesuai dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia, alat musik tradisional ini tidak hanya merupakan sarana pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Tetapi bagi kelompok masyarakat lain, alat musik tradisional tertentu merupakan sarana yang berfungsi penting dalam pelaksanaan upacara-upacara.


Sabtu, 11 Oktober 2025

Seri: Menjelajah Indonesia Vol. 3: Flores

Judul

:

Seri: Menjelajah Indonesia Vol. 3: Flores

Penyusun

:

Karl-Edmund Prier, SJ

Penerbit

:

Pusat Musik Liturgi

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

84

ISBN

:

978-979-8133-96-2

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada



Apakah Anda pernah mendengar kata “Tenda”?, “Tari Gawi”?. “Orkes Beghu”? “Boba”? Kiranya tidak. Saya pun tidak pernah mendengarnya sebelum mengalami sendiri budaya yang luar biasa yang namanya Tari Gawi sebagaimana yang nampak dalam cover buku ini. Tarian yang penuh arti yang kami saksikan tahun 2000 di desa Tenda di lereng Gunung Kelimutu. Begitu pun kami menemukan mutiara di Kotakeo berupa orkes Beghu yang permainannya profesional dan yang musiknya penuh makna tinggi. Lain lagi apa yang kami alami di Boba bahwa ada misa syukur di mana seluruh umat terlibat dalam nyanyian dan menari karena misa itu diadakan di halaman di depan Gereja. 

Artinya nilai-nilai itu hanya dapat ditemukan kalau dicari, kalau tidak enggan jalan kaki dan mempunyai mata dan terlinga untuk melihat nilai budaya dan inkulturasi. Masyarakat Flores umumnya Katolik dengan bakat musik tinggi dengan variasi gaya yang amat banyak yang belum digali. Pengalaman membimbing dan berproses bersama peserta lokakarya dari: 5 Lokakarya Komposisi di Mataloko, 2 Lokakarya Komposisi di Ruteng, dan 2 Lokakarya Komposisi di Detusoko masih ditambah 2 Lokakarya Liturgi yang ditarikan, merupakan isi dari buku ini.

Buku ini merupakan volume ketiga dari buku Seri: Menjelajah Indonesia, semoga menjadi dorongan untuk menemukan sendiri nilai-nilai yang masih tersembunyi dan untuk menghargainya. 


Nusantara Bernyanyi 7ꓽ Lagu-Lagu Daerah NTT Selain Flores

Judul

:

Nusantara Bernyanyi 7 Lagu-Lagu Daerah NTT Selain Flores

Penyusun

:

Karl-Edmund Prier

Penerbit

:

Pusat Musik Liturgi

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

122

ISBN

:

979-8133-32-3

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada


Jilid 7 dari Seri Nusantara Bernyanyi memuat 88 lagu dari NTT selain Flores (lihat jilid 6), yakni dari Sumba (10 lagu), Sawu (7 lagu), Rote (8 lagu), Timor (49 lagu), Alor (14 lagu).

Seperti halnya dalam jilid-jilid sebelumnya, begitu pula kali ini kebanyakan lagu ini dikumpulkan oleh team Pusat Musik Liturgi waktu berlokakarya komposisi: 1986 di Betun – TTU, 1989 dan 1997 di Atambua – TTU, 1989 di Katikuloku – Sumba, 2001 di Weetabula – Sumba, 2002 di Kalabahi – Alor, 2003 di Rote dan bersambung di Mataloko, 2006 di Camplong – TTS. Sedangkan lagu ‘O Nawanni Tana’, ‘Mana Lolo Banda’ dan ‘O Bete’ kami peroleh dari buku “Flobamor” susunan Bp Apoli Bala; lagu ‘Moen Naijufe’, ‘Kaisa ‘Mbeke’, ‘Asa Moruk’ dan “Ensiklopedi Budaya NTT” terbitan Dinas P&K NTT. Terima kasih atas izin untuk memuat lagu tsb. Dalam buku Nusantara Bernyanyi jilid 7 ini.

Buku ini menyajikan lagu daerah dengan satu suara saja. Untuk sejumlah lagu tersedia pula aransemen paduan suara. Tujuan buku ini tak lain kecuali untuk melestarikan lagu-lagu daerah asli, khususnya lagu yang sudah hampir dilupakan/dipojokkan oleh lagu pop daerah. Kami yakin lagu-lagu ini penting untuk mencari identitas/ciri khas dari suku masing-masing yang ada dalam bahaya menjadi samar-samar. Padahal justru ciri khas dari masing-masing daerah akan membentuk musik Indonesia menjadi “bhinneka tunggal ika”, menjadi bunga rampai yang berwarna-warni. Semoga. 


