Tampilkan postingan dengan label Buku Gender & Feminisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Gender & Feminisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2026

Tapak Wanita Katolik NTT

Judul

:

Tapak Wanita Katolik NTT

Penulis

:

Tim WKRI NTT

Penerbit

:

Detak Pustaka

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

121

DPSBN

:

200-2026-00032-1

Harga

:

Rp. 57.000

Status

:

Kosong


Buku Tapak Wanita Katolik NTT mengajak kita melihat kembali perjalanan 75 tahun Wanita Katolik RI DPD NTT dengan hati yang penuh syukur. Buku ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi tentang kisah-kisah nyata para perempuan yang dengan setia hadir, melayani, dan berbagi kasih di tengah masyarakat.

Di dalamnya, kita akan menemukan cerita-cerita sederhana namun bermakna-tentang kepedulian terhadap sesama, tentang keberanian menghadapi tantangan, serta tentang harapan yang terus dijaga. Dari pendampingan keluarga, perhatian pada anak dan perempuan, hingga keterlibatan dalam berbagai persoalan sosial, semuanya menjadi bagian dari jejak pelayanan yang tulus.

Seperti tenun khas NTT yang dirajut dengan sabar, perjalanan ini pun dibangun dari langkah-langkah kecil yang penuh cinta. Kebersamaan, kepedulian, dan iman menjadi kekuatan yang terus menghidupkan semangat untuk melayani.

Buku ini mengajak kita bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk melanjutkan. Agar kasih yang telah ditabur tetap hidup dan jejak yang telah diukir terus memberi makna bagi banyak orang. 


Selasa, 21 Juli 2026

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Judul

:

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Penulis

:

Aleta Baun, dkk

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

126

ISBN

:

978-623-6179-31-4

Harga

:

Rp. 73.000

Status

:

Kosong

 

Senjata Kami adalah Upacara Adat merupakan suara lima Nausus—perempuan pejuang tanah airnya yang berdiri di garda depan melawan perusakan alam dan perampasan ruang hidup rakyat. Dari gunung batu Mollo yang dilindungi Mama Aleta, kebun sorgum yang dirintis Maria Loretha di Adonara, pulau Sangihe yang dibela Jull Takaliuang, hutan Gunung Kerasik yang dijaga Mardiana, sampai alam pegunungan Kendeng yang dipanggil ikut berjuang bersama Gunarti dengan doa dan pelambang tubuh-alam.


Buku ini lahir dari proses panen pengetahuan, menggali kebijaksanaan yang tertanam dalam ingatan, tubuh, dan laku, oleh mereka sendiri, dan tampil dalam bentuk ungkapan kata-kata. Di sini, ungkapan pelambang dan mantra menjadi senjata budaya perempuan dalam merawat kehidupan, menyemai harapan, dan meneruskan perlawanan.


Kisah dari NTT yaitu dari Pulau Adonara, Maria Loretha memilih memulihkan martabat sorgum, pangan lokal yang hampir terlupakan sejak politik beras dominan pada masa Orde Baru. Ia membuktikan bahwa menanam yang lokal adalah jalan untuk bertahan dari ancaman kelaparan. “Mintakan kepada alam, maka akan diberikan tempat surga,” seruan yang sangat kuat. Dan Aleta Baun dari Timor, menjadi ikon gerakan perempuan adat. Dari sebutan Perempuan Nausun ‒ perempuan menyusui, kita melihat metafora yang sama antara tubuh perempuan dan alam. Keduanya melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan. Di titik itulah ekofeminisme hadir secara alami, ketika tubuh perempuan dan tubuh alam sama-sama disakiti, maka kehancuran akan dirasakan bersama. 


Rabu, 17 Juni 2026

Perempuan Bajawa

Judul

:

Perempuan Bajawa

Penulis

:

Mertin Lusi

Penerbit

:

Selfietera

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

133

ISBN

:

978-623-496-450-9

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada

 

Di tanah Bajawa yang sarat adat dan tradisi, seorang perempuan tumbuh dengan beban yang tidak ringan. Perempuan diajarkan untuk kuat, setia dan patuh pada setiap warisan leluhur namun hatinya menyimpan pertanyaan tentang cinta, kebebasan dan pilihan hidupnya sendiri.

