Tampilkan postingan dengan label Buku Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Fauna. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

Berburu Paus di Lamalera

Judul

:

Berburu Paus di Lamalera

Penulis

:

Aliya

Penerbit

:

Ghina Walafafa

Tahun Cetak

:

2011

Halaman

:

52

ISBN

:

602851909-x

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Teman-teman tahu kan dengan yang namanya ikan paus? itu Iho, penghuni Iaut terbesar. Ternyata ikan paus bukanlah sebuah ikan, karena paus tidak bernafas dengan imsang seperti ikan lainnya, melainkan bernafas dengan paru- paru. Jadi paus adalah hewan berdarah panas dan salah satu hewan mamalia (hewan yang melahirkan dan menyusui). 


Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur: Kera dan Penyu


Judul

:

Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur: Kera dan Penyu

Cerita & Ilustrasi

:

Zaza Gambir

Penerbit

:

PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

16

ISBN

:

978-979-655-641-0

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Cerita rakyat awalnya merupakan budaya lisan yang dikisahkan dari muut ke mulut secara turun-temurun. Seri Cerita Rakyat Nusantara ini diterbitkan sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkannya secara lebih luas kepada anak-anak. Dengan bahasa yang sederhana, diharapkan anak-anak akan memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, dan lebih mengenal serta menghargai warisan bangsanya.


Sabtu, 11 Juli 2026

Fabel 34 Provinsi : NTT - Asal Mula Komodo


Judul

:

Fabel 34 Provinsi : NTT - Asal Mula Komodo

Penulis

:

Dian K.

Penerbit

:

Bhuana Ilmu Populer

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

32

ISBN

:

978-623-216-523-6

Harga

:

Rp. 25.000         

Status

:

Kosong

 

Sebentar lagi Putri akan melahirkan. Perutnya sudah besar dan rasanya amat berat. Majo, suaminya, mengira mereka akan mendapat anak kembar. Benar saja, bayi yang keluar pertama adalah laki-laki. Namun, bayi kedua tidak tampak seperti manusia. Apa yang terjadi, ya?

Dongeng Binatang 34 Provinsi terdiri dari 34 judul dengan tokoh binatang endemik dari seluruh provinsi di Indonesia. Terdapat fakta unik di masing-masing akhir cerita. Yuk, koleksi semua judulnya! 


Jumat, 26 Juni 2026

Babinomics Ekonomi Sosial Berbasis Babi, Narasi Minor dari NTT untuk Indonesia

Judul

:

Babinomics Ekonomi Sosial Berbasis Babi, Narasi Minor dari NTT untuk Indonesia

Penulis

:

Ermalindus Albinus Sonbay

Penerbit

:

Circa

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

166

ISBN

:

978-623-8437-00-9

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada

 

Buku ini memotret sisi lain NTT yang tidak banyak diangkat oleh kajian-kajian ilmiah maupun media-media mainstream. Uniknya penulis tanpa tanggung-tanggung mempersonifikasi diri sebagai 'babi, hewan yang dianggap mewakili masyarakat NTT, karena selalu hadir dalam setiap acara penting. Babi juga otomatis bisa menggerakkan ekonomi warga. Karena itu, bagi yang ingin lebih memahami masyarakat NTT, buku bagus ini wajib untuk dibaca. AAGN Ari Dwipayana (Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, KSP)

Buku yang disusun Bung Ermalindus ini merupakan refleksi masyarakat Timor dan NTT secara umum. Tidak mudah membuat refleksi yang objektif dan utuh, karena membutuhkan cermin yang jernih. Analogi yang diulas dalam buku ini setidaknya menjadi cermin tersebut dan perlu disikapi secara bijak oleh semua pihak. Ini menjadi catatan menarik untuk memacu NTT agar lebih berdaya dan masyarakatnya bisa semakin sejahtera. Beberapa bagian dalam buku ini perlu dimaknai dengan bijaksana. Pelbagai ketidakberdayaan NTT yang dibahas juga merupakan bagian dari "kemarahan" untuk bangkit lebih baik. Heri Soba (Wartawan Senior, pegiat KatongNTT.com, pengurus DPP Himpunan Alumni IPB, Sekjen Forkoma PMKRI)

Selamat untuk diterbitkannya buku ini. Ulasan kritis khas penulis hendaknya dipikirkan juga sebagai rasa cintanya yang besar kepada NTT. Buku ini layak dibaca oleh semua yang sementara memikirkan dan bertindak membentuk NTT yang lebih baik. Daniel Yusmic (Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia)

