Tampilkan postingan dengan label Buku Politik & Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Politik & Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2026

Menuju Infrastruktur Handal di NTT: Kerja Dinas PUPR dalam Membangun Infrastruktur di NTT (2008-2018)

Judul

:

Menuju Infrastruktur Handal di NTT: Kerja Dinas PUPR dalam Membangun Infrastruktur di NTT (2008-2018)

Penulis

:

Ir. Andre W. Koreh, MT

Penerbit

:

Ikan Paus

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

260

ISBN

:

978-602-53246-0-4

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Kosong

 

Bagi Andre W. Koreh, bisa berarti bagi Tuhan, sesama, bangsa dan negara, adalah sebuah kebahagiaan. Pernah mendapat kepercayaan memimpin Dinas PUPR NTT membuatnya bersyukur. Karena baginya, membangun daerah yang sudah maju, itu biasa. Tetapi membangun daerah yang masih serba sulit dan penuh keterbatasan, adalah sebuah tantangan yang membanggakan. Filosofi hidupnya sangat sederhana: "Hidup ini cuman sekali. Karena itu, jadilah berarti sebelum mati." Sebagai pemimpin, ia pun tidak pernah mengklaim keberhasilan kerja sebagai prestasi pribadi. Melainkan hasil kerja keras bersama. Dan prinsip hidupnya adalah, ia akan selalu hadir sebagai problem solver, bukan trouble maker.


Jumat, 07 Agustus 2026

Demokrasi Elektoral Lokal

Judul

:

Demokrasi Elektoral Lokal

Penulis

:

Jemris Fointuna, dkk

Penerbit

:

Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

242

ISBN

:

978-623-6183-93-9

Sumber

:

https://ntt.kpu.go.id/

Download

:

Di Sini


Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia di tingkat lokal. Dalam konteks wilayah, pemilihan bukan sekadar agenda prosedural, melainkan ruang tempat nilai-nilai demokrasi dipraktikkan dan diuji. Buku ini merekam perjalanan panjang penyelenggaraan pemilihan, mulai dari perencanaan, pemutakhiran data pemilih, pembentukan badan adhoc, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara.

Buku ini menghadirkan pembacaan mendalam atas dinamika sosial-politik yang menyertai proses elektoral di Nusa Tenggara Timur. Tantangan geografis di wilayah kepulauan, kompleksitas koordinasi lintas kelembagaan, dinamika partisipasi pemilih, serta strategi pengawasan dan sosialisasi yang adaptif menjadi bagian penting dari analisis ini. Di antara tantangan tersebut, ketersediaan dan kapasitas sumber daya manusia di berbagai wilayah juga memiliki peran krusial, sebab tidak meratanya kompetensi penyelenggara di lapangan kerap memengaruhi kelancaran proses pemilihan. Dengan demikian, setiap bab dalam buku ini tidak hanya menyajikan fakta-fakta empirik, tetapi juga mengurai konteks struktural, institusional, dan kultural yang membentuk praktik penyelenggaraan pemilihan di daerah.

Pendekatan naratif dan reflektif memberi ruang bagi pembaca dapat melihat pemilihan bukan hanya sebagai peristiwa politik, tetapi sebagai proses yang hidup dan terus bergerak. Pemanfaatan teknologi, inovasi sosialisasi, serta penguatan jejaring kelembagaan menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemilu yang lebih terbuka, inklusif, dan akuntabel. Buku ini bukan hanya bentuk pertanggungjawaban birokratis, tetapi juga cermin dari bagaimana penyelenggara pemilu bekerja menghadapi kenyataan di lapangan, di mana prinsip-prinsip demokrasi bersinggungan dengan realitas yang ditandai kompleksitas struktural, keragaman geografis, dan dinamika sosial yang diurai.

