Minggu, 10 Mei 2026

Timor Attack

Judul

:

Timor Attack

Penulis

:

Arthur Steele

Penerbit

:

Digit Books

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1964

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong

 

Timor

March, 1942. The Japanese have succesfully involved the East Indies.. They are concentrating on Timor Island in preparation for the invasion of the mainland of Asustralia….

Attack

A special airbone force is detailed to make a guerilla attack and drive them out…

This book is the story of that operation.


Timor Target

Judul

:

Timor Target

Penulis

:

Graeme Cronin

Penerbit

:

Horwitz Publications

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1962

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong


The Australian commandos refused to surrender.

Organised into guerilla forces they harried the Japanese on Timor, repeatedly destroying valueable installations and quickly disappearing into the jungle.

Stung by the repeated assault and their inability to catch the Australians, the Japanese called for Miski Yohomaki. The Hong Kong Tiger, ruthless commander of the tough Imperial Marine Regiment, swore to wipe out the commandos. 


Shooting Balibo: Blood & Memory in East Timor

Judul

:

Shooting Balibo: Blood & Memory in East Timor

Penulis

:

Tony Maniaty

Penerbit

:

Penguin Books

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

-

ISBN

:

978-067-007-358-0

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong

 

In 1975, journalist Tony Maniaty flew to the Portuguese colony of East Timor looking for a war to film. He found it a dusty outpost called Balibo.

Maniaty and his ABC News crew were shelled and five other television newsman who followed were murdererd by Indonesian troops. Maniaty reported the Balibo Five story, faced death threats and fled before the Indonesian forces invaded. The only foreign journalist left in the country was executed in cold blood. The generation-long nightmare of the Timorese had begun.

In Shooting Balibo he teams up with the cast and crew of the feature film Balibo, retraces his days of danger, and dines with Jose Ramos-Horta as the independence faighter-turner-President recovers from an assassination attampt.

But Maniaty’s real purpose is to visit Balibo for the first time since 1975. When he steps into burned-out house where his colleagues were slaughtered thirty-three years ago, past and present collide before his eyes. 

Minggu, 03 Mei 2026

Road to Bobonaro: Kisah Sejati Seorang Veteran yang Tergabung dalam Tim Sukarelawan saat Awal Integrasi Timor Timur

Judul

:

Road to Bobonaro: Kisah Sejati Seorang Veteran yang Tergabung dalam Tim Sukarelawan saat Awal Integrasi Timor Timur

Penulis

:

Y.A. Hascaryo

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

389

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Kosong

 

Aku Cuma sebutir serpihan dari pecahan mozaik kaca besar dan indah. Sangat kecil hingga gampang tertiup angin, terbawa arus air dan tersandung dari kaki ke kaki, bergerak mengembara ke sana ke mari.

Kadang jumpa dengan mutiara dan permata, namun sering tertimbun kotoran manusia juga. Walau kecil, yang bijak dapat mencari menjumput serpihan itu satu…… satu…… karena jejakku dan kawan-kawan telah membuat alur yang tetap membekas diingatan.

Ingatan itu tentang masyarakat dan alam sekitar, tentang puncak dan lembah bukut, tentang lawan dan kawanku yang tercerai berai, tentang kehidupan dan kematian kawanku yang setia pada panggilan ibu pertiwi.

Akhirnya yang bijak dapat bertutur pada anak cucu tentang alur perjalanan yang kami lalui. Perjalanan itu bagian yang terpenggal dari sebagian kehidupanku dan kawan-kawan prajurit dan sejarah kesatuan yang membanggakan.

Ya benar, kelak bila serpihan-serpihan itu telah membentuk mozaik yang indah bisa dibingkai dan pantas melengkapi pustaka para cendikia, tersusun di musium, serta menghias istana raja-raja. Mozaik itu tentang sejarah bangsanya, bangsa yang besar, yang mendiami nusantara. Bangsa Indonesia yang telah merdeka. 


Selasa, 21 April 2026

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Judul

:

Permainan Waktu: Perspektif Kodhi tentang Penanggalan Sejarah dan Pertukaran

Penulis

:

Janet Hoskins

Penerbit

:

Pustaka Larasan

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

482

ISBN

:

978-634-7579-12-6

Harga

:

Rp. 180.000         

Status

:

Ada

 

Buku ini adalah sebuah etnografi tentang persepsi budaya dan pengaturan waktu dalam masyarakat Indonesia Timur. Saya mulai dengan konstruksi kolektif masa lalu melalui model penanggalan. Siklus tahunan, yang digambarkan dalam hari, bulan, dan musim, disinkronkan oleh pendeta penanggalan, Rato Nale atau “Penguasa Tahun” yang mengkoordinasikan kegiatan pertanian dan tahap-tahap ritualnya. Tugasnya, bersama dengan peralatan yang terkait dengan kinerjanya, dipandang sebagian didatangkan dari pulau yang jauh di sebelah barat. Namun, ia diberi makna lokal yang membuat penamaan bulan dan festival “Tahun Baru” atau cacing laut menjadi tanda identitas khas Kodhi. (Penulis)

“Mereka yang meyakini globalisasi budaya atau mempertanyakan validitas penelitian etnografi terhadap masyarakat swadaya berskala kecil sebaiknya membaca studi Hoskins yang luar biasa tentang dunia sosial dan konseptual Kodhi agar pandangan tersebut dapat disangkal.” (Signe Howell, Ethnos)

“Sebuah buku penting dalam etnografi Indonesia Timur dan sebuah studi teladan tentang struktur dan sejarah.” (kenneth M. George, Pacific Affairs)

“Sebuah tinjauan luas dan terperinci mengenai masyarakat Kodhi… dijelaskan dengan cernat dan masuk akal.” (David Hicks, Anthropos)

“Karya Hoskins menggabungkan etnografi yang luar biasa, tingkat kecanggihan teoritis yang sangat tinggi, dan komponen kepekaan manusia yang luar biasa. Hasilnya adalah sebuah buku refleksi serius secara kreatif menantang dan memperluas banyak aspek dari kajian terbaik sebelumnya di berbagai bidang.” (Benda Prize Selection Committee)

Janet Hoskins adalah Professor Antropologi dan Agama di University of Southern California. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...