Rabu, 14 Januari 2026

Kearifan Lokal dalam Keragaman Etnik di Kabupaten Sikka

Judul

:

Kearifan Lokal dalam Keragaman Etnik di Kabupaten Sikka

Penulis

:

Suswandari & Sri Astuti

Penerbit

:

Pustaka Pelajar

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

333

ISBN

:

978-623-236-063-1

Harga

:

Rp. 76.500

Status

:

Ada

 

Kearifan lokal, berbagai kelompok etnik yang dimaksud merupakan nilai-nilai pengetahuan yang mereka peroleh sebagai jawaban atas tantangan alam yang dihadapi, secara geografis, hampir sebagian besar wilayah di Kabupaten Sikka bukanlah wilayah subur. Wilayah Kabupaten Sikka terdiri dari pegunungan, gunung dengan bebatuan besar dan jarangnya curah hujan di kawasan ini. oleh karenanya agar bisa survive dan eksis dalam kehidupan, munculnya berbagai model kecerdasan lokal dalam menghadapi tantangan alam ini. Buki ini terdiri dari XI BAB, BAB I Pendahuluan, yang berisi deskripsi wilayah Kabupaten Sikka dan Analisis potensi wisata Kabupaten Sikka. Bab II Mapping Etnik dan Kebudayaan, yang akan mengungkapkan ragam bahasa, ragam tarian adat, dan unsur kebudayaan lain etnik di Kabupaten Sikka. BAB III Wujud kearifan lokal dalam kehidupan religi, BAB ini menguraikan religiustik etinik sikka krowe, Lio, Tana AI, Palue, Tidung, BAB IV membahas pantun, ungkapan adat dan dongeng sebagai wujud kearifan lokal dalam pola kekerabatan. Bab V membahas tentang wujud kearifan lokal dalam pola kekerabatan, BAB VI membahas nilai-nilai demokrasi dalam kearifan lokal etnik Kabupaten Sikka, BAB VII membahas nilai kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan hidup, BAB VIII membahas nilai kearifan lokal dalam penyelesaian konflik, BAB IX membahas eksistensi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kabupaten Sikka di tengah arus budaya global, BAB X membahas strategi adaptasi dalam pengelolaan keragaman etnis dan budaya di Kabupaten Sikka, dan BAB XI Penutup


Minggu, 11 Januari 2026

Profil Propinsi Republik Indonesiaꓽ Nusa Tenggara Barat

Judul

:

Profil Propinsi Republik Indonesia Nusa Tenggara Barat

Penulis

:

Suwidi Tono, dkk

Penerbit

:

Yayasan Bhakti Wawasan Nusantara, Majalah Telstra & PT. Intermasa

Tahun Cetak

:

1992

Halaman

:

392

ISBN

:

979-8399-00-5

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Selaku lembaga yang berwenang serta bertanggung jawab dalam pembinaan pemerintahan di daerah dan dalam pembinaan kehidupan politik dalam negeri, Departemen Dalam Negeri menyambut gembira penerbitan Buku Profil Propinsi Republik indonesia ini. Karena dengan terbitnya buku ini, kita bukan saja akan dapat mengetahui tingkat kemajuan daerah atau propinsi-propinsi yang ada, akan tetapi juga memungkinkan warga masyarakat dari daerah yang satu dapat memahami daerah atau propinsi yang lain. Baik mengenal latar belakang sejarahnya, karakter dari penduduknya, nilai-nilai budaya masyarakatnya, potensi alam yang dimilikinya, ataupun mengenai kemajuan pembangunan yang telah dicapainya. Sehingga buku ini cukup memadai untuk jadi penunjang upaya memasyarakatkan doktrin nasional Wawasan Nusantara.

Kecuali itu, oleh karena penulisan buku ini menggunakan pendekatan Ketahanan Nasional, maka di samping dapat memberikan gambaran secara komprehensif integral mengenai tingkat kemajuan pembangunan di masing-masing propinsi , juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat Ketahanan Nasional berdasarkan dimensi daerah. Oleh karena itu kami melihat, buku ini bukan saja perlu jadi bahan bacaan para pejabat pemerintahan di pusat ataupun daerah, akan tetapi juga patut dimiliki olehberbagai kalangan masyarakat dalam rangka lebih mengenal Indonesia lebih dekat. Paling tidak buku ini hendaknya dapat ditemui di perpustakaan-perpusatakaan umum, agar lebih memungkinkan sebanyak mungkin warga masyarakat, lebih-lebih generasi mudanya, dapat membacanya. 


