Tampilkan postingan dengan label Buku Tarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Tarian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2025

Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan

Judul

:

Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan

Penulis

:

Marthen Luther Tlonaen, SE

Penerbit

:

CV. Adanu Abimata

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

90

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Kosong

 

Budaya adalah hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang lahir serta berkembang dalam kehidupan bersama. Budaya mengandung nilai-nilai luhur, mulia, dan abadi yang diwariskan secara turun-temurun dalam berbagai wujud, seperti seni lukis, seni ukir, seni bahasa, seni drama, seni musik, dan seni tari. Di antara wujud budaya tersebut, seni tari menonjol sebagai ekspresi gerak tubuh yang indah, dilakukan secara individu maupun berkelompok sebagai bentuk emosional dan ekspresi diri yang selaras dengan irama musik. Seni tari memiliki peran penting untuk dikembangkan, dilestarikan, dan diteruskan sebagai kekayaan budaya daerah yang memperkaya warisan budaya bangsa. Tarian tradisional memiliki keberagaman yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Di wilayah Timor Tengah Selatan, tarian tradisional Atoin Meto memiliki ciri khas yang unik. Setiap jenis tarian tradisional ini mengandung latar belakang, sejarah, cerita, pengalaman, nilai, norma, etika, serta makna simbolis tertentu. Tarian tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau pertunjukan, tetapi juga sebagai media pengembangan potensi, kreativitas, ekonomi, pendidikan, dan komunikasi, serta sebagai bagian dari upacara adat dan keagamaan. Kesadaran akan pentingnya budaya ini mendorong lahirnay buku tentang Jenis Tarian Tradisional Atoin Meto Timor Tengah Selatan sebagai upaya pelestarian budaya yang sarat nilai dan makna.


Rabu, 03 Juli 2024

Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

I Putu Kusuma Yudha, I Wayan Rupa & Anak Agung Gde Rai Griya

Penerbit

:

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, Direktorat jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

122

ISBN

:

978-602-7961-23-4

Sumber

:

https://repositori.kemdikbud.go.id

Download

:

Di Sini


Setiap etnis yang ada di Indonesia memiliki sistem kesenian yang berbeda, beda tergantung pada kebutuhannnya dalam mengekspresikan budayanya. Salah satunya adalah etnis Dawan. Etnis Dawan merupakan salah satu etnis tertua dan terbesar yang ada di Pulau Timor, Nusa Tenggara. Etnis Dawan ini menempati seluruh wilayah Timor Barat, tersebar di 3 kabupaten yaitu kabupaten Kupang, kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Timor Tengah Utara provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Etnis Dawan sering disebut juga sebagai orang Atoni Pah Meto. Orang Atoni ini kebanyakan hidup di daerah pedalaman. Mereka hidup sebagai petani. Selain itu kehidupan mereka sangat tergantung dari alam. Menurut mereka alam memberikan kesejahteraan bagi manusia, tapi bisa juga mendatangkan malapetaka.

Masyarakat etnis Dawan, memiliki sistem kesenian yang kompleks yang menemani kehidupan sehari harinya, meliputi seni musik, seni tari, seni suara, kerajinan-kerajinan tangan, ukiran dan tato. Sistem kesenian tersebut tentunya memiliki fungsi yang mendukung kehidupan masyarakat etnis Dawan. Ditengah kehidupan modem yang semakin mengepung masyarakat daratan Timor secara keseluruhan termasuk juga etnis Dawan, sistem kesenian harus mampu menjaga eksistensinya, dan bahkan mampu berkembang ditengah tuntutan masyarakat yang semakin beragam. Demikian juga fungsi dan nilai yang terkadung dalam kesenian etnis Dawan harus diartikan dan diterjemahkan dengan penafsiran-penafsiran yang bersifat positif sehingga generasi penerus dapat memetik pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya. 