Nusantara Bernyanyi 6ꓽ Lagu-Lagu Daerah Flores

Judul

:

Nusantara Bernyanyi 6 Lagu-Lagu Daerah Flores

Penyusun

:

Karl-Edmund Prier

Penerbit

:

Pusat Musik Liturgi

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

142

ISBN

:

979-813-331-5

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada


Bukanlah rahasia bahwa orang Flores senang dan punya bakat untuk bernyanyi. Maka wajarlah bahwa jilid 6 dari seri Nusantara Bernyanyi secara khusus memuat nyanyian-nyanyian tradisional dari Flores.

Dari Flores Barat / Manggarai sampai Flores Timur terkumpul 105 nyanyian yang dipilih terutama menurut kriteria pendidikan di sekolah, sesuai dengan tujuan utama dari Seri Nusantara Bernyanyi. Kebanyakan nyanyian ini dikumpulkan waktu team Pusat Musik Liturgi mengadakan Lokakarya Komposisi di Flores: 1979 dan 1998 di Detusoko, 1990, 1994, 1997, 2000 dan 2003 di Mataloko, 1996 dan 1997 di Ruteng. Beberapa lagu Manggarai kami peroleh juga secara lisan dari beberapa mahasiswa/siswa Kursus Musik Gereja yang sedang belajar di Yogyakarta.

Tentu saja tidak mungkin semua lagu tradsional dimuat dalam buku ini, pertama-tama karena tidak/belum didokumetasikan, dan kedua karena kurang cocok dengan tujuan buku ini. Meski demikian kami ingin mengajak pihak-pihak ybs, terutama di Flores, untuk mengenal / mengungkapkan lagu-lagu tradisional yang lainnya sebagai kekayaan budaya Flores serta sebagai ungkapan identitas. 


Rabu, 06 Agustus 2025

Musik Nusantara Dari Sumatra sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesia

Judul

:

Musik Nusantara Dari Sumatra sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesia

Penulis

:   

Sunarto

Penerbit

:

Unnes Press

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

298

ISBN

:

978-602-285-137

Harga

:

Rp. 87. 000

Status

:

Ada


Buku ini merupakan catatan tentang beberapa musik etnis Nusantara yang terbentang dari Sumatera sampai Timor Barat hingga Pan-Indonesian. Dikatakan demikian karena memang buku ini hanya menampilkan jenis musik yang dianggap dapat mewakili dari daerah-daerah tersebut. Tidak. bermaksud mengecilkan peran jenis musik yang lain dalam budaya mereka, namun hal tersebut didasarkan pada keluasan wilayah Nusantara yang memiliki beratus-ratus jenis musik, yang menjadi salah satu hambatan dalam penelitian dan pendokumentaasian. Sangat mustahil menuliskan jenis-jenis musik etnis yang ada di Nusantara dengan secara lengkap. Untuk hal tersebut dibutuhkan: waktu, sumberdaya manusia, sumberdaya material, dan ketekunan yang luarbiasa. Bila ditulis secara konsisten, tidak tertutup kemungkinan akan menjadi berjilid-jilid buku.

Namun demikian, buku ini semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi umum, mahasiswa, dosen, dan peneliti; serta dapat membantu perkembangan pemikiran musikologi/etnomusikologi (di) Indonesia. Masih banyak dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang musik etnis yang ada di Nusantara. Bumi Nusantara telah diberkahi dengan beraneka ragam jenis musik, yang hidup dan berkembang di dalam komunitas budayanya. Untuk itu alangkah bijaknya kalau penelitian-penelitian tentang musik etnis di Nusantara terus ditingkatkan. 


Rabu, 03 Juli 2024

Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

I Putu Kusuma Yudha, I Wayan Rupa & Anak Agung Gde Rai Griya

Penerbit

:

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, Direktorat jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

122

ISBN

:

978-602-7961-23-4

Sumber

:

https://repositori.kemdikbud.go.id

Download

:

Di Sini


Setiap etnis yang ada di Indonesia memiliki sistem kesenian yang berbeda, beda tergantung pada kebutuhannnya dalam mengekspresikan budayanya. Salah satunya adalah etnis Dawan. Etnis Dawan merupakan salah satu etnis tertua dan terbesar yang ada di Pulau Timor, Nusa Tenggara. Etnis Dawan ini menempati seluruh wilayah Timor Barat, tersebar di 3 kabupaten yaitu kabupaten Kupang, kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Timor Tengah Utara provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Etnis Dawan sering disebut juga sebagai orang Atoni Pah Meto. Orang Atoni ini kebanyakan hidup di daerah pedalaman. Mereka hidup sebagai petani. Selain itu kehidupan mereka sangat tergantung dari alam. Menurut mereka alam memberikan kesejahteraan bagi manusia, tapi bisa juga mendatangkan malapetaka.