Diantara tuntutan keluarga, adat dan suara hatinya, ia berjuang menemukan jati dirinya sebagai perempuan Bajawa. Setiap langkahnya adalah perlawanan yang sunyi dan setiap keputusannya membawa konsekuensi.

Novel ini menghadirkan kisah tentang keberanian perempuan, luka yang diwariskan, dan harapan yang tumbuh ditengah tradisi. Sebuah cerita yang mengajak pembaca menyelami kekuatan perempuan Bajawa dan menghadapi hidup, adat dan dirinya sendiri.


Senin, 11 Mei 2026

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Judul

:

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Editor

:

Mery Kolimon, dkk

Penerbit

:

Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Kerk in Acte

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Kosong


Pikiran dasar buku ini menggembirakan. Perempuan memainkan peran dalam tiga konflik di Indonesia bagian timur mulai 1999 sampai awal 2000-an, baik sebagai pencipta damai maupun sebagai korban, bahkan pelaku. Peran perempuan ini menyimpang dari stereotip pasif yang umumnya masih hidup di tengah masyarakat patriakal. Menarik bahwa penelitian ini lahir di tengah lingkaran perempuan aktivis yang religius, bukan di lingkaran universitas. Jadi penelitian ini berpotensi untuk menantang penelitian antropologis maupun historis di universitas yang sering masih mencari topik “aman” seperti cerita rakyat, adat, atau kerajaan lokal. Saya kira banyak pembaca di Indonesia akan tertarik dengan cerita-cerita pribadi yang direkam di dalam buku ini: cerita penderitaan, trauma, upaya untuk menyelamatkan sanak-saudara di tengah konflik penuh kekerasan, dan upaya untuk membangun kembali semacam komunitas setelah konflik selesai. Sketsa manusia yang hidup, yang berdarah daging, membuat buku ini mengalir enak. Cerita-cerita pribadi ini membuat kita sadar bahwa konflik berdarah sungguh-sungguh merusak sendi-sendi masyarakat selama bertahun-tahun kemudian. (Gerry van Klinken) 


Rabu, 26 November 2025

Etos Kerja dan Kohesi Sosial: Masyarakat Sumba, Rote, Sabu dan Timor Propinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Etos Kerja dan Kohesi Sosial: Masyarakat Sumba, Rote, Sabu dan Timor Propinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Mubyarto dkk.

Penerbit

:

Aditya Media & P3PK - UGM

Tahun Cetak

:

1991

Halaman

:

195

ISBN

:

979-539-013-9

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Indonesia Bagian Timur adalah masa depan Indonesia. Di sana tersimpan banyak potensi dan adalah tanggung jawab nasional untuk membangunkan potensi “tidur” itu.

Buku ini adalah terbitan kedua, seri tentang Indonesia Bagian Timur, diangkat dari penelitian P3PK UGM. Buku pertama Desa-Desa Perbatasan di Kalimantan Timur, ternyata mendapatkan banyak perhatian masyarakat, ini menunjukkan bahwa informasi tetang Indonesia Bagian Timur memang benar-benar telah menjadi kebutuhan, bukan hanya bagi kalangan khusus perancang pembangunan – atau sekelompok kecil akademisi yang tengah mengkajinya -  tetapi juga bagi kalangan luas: birokrat, investor maupun calon investor, top manager atau middle manager - BUMN maupun perusahaan swasta besar – pekerja atau calon pekerja terdidik – termasuk mahasiswa – dan pemerhati lainnya.

Kesimpulan dari buku ini tidak sekedar membenarkan tesis Weber dalam Protestant Ethic and Spirit of Capitalism bahwa etos kerja suatu etnik atau bangsa sangat dipengaruhi oleh kepercayaan yang mereka anut, tetapi lebih dari itu bahwa etos kerja juga merupakan fenomena sosialogi yang sangat dipengaruhi oleh fungsi-fungsi ekonomis. 