Senin, 03 Agustus 2026

Orang Topas: Identitas dan Kemelut Politik di kawasan Laut Sawu Abad 17-19

Judul

:

Orang Topas: Identitas dan Kemelut Politik di kawasan Laut Sawu Abad 17-19

Penulis

:

Muhammad ‘Afwan Mufti, Daya Negri Wijaya, & Hariyono

Penerbit

:

Indis

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

146

ISBN

:

978-634-7365-25-5

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Kajian sejarah Indonesia sejauh ini hanya memberikan perhatian terbatas pada hibriditas etnis. Padahal, perkawinan campur dan perpaduan budaya telah memainkan peran penting dalam sejarah kolonialisme. Oleh karena itu, para penulis dalam buku ini mengangkat isu penting yang menunjukkan bagaimana kelompok hibrida tidak hanya memposisikan diri sebagai agen ekonomi, tetapi juga menentang klaim hegemoni Eropa. - Prof. Hans Hägerdal (Linnaeus University)

Sulit dibayangkan tanpa kehadiran dan peran orang Topas dalam proses terbentuknya jaringan maritim di Indonesia Timur, khususnya di kawasan Laut Sawu, abad ke-17 sampai ke-19. Di sinilah penting dan menariknya buku ini sebagai literasi untuk memahami sejarah Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. - Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Guru Besar Purnabakti FIB-UI) 

Narasi sejarah harus terus dicerita dan dibingkaikan secara ilmiah. Sejarah Orang Topas bukan saja membawa kita kepada lembaran masa penjajahan dan perdagangan maritim yang makmur, tetapi juga pertembungan budaya, bahasa dan agama, sehingga menjadikan wilayah Nusantara kita beragam dan rencam. Buku ini adalah sumbangan berguna untuk kita mendalami sejarah komunitas yang mana kesaksian sejarah mereka mewarna dan memaknakan cakrawala sejarah bangsa kita. - Dr. Azhar Ibrahim Alwee (National University of Singapore)

Buku ini adalah satu analisis penting yang secara komprehensif telah menstrukturkan semula perananan Orang Topas sebagai pemain penting dalam dinamik geopolitik Laut Sawu abad ke-17 hingga ke-19. Secara jelas, ianya melawan naratif berbaur Eurosentrik, yang mana penulis telah menyelusuri pembentukan identiti hibrid dan agensi politik masyarakat peranakan ini dalam menavigasi persaingan antara VOC dan Portugis. Karya ini memberikan sumbangan penting terhadap historiografi Nusantara Timur, khususnya mengenai keterlibatan strategik mereka dalam kawalan ekonomi perdagangan serantau dan birokrasi tempatan yang rumit. - Dr. Ahmad Jelani Halimi (Pengerusi Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Perak (PSMCPk), Ipoh, Perak) 

Karya ini merupakan kontribusi penting dalam historiografi Indonesia Timur dengan menempatkan Orang Topas sebagai pelaku sejarah yang dinamis. Melalui analisis yang tajam dan berbasis sumber yang kuat, buku ini berhasil mengungkap kompleksitas jaringan perdagangan, identitas hibrida, serta strategi adaptif dalam menghadapi perubahan geopolitik kawasan Laut Sawu abad ke-17 hingga 19. - Prof. Cahyo Pamungkas, Ph.D (Profesor Riset BRIN) 


Minggu, 02 Agustus 2026

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Judul

:

Nusa Tenggara Timur dalam Pusaran Politik Identitas

Penulis

:

Piers Andreas Noak

Penerbit

:

Pustaka Egaliter

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

424

ISBN

:

978-623-185-088-1

Harga

:

Rp. 150.000

Status

:

Kosong

 

Perkembangan politik lokal yang menonjol di Kupang belakangan ini menunjukkan adanya persaingan antara elite politik dan elite birokrasi dengan menggunakan identitas etnik dan agama sebagai instrumen untuk mencapai kekuasaan.

Peran etnik dan agama sebagai instrumen penting dalam memengaruhi keputusan elite untuk masuk ke dalam lingkar kekuasaan birokrasi tidak terlepas dari dominasi kelompok elite tertentu. Kebijakan-kebijakan yang diwariskan dari sejarah kolonialisme memperkuat pengaruh kelompok elite tersebut dan menyebabkan kelompok-kelompok etnik dan agama tertentu merasa masih harus berperan besar dalam birokrasi kekuasaan.