Melalui buku ini, Ermalindus Sonbay menghentak kesadaran kita tentang bencana kemanusiaan, tepatnya bencana akal yang semakin tidak kita sadari. Sonbay menggunakan negerinya sendiri "Negeri Timor" untuk meyakinkan kita. Beliau menghentakkan kita dengan cara yang sangat menyentuh cita budaya: Memparodikan dirinya sebagai seekor babi kurus yang hidup dan menghidupi Timor, NTT. Ada semacam rute budaya yang bisa/perlu dirajut, rute yang tidak terjebak dalam birokratisme dan teknokratisme yang menjangkiti nalar kita. Rute itu adalah rute aktualisasi kemanusiaan. Purwo Santoso (Guru Besar Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik, UGM Yogyakarta) 


Rabu, 24 Juni 2026

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Judul

:

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Penulis

:

Arkadius Suban Keray, Tri Anggraeni Kusumastuti & Paulus Oktavianus Pyo

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

162

ISBN

:

978-634-01-2225-1

Harga

:

Rp. 170.000         

Status

:

Kosong

 

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) merupakan karya Arkadius Suban Keray, dkk. Babi merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi penting di berbagai wilayah Indonesia, terutama pada komunitas dan budaya tertentu. Usaha ternak babi pada dasarnya mempunyai tujuan untuk memperoleh hasil produksi daging yang maksimal dan nilai ekonomi yang tinggi bagi peternak yang mengusahakannya. Selain itu, tujuan lain dari usaha ternak babi yaitu selalu digunakan dalam kepentingan sosial budaya masyarakat. Khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tujuan pemeliharaan babi selain sebagai sumber pendapatan, usaha ternak babi juga berperan penting dalam melestarikan tradisi dan memenuhi corak kehidupan budaya karena ternak babi selalu digunakan sebagai materi kebudayaan dalam berbagai upacara adat istiadat dan keagamaan.

Buku ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai peran strategis ternak babi dalam mendukung perekonomian lokal, sekaligus menyoroti kompleksitas isu sosial dan ekologis yang menyertainya. Buku ini mengulas potensi pengembangan ternak babi dari sisi ekonomi, mulai dari peluang usaha, kontribusi terhadap pendapatan masyarakat, hingga perannya dalam rantai pasok pangan dan industri olahan. Di sisi lain, pembahasan diperluas pada perspektif religi yang menjelaskan bagaimana perbedaan nilai, keyakinan, dan norma sosial memengaruhi penerimaan serta pengelolaan usaha ternak babi di tengah masyarakat yang majemuk. Pendekatan ini membantu pembaca memahami dinamika sosial yang kerap menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan komoditas tersebut.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama. Buku ini membahas dampak peternakan babi terhadap kualitas lingkungan, pengelolaan limbah, serta pentingnya praktik budidaya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan memadukan ketiga perspektif tersebut, buku ini menawarkan sudut pandang yang seimbang dan kontekstual. Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, praktisi peternakan, perencana pembangunan daerah, serta pembaca umum yang tertarik pada isu agribisnis dan keberlanjutan, buku ini menjadi referensi penting untuk memahami potensi sekaligus tantangan pengembangan ternak babi secara utuh dan realistis di Indonesia.

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan), diantaranya:

  • Pendahuluan
  • Potensi dan Perkembangan Agribisnis Babi Di Indonesia
  • Perspektif Ekonomi Peternakan Babi
  • Perspektif Kultur Budaya Pemeliharaan Babi
  • Perspektif Ternak Babi dari Aspek Lingkungan

Kamis, 03 Juli 2025

Budidaya Ternak Babi di Manggarai

Judul

:

Budidaya Ternak Babi di Manggarai

Penulis

:

Inosensius Sutam, dkk

Penerbit

:

CV Mega Press Nusantara

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

333

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 99.000

Status

:

Kosong

 