Minggu, 28 September 2025

Perempuan Itu Tetap Hidup

Judul

:

Perempuan Itu Tetap Hidup

Penulis

:

Alfons Betan, SVD

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

92

ISBN

:

979-429-220-6

Harga

:

Rp. 35.000

Status

:

Ada


Buku ini berjudul: ‘Perempuan Itu Tetap Hidup’ dan dibuat berdasarkan inspirasi Kitab Wahyu, khususnya Why 12:1-18. Gereja Kristus yang disimbolkan dengan ‘perempuan’ dalam perikop ini juga mengalami hal yang sama. Dalam penglihatannya, penulis Kitab Wahyu memberitakan bahwa Gereja Kristus akan mengalami banyak tantangan dan penderitaan, khususnya yang disebabkan oleh para penguasa Roma. Kehadiran dan kesaksian hidup para anggota Gereja Kristus, yang sekalipun merupakan kelompok minoritas, memiliki pengaruh yang amat besar. Hal itu merupakan ancaman besar bagi kewibawaan dan pengaruh para penguasa kafir pada waktu itu. Dengan pelbagai cara, mereka berusaha membinasakan para pengikut Kristus itu. 


Jumat, 31 Januari 2025

Perempuan Tangguh

Judul

:

Perempuan Tangguh

Penulis

:

Santisima Gama

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

170

ISBN

:

978-602-1161-05-0

Harga

:

Rp.

Status

:

Kosong

 

Melalui perjuangan politik yang rumit dan berbelit-belit, Frans Lebu Raya kemudian menempati posisi terhormat sebagai Gubernur NTT selama 10 tahun (2008-2018). Lucia Adinda Lebu Raya adalah sosok inspiratif dibalik kegemilangan seorang suami. Ia tampil sebagai perempuan yang cerdas, kreatif, enerjik, pekerja keras, mampu mengayomi banyak pihak dan kelompok masyarakat NTT, dari kelas elit hingga orang-orang yang terlupakan dan terpinggirkan. Ia melanglang dari pulau ke pulau, dari kabupaten ke kabupaten, hampir semua kecamatan di NTT telah disinggahinya. Ia mendaki bukit dan turun ke lembah untuk mendekati dan berbicara dengan semua masyarakat dari semua lapisan.

Buku kecil ini merupakan buah karya seorang penulis wanita muda yang tajam menukik menemukan inti sari ketangguhan kaum hawa yang terlukis indah pada sosok Lucia Adinda Nu’a Nurak. Buku yang pantas dibaca oleh banyak orang dari segala kalangan bukan hanya karena bahasanya yang lugas dan tajam tetapi juga karena Santisima mampu melukiskan dengan jelas tentang keteladanan Ibu Lucia yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi kaum muda untuk bangkit berdiri – menatap dan menata masa depan dengan semangat perjuangan yang tak kenal lelah. Buku ini ingin membuktikan bahwa wanita yang berhasil adalah wanita yang tidak hanya sukses mendampingi suami dalam karier dan membangun keluarga sejahtera yang diimpikan semua orang tetapi juga wanita yang telah membatktikan seluruh hidupnya bagi seluruh rakyat Flobamora.


Senin, 02 Desember 2024

Tank Merah Muda, Cerita-cerita yang Tercecer dari Reformasi

Judul

:

Tank Merah Muda, Cerita-cerita yang Tercecer dari Reformasi

Penulis

:

Raisa Kamila, dkk.

Penyunting

:

Ninus Andarnuswari

Penerbit

:

Cipta Media Ekspresi

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

192

ISBN

:

978-602-8766-74-6

Sumber

:

https://ciptamedia.org/

Download

:

Di Sini

 

Sementara itu, setelah jatuhnya Orde Baru, ada kerusuhankerusuhan yang bersifat agama dan rasial di beberapa kota di kepulauan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), walau tidak menjalar menjadi konflik panjang seperti di Maluku. Agaknya, yang paling membekas, terutama di Pulau Timor, adalah referendum Timor Timur 1999. Setidaknya 200.000 lebih warga Timor Timur pro-integrasi mengungsi ke Pulau Timor bagian barat
yang termasuk dalam kawasan NTT.