Pertautan antara aspek-aspek primordialitas dan politik masih sangat kuat di Kupang, NTT. Terutama dalam konteks pemilihan kepemimpinan, hubungan antara aspirasi politik, birokrasi, agama, dan suku tetap bergantung pada komposisi sosial-agama yang berlaku di masing-masing wilayah.

Kontribusi penting dari buku ini adalah identitas etnik dan agama digunakan sebagai instrumen meraih kekuasaan politik dan birokrasi telah menjadikan sebagaian etnik berada dalam posisi dominan, oleh karena itu pergeseran dominasi telah membentuk loyalitas baru di kalangan masyarakat multi etnik dan agama di Kupang,  bahwa persaingan serta semua upaya dukungan masyarakat telah menjadikan mereka menjatuhkan pilihan politik atas dasar kepentingan semua etnik dan agama serta pola kekeluargaan. Merujuk beberapa penelitian sebelumnya seperti  Bahar (1997) telah menemukan hubungan elite dengan etnisitas, dimana elite tidak mampu memperoleh loyalitas dari etnik,  Bahar berusaha menganalisa dan menginterprestasi  faktor yang melatarbelakangi pemberontakan etnik Minangkabau di daerah Sumatera Barat pada 1958-1961 selama masa jabatan Soekarno, para elite mengalami kemunduran karena tidak didukung oleh loyalitas etnik.  Liliweri (1995) telah meneliti prasangka  sosial dan efektivitas komunikasi antar etnik  di Kupang, pengelompokan dari berbagai suku-suku di Kupang, dan dikelompokkan dalam lima kelompok besar dari kurang lebih 13 suku di NTT, Yakni, Timor, Rote, Sabu, Flores dan Sumba. Komunikasi antar etnik menunjukkan  suatu gejala tersumbatnya komunikasi antar etnik dan terbentuknya pengelompokan berdasarkan etnik pada birokrasi di Kupang  menjadikan kinerja birokrasi terganggu, semuanya diukur dengan streotipe dan jarak sosial antar etnik.


Minggu, 12 Juli 2026

Sejarah Timor Timur 1975-1999

Judul

:

Sejarah Timor Timur 1975-1999

Penulis

:

Letkol Caj. Drs. Khafidzin Widodo, M.A. dkk

Penerbit

:

Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat Bandung

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

438

ISBN

:

978-602-7846-37-1

Harga

:

NFS     

Status

:

Ada


Timor Portugis (Timor Timur) merupakan daerah yang berbatasan dengan Timor Barat Indonesia, dalam perjalanan sejarahnya tidak pernah sepi dari kekisruhan, diawali pada masa kolonial Portugal, penduduk di daerah ini telah melakukan pemberontakan ratusan kali untuk melepaskan diri dari kolonial Portugal namun tidak pernah berhasil.

Begitu juga halnya ketika proses dekolonisasi bergulir pada 1975, masing-masing partai politik seperti: UDT, Apodeti, Fretilin, Kota, dan Trabalista berebut hegemoni memperjuangkan garis partainya, sehingga terjadi perang saudara. Politik mencari kawan antar partai untuk melawan partai lain mengalami dinamika bongkar pasang kawan dan lawan, terakhir berujung dengan koalisi Apodeti, UDT, dan Trabalista melawan Fretilin yang berhaluan komunis.

Momentum sejarah berikutnya terjadi pada 7 Desember 1975, ketika partai koalisi (Apodeti, UDT, Kota, dan Trabalista) dibantu para sukarelawan Indonesia berhasil mengalahkan Fretilin yang saat itu menguasai kota Dili ibu kota Timor Timur, selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap Fretilin di beberapa daerah lainnya. Akhirnya Fretilin masuk hutan untuk melakukan perjuangan melalui sayap militer (perang gerilya), dan sayap politik mencari dukungan internasional.

