Rabu, 24 Juli 2024

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Judul

:

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Penulis

:

Didimus Dedi Dhosa

Editor

:

Andriyanto

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

98

ISBN

:

978-623-88839-7-4

Harga

:

Rp. 66.000

Status

:

Ada

 

Warisan kebudayaan entah berapa material maupun non material adalah kazanah paling penting yang dimiliki oleh masyarakat nusantara. Di balik warisan itu tepatri dengan jelas peradaban masyarakat khususnya relasi di antara manusia dan relasi antara manusia dengan alam. Kebudayaan menampilkan bagaimana metode manusia mengelola alam, dan bagaimana alam dilestarikan untuk kepentingan keutuhan ekologi. Buku ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mendokumentasikan kembali warisan kebudayaan lokal yang telah menghidupkan masyarakat yang mendiami gugus pulau paling selatan Indonesia, Rote-Ndao. Khususnya pada pembuatan bahan makanan tradisional gula lempeng. Penasaran seperti apa gula lempeng dari Rote? Temukan jawabannya di dalam buku ini!


Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT, Kumpulan Essai Kader KAHMI untuk NTT

Judul

:

Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT, Kumpulan Essai Kader KAHMI untuk NTT yang disajikan dalam rangka memperingati Dies Natalis KAHMI ke-54 (2020)

Editor

:

Hamza H. Wulakada

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

317

ISBN

:

978-623-6573-50-1

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada


Memperingati HUT KAHMI ke-54 pada tanggal 17 September 2020, MW. KAHMI Provinsi NTT patut berterima kasih kepada Team Work yang menginisiasinya dan para kontributor yang berkenan memberikan solusi terkhusus pembangunan segala lini urusan di Provinsi NTT, kiranya secercah pemikiran yang tertuang dalam buku Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT ini akan menjadi rujukan ber-nas yang layak untuk dipertimbangkan dalam berbagai kebijakan pembangunan di Propinsi NTT. Kedepan, tradisi seperti ini akan terus diintensifkan seiring peningkatan kualitas tulisannya serta menyiapkan para kader untuk lebih terampil dan kreatif dalam memberikan kritik. Semoga tulisan ini berkenan untuk dinikmati berbagai pihak, dan kepada kita sekalian kami berharap terus berkontribusi positif dari bidang urusan dan keahliannya masing-masing demi pencapaian masyarakat adil dan makmur di Indonesia. 


Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Judul

:

Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Penulis

:

Dr. Ketut Sedana Arta, S.Pd, M.Pd; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa, M. Hum. & I Wayan Putra Yasa, S.Pd., M.Pd.

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

106

ISBN

:

978-623-09-6001-7

Harga

:

Rp. 68.000

Status

:

Kosong

 

Motivasi penulis menyusun buku ini adalah karena kurangnya buku-buku sumber untuk mata kuliah Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra). Buku-buku lama sudah memerlukan pembaruan, sementara buku baru tidak banyak yang membicarakan mengenai topik ini. Dalam penyusunan buku Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) ini tentunya kami menghadapi beberapa tantangan dan kendala, terutama ketersediaan sumber-sumber sejarah berupa prasasti yang memuat fajta dan tahun peristiwa tidak utuhm atau prasastinya aus/rusak karena alam serta kemungkinan ada prasasti yang belum ditemukan. Termasuk pula keterbatasan akses terhadap dokumen asli atau catatan asing yang diperlukan. Buku ini diawalli dengan pemaparan awal tentang Bali pada zaman prasejarah, Bali Kuno, Bali Pertengahan, Zaman Kebangkitan Nasional, serta Penataan Nusa Tenggara pada Masa Kolonial. Masing-masing babak tersebut dianggap mewakili periode penting dalam perjalanan sejarah di Bali dan Nusa Tenggara.


