Tampilkan postingan dengan label Buku Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Sastra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2026

Babarapa Panton Bagi Anakh, Terkarang dalam Bahasa Wolanda dan Tersalin Kepada Bahasa Malajuw

Judul

:

Babarapa Panton Bagi Anakh, Terkarang dalam Bahasa Wolanda dan Tersalin Kepada Bahasa Malajuw

Penulis & Penerjemah

:

Hieronomus Van Alphen & G. Hejmering

Penerbit

:

Tertara di Timor Kupang

Tahun Cetak

:

1838

Halaman

:

71

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Ada

 

Adalah salah satu karya sastra klasik era kolonial yang merupakan adaptasi atau penerjemahan puisi-puisi pendek (lazimnya berupa sajak anak-anak atau kindergedichten dari bahasa Belanda) ke dalam bentuk pantun atau syair berbahasa Melayu Klasik. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, para orientalis Belanda dan sastrawan lokal banyak melakukan penyalinan silang ini untuk digunakan sebagai sarana pendidikan moral, hiburan, serta pengajaran bahasa bagi anak-anak di sekolah-sekolah Hindia Belanda.

Buku yang dicetak di Timor Kupang pada tahun 1838. Buku ini merupakan salah satu rekam jejak bersejarah mengenai kegiatan percetakan, penerbitan, dan literasi anak di Kupang pada paruh awal abad ke-19. Harga Belinya saat Tertera seharga Satengah Ropija (Setengah Rupiah).


Selasa, 22 September 2026

Daun Gugur di Manggarai

Judul

:

Daun Gugur di Manggarai

Penulis

:

Gusblero

Penerbit

:

Focus Grahamedia

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

142

ISBN

:

979-24-0856-8

Harga

:

Rp. 20.000

Status

:

Ada

 

Pagi yang dingin dan berkabut, di beberapa tempat masih tampak genangan air sisa hujan semalam. Swan berjalan perlahan melintasi jembatan. Mantel coklat muda yang ia kenakan melambai-lambai ditiup angin pagi. Sebuah syal warna merah melilit lehernya. Langkahnya ringan, pandangannya lurus ke depan.

Ia melangkah di antara bunga-bunga di taman kota. Semuanya masih tampak lengang, tak banyak orang berlalu lalang. Seorang penjual koran menawarinya bacaan, namun ia hanya membalasnya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tepat di tengah-tengah taman, Swan berhenti sejenak, ia membungkukkan badannya lalu meraup air di kolam air mancur untuk sekadar mencuci muka. Swan menyeberangi taman.

Ia berjalan menuju halte bus yang terletak di seberang jalan. Beberapa kali ia melompat-lompat kecil menghindari comberan di jalan raya. Sebuah sepeda motor yang tiba-tiba saja muncul dari tikungan membuat Swan terkejut dan nyaris terpelanting. Mata pengendara sepeda motor itu mendelik, namun Swan membalasnya dengan melotot sambil mengumpat; Bedebah†!! Bus kota datang. Swan ikut berebutan dengan sesama calon penumpang. Bus berjalan, dari kejauhan tampak ia ikut bergelantungan di pintu bus. Sebuah perjalanan seorang makhluk manusia dalam menapaki helaan napas yang masih berhembus di sela-sela detak jantungnya, mengukir kisi-kisi hidupnya sambil berlari-lari menyongsong masa depan melalui jalan-jalan sunyi menuju taman kota , mengeja satu demi satu lintasan-lintasan peristiwa dan panorama yang dilaluinya.



Senin, 03 Agustus 2026

Tanah Langit NTT

Judul

:

Tanah Langit NTT

Penulis

:

Yose S Beal, Mezra E Pellondou dan Masyarakat NTT

Penerbit

:

Garudhawaca

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

250

ISBN

:

978-623-652-163-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong



Buku ini adalah salah satu produk dari Festival Literasi NTT 2021. Program ini digawangi oleh Yose S Beal dan Mezra E. Pellondou melalui program panggilan terbuka “Mari Menulis untuk NTT” yang diikuti ratusan karya dari para penulis dan pecinta lokal NTT. Tentu sangat banyak tulisan yang masuk sehingga kurator program terpaksa menyortir tulisan-tulisan yang dibukukan. “Tanah Langit NTT” memuat beragam jenis mulai dari cerpen, puisi, hingga esai yang menumpahkan aneka perasaan cinta dan harapan akan negeri tercinta, Nusa Tenggara Timur. 