Beternak babi yang dilakukan oleh masyarakat di Manggarai sudah dilakoni sejak lama dan diwariskan secara turun temurun. Beternak babi di Manggarai sangat menjanjikan karena ternak babi memiliki arti penting dalam adat masyarakat Manggarai. Ternak babi diperlukan dalam berbagai upacara adat, mulai dari upacara kelahiran hingga upacara kematian sehingga berdampak pada kebutuhan akan ternak babi sangat tinggi. Kebutuhan yang tinggi tidak diimbangi dengan penyediaan ternak babi di lapangan. Hal ini terjadi karena masyarakat Manggarai memelihara ternak babi hanya sebagai pekerjaan sampingan dengan sistem pemeliharaan secara tradisional. Persiapan budidaya ternak babi belum sepenuhnya dipahami oleh peternak. Oleh karena itu, buku ini menjelaskan tentang budidaya ternak babi yang baik mulai dari persiapan budidaya, proses budidaya, pakan, recording, kesehatan, analisis usaha, hingga hasil olahan ternak babi.


Rabu, 04 September 2024

Sapi Bali di Pulau Timor

Judul

:

Sapi Bali di Pulau Timor

Penulis

:

Stefanus Sio

Penerbit

:

PT. Pusat Literasi Dunia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

94

ISBN

:

978-623-09-3891-7

Harga

:

Rp. 95.000

Status

:

Kosong

 

Sapi bali merupakan salah satu sumber daya genetik asli Indonesia, perlu dilestarikan dan dibudidayakan secara optimal karena pada plasma nutfah Indonesia ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah (PAD) dan penyediaan daging di tanah air.

Selain itu juga sapi bali memiliki keunggulan- keunggulan dibanding dengan ternak lokal lainnya yang dikembangkan di tanah air. Keunggulan-keunggulan sapi bali yang dimaksud antara lain: mampu beradaptasi baik terhadap lingkungan (pakan), memiliki prosentase karkas tinggi (56,9%), angka fertilitas tinggi yaitu 83%, bobot lahir anak lebih tinggi.

Selasa, 09 Januari 2024

Mengenal Bioekologi Locusta Migratoria Manilensis Belalang Kembara dan Pengendaliannya Minor dan Serious Pest Species, The Temporary Devastator Species

Judul

:

Mengenal Bioekologi Locusta Migratoria Manilensis Belalang Kembara dan Pengendaliannya Minor dan Serious Pest Species, The Temporary Devastator Species

Penulis

:

Paulus Taek

Penerbit

:

CV. Literasi Nusantara Abadi

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

220

ISBN

:

978-623-495-094-6

Harga

:

Rp. 97.000

Status

:

Kosong


Hasil karya dalam bentuk buku ini merupakan buku rujukan bagi semua kalangan yang konsen dengan serangga khususnya yang terkategorikan sebagai pest baik itu minor species pest, possibly beneficial dan beneficial pest species, innocous pest species maupun serious pest species. Serangga yang dimaksudkan dalam karya ini adalah grasshopper yang tercakup di dalam Arthropoda yang bisa mengalami transformasi menjadi Locusta antara lain Locusta migratoria manilensis, Meyen Linnaeus yang terkategorikan sebagai serious pest species yang sudah pernah menimbulkan kerugian banyak bagi masyarakat dan Pemerintah  Daerah Sumba dan bahkan Pemerintah Pusat semenjak tahun 1999-2006 dan 2019-September 2022 pun masih tetap menjadi hama devastator yang menyedot begitu banyak perhatian dari masyarakat dan Pemerintah baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dan bahkan badan Dunia, FAO. Karya ini selain memuat informasi tentang grasshopper dan lokusta juga memuat gambaran tentang 4 pikiran yang mesti diketahui yakni: (1) strategi pengendalian hama lokusta secara natural oleh regulator alamiah (misalnya predtor, parasitoid), (2) alasan-alasan teoritik hipotetik tentang ketidakmampuan regulator alamiah menjalankan fungsinya di alam bebas, (3) strategi pengendalian secara teoritis yang biasanya dan yang mestinya diaplikasikan namun tidak bisa diterapkan karena berbagai konsiderans, dan (4) strategi pengendalian alternatif yang juga dilaksanakan entah itu sebagai short-term strategy (strategi jangka pendek), middle-term strategy (strategi jangka menengah) ataupun long-term strategy (strategi jangka panjang). 


Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara

Judul

:

Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara

Penulis

:

Dr. Nikolas Nik, S.P., M.Si.

