Tampilkan postingan dengan label Buku Lingkungan & Ekologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Lingkungan & Ekologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

Nusa Penjaga Indonesia


Judul

:

Nusa Penjaga Indonesia

Penyusun

:

Rido Miduk Sugandi Batubara, dkk.

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

288

ISBN

:

978-979-709-994-7

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.504 pulau, berjajar mulai dari Pulau Sabang di sebelah barat sampai Pulau Merauke di sebelah timur, dan Pulau Miangas di sebelah utara sampai Pulau Rote di sebelah selatan. Tahukah kita bahwa baru 13.466 dari keseluruhan pulau tersebut yang sudah dinamai dan didaftarkan di PBB? Disertai dengan foto-foto menarik, Nusa Penjaga Indonesia adalah salah satu usaha untuk merengkuh dan memperkenalkan 92 pulau-pulau kecil terluar di Indonesia.

Pulau-pulau tersebut memiliki peran penting dan vital dalam menjaga kedaulatan wilayah negara. Bila pulau yang menjadi titik awal pengukuran wilayah Republik Indonesia itu hilang, batas wilayah pun bergeser. Buku ini ingin menampilkan keindahan pulau-pulau kecil terluar dalam wilayah Republik Indonesia sekaligus memotret potensi tersembunyi pulau-pulau tersebut. Semoga Nusa Penjaga Indonesia makin diperhatikan dan dikembangkan sebagai penjaga yang kuat, sekaligus pintu masuk yang hangat bagi para tamu yang berkunjung ke Indonesia. 


Selasa, 21 Juli 2026

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Judul

:

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Penulis

:

Aleta Baun, dkk

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

126

ISBN

:

978-623-6179-31-4

Harga

:

Rp. 73.000

Status

:

Kosong

 

Senjata Kami adalah Upacara Adat merupakan suara lima Nausus—perempuan pejuang tanah airnya yang berdiri di garda depan melawan perusakan alam dan perampasan ruang hidup rakyat. Dari gunung batu Mollo yang dilindungi Mama Aleta, kebun sorgum yang dirintis Maria Loretha di Adonara, pulau Sangihe yang dibela Jull Takaliuang, hutan Gunung Kerasik yang dijaga Mardiana, sampai alam pegunungan Kendeng yang dipanggil ikut berjuang bersama Gunarti dengan doa dan pelambang tubuh-alam.


Buku ini lahir dari proses panen pengetahuan, menggali kebijaksanaan yang tertanam dalam ingatan, tubuh, dan laku, oleh mereka sendiri, dan tampil dalam bentuk ungkapan kata-kata. Di sini, ungkapan pelambang dan mantra menjadi senjata budaya perempuan dalam merawat kehidupan, menyemai harapan, dan meneruskan perlawanan.


Kisah dari NTT yaitu dari Pulau Adonara, Maria Loretha memilih memulihkan martabat sorgum, pangan lokal yang hampir terlupakan sejak politik beras dominan pada masa Orde Baru. Ia membuktikan bahwa menanam yang lokal adalah jalan untuk bertahan dari ancaman kelaparan. “Mintakan kepada alam, maka akan diberikan tempat surga,” seruan yang sangat kuat. Dan Aleta Baun dari Timor, menjadi ikon gerakan perempuan adat. Dari sebutan Perempuan Nausun ‒ perempuan menyusui, kita melihat metafora yang sama antara tubuh perempuan dan alam. Keduanya melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan. Di titik itulah ekofeminisme hadir secara alami, ketika tubuh perempuan dan tubuh alam sama-sama disakiti, maka kehancuran akan dirasakan bersama. 


Rabu, 24 Juni 2026

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Judul

:

Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan)

Penulis

:

Arkadius Suban Keray, Tri Anggraeni Kusumastuti & Paulus Oktavianus Pyo

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

162

ISBN

:

978-634-01-2225-1

Harga

:

Rp. 170.000         

Status

:

Kosong

 

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) merupakan karya Arkadius Suban Keray, dkk. Babi merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi penting di berbagai wilayah Indonesia, terutama pada komunitas dan budaya tertentu. Usaha ternak babi pada dasarnya mempunyai tujuan untuk memperoleh hasil produksi daging yang maksimal dan nilai ekonomi yang tinggi bagi peternak yang mengusahakannya. Selain itu, tujuan lain dari usaha ternak babi yaitu selalu digunakan dalam kepentingan sosial budaya masyarakat. Khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tujuan pemeliharaan babi selain sebagai sumber pendapatan, usaha ternak babi juga berperan penting dalam melestarikan tradisi dan memenuhi corak kehidupan budaya karena ternak babi selalu digunakan sebagai materi kebudayaan dalam berbagai upacara adat istiadat dan keagamaan.