Profil Propinsi Republik Indonesiaꓽ Bali

Judul

:

Profil Propinsi Republik Indonesia Bali

Penulis

:

Suwidi Tono, dkk

Penerbit

:

Yayasan Bhakti Wawasan Nusantara, Majalah Telstra & PT. Intermasa

Tahun Cetak

:

1992

Halaman

:

424

ISBN

:

979-8399-00-5

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Selaku lembaga yang berwenang serta bertanggung jawab dalam pembinaan pemerintahan di daerah dan dalam pembinaan kehidupan politik dalam negeri, Departemen Dalam Negeri menyambut gembira penerbitan Buku Profil Propinsi Republik indonesia ini. Karena dengan terbitnya buku ini, kita bukan saja akan dapat mengetahui tingkat kemajuan daerah atau propinsi-propinsi yang ada, akan tetapi juga memungkinkan warga masyarakat dari daerah yang satu dapat memahami daerah atau propinsi yang lain. Baik mengenal latar belakang sejarahnya, karakter dari penduduknya, nilai-nilai budaya masyarakatnya, potensi alam yang dimilikinya, ataupun mengenai kemajuan pembangunan yang telah dicapainya. Sehingga buku ini cukup memadai untuk jadi penunjang upaya memasyarakatkan doktrin nasional Wawasan Nusantara.

Kecuali itu, oleh karena penulisan buku ini menggunakan pendekatan Ketahanan Nasional, maka di samping dapat memberikan gambaran secara komprehensif integral mengenai tingkat kemajuan pembangunan di masing-masing propinsi , juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat Ketahanan Nasional berdasarkan dimensi daerah. Oleh karena itu kami melihat, buku ini bukan saja perlu jadi bahan bacaan para pejabat pemerintahan di pusat ataupun daerah, akan tetapi juga patut dimiliki olehberbagai kalangan masyarakat dalam rangka lebih mengenal Indonesia lebih dekat. Paling tidak buku ini hendaknya dapat ditemui di perpustakaan-perpusatakaan umum, agar lebih memungkinkan sebanyak mungkin warga masyarakat, lebih-lebih generasi mudanya, dapat membacanya. 


Rabu, 07 Januari 2026

Keluarga Oriente: Kumpulan Cerita

Judul

:

Keluarga Oriente: Kumpulan Cerita

Penulis

:

Armin Bell

Penerbit

:

Marjin Kiri

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

106

ISBN

:

978-602-0788-60-9

Harga

:

Rp. 68.000

Status

:

Kosong

 

Kekerasan oleh adat dan tradisi. Kekerasan oleh negara dan aparatus kekuasaan. Kekerasan oleh ekspansi kapital. Kekerasan berbasis gender. Kekerasan seksual dalam lingkungan terdekat…

Armin Bell dalam cerpen-cerpen yang mayoritasnya berlatar di wilayah Flores dan sekitarnya menggambarkan pergulatan manusia-manusia dari beragam profesi, taraf sosial, dan usia yang seakan tak bisa lepas dari pusaran kekerasan keseharian yang membelitnya.


Jumat, 02 Januari 2026

Atlas Sejarah Indonesia: Gubernur Pertama di Indonesia

Judul

:

Atlas Sejarah Indonesia: Gubernur Pertama di Indonesia

Penulis

:

Hendi Johari & Martin Sitompul

Penerbit

:

Direktorat Sejarah – Direktorat Jenderal Kebudayaan - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

142

ISBN

:

978-623-7092-09-4

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Atlas Sejarah Indonesia: Gubernur Pertama di Indonesia disusun untuk memperkenalkan tokoh yang berjuang di daerah dan menyebarkan semangat kemerdekaan Indonesia serta menata sebuah birokrasi di tengah kondisi politik nasional dan lokal yang belum stabil. Delapan tokoh yang terpilih menjadi gubernur adalah putra-putra terbaik dari daerahnya yang memiliki pengalaman memimpin daerahnya. Para tokoh tersebut adalah Teuku Mohammad Hasan (Sumatra). Soetardjo Kartohadikoesoemo (Jawa Barat). R. Pandji Soeroso (Jawa Tengah), R. M. Soerjo (Jawa Timur), lr. Pangeran M. Noor (Kalimantan), I Gusti Ketut Pudja (Sunda Kecil), G.S.S.J. Ratulangi (Sulawesi), dan Johannes Latuharhary (Maluku). Kisah perjuangan para gubernur pertama dalam menegakkan pemerintahan Indonesia diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaaan. rela berkorban. dan cinta tanah air pada generasi penerus bangsa.