Penerbit

:

Bintang Pustaka Madani

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

155

ISBN

:

978-623-6372-17-3

Harga

:

Rp. 112.000

Status

:

Kosong

 

Belalang kembara merupakan salah satu hama yang sangat mengancam dan merusak tanaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hama  ini menyebar di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu yang berada di Pulau Timor, serta Sumba Timur di Pulau Sumba. Kedua pulau ini jaraknya sangat jauh, terpisah sekitar 877,6 km oleh laut serta memiliki topografi yang berbeda-beda. Spesies polifag ini (Hill, 2008; Chapman et al., 201 5) merupakan hama yang merusak sejumlah tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Belalang kembara yang ada di Kabupaten TTU, Belu, dan Sumba Timur pada umumnya merusak tanaman jagung dan padi dalam skala yang besar sehingga menimbulkan kerugian ekonomis yang sangat tinggi. Demikian pula, Brader et al., (2006) menyatakan bahwa belalang kembara Schistocerca gregaria berpotensi menjadi hama serangga paling merusak di dunia pada tahun 2003—2004, yang menyebabkan kerugian panen sebesar 80—1 00% dan basil pertanian. Menurut laporan dan Provinsi NTT, ledakan belalang kembara terjadi pada tahun 2007 dan awal 2008, yang menyebabkan hilangnya bahan makanan, khususnya jagung dan padi, serta beberapa jenis tanaman lainnya.

 

Selasa, 24 Januari 2023

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Judul

:

Ekspedisi NKRI: Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015

Editor

:

Letkol Adm A. Rachman Jamal, M.Si & Christantiowati

Penerbit

:

Red & White Publishing

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

528

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 250.000

Status

:

Ada

 

Ekspedisi NKRI 2015 Kepulauan Nusa Tenggara meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Melibatkan 1.227 personel yang terdiri dari berbagai elemen bangsa, dari TNI, Polri, LSM, para peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat.

Tim Ekspedisi NKRI 2015 di Kepulauan Nusa Tenggara berhasil mengumpulkan berbagai data lapangan yang amat berharga. Ekspedisi NKRI 2015 bagaikan mengumpulkan “permata-permata” yang bertaburan di sepanjang Bali, NTB hingga NTT. Pantai-pantai sepi dengan air bening pasir halus dan putih, hitam hingga merah muda terhampar di mana-mana.

Buku ini patut disimak terutama bagi mereka yang ingin mengetahui kegiatan Ekspedisi NKRI 2015 lebih jauh. Ekspedisi NKRI 2015 memiliki sejumlah tujuan, yaitu melakukan penjelajahan di wilayah Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Penjelajahan dilakukan melewati gunung, hutan, rawa, pantai dan sungai. Pengkajian geologi dilakukan untuk melihat wilayah rawan bencana. Ekspedisi NKRI 2015 juga melakukan kegiatan sosial seperti pelestarian alam, penyuluhan keluarga berencana dan pra sejahtera sebagai bagian dari pegabdian dan kepedulian masyarakat.

Untuk menanamkan sikap peduli terhadap alam. Tim Ekspedisi NKRI 2015 melakukan penanaman 1.300 bibit pohon trembesi dan 30.000 anak cendana di kawasan Ende, Sumba Barat dan Kupang. Penghijauan ini dilakukan selain untuk melindungi mata air bagi kehidupan warga, juga terutama untuk mencegah punahnya tanaman cendana dari habitat aslinya.

Hasil kegiatan ekspedisi dapat dilihat dari paparan berikut: Dalam kegiatan penjelajahan Tim Ekspedisi NKRI 2015 mampu mencapai target jarak sepanjang 6.791,3 km dengan mendapatkan 1.584 temuan, drop zone 144 lokasi, helipad 44 lokasi, landing zone 70 lokasi, pantai yang dapat didarati Amphibi 125 lokasi, wilayah pertahanan 170 lokasi dan patok perbatasan RI-RDTL sebanyak 1.031 patok. Dalam bidang penelitian, Tim Kehutanan mendapat 869 temuan daerah yang mengalami kerusakan. Tim Flora Fauna memperoleh 4.295 temuan yang terdiri dari flora 2.124 temuan dan fauna 2.171 temuan. Terdapat 506 temuan dari Tim Geologi yang terdiri dari 47 temuan belum teridentifikasi. Tim Potensi Bencana mendapat 632 temuan dan Tim Sosial Budaya 2.168 temuan. Sedangkan dalam komunikasi sosial dilaksanakan 1.294 kegiatan, terdiri dari 385 kali kegiatan fisik dan 909 kegiatan non-fisik. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...