Selain itu, pengungsi dari kerusuhan Ambon dan kepulauan Maluku lainnya juga mulai berdatangan. Kehadiran arus pengungsi ini lantas mengakibatkan gesekan dengan penduduk lokal. Ratih membawa bekal berupa kenangan masa kecilnya yang bersentuhan secara tidak langsung dengan efek kejadian-kejadian tersebut. Setelah melakukan riset lapangan dan bertemu banyak orang, Ratih pun bisa menarik benang merah atas kenangan masa kanak-kanaknya dengan berbagai kejadian pasca-Reformasi 1998. Dalam buku ini, Ratih menyajikan tiga cerpen dengan latar berbeda-beda.

Pertama, konflik Kupang pada 1998 yang menyasar pemeluk agama Islam dan warga bersuku Bugis. Kedua, penggalian kuburan massal di Motamasin, Belu, satu dari banyak dampak referendum Timor Timur. Ketiga, pertemanan anak-anak yang menyelamatkan diri dari kerusuhan di Timor Timur dan Ambon. Melalui ceritacerita ini, ada gambaran lain mengenai kejadian-kejadian di Nusa Tenggara Timur, salah satu daerah yang jarang diperbincangkan tapi juga mengalami dinamika yang spesifik selama peralihan rezim. 


Bertahan dalam Impunitas, Kisah Para Perempuan Penyintas yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

Judul

:

Bertahan dalam Impunitas, Kisah Para Perempuan Penyintas yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

Penulis

:

Galuh Wandita

Editor

:

Dodi Yuniar dan Matt Easton

Penerbit

:

Asia Justice and Rights (AJAR) dan Komnas Perempuan atas kerjasama dengan Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) NTT, Kiprah Perempuan (KIPPER) Yogyakarta, Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku, LBH Apik Aceh, serta Lembaga Studi dan Advokasi HAM (ELSHAM Papua)

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

287

ISBN

:

978-602-72951-6-2

Sumber

:

https://www.asia-ajar.org

Downoad

:

Di Sini


Di tengah semakin berkurangnya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian sejumlah persoalan yang disisakan oleh berbagai peristiwa pelanggaran HAM di masa lalu dan melemahnya gerakan sipil dalam menuntut keadilan bagi para korban pelanggaran HAM, kehadiran buku “Bertahan dalam Impunitas: Kisah Para Perempuan Penyintas yang Tak Kunjung Meraih Keadilan” ini memberi cara baru untuk menyuarakan persoalan bangsa yang belum terselesaikan. Inisiatif 8 perempuan pendamping korban melahirkan sebuah manual penelitian partisipatif, menggunakannya bersama 60 perempuan penyintas, dan menyajikan hasilnya dalam sebuah buku yang ada di hadapan kita semua, adalah upaya yang patut diapresiasi.

Buku ini tidak hanya menjadi ruang bagi perempuan korban untuk membagikan pengalaman dan harapannya, tetapi juga pengetahuan baru bagi gerakan perempuan tentang bagaimana perempuan korban kekerasan mengalami impunitas, dan bagaimana kita semua menemukan cara untuk melepas belenggu impunitas tersebut. Selain itu, kesaksian 60 perempuan korban yang terdokumentasikan dalam buku ini juga memberikan gambaran yang jelas kepada kita semua bagaimana keterkaitan kekerasan dengan pemiskinan serta pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya lainnya.

Bagian menarik dalam buku ini yaitu Bab 6: Nusa Tenggara Timur: Kekerasan yang Masih Dirahasiakan (berisikan kisah penyintas dari kekejaman PKI di Timor Barat) dan Bab 9: Perempuan yang Hilang dalam Ruang dan Waktu (berisikan kisah penyintas pendudukan Indonesia di Timor Leste).

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...