Masyarakat etnis Dawan, memiliki sistem kesenian yang kompleks yang menemani kehidupan sehari harinya, meliputi seni musik, seni tari, seni suara, kerajinan-kerajinan tangan, ukiran dan tato. Sistem kesenian tersebut tentunya memiliki fungsi yang mendukung kehidupan masyarakat etnis Dawan. Ditengah kehidupan modem yang semakin mengepung masyarakat daratan Timor secara keseluruhan termasuk juga etnis Dawan, sistem kesenian harus mampu menjaga eksistensinya, dan bahkan mampu berkembang ditengah tuntutan masyarakat yang semakin beragam. Demikian juga fungsi dan nilai yang terkadung dalam kesenian etnis Dawan harus diartikan dan diterjemahkan dengan penafsiran-penafsiran yang bersifat positif sehingga generasi penerus dapat memetik pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya. 


Senin, 27 November 2023

Uskup Wilhelmus van Bekkum & Déré Serani: Mengintegrasikan Unsur Religiositas Asli Masyarakat Manggarai ke dalam Liturgi

Judul

:

Uskup Wilhelmus van Bekkum & Déré Serani: Mengintegrasikan Unsur Religiositas Asli Masyarakat Manggarai ke dalam Liturgi

Penulis

:

Bonefasius Jehandut

Penerbit

:

Nera Pustaka

Tahun Cetak

:

2012

Halaman

:

136

ISBN

:

978-602-99678-6-7

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Kosong

 

Gereja semakin menjadi sadar bahwa pewartaannya harus membudaya dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat setempat. Gereja merasa sebagai suatu keharusan untuk meresapkan iman kristiani ke dalam hidup dan kebudayaan para bangsa. Lewat peresapan itu, iman kristiani harus sekaligus menerangi dan mengungkapkan nilai-nilai luhur yang ada dalam kebudayaan para bangsa, lengkap dengan segala warisan kulturalnya serta polesan psikologisnya. Gereja sungguh mendambakan suatu liturgi yang mampu menanggapi kebutuhan-kebutuhan para bangsa.

Gereja Katolik Manggarai sejak awal karya pewartaannya, terutama pada masa kepemimpinan Uskup Wilhelmus van Bekkum, telah berusaha mengakarkan diri pada kebudayaan setempat. Para pewarta tertahbis tak canggung terjun ke tengah masyarakat Manggarai belajar bahasa dan melihat hal-hal positif dari busaya, seni tari, seni musik dan hidup religius asli yang dihayati. Inkulturasi!

Buku ini mengutarakan riwayat misi di tanah Manggarai, sejak misi pertama hingga munculnya Déré Serani serta karya-karya Uskup Wilhelmus van Bekkum dalam menjalankan misi di Manggarai. Terutama kerja kerasnya dalam memasukkan kebudayaan Manggarai dalam liturgi. Alhasil, muncullah Déré Serani yang menjadi kumpulan lagu untuk liturgi dalam bahasa Manggarai. Upaya inkulturasi ini bahkan telah dilakukan sebelum konsili Vatikan II yang menandai keterbukaan Gereja Katolik bagi daerah-daerah misi dalam hal inkulturasi. 


Jumat, 17 November 2023

Syair Lagu Lio-Ende

Judul

:

Syair Lagu Lio-Ende

Penulis

:

Maria Magdalena Rini, S.Pd., M.Pd

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

166

ISBN

:

978-623-92473-5-5

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Kosong

Syair-syair lagu Lio-Ende adalah ekspresi jiwa, menceritakan kisah, mengesankan pesan cinta dan pesan kemanusiaan dalam alunan lagu-lagu dari bumi lahirnya lima butir Pancasila. Ada simbol sakralitas dan semangat bersama sehingga buku kumpulan artikel diberi judul Syair Lagu Lio-Ende: Literasi Ekologis dan Pesan Kemanusiaan ini hadir. Buku ini ingin menggelorakan literasi kultural, yang dimaknai syair demi syair lagu Lio-Ende agar setiap generasi mampu memahami secara baik pesan ekologis dan pesan kemanusiaan. Membaca buku ini merupakan bentuk kecintaan terhadap pesan ekologis dan pesan kemanusiaan itu. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...