Sabtu, 12 September 2026

Kebudayaan Atoni Meto di Wilayah Kuluan Maubes – Salu Miomaffo

Judul

:

Kebudayaan Atoni Meto di Wilayah Kuluan Maubes – Salu Miomaffo

Penulis

:

Yohanes Sanak dan Wilfridus Oe Silab

Penerbit

:

Bina Damai Utama

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

188

ISBN

:

978-623-10-0803-9

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Gambaran tentang budaya Atoni Meto menjelaskan betapa unik dan kayanya suku terbesar di Pulau Timor ini. Tidak hanya itu, leluhur Atoni Meto pun memiliki kecerdasan dan kearifan yang tak kalah hebat dalam merangkai dan mencetuskan suatu ide brilian yang kemudian mengkristal menjadi unsur-unsur kebudayaan. Akan tetapi, keunikan-keunikan budaya lokal tersebut secara perlahan memudar, bahkan ditinggalkan terutama di wilayah Kuluan Maubes - Salu Miomaffo. Ada 2 (dua) hal paling mendasar yang mengancam kelestarian budaya Atoni Meto jika tidak segera diperhatikan yaitu bahasa dan tanah. Penggunaan bahasa Meto dalam keseharian masyarakat terus mengalami pelemahan atau penurunan kuantitas dan kualitas di ruang-ruang perjumpaan, seperti di sekolah, pesta, pergaulan sehari-hari bahkan di rumah sekalipun.

Kehidupan sosial dan kultural suku Atoni Meto tidak dapat dipisahkan dari tanah dan lingkungan ekologisnya. Setiap Fam (marga) memiliki beberapa tanah ulayat yang kepemilikannya bersifat komunal, yaitu Faotkana, Oekana, Naesleu, Unit (uinte), dll. Kondisi saat ini, banyak tanah adat yang telah berpindah kepemilikan. Selain bahasa dan kepemilikan tanah, unsur lainnya pun ikut mengalami guncangan. Degradasi ini seyogyanya dipandang sebagai ancaman serius yang patut diperhatikan secara serius pula terutama oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.


Na Pangiarangu, Cerita Impian, Bahasa Kambera-Bahasa Indonesia

Judul

:

Na Pangiarangu, Cerita Impian, Bahasa Kambera-Bahasa Indonesia

Penulis

:

Yunitha May Atanumba

Ilustraror

:

Kartika Sari Dewi

Penerbit

:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

22

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku cerita ini dipersembahkan untuk kalian. Kalian dapat menyimak atau membaca cerita-cerita yang menarik tentang Provinsi Nusa Tenggara Timur di dalamnya. Buku-buku ini mengajak kalian untuk mengenal, mengingat dan memahami Nusa Tenggara Timur. Ilustrasi yang bagus juga akan membantu kalian memahami jalan cerita. Semoga kalian menyukai buku-buku ini dan makin gemar membaca. (Elis Setiati, S.Pd, M.Hum – Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Bahasa Kambera (sering juga disebut Bahasa Sumba Timur) adalah salah satu bahasa daerah yang dituturkan oleh suku Sumba di wilayah timur Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena pusat pemerintahan dan ekonomi Sumba Timur berada di Waingapu, dialek Kambera ini berkembang menjadi bahasa penghubung (lingua franca) utama di wilayah tersebut.


Mamulai E Nama Gala Moling, Bermain atau Membantu?, Bahasa Retta-Bahasa Indonesia

Judul

:

Mamulai E Nama Gala Moling, Bermain atau Membantu?, Bahasa Retta-Bahasa Indonesia

Penulis

:

Imanuel Yoel Sulumasi

Ilustraror

:

Karlina

Penerbit

:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

21

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku cerita ini dipersembahkan untuk kalian. Kalian dapat menyimak atau membaca cerita-cerita yang menarik tentang Provinsi Nusa Tenggara Timur di dalamnya. Buku-buku ini mengajak kalian untuk mengenal, mengingat dan memahami Nusa Tenggara Timur. Ilustrasi yang bagus juga akan membantu kalian memahami jalan cerita. Semoga kalian menyukai buku-buku ini dan makin gemar membaca. (Elis Setiati, S.Pd, M.Hum – Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Bahasa Retta (atau sering ditulis Reta) adalah salah satu bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat di wilayah Kepulauan Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Menenun Masa Depan Indonesia dari Bumi Pancasila

Judul

:

E. Melkiades Laka Lena – Johni Asadoma: Menenun Masa Depan Indonesia dari Bumi Pancasila

Penulis

:

Tim Penulis Buku Gubernur dan Wakil Gubernur

Penerbit

:

PT. Kanisius & Setda Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

400

ISBN

:

978-979-21-8440-2

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

NTT sering dilabeli miskin, bodoh, dan terbelakang! Karena sering diulang, narasi ini akhirnya dianggap benar (illusory truth). Banyak yang kemudian pesimis dan kehilangan harapan, padahal faktanya tidak demikian. NTT memiliki alam yang indah, budaya dan kearifan lokal yang kaya, potensi ekonomi yang besar, dan masyarakatnya memiliki gotong royong dan semangat kebangsaan yang tumbuh dari nilai-nilai kearifan lokal. Semuanya merupakan modal sosial yang fundamental untuk menggerakkan perubahan.

Ditulis dalam semangat perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, buku ini bukanlah "ratapan" terhadap stigma, paradoks, dan dilema pembangunan yang sedang dihadapi NTT, melainkan orkestrasi kekuatan dan harapan yang bisa diberdayakan dalam semangat kolaborasi dan gotong royong di bawah kepemimpinan Melki-Johni. Buku ini menyajikan percakapan yang jujur, kritis, dan konstruktif dari para politisi, akademisi, praktisi, birokrat, masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda dan perempuan NTT tentang politik yang membumi, ekonomi yang memberdayakan, dan pembangunan yang berjiwa Pancasila. Dari Ende-tanah historis tempat Bung Karno merumuskan falsafah bangsa-hingga program-program Melki-Johni yang mengusung politics of hope, buku ini menyoroti strategi ekonomi, dinamika politik, serta kekuatan sosial-budaya yang dapat menjadi fondasi pembangunan NTT yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kumpulan esai, buku ini merupakan panggilan bagi semua orang NTT di mana saja berada untuk memaknai ulang kemerdekaan dengan bersama-sama berpikir serta ikut merumuskan arah dan strategi pembangunan yang berjiwa Pancasila. Dibingkai dalam semangat kemerdekaan dan dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, buku ini adalah ajakan untuk tidak menyerah pada keadaan, tetapi terus bergerak, berpikir, dan bertindak demi NTT yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sebuah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin tahu dan peduli pada masa depan NTT! 

Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata (100 Hari Kerja Melki-Jhoni

Judul

:

Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata (100 Hari Kerja Melki-Jhoni

Editor

:

Valerius P. Guru, S.Sos

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia & Pemerintah Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

188

ISBN

:

978-623-7412-25-0

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Orang Latin pernah berucap, “Scribamus Ergo Sumus.” Artinya: Kami Menulis maka Kami Ada, ungkapan ini menekankan bahwa menulis, atau kegiatan kreatif lainnya adalah bukti eksistensi dan kebenaran diri. Menulis memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan pemikiran dan dengan demikian membuktikan bahwa oranng itu ada dan berpikir. Dalam konteks kepemimpinan di Provinsi NTT, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam nada yang lain berseru: ”Sum Ergo Servio.” Artinya: aku ada, maka aku melayani.

“Kita bukan sekedar pelaksana administrasi, tetapi agen perubahan yang membawa birokrasi ke arah yang lebih modern, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” (Gubernur Melki Laka Lena)

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah Tuhan dan kamu hamba-Nya (Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma)


Kamis, 03 September 2026

Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota Se-NTT

Judul

:

Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota Se-NTT

Editor

:

Valerius P. Guru, S.Sos

Penerbit

:

CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia & Pemprov NTT

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

215

ISBN

:

978-623-7412-26-7

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku berjudul "Menjahit Asa Pemimpin di Bumi Flobamorata Menuju NTT Centris" didesain sebagai sebuah karya kreatif kolaboratif, yang merekam secara cepat namun jelas perihal jejak langkah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025 - 2030 Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bapak Johni Asadoma (Melki - Johni), dalam menahkodai perahu Provinsi (Kepulauan) NTT, kira-kira dalam 100 hari pertama di awal masa jabatan.

Beragam karya aparatur (birokrat) dari beragam perangkat daerah dan varian aspek urusan pemerintahan dan pembangunan, bukan sekadar catatan harian (notulensi) kegiatan seremonial Melki - Johni yang baru dilantik pada 20 Februari 2025, ke 22 Kabupaten dan Kota se NTT. Lebih dari itu, buah karya dimaksud berbasis refleksi mendalam atas dinamika pembangunan daerah, yang disajikan melalui beragam optik para aparatur yang turut serta merasakan denyut nadi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan NTT.