Penulisan dan penerbitan atlas ini selain sebagai media informasi bagi masyarakat, juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran interaktif bagi siswa di sekolah dan tenaga pendidik, khususnya di bidang kesejarahan. 


Gubernur Pertama di Indonesia

Judul

:

Gubernur Pertama di Indonesia

Penulis

:

Andi Lili Evita, dkk

Penerbit

:

Direktorat Sejarah – Direktorat Jenderal Kebudayaan - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

331

ISBN

:

978-602-1289-72-3

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Kisah pahlawan nasional secara umum telah banyak ditulis. Namun penulisan kisah pahlawan nasional kali ini akan menekankan peranan tokoh gubernur pertama Republik Indonesia yang menjabat pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Para tokoh tersebut adalah Teuku Mohammad Hasan (Sumatra), Soetardjo Kartohadikoesoemo (Jawa Barat), R. Pandji Soeroso (Jawa Tengah), R. M. Soerjo (Jawa Timur), Ir. Pangeran M. Noor (Kalimantan), I Gusti Ketut Pudja (Sunda Kecil), G.S.S.J. Ratulangi (Sulawesi) dan Johannes Latuharhary (Maluku). 

Sebagai gubernur pertama pascaproklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, mereka dihadapkan pada tantangan dan berbagai persoalan besar, baik lokal maupun nasional. Bayangan kembalinya kolonialisme, kondisi politik nasional dan lokal yang belum stabil, sistem hukum dan ketatanegaraan yang belum kuat, menjadi tantangan besar bagi mereka dalam memerintah negara yang baru terbentuk. Oleh karena itu, menarik untuk diungkap bagaimana para tokoh merespon tantangan, menjawab berbagai persoalan dan menghadapi krisis tersebut. Selain peranan mereka dalam kancah politik lokal dan nasional, buku ini menjelaskan sisi humanis tokoh yang penting sebagai inspirasi. 


Marfo-Sintaksis Bahasa Blagar

Judul

:

Marfo-Sintaksis Bahasa Blagar

Penulis

:

Wakidi, dkk

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Tahun Cetak

:

1989

Halaman

:

142

ISBN

:

979-459-043-6

Sumber

:

https://repositori.kemendikdasmen.go.id

Download

:

Di Sini

 

Bahasa Blagar adalah salah satu bahasa daerah di antara tiga belas bahasa daerah yang terdapat di Kepulauan Alor. Propinsi Nusa Tenggara Timur. Ketiga belas bahasa daerah itu adalah (1) bahasa Alor, (2) bahasa Lemma, (3) bahasa Tewa, (4) bahasa Blagar, (5) bahasa Nedebang, (6) bahasa Kelan, (7) bahasa Kabola, (8) bahasa Kui atau Kiraman, (9) bahasa Kafoa, (10) bahasa Abui, (11) bahasa Woisika, (12) bahasa Kolana, dan (13) bahasa Tanglapui (Stokhof, 1982:64).

Wilayah persebaran bahasa Blagar ini tidak begitu luas, yaitu di sebagian besar dari beberapa desa di kecarnatan Pantar dan sebagian kecil di kecamatan Alor Barat Laut. Desa-desa yang merupakan wilayah persebaran bahasa Blagar di kecamatan Pantar adalah desa Batu yang meliputi tiga kampung. yaitu Tuabang, Bikolang, dan Kolijahe. Desa Nule yang meliputi dua kampung, yaitu Nuhawala dan Treweng. Wilayah persebaran bahasa Blagar di kecamatan Alor Barat Laut di desa Reta dan Pura.

Bahasa Blagar ini mempunyai tiga macam dialek yaitu dialek Kolijahe, Pura, dan Reta. Perbedaan dialek mi hanya teijadi dalam kosa kata atau Ieksikolek saja, dan itu pun hanya terbatas pada beberapa kata saja. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...