Minggu, 02 Agustus 2026

Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur)

Judul

:

Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur)

Penulis

:

Thersia Magdalena Tamelan, dkk

Editor

:

Thersia Magdalena Tamelan & Merili Metsvahi

Penerbit

:

Depublish

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

152

ISBN

:

978-634-01-2045-5

Harga

:

Rp. 175.000

Status

:

Kosong

 

Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) merupakan karya Thersia Magdalena Tamelan, dkk. Terdapat sembilan belas narasi dari pulau Rote, Semau, Timor, Sabu, Sumba dan Alor. Narasi terakhir dalam bahasa Sar yang dituturkan di Pulau Pantar oleh penutur terakhir bahasa Sar. Cerita rakyat disajikan dalam tiga bahasa (bahasa daerah, Indonesia, dan Inggris) dan mencakup berbagai genre. Nilai-nilai yang terdapat dalam cerita-cerita rakyat ini adalah rasa memiliki, kebaikan, kasih sayang, menghormati orang tua dan keinginan mereka, merawat orang tua, keberlanjutan, kejujuran, kerendahan hati, kecerdasan, dan keberanian. Berbagai jenis genre cerita rakyat – kisah binatang, narasi sejarah lisan, kenangan, dongeng, mitos, dan legenda – terwakili dalam buku ini.

Dalam kumpulan cerita rakyat yang diterbitkan, sering kali cerita-cerita disunting atau bahkan diceritakan kembali. Hal ini terjadi karena terdapat pemahaman bahwa dengan cara ini pembaca lebih mudah memahami cerita-cerita tersebut. Di balik konsep ini terdapat fakta bahwa wacana tertulis dan lisan memang berbeda sifatnya. Untuk menjaga suara pencerita, cerita rakyat dalam buku ini ditulis apa adanya sesuai cerita narator. Buku ini tidak hanya akan memberikan kontribusi bagi apresiasi terhadap keragaman bahasa dan budaya Nusa Tenggara Timur, tetapi juga akan mengingatkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang telah ada sejak lama. Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk menunjang revitalisasi bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur. Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur) ditujukan bagi siapa pun yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kekayaan budaya dan nilai-nilai universal dari Nusa Tenggara Timur.

Berikut Daftar Isi Buku Cerita Rakyat yang berjudul Buku Folk Narratives From East Nusa Tenggara (Cerita Rakyat Dari Nusa Tenggara Timur), diantaranya:

  • Folk Narratives in Dela, from Rote Island
    Cerita Rakyat dalam bahasa Dela, di Pulau Rote
  • Folk Narratives in Helong, from Semau Island
    Cerita Rakyat dalam bahasa Helong, Pulau Semau
  • Folk Narrative in Uab Meto, from South Amanatun
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Uab Meto, Amanatun Selatan
  • Folk Narratives in Amarasi, Buraen
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Amarasi, Buraen
  • Folk Narratives in Sabu, from Sabu Raijua
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Sabu, dari Sabu Raijua
  • Folk Narratives in Kambera, from East Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Kambera, di Sumba Timur
  • Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya
  • Folk Narrative from Wewewa, Southwest Sumba
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Wewewa, Sumba Barat Daya
  • Folk narrative in Kamang, from Alor Cerita Rakyat dalam Bahasa Kamang, Alor
  • Folk narrative in Sar, from Pantar island
    Cerita Rakyat dalam Bahasa Sar, di Pulau Pantar

 

Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi

Judul

:

Melawan Budaya Diam Menuju Pendidikan NTT yang Dialogis. Kumpulan Opini dan Puisi

Penulis

:

Tim Penulis Melki

Penerbit

:

Guepedia

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

127

ISBN

:

978-623-270-291-2

Harga

:

Rp. 87.000

Status

:

Kosong

 


Buku ini merupakan karya anak-anak muda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ingin membungkam budaya diam dalam pendidikan di NTT dan menjadikan pendidikan yang bersifat dialogis. Karya ini difasilitasi oleh Melki and Beatrix (MnB) Foundation dan Nadiinormasi.com. Ide-ide yang dituangkan dalam bentuk tulisan ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk memperbaharui dan mengembangkan sistem pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke arah dialogis. Arah yang menjadikan masyarakat NTT berpikir kritis, terbebas dari kebodohan dan menemukan titik sadar dalam dirinya. Rangkaian tulisan dalam opini dan puisi ini ditujukan mampu memberikan nilai tambah bagi pendidikan NTT ke arah dimana keluarga dan lingkungan memahami perannya serta siswa tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru dan menghafal diktat tetapi siswa melalui kreativitasnya mampu mengemukakan pendapatnya, kritis, kreatif, mampu berdialog dengan guru dan menemukan dirinya melalui pendidikan yang memerdekakan. pendidikan di NTT untuk membawa pendidikan di NTT lebih baik.
  