Di saat Fretilin tertekan, partai koalisi (Apodeti, UDT, Kota, dan Trabalista) kemudian membentuk Pemerintahan Sementara Timor Timur (PSTT), selanjutnya pada 31 Mei 1976 menyampaikan petisi untuk berintegrasi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah melalui pertimbangan politik dalam negeri dan politik global, akhirnya Timor Timur pada 17 Juli 1976 ditetapkan menjadi bagian dari NKRI, yakni Daerah TK. I Propinsi Timor Timur.

Permasalahan kekisruhan tidak berakhir di situ, karena di pihak Fretilin terus melakukan perlawanan terhadap pemerintah RI di Timor Timur, di pihak lain Portugal dan negara-negara bekas koloninya seperti Mozambique mengajukan resolusi Timor Timur ke PBB. Agenda Timor Timur dalam sidang tahunan PBB tidak pernah terselesaikan sampai lengserkebrabonnya Presiden Suharto pada 21 Mei 1998, dan digantikan Presiden BJ. Habibie. Pada 1999 Presiden BJ. Habibie memberikan opsi kepada warga Timor Timur: Merdeka atau bergabung dengan NKRI, dan pada jajak pendapat dimenangkan pilihan merdeka.


Selasa, 23 Juni 2026

Politik Porno, Menakar Libido Politik & Kekuasaan, Di mana Peran Agama?

Judul

:

Politik Porno, Menakar Libido Politik & Kekuasaan, Di mana Peran Agama?

Penulis

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama, Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

190

ISBN

:

978-602-1546-79-6

Harga

:

Rp. 75.000   

Status

:

Ada

 

"Menakar libido politik dan kekuasaan" yang menjadi subjudul dari buku "Politik Porno" yang ditulis Dony Kleden kelihatannya sinisme yang jujur tentang hakikat politik dalam praktek-bahwa politik adalah urusan memuaskan hawa nafsu atau libido berkuasa! Persis ini yang dipikirkan oleh para penganut pragmatisme dalam kajian tentang perubahan sosial-politik. Paradigm pragmatis tentu tak sepenuhnya keliru. Mereka tidak bermaksud menolak adanya moralitas dalam hidup. Sebaliknya, mereka ingin meletakkan politik pada bilik yang terpisah dari moralitas. Tentu saja itu tindakan yang lebih naif di mata kaum moralis, setidaknya di mata penulis buku ini dan barangkali semua kita. Bagaimana mungkin membicarakan kebaikan dalam politik tanpa menerima moralitas atau etika sebagai prinsip elementer yang mendasari politik per se?

Menghentikan kejahatan politik dan politik kejahatan membutuhkan masyarakat sipil yang cerdas, kritis, dan berani. Dalam ranah inilah agama sebagai basis moral mesti memainkan peran yang krusial. Kalaupun agama secara organisatoris harus dipisahkan dari politik, agama sebagai ajaran kebaikan mesti menjadi sumber penggalian moral. Maka, keberagamaan mesti membawa dampak pada perubahan sosial politik sebagai implementasi dari misi moral agama dalam kehidupan bernegara. * Boni Hargens 


Selamat Tinggal Timor Timur

Judul

:

Selamat Tinggal Timor Timur

Editor

:

Yohanes Sukandar, Sigit Wijayanto & Martinus Manggo

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

226

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 90.000   

Status

:

Ada

 

Harus diakui, kemerdekaan bukanlah sesuatu yang gratis. Timor-Timur telah memberikan bukti bahwa negara tegak diatas pengorbanan yang amat besar. Antara lain, konflik yang berkepanjangan dan hingga kini memakan ribuan korban. Begitulah, buku ini, memberikan serangkaian kisah para pejuang kemanusiaan yang mengabdikan diri untuk kegiatan pelayanan dan pertolongan pada rakyat. Akan tampak disana bahwa pilihan otonomi dan kemerdekaan, bukan semata-mata pilihan sikap, tapi buat Timor Timur itu adalah pilihan yang membawa banyak konsekuensi. Dengan buku ini kita kemudian jadi tahu bahwa para pelayan kemanusiaan, terkadang lebih utama perananya, ketimbang kaum politisi.