Buku ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai peran strategis ternak babi dalam mendukung perekonomian lokal, sekaligus menyoroti kompleksitas isu sosial dan ekologis yang menyertainya. Buku ini mengulas potensi pengembangan ternak babi dari sisi ekonomi, mulai dari peluang usaha, kontribusi terhadap pendapatan masyarakat, hingga perannya dalam rantai pasok pangan dan industri olahan. Di sisi lain, pembahasan diperluas pada perspektif religi yang menjelaskan bagaimana perbedaan nilai, keyakinan, dan norma sosial memengaruhi penerimaan serta pengelolaan usaha ternak babi di tengah masyarakat yang majemuk. Pendekatan ini membantu pembaca memahami dinamika sosial yang kerap menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan komoditas tersebut.

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama. Buku ini membahas dampak peternakan babi terhadap kualitas lingkungan, pengelolaan limbah, serta pentingnya praktik budidaya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan memadukan ketiga perspektif tersebut, buku ini menawarkan sudut pandang yang seimbang dan kontekstual. Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan) ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, praktisi peternakan, perencana pembangunan daerah, serta pembaca umum yang tertarik pada isu agribisnis dan keberlanjutan, buku ini menjadi referensi penting untuk memahami potensi sekaligus tantangan pengembangan ternak babi secara utuh dan realistis di Indonesia.

Buku Peternakan yang berjudul Buku Potensi dan Tantangan Pengembangan Babi (Perspektif Ekonomi, Religi, dan Lingkungan), diantaranya:

  • Pendahuluan
  • Potensi dan Perkembangan Agribisnis Babi Di Indonesia
  • Perspektif Ekonomi Peternakan Babi
  • Perspektif Kultur Budaya Pemeliharaan Babi
  • Perspektif Ternak Babi dari Aspek Lingkungan

Minggu, 19 April 2026

Buku Ajar Budaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata

Judul

:

Buku Ajar Budaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata

Editor

:

Don H. Kadja

Penulis

:

Retno Nuningsih, I.G.B. Adwita Arsa & Petronella S. Nenotek

Penerbit

:

CV. Media Sains Indonesia

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

144

ISBN

:

978-623-362-985-0

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong


Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kepulauan dengan kondisi iklim kering semi arid. Pada setiap pulau, pola bermata pencarian berbeda antar pulau termasuk dalam budayanya masing-masing. Sering kali masyarakat menerapkan budaya adat istiadat untuk kegiatan-kegiatan pertanian. Selain itu, NTT juga memiliki banyak objek wisata yang tersebar di masing-masing pulau. Mata kuliah Budaya Lahan Kering, Kepulauan, dan Pariwisata merupakan mata kuliah penciri di Universitas Nusa Cendana, yang wajib diprogram oleh seluruh mahasiswa. Kompetensi yang dicapai dari mata kuliah ini adalah mahasiswa menerapkan nilai-nilai pada system Budidaya Lahan Kering Kepulauan dan Pariwisata. Untuk memudahkan mahasiswa mencapai kompetensi tersebut maka semua materi pembelajaran dirangkum dalam Buku Ajar Budaya Lahan Kering Kepulauan Dan Pariwisata, sebagai buku pegangan. Buku banyak menguraikan tentang budaya masyarakat dalam bercocok tanam, beternak, sebagai nelayan dan berwirausaha dalam bidang pariwisata khususnya pada wilayah kepulauan semiringkai dan selayang pandang tetang aspek pariwisata. 


Rabu, 01 April 2026

Energi Hijau Rekacipta Biofuel: Menguras Nalar Menyingkap Artha Terbaring di Daerah Semi Arid

Judul

:

Energi Hijau Rekacipta Biofuel: Menguras Nalar Menyingkap Artha Terbaring di Daerah Semi Arid

Penulis

:

Prof. Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT., SCL.