Jumat, 26 Juni 2026

Dara(h) Savana tentang Stigma dan Cinta Ndaina

Judul

:

Dara(h) Savana tentang Stigma dan Cinta Ndaina

Penulis

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

252

ISBN

:

978-623-7514-89-3

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada


Ndaina, dalam bahasa Sumba Barat Daya, berarti suwanggi. la bukan sekadar kata. la adalah bayang-bayang. la adalah tuduhan tanpa pengadilan, vonis tanpa pembelaan. Dalam imajinasi masyarakat, suwanggi dipercaya sebagai penyebab sakit, kematian, kegagalan panen, dan musibah yang tak terjelaskan. Ketika ilmu dan empati berhenti bekerja, maka mitos sering kali dipanggil untuk menjawab ketakutan. Dan dari situlah, stigma dilahirkan.

Judul Dara(h) Savana sengaja ditulis dengan tanda kurung yang memisahkan sekaligus menyatukan makna. Dara merujuk pada gadis savana, gadis Sumba, perempuan yang lahir, tumbuh, dan ditempa oleh alam savana yang keras namun indah. la adalah simbol kehidupan, keteguhan, dan keberanian untuk bertahan di tanah yang menuntut kekuatan sekaligus kesabaran. Dalam sosok gadis savana, terhimpun harapan akan generasi yang berani melampaui warisan ketakutan.

Sementara itu, (h) menghadirkan makna lain: darah. Darah adalah sumber kehidupan, pengikat keluarga, dan tanda keberlanjutan manusia. Namun dalam kisah ini, darah juga mengalami pergeseran makna, dari sesuatu yang menghidupi menjadi sesuatu yang dicurigai. Darah keluarga Nono dianggap kotor, panas, dan berbahaya karena cap suwanggi yang dilekatkan kepada mereka. Darah yang seharusnya menyatukan justru dijadikan  alasan untuk memisahkan, mengucilkan, bahkan memusnahkan.

Dengan demikian, Dara(h) Savana berbicara tentang tubuh dan stigma, tentang perempuan dan darah, tentang kehidupan yang tumbuh di tanah savana namun terus dibayangi ketakutan kolektif. la adalah kisah tentang bagaimana identitas manusia direduksi menjadi mitos, dan bagaimana cinta, yang lahir dari seorang gadis savana, berusaha memulihkan kembali makna darah sebagai kehidupan, bukan kutukan. 


Rabu, 17 Juni 2026

Perempuan Bajawa

Judul

:

Perempuan Bajawa

Penulis

:

Mertin Lusi

Penerbit

:

Selfietera

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

133

ISBN

:

978-623-496-450-9

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada

 

Di tanah Bajawa yang sarat adat dan tradisi, seorang perempuan tumbuh dengan beban yang tidak ringan. Perempuan diajarkan untuk kuat, setia dan patuh pada setiap warisan leluhur namun hatinya menyimpan pertanyaan tentang cinta, kebebasan dan pilihan hidupnya sendiri.

Diantara tuntutan keluarga, adat dan suara hatinya, ia berjuang menemukan jati dirinya sebagai perempuan Bajawa. Setiap langkahnya adalah perlawanan yang sunyi dan setiap keputusannya membawa konsekuensi.

Novel ini menghadirkan kisah tentang keberanian perempuan, luka yang diwariskan, dan harapan yang tumbuh ditengah tradisi. Sebuah cerita yang mengajak pembaca menyelami kekuatan perempuan Bajawa dan menghadapi hidup, adat dan dirinya sendiri.


Minggu, 31 Mei 2026

Menggantang Asa di Temaram Lorosae

Judul

:

Menggantang Asa di Temaram Lorosae

Penulis

:

August Mercyon  Purba

Penerbit

:

Nasmedia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

181

ISBN

:

978-623-155-180-1

Harga

:

Rp. 65.000         

Status

:

Ada

 

Deon sosok pemuda kota dengan penuh gairah dan cita-cita serta ambisi harus dihadapkan dalam garis hidup yang penuh liku. Terang-gelap maupun indah-kelamnya hidup ini harus dia lewati. Pertentangan batin antara logika dan perasaan terus beradu dalam pikirnya.

Garis hidup mengharuskan Deon pada suatu pilihan menjalani sebagian hidupnya dalam alunan riak-riak pergolakan politik dan  masa depan Timor Lorosae. Pun dalam romansa kehidupan dia jalani seperti mengikuti arus hati dan realita yang ada di depan mata.

Asa yang deon punya terasa dipermainkan oleh realita hidup, padahal hanya itu satu-satunya yang dia punya selain Tuhannya. Deon coba mengukur sisa asa yang dia punya. Ya…. Deon sedang Menggantang asa di Tamaram Lorosae…. 


Senin, 11 Mei 2026

Bintang Berekor di Langit Timur

Judul

:

Bintang Berekor di Langit Timur

Penyunting

:

Okky Tirto

Penerbit

:

Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

224

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Ada

 

Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.

Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...