Jumat, 27 Januari 2023

GMIT Hadir di Panggung Kehidupan

Judul

:

GMIT Hadir di Panggung Kehidupan: Rekonstruksi Keterlibatan Gereja dalam Berbagai Bidang

Editor

:

Paul Bolla

Penerbit

:

CV. Suara Harapan

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

577

ISBN

:

978-623-92143-0-2

Harga

:

Rp. 97.000

Status

:

Ada


Di dalam rumah setiap anggota selalu berkomitmen untuk menjadi saudara, di saat susah dan senang, di saat puas dan kecewa. Di rumah kita berbagi sumber daya dan kasih karunia Allah. Semua anggota keluarga mesti memiliki hasrat untuk menjangkau yang lain dan berbagi sumber daya kehidupan. (Pdt. Mery Kolimon)

Keindahan kepercayaan imam masing-masing diharapkan memperindah hubungan saling percaya dalam bingkai kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, praktek hidup saling percaya antar umat beragama hendaknya menjadi bagian utuh dari bunga rampai keberagaman yang merangkul semua warga masyarakat, tanpa pengecualian. (Mgr. Petrus Turang)

Sebagai gereja, tentu sudah harus meninggalkan cara berteologi yang penuh kebencian (theologi of hostility) sebaliknya diperkembangkan teologi keramahtamahan (theologi of hopitality). (Pdt. Andreas A. Yewangoe)

Dalam mengupayakan kerukunan antar umat beragama, kemajemukan sebagai anugerah harus dipertahankan, dipelihara dan dikembangkan yang kemudian diwujudkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. (Drs. H. Abdulkadir Makarim)

Dunia politik bagi perempuan bukanlah dunia yang nyaman dan aman, tapi bukan berarti perempuan tidak bisa melakoninya. Apa yang dilabelkan kepada perempuan dalam dunia politik sebagai yang lemah, tidak mampu dan tidak bisa hanya akan melemahkan posisi perempuan, padahal sesungguhnya perempuan lebih kuat dan lebih tangguh menghadapi berbagai persoalan dan sangat detail untuk menyelesaikannya. (Ir. Emilia Nomleni)

Gereja, hemat saya, harus masuk ke dalam lika-liku dan sastra generasi zaman kini yang tidak lain adalah generasi digital. Generasi yang instan, terkoneksi, yang narsis dan eksis. Generasi yang melanglangbuana di wilayah tak benubuh (nonmateri), yang tidak suka akan terminologi institusi yang rumit, yang BeTe terhadap khotbah yang panjang tak ada arah, yang skeptis terhadap otoritas orang tua, yang tidak berpikir logis terstruktur dan yang digitally peer oriented. Tetapi yang inovatif dan kreatif, yang updated. (Rm. Agus Duka, SVD)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...