Penerbit

:

BPK Gunung Mulia

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

90

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Banyak minyak dan lemak nabati non-pangan (inedible) selama ini diabaikan oleh manusia. Padahal, berkat bantuan teknologi, unsur-unsur itu dapat dialih bentuk untuk memproduksi  bahan kimia (chemicals) dan bahan bakar terbarukan (renewable fuels).

Seleksi teknologi dan teknik rekayasa yang tepat dan efektif dalam menciptakan renewable fuels dari minyak dan lemak nabati inedible yang bernilai ekonomis tinggi merupakan tantangan dan peluang menarik untuk dipelajari. Penulis buku ini melakukan eksplorasi, identifikasi, dan kajian secara mendalam atas potensi minyak dan lemak nabati inedible dari sejumlah tumbuhan di daerah semiarid (khususnya NTT) yang memiliki peluang untuk diubah menjadi produk terbarukan sehingga memberikan kontribusi ekonomi untuk mendukung kemandirian energi, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Membangun kesadaran orang untuk berpikir tentang kekayaan alam hayati non-pangan untuk diusahakan bagi pertumbuhan pendapatan dan kekayaan adalah hal yang niscaya. Salah satu bagian buku ini mengulas bagaimana mengubah pandangan dan cara berpikir orang terhadap biomassa minyak dan lemak nabati non-pangan inedible sebagai suatu anugerah atau belas kasih Allah bagi komunitas yang bermukim di daerah semiarid atau wilayah lahan kering, untuk dikelola menjadi aneka produk bahan kimia dan bahan bakar terbarukan yang bernilai ekonomi tinggi.


Sabtu, 14 Februari 2026

Menguak Tabir Bambu Flores

Judul

:

Menguak Tabir Bambu Flores

Penulis

:

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Indonesia

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

180

ISBN

:

978-623-523-743-5

Harga

:

Rp. 169.000

Status

:

Kosong


Buku Menguak Tabir Bambu Flores merupakan salah satu persembahan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari untuk masyarakat Pulau Flores karena Flores merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sengaja tetap melestarikan bambu dalam kehidupannya. Upaya menjaga keindahan alam Flores perlu dilakukan secara terpadu. Salah satunya dapat dilakukan dengan budidaya dan pelestarian bambu, yang kebetulan tumbuh subur di Flores. Khusus bagi masyarakat Flores, bambu tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan peralatan rumah tangga, termasuk alat musik, tetapi juga menjadi simbol kehidupan, solidaritas, dan ketangguhan menghadapi tantangan. Sangat diharapkan penerbitan buku Menguak Tabir Bambu Flores ini tidak hanya menyingkapkan kekayaan flora, tetapi sekaligus membuka kesadaran tentang peluang kesejahteraan ekonomi di balik bambu, yang selalu tumbuh menjulang tinggi menggapai langit. Tanaman bambu memiliki nilai ekonomis tinggi. Batang bambu dapat dijadikan berbagai bentuk dan motif ayaman untuk keperluan di daerah wisata. Belum lagi rebung sebagai bahan pangan juga dapat diekspor. Lebih menguntungkan lagi jika batang bambu dijadikan bahan industri pengolahan pembuatan panel papan dan tiang, yang sangat kuat dan berharga mahal. Tentu di atas segalanya, upaya pelestarian dan pemanfaatan bambu secara ekonomis akan kehilangan makna dan menjadi hambar jika tidak melibatkan partisipasi masyarakat, dan tidak ikut membantu upaya mengatasi kesenjangan ekonomi dan bahaya kemiskinan. 


Kamis, 23 Oktober 2025

Kajian Model Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Berkelanjutan (Studi Kasus DAS Aesesa Flores)

Judul

:

Kajian Model Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Berkelanjutan (Studi Kasus DAS Aesesa Flores)

Penulis

:

Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt.,M.Si

Penerbit

:

Amerta Media

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

256

ISBN

:

978-623-6555-13-2

Harga

:

Rp. 86.000

Status

:

Kosong

 

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu mendapatkan perhatian dan pemahaman yang lebih besar mengingat DAS merupakan suatu ekosistem alami yang terdiri dari sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta tempat  berlangsungnya proses biofisik hidrologis maupun kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang kompleks. Daerah Aliran Sungai (DAS)  Aesesa Flores (AF) merupakan salah satu dari tiga DAS prioritas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki peran penting bagi masyarakat Kabupaten Ngada dan Nagekeo, sebagai lumbung pangan NTT dan objek pariwisata Flores. 