Jumat, 04 September 2020

Pengkajian Kesenian Tarian Kataga di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Pengkajian Kesenian Tarian Kataga di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Dwi Bambang Santosa & I Gusti Ayu Agung Sumarheni
Penerbit
:
BPNB Bali
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
126
ISBN
:
978-602-356-274-9
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong 


Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satu wujud kekayaan budaya tersebut adalah seni tari.  Salah satu kekayaan budaya seni tari yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Tari Kataga. Kataga berasal dari kata dasar taga yang artinya  belah kepala/pancung, dapat awalan ka (kataga) artinya mari kita pancung/belah kepalanya. Tari ini melukiskan tentang perang /memperoleh/melukiskan kemenangan dalam perang tanding antara satu suku dengan suku lainnya. Tarian ini sudah ada sejak dulu karena adanya pelecehan marga oleh marga lainnya sehingga terjadi perang suku. Akibatnya ada kalah menang. Yang menang bersorak atau mengelu-elukan kemengan dengan tarian. Persebaran Tari Kataga hanya terbatas pada 2 wilayah desa yakni Desa Wanokaka dan Desa Anakalang. Namun Tari Kataga yang berkembang di kedua desa tersebut memiliki perbedaan pada motif gerak. Ragam gerak pada Tari Kataga tergolong sederhana, namun membutuhkan energi yang cukup kuat, karena tari ini menggambarkan sikap ketaguhan seorang petarung atau prajurit. Ada 3 elemen dasar gerakan pada tari ini yaitu menyerang, bertahan dan menghindar. Tarian ini ditarikan oleh 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, dimaa penari laki-laki khususnya dipilih melalui kriteria. Pada tarian ini juga memiliki beberapa fungsi diantaranya fungsi filosofi, sarana upacara, estetika, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

Seni Pertunjukan Tebe di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Seni Pertunjukan Tebe di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
I Made Suarsana, Yufiza, I Gusti Ngurah Jayanti & I Putu Kamasan Sanjaya
Penerbit
:
BPNB Bali
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
111
ISBN
:
978-602-356-279-4
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong 


Pada jaman dahulu Tebe berfungsi sebagai sarana para pria lajang untuk mencari jodoh lewat alunan-alunan pantun, dan dibalas juga dengan pantun oleh pihak perempuannya serta bisa dilaksanakan semalam suntuk. Dalam bentuk/pola Tebe boot, para penari Tebe perempuan berada   di belakang para penari Tebe laki-laki dengan bentuk setengah lingkaran. Sedangkan para penari Tebe laki-laki berada di depan penari perempuan dengan bentuk lingkaran serta saling bergandengan tangan. Dalam Tebe kiit perempuannya bisa berpantun atau dengan kata lain perempuannya bisa membalas pantun kepada laki-lakinya. Fungsi penari tebe perempuan pada tebe boot adalah berfungsi sebagai penyemangat para penari laki-laki agar selalu bersemangat dalam melakukan tarian tebe sekaligus berfungsi penyemangat dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Jaman dahulu dimana budaya tutur atau tradisi lisan lebih dominan dari pada tradisi tulisan, maka Tebe berfungsi juga sebagai media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan moral lewat lantunan syair-syair adat maupun pantun-pantun adat. Disamping itu Tebe juga berfungsi sebagai pemersatu antar warga di kampung-kampung yang mempersatukan dalam kebersamaan kehidupan mereka.  