Melalui buku ini, kita sebagai bangsa, dapat berkaca tentang nilai-nilai kemanusiaan yang dipertahankan da diperjuangkan oleh segelintir orang. Perjuangan yang sudah pasti tak mendapat aplaus apalagi sorotan media. Layak buku ini dibaca oleh siapa saja, yang ingin belajar dan tahu lebih banyak, mengenai para pekerja kemanusiaan. 


Kamis, 18 Juni 2026

Krisis Ekonomi dan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara

Judul

:

Krisis Ekonomi dan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara

Penyunting

:

Sajogyo dan Mubyarto

Penerbit

:

Aditya Media

Tahun Cetak

:

1998

Halaman

:

151

ISBN

:

979-539-104-6

Harga

:

Rp. 65.000      

Status

:

Kosong

 

Buku ini adalah buku kedua sebagai pelengkap buku pertama yang terbit tahun 1997 berjudul PROGRAM IDT DAN PEREKONOMIAN RAKYAT GUGUS NUSA TENGGARA suntingan Mubyarto & Retno Budiyanto. Seperti halnya buku terdahulu, buku ini memuat hasil semiloka nasional Penyesuaian Kebijakan Sosial Ekonomi dalam Rangka Pengembangan Perekonomian Rakyat Gugus Nusa Tenggara yang merupakan kegiatan tahap kedua dari 4 rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan secara bergantian setahun sekali di propinsi-propinsi Bali, NTB, NTT dan Timor Timur.

Semiloka kali ini mencoba memperkirakan dampak krisis pengelolaan makro-ekonomi atas perekonomian rakyat, khususnya peluang berusaha dan bekerja di beragam sektor, dan prospek upaya mengatasinya dalam dua tiga tahun mendatang. Keberlanjutan upaya pendampingan bagi kelompok IDT (dan KSM lain), berdasarkan proses belajar dari masa Repelita VI yang akan berakhir dan prospek pencarian pola alternatif dan keberlanjutan juga dibahas tuntas dalam semiloka kali ini. Selain itu, dicoba diungkap mengenai beragam contoh belajar satu sama lain (antardaerah, antarsektor) dari pengalaman masing-masing (daerah, sektor) dan contoh-contoh upaya mengembangkan keterkaitan atau kemitraan antarsektor, antarskala usaha dan antardaerah (ruang, wilayah).

Buku ini layak dibaca kalangan lebih luas sebagai wacana untuk memahami masalah-masalah pengembangan perekonomian rakyat dalam kaitan penyesuaian kebijakan mengatasi krisis pengelolaan makro-ekonomi, dan menjaga keamanan pangan di daerah serta keberlanjutan peluang berusaha dan bekerja. Bagi yang ingin memperoleh alternatif perencanaan kebijakan pembangunan daerah di Gugus Nusa Tenggara menjelang awal masa Repelita VII khususnya pembangunan perekonomian rakyat di propinsi-propinsi Bali, NTT, NTB, dan Timtim buku ini dapat dijadikan pembanding. Semoga bermanfaat. 


Rabu, 17 Juni 2026

Jalan Transisi Timor Timur, Sejarah Integrasi Hingga Merdeka

Judul

:

Jalan Transisi Timor Timur, Sejarah Integrasi Hingga Merdeka

Penulis

:

Agil Kurniadi

Penerbit

:

Terekam Jejak Publisher

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

178

ISBN

:

978-623-496-255-0

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada


Berdirinya Timor Leste menyimpan sejarah yang tak terlupakan. Wilayah yang pernah dikenal sebagai Timor Timur ini kaya akan beragam memori yang tetap terekam hingga kini. Buku ini mengulas perjalanan Timor Timur, mulai dari gagasan penyatuan, integrasi dengan Indonesia, referendum kemerdekaan, hingga masa transisi menuju kedaulatan sebagai negara Timor Leste. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...