Minggu, 28 September 2025

Cendana Mewangi di Nusakdale

Judul

:

Cendana Mewangi di Nusakdale

Penulis

:

C.Z. Doepe

Penerbit

:

PT. Penebar Swadaya

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

88

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada

 

Setelah bersalaman hangat dengan Pakde dan Oom John, Pak Camat berbalik dan berucap, “Dan ini tentu Ari, ya,” lalu maju merangkul anak itu, “kau persis kakakku yang menghilang itu!”

Dengan Lisa dan Fance – putri dan putra paman – Ari berkenalan dan berjabatan tangan dengan malu-malu.

Beberapa saat sesudah itu, mobil jip telah meluncur menuju rumah paman di Nusakdale. Bibi menyambutnya dengan hangat penuh kasih sayang. Ketika duduk santai di ruang tamu, hidung Ari mengembang-mengempis. Dia sedang memba-baui harumnya cendana di ruang yang sejuk itu.

“Dari mana bau seharum ini?” tanyanya pada kedua saudaranya. 

Rabu, 30 Juli 2025

Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar di Timor Barat

Judul

:

Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar di Timor Barat

Penulis

:

Dr. Alfred Umbu Kuala Ngaji, S.P., M.Si. dkk.

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

258

ISBN

:

978-623-02-5996-8

Harga

:

Rp. 187.000

Status

:

Kosong


Pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal, menjadi salah satu cara efektif dalam konteks keberlanjutan. Hal ini menjadi landasan utama dan intisari dari buku yang ditulis oleh penulis, yang memotret pemanfaatan dan perkembangan Mamar sebagai sebuah agroforestri yang berkembang di lingkungan masyarakat Timor, khususnya Timor Barat. Seiring dengan perjalanan waktu, agroforestri Mamar yang berasal dari kata makan sirih, juga mengalami perubahan-perubahan pemanfaatan dan pengelolaan yang berdampak pada produksi jasa lingkungan yang dihasilkannya. Pengaruh perubahan global yang tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu, telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat Timor Barat. Tuntutan pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup dewasa ini, pada gilirannya telah mengubah perspektif dan perilaku masyarakat yang mendorong terjadinya missed transformation nilai-nilai moral, dan bermuara pada perubahan pola pemanfaatan Mamar dengan titik masuk tradeoffs fungsi lingkungan. Hal ini menjadi fokus kajian penulis dalam buku ini.

Harapannya adalah pembaca mendapatkan gambaran tentang perkembangan kondisi Mamar dewasa ini. Dalam buku ini diberikan gambaran dalam perspektif lingkungan yang memiliki ciri tinjauan dari tiga unsur, yaitu abiotik, biotik, dan culture. Potret sosial budaya digunakan sebagai titik masuk yang didukung dengan kajian kondisi biofisik lahan. Kepemilikan aset penghidupan yang dipengaruhi oleh kondisi sosial demografi dan kerentanan sosial ekonomi politik, serta pengaruhnya terhadap pemilihan strategi penghidupan, dikaji dalam kaitannya dengan perubahan pola pemanfaatan Mamar. Kajian indeks nilai penting, keanekaragaman vegetasi, tingkat kerusakan tanah, kandungan karbon serasah, dilakukan untuk memotret kondisi biofisik lahan. Sedangkan untuk menilai jasa ekosistemnya digunakan dua tinjauan, yaitu tinjauan partisipatif dan tinjauan luasan tutupan lahan dan NDVI, yang dilanjutkan dengan penilaian terhadap perubahan berdasarkan perhitungan nilai Vchange.

Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya: Pengantar, Agroforestri Mamar di Timor Barat dan Tantangan Pengembangannya, Wilayah-Wilayah Mamar, Konsep Penghidupan dan Perubahan Perilaku Pada Masyarakat Mamar, Aset Penghidupan Masyarakat dan Kondisi Biofisik Lahan Mamar, Pola Pemanfaatan Mamar, Perubahan Pola Pemanfaatan Mamar, Jasa Ekosistem dan Dampak Perubahan Pola Pemanfaatan Lahan Terhadap Jasa Ekosistem, Skema Pengelolaan Mamar Berkelanjutan, terakhir adalah Intisari.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...