Karakteristik Daerah Aliran Sungai di Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Karakteristik Daerah Aliran Sungai di Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Prof. Dr. Denik Sri Krisnayanti, S.T., M.T. & Prof. Philiphi De Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

95

ISBN

:

978-623-420-880-

Harga

:

Rp. 70.000

Status

:

Ada

 

Kegiatan pengelolaan DAS sudah dilaksanakan pada berbagai belahan bumi lebih dari satu abad, namun masih terdapat kelemahan yang mendasar dalam hal penetapan kriteria dan indikator fungsi hidrologi DAS. Adanya harapan yang berlebihan dan kurang realistis tentang dampak pengelolaan DAS telah memunculkan kebijakan yang memerlukan investasi besar seperti ‘reboisasi’, namun hasilnya masih kurang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Buku tentang karakteristik  Daerah Aliran Sungai ini adalah bagian dari mata kuliah hidrologi. Dalam buku ini penulis menjabarkan beberapa pembahasan, seperti gambaran umum tentang Wilayah Nusa Tenggara Timur, Daerah Aliran Sungai (DAS) di Nusa Tenggara Timur, serta identifikasi kerentanan DAS. Penulis berharap buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya yang sedang mengikuti mata kuliah hidrologi.

 

Jumat, 19 Juli 2024

Sebuah Cinta di Adonara

Judul

:

Sebuah Cinta di Adonara

Penulis

:

Mayon Soetrisno

Penerbit

:

Progres – Jakarta

Tahun Cetak

:

2003

Halaman

:

114

ISBN

:

979-3359-39-0

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Melarikan calon istri, memang masih merupakan adat di Adonara. Meskipun dapat berakibat fatal. Paling tidak kepala tebusannya! Di daerah kecil ini, pertarungan masih menggunakan simbol kejantanan. Ini yang mengakibatkan Adonara, yang terletak dekat Lombok, disebut sebagai “Pulau Pembunuh”. Sebutan keji, tetapi memiliki nilai keperkasaan.

Rojasa, sebagai guru Inpres mengerti betul tradisi Adonara, juga ketika dia menyintai Zari, seorang gadis kecil beriusia delapan belas tahun. Rojasa telah berhadapan dengan adat keras yang selama ini ditinggalkan sebagai guru SD di Adonara.

Ia menyintai Zari, tetapi ketika melamar, ayahnya, menatap dengan penuh kebencian.

==================

Sebuah Cinta di Adonara merupakan kumpulan tiga belas cerita pendek, tema yang ada pada ketiga belas cerpen ini bervariasi, namun seluruhnya mempelihatkan visi pengarangnya masing-masing di dalam mereka dan merespon realitas disekelilingnya.

 

Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Sabu

Judul

:

Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Sabu

Penulis

:

A.Ratu Koreh, Tarno, L. Djuli, H. Pada, & F. Sutini

Penerbit

:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

1998

Halaman

:

136

ISBN

:

979-459-850-X

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Sastra lisan Sabu merupakan salah satu sastra lisan di Nusa Tenggara Timur. Sastra lisan Sabu ini berkembang dan tersebar dalam masyarakat Sabu, terutama yang menetap di kepulauan Sabu. Kepulauan Sabu merupakan wilayah Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Sabu terdiri atas dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sabu Barat dengan ibu kota Seba dab Sabu Timur dengan ibu kota Bolou, serta sebuah daerah perwakilan kecamatan, yaitu Raijua.

Bahasa sehari-hari masyarakat Sabu adalah bahasa Sabu dan bahasa Indonesia, tetapi masih ada yang hanya bisa berbicara dengan bahasa Sabu, memiliki empat dialek, yaitu (1) Seba, (2) Mesara, (3) Timu, (4) Liae (Walker, 1982:3).

Masyarakat Sabu masih mempertahankan adat istiadat yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan yang menarik adalah upacara adat, selain tatanan upacara yang unik, ada juga yang lebih menarik, yaitu tuturan adat yang selalu menyertai upacara adat tersebut. Tuturan adat memiliki keunikan yang bernilai sastra tinggi.


Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Drs. Munandjar Widiyatmika, Drs. P.C. Kudu, Drs. S.P. Manao & A.M. Zesi, BA

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

1980

Halaman

:

151

ISBN

:

 -

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Sesudah Jepang bertekuk lutut, daerah Nusa Tenggara Timur kembali di bawah kekuasaan Belanda melalui NICA dan pemerintahan kembali ke status semula sebelum jaman Jepang. Namun dengan berdirinya NTT 24 Desember 1946. Daerah Nusa Tenggara Timur berstatus keresidenan yang dikepalai residen. Dan terdiri dari tiga afdeling yang dikepalai asisten residen. Situasi ini berlangsung sampai tahun 1949 pada masa penyerahan kedaulatan. Semenjak tahun 1950 wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah keresidenan berada di bawah Propinsi Nusa Tenggara. Dan pada tahun 1958 Nusa Tenggara Timur berkembang menjadi sebuah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 12 kabupaten.


Kamis, 18 Juli 2024

Memori Jenderal Yoga

Judul

:

Memori Jenderal Yoga

Penyunting

:

B. Wiwoho & Banjar Chaeruddin

Penerbit

:

PT. Bina Rena Pariwara

Tahun Cetak

:

1990

Halaman

:

524

ISBN

:

979-8175-00-X

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Ali Moertopo: “Begitu G30S meletus, orang yang langsung memberikan reaksi dan menyatakan bahwa itu perbuatan PKI adalah Pak Yoga”.

Mayjen TNI Soedibyo: “Pertemuan-pertemuan berikutnya, bertahun-tahun kemudian dalam organisasi-organisasi ABRI, kemudian saya tahu bahwa memang betul Pak Yoga adalah orang yang brilian. Ini bukan kecap. Beliau bisa dan biasa memberikan briefing tanpa teks mengenai berbagai masalah dengan ruang lingkup yang luas dan analisa yang orang lain belum membuat”.

Lendy R. Tumbelaka: “Melalui pendekatan diplomasi yang gemilang. Bapak Yogi Sugomo bersama dengan Bapak Hasnan Habib akhirnya berhasil meyakinkan Pemerintah Thailand untuk menyetujui diadakan tindakan militer terhadap para pembajak Woyla”.

Rujito: “Beliau tidak pernah absen dalam segala peristiwa perjuangan nasional. Kedua, beliau sampai mantannya, tidak cacat di dalam kedinasannya”.

Memori Jenderal Yoga, memuat kilas balik berbagai peristiwa nasional seperti Malari, Kasus Sawito, Integrasi Timor Timur (Bab 14), Operasi Woyla, hubungan Soeharto-Yoga-Ali Moertopo serta pandangan Yoga mengenai Tantangan Masa Depan. 


Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Judul

:

Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Penyunting

:

Firmina Angelanai, Watu Yohanes Vianey, Fransiskus Sanda & Alex A. Kabelen

Penerbit

:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta

Tahun Cetak

:

1999

Halaman

:

218

ISBN

:

979-459-988-3

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Sastra lisan Ngadha adalah salah satu sastra daerah yang hidup di antara ribuan sastra daerah yang lain di kepulauan Indonesia. Sastra lisan Ngadha hidup dan tersebar di tengah-tengah etnik Ngadha, yang mendiami sebagian wilayah di Daerah Tingkat II Ngada, yang berbatasan dengan Kecamatan Nagekeo di sebelah timur, Kecamatan Riung di sebelah barat, dan Kecamatan Aesesa di sebelah utara. Etnik ini mendiami wilayah Kecamatan Golewa, Kecamatan Aimere, Kecamatan Bajawa, dan Kecamatan Ngada Bawa di Bajawa. Berdasarkan data statistik tahun 1993, jumlah penduduk etnis ini adalah 82.218 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya memiliki kemampuan bertutur sastra.

Sastra lisan Ngadha memiliki fungsi ganda. Ada yang berfungsi sebagai hiburan, adapula yang berfungsi hikmat nasihat dan keramat, karena mengandung nilai luhur yang diturunkan leluhur masyarakat pendukungnya. Masyarakat Ngadha, terutama yang berasal dari generasi tua, tidak sekedar mengagumi keindahan sastra lisannya, tetapi lebih jauh dari itu, mereka juga menghayati dengan perasaan penuh hormat dan patuh. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...