Dari optik lain pula, beragam karya dalam buku ini, selain memenuhi "target akhir" berupa sajian dokumentasi seluruh aktivitas layanan pemerintahan Melki - Johni bagi seluruh insan di Bumi Flobamorata, juga terkandung "target antara" berupa kesempatan dan keberanian para aparatur menulis secara genuine terkait praktik kepemerintahan Melki - Johni di NTT. Mereka "terpilih" dari beragam perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan pokok yaitu di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, perencanaan pembangunan, dan birokrasi. (Prof. Dr. Umbu Rauta, S.H., M.Hum) 


Senin, 31 Agustus 2026

Asa dan Rasa

Judul

:

Asa dan Rasa

Penulis

:

Mario F. Lawi dkk

Editor

:

Rudi Rohi

Penerbit

:

PT. Kanisius

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

255

ISBN

:

978-979-21-8675-8

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT yang ada di hadapan pembaca ini adalah instrumen untuk melihat janji dan harapan politik sudah mulai bergerak menuju kenyataan atau sebaliknya. Refleksi terbuka dari berbagai kalangan yang digalang secara cepat dan acak di dalam tulisan ini memberikan gambaran nyata bahwasanya jarak antara janji dan harapan politik sedang bergerak mengambil arah dan rute yang tepat ke kenyataan atau justru tidak ke arah yang diharapkan, bahkan makin jauh asa daripada rasa.

Uraian reflektif dalam buku ini, berdasarkan pengakuan dari berbagai kalangan maupun informasi publik, berupaya meletakkan hasil refleksi atas Quick Wins dan Tujuh Pilar Pembangunan yang ditawarkan dan dijalankan Melki-Johni dalam bagian-bagian yang dikemas secara populer, tanpa tercerabut dari kondisi empiris. Pembaca dapat menjadikan buku ini sebagai kacamata untuk melihat dan menilai kinerja satu tahun Melki-Johni.

Refleksi yang ada dalam buku ini menunjukkan rute dan jarak antara asa dan rasa sedang mulai bergerak ke kenyataan. Rute yang diambil dirasa telah berjejak pada arah yang tepat meski cukup terjal. Sementara itu, jarak asa dari rasa juga mulai menapak pada langkah-langkah awal. Apa pun itu, setiap orang adalah pemegang otoritas subjektif untuk menilai dan memaknainya sendiri. 


Jejak Langkah 67 Tahun NTT

Judul

:

Jejak Langkah 67 Tahun NTT

Penulis

:

Herman Musakabe, dkk

Editor

:

Wilfrid K. Nono,dkk

Penerbit

:

PT. Kanisius

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

463

ISBN

:

978-979-21-8622-2

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong


Enam puluh tujuh tahun bukan sekadar hitungan waktu, tetapi kisah panjang tentang manusia, alam, budaya, dan perjuangan. Nusa Tenggara Timur adalah potret keteguhan: tentang rakyat yang bertahan di tengah keterbatasan, budaya yang memeluk erat keberagaman, dan keyakinan bahwa harapan selalu lahir dari tanah yang keras sekalipun. Buku Jejak Langkah 67 Tahun NTT merekam perjalanan provinsi ini dari berbagai perspektif-sejarah, pendidikan, pertanian, kesehatan, pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif-melalui tulisan-tulisan para pemikir, pelaku, dan saksi pembangunan. Bukan sekadar dokumen, buku ini merupakan mosaik pemikiran yang menautkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu jalinan cerita yang utuh.

Dari kisah para pelopor hingga generasi baru yang menyalakan obor perubahan; dari perjuangan membangun infrastruktur dasar hingga inovasi digital di tengah keterbatasan; dari kebijaksanaan lokal hingga tantangan global-semuanya hadir di sini sebagai refleksi bahwa NTT tidak hanya bertahan, tetapi terus bergerak maju. Buku ini mengajak pembaca menengok kembali fondasi yang telah dibangun, menghargai capaian yang telah diraih, dan menyalakan kembali semangat gotong royong untuk melangkah lebih jauh.

Buku ini adalah undangan bagi seluruh anak Flobamorata untuk percaya bahwa masa depan NTT tidak ditentukan oleh keterbatasan, tetapi oleh keberanian untuk bermimpi, bekerja, dan berkolaborasi. NTT adalah rumah bagi daya tahan, kreativitas, dan pengharapan. Buku ini menegaskan: perjalanan belum berakhir, melainkan justru sedang menuju babak baru.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...