Tari Ja’i di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Tari Ja’i di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
I Gusti Ayu Agung Sumarheni, I Made Sumerta & Ni Luh Ariani
Penerbit
:
BPNB Bali
Tahun Cetak
:
2019
Halaman
:
139
ISBN
:
978-602-356-278-7
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong 


Tari Ja’i merupakan sebuah tarian yang mencerminkan kebersamaan di antara anggota masyarakat Ngada. Tarian ini dibawakan dengan formasi yang berbentuk setengah lingkaran dan penarinya saling berhadapan. Musik pengiring tari Ja’i ini adalah Laba Go yang ditabuh dengan irama cepat oleh orang yang berpengalaman untuk mengiringi langkah kaki para penari, sehingga langkah kaki seperti gerakan langkah kaki kuda, sementara tangan memegang pedang yang diangkat tinggi lalu kadang ke kanan dan kadang ke kiri, yang melambangkan keperkasaan menghadapi hidup dan juga sebagai luapan kemenangan dalam peperangan atau sukses dalam suatu usaha. Ketangkasan dalam memadukan gerakan tari dengan iringan tabuh yang sedemikian rupa memiliki makna integrasi yang cukup kuat antara penari dan penabuh. Hal ini memiliki makna persatuan yang terjalin di antara anggota masyarakat Ngada. Sehingga dalam pelaksanaan tari ini terdapat nilai-nilai persatuan diantara masyarakat Ngada. Hal ini semakin menegaskan bahwa keberadaan tari Ja’i di kalangan masyarakat Ngada tidak hanya sebagai sebuah kesenian yang memiliki makna religi dan sosial tetapi juga memiliki makna integratif.

Kamis, 27 Agustus 2020

Inventarisasi Karya Budaya Tari Gawi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Inventarisasi Karya Budaya Tari Gawi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
I Putu Putra Kusuma Yudha dkk.
Penerbit
:
Kepel Press
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
142
ISBN
:
978-602-356-220-6
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong  

Tari gawi merupakan kekayaan nenek moyang suku Lio Ende yang mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan dalam peperangan perebutan wilayah kekuasaan. Seiring dengan perjalananwaktu perang antar suku sudah hilang, saat ini tari Gawi mengalami perkembangan dan biasanya dipertunjukan pada saat upacara adat Joka Hu atau Tolak Bala. Bahkan untuk upacara pernikahan dan upacara syukuran. Sebelum dimulainya tarian Gawi, diawali dengan tarian Woge dan disertai dengan Bhea. Sarana yang digunakan oleh penari Woge adalah Saud an Mbaku. Setelah tarian ini selesai barulah dilanjutkan dengan pementasan tarian Gawi. Tarian Gawi dipentaskan dalam bentuk lingkaran, sebagai pertanda persatuan, kebersamaan dan kekompakan dari seluruh anggota masyarakat adat setempat. Sebelum tarian dimulai, biasanya diadakan pemukulan gong terlebih dahulu sebagai pertanda bahwa  ditempat tersebut akan diadakan pementasan Tari Gawi. Tarian ini memiliki fungsi diantaranya fungsi ritual/religi, pendidikan, hiburan, moral, dan memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur. Makna kebersamaan/solidaritas, pelestarian dan estetis sangat nampak jelas dalam tarian ini.   

Senin, 08 Juli 2019

Seni Tari Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Seni Tari Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Budi Nurani
Penerbit
:
Sarana Pancakarya Nusa
Tahun Cetak
:
-
Halaman
:
32
ISBN
:
978-979-6784-4-62
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong


Indonesia adalah negara yang memiliki berjuta pesona dengan berbagai macam kebudayaan yang dimilikinya. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri yang dapat membedakannya dari daerah lainnya. Ciri khas tersebut meliputi bahasa, pakaian adat, rumah adat, lagu daerah, alat musik, seni tari tradisional, dan lain-lain. Pada buku berjudul “Seni Tari Tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur” ini kita akan mengenal secara lebih dalam mengenai seni tari tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Buku ini membahas tentang sejarah tarian, tujuan dilakukannya tarian, dan beberapa hal yang dilakukan pada saat mementaskan tarian.Melalui kehadiran buku ini, diharapkan kita dapat mengenal beberapa jenis tari tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa. Semoga dengan mengenal seni tari tradisional dapat menjadi suatu langkah awal untuk mencintai kebudayaan bangsa dan dapat mendorong kita untuk dapat ikut melestarikannya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...