Senin, 11 Mei 2026

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Judul

:

Perempuan, Konflik, & Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon, dan Atambua

Editor

:

Mery Kolimon, dkk

Penerbit

:

Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Kerk in Acte

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 100.000         

Status

:

Ada


Pikiran dasar buku ini menggembirakan. Perempuan memainkan peran dalam tiga konflik di Indonesia bagian timur mulai 1999 sampai awal 2000-an, baik sebagai pencipta damai maupun sebagai korban, bahkan pelaku. Peran perempuan ini menyimpang dari stereotip pasif yang umumnya masih hidup di tengah masyarakat patriakal. Menarik bahwa penelitian ini lahir di tengah lingkaran perempuan aktivis yang religius, bukan di lingkaran universitas. Jadi penelitian ini berpotensi untuk menantang penelitian antropologis maupun historis di universitas yang sering masih mencari topik “aman” seperti cerita rakyat, adat, atau kerajaan lokal. Saya kira banyak pembaca di Indonesia akan tertarik dengan cerita-cerita pribadi yang direkam di dalam buku ini: cerita penderitaan, trauma, upaya untuk menyelamatkan sanak-saudara di tengah konflik penuh kekerasan, dan upaya untuk membangun kembali semacam komunitas setelah konflik selesai. Sketsa manusia yang hidup, yang berdarah daging, membuat buku ini mengalir enak. Cerita-cerita pribadi ini membuat kita sadar bahwa konflik berdarah sungguh-sungguh merusak sendi-sendi masyarakat selama bertahun-tahun kemudian. (Gerry van Klinken) 


Bintang Berekor di Langit Timur

Judul

:

Bintang Berekor di Langit Timur

Penyunting

:

Okky Tirto

Penerbit

:

Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

224

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Ada

 

Minimnya bahan bacaan, dalam hal ini narasi alternatif tentang apa yang terjadi terkait tragedi 65, adalah salah satu sumber masalah yang membuat orang, bahkan yang berpendidikan, merasa khawatir untuk membicarakan hal tersebut. Dari pengalaman tersebut, nyata bahwa narasi tunggal versi orde baru masih mendominasi literasi seputar 65. Mendapati kenyataan demikian, kami semakin terpanggil untuk berbagi informasi dan memeriksa ingatan terkait peristiwa 65. Gayung bersambut, rohaniawan turun tangan membantu, dosen ikut serta ambil peran, mahasiswa tak mau ketinggalan ambil bagian, begitu pula dengan kerabat mereka yang memainkan peran yang sangat membantu yang hingga akhirnya sekumpulan prosa dan puisi ini sampai ke hadapan pembaca. Ini adalah hasil kerja kita bersama.

Dalam sebuah perbincangan dengan oma opa di Alor, kami mendengar kisah bahwa menjelang terjadi peristiwa yang merenggut banyak korban itu, orang di Alor melihat bintang berekor. Menurut opa-opa dalam sebuah perbincangan bersama kami, dalam kebiasaan di Alor orang meyakini bahwa bintang berekor adalah tanda bahwa suatu peristiwa besar akan terjadi. Ia menjadi semacam petanda buruk. Terinsipirasi dari perbincangan tersebut, maka kami membungkus narasi 65 yang terdiri dari dua bagian ini dalam sebuah judul Bintang Berekor di Langit Timur. 


Minggu, 10 Mei 2026

20 Tahun Timor Timur Membangun

Judul

:

20 Tahun Timor Timur Membangun

penyunting

:

Drs. Radjakarina Brahmana & Drs. Ulu Emanuel, M.Ed

Penerbit

:

Korps Pegawai Republik Indonesia Propinsi Timor Timur

Bahasa

:

Indonesia & Inggris

Tahun Cetak

:

1996

Halaman

:

506

ISBN

:

978-602-6260-63-5

Harga

:

Rp. 250.000         

Status

:

Ada

 

Memasuki 20 tahun Timor Timur bergabung dalam Negara Kesatuan republik Indonesia, kegiatan pembangunan telah banyak memberikan dampak bagi perbaikan dan peningkatan kehidupan masyarakat meskipun disadari masih adanya kekurangan yang perlu diperbaiki di masa mendatang. Buku ini kami nilai sangat penting untuk diterbitkan karena sebagai suatu rekaman hasil pembangunan yang dimulai dari tahap awal integrasi tahun 1976 sampai dengan tahap Repelita VI tahun ke-3.

Buku 20 TAHUN TIMOR TIMUR MEMBANGUN memiliki suatu khazanah guna membrikan gambaran komprehensif mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu dua dasawarsa ini. Selama ini terasa ada kecendrungan bahwa dalam menilai pembangunan, kita lebih tertarik untuk membuat perbandingan dengan keadaan sekeliling, bukan dengan kondisi awal pada saat pembangunan dimulai. Akibatnya kita sering lupa bersyur terhadap berbagai kemajuan yang telah kita capai, sebaliknya lebih terpengaruh oleh tuntutan atau keluhan yang disebabkan oleh berbagai keinginan yang belum terwujud. Atas dasar pertimbangan tersebut, kami berharap buku ini setidaknya akan mampu membrikan gambaran tentang berbagai kemajuan yang telah dicapai. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif.


Timor Attack

Judul

:

Timor Attack

Penulis

:

Arthur Steele

Penerbit

:

Digit Books

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1964

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong

 

Timor

March, 1942. The Japanese have succesfully involved the East Indies.. They are concentrating on Timor Island in preparation for the invasion of the mainland of Asustralia….

Attack

A special airbone force is detailed to make a guerilla attack and drive them out…

This book is the story of that operation.


Timor Target

Judul

:

Timor Target

Penulis

:

Graeme Cronin

Penerbit

:

Horwitz Publications

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1962

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong


The Australian commandos refused to surrender.

Organised into guerilla forces they harried the Japanese on Timor, repeatedly destroying valueable installations and quickly disappearing into the jungle.

Stung by the repeated assault and their inability to catch the Australians, the Japanese called for Miski Yohomaki. The Hong Kong Tiger, ruthless commander of the tough Imperial Marine Regiment, swore to wipe out the commandos. 


Shooting Balibo: Blood & Memory in East Timor

Judul

:

Shooting Balibo: Blood & Memory in East Timor

Penulis

:

Tony Maniaty

Penerbit

:

Penguin Books

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

-

ISBN

:

978-067-007-358-0

Harga

:

Rp. -        

Status

:

Kosong

 

In 1975, journalist Tony Maniaty flew to the Portuguese colony of East Timor looking for a war to film. He found it a dusty outpost called Balibo.

Maniaty and his ABC News crew were shelled and five other television newsman who followed were murdererd by Indonesian troops. Maniaty reported the Balibo Five story, faced death threats and fled before the Indonesian forces invaded. The only foreign journalist left in the country was executed in cold blood. The generation-long nightmare of the Timorese had begun.

In Shooting Balibo he teams up with the cast and crew of the feature film Balibo, retraces his days of danger, and dines with Jose Ramos-Horta as the independence faighter-turner-President recovers from an assassination attampt.

But Maniaty’s real purpose is to visit Balibo for the first time since 1975. When he steps into burned-out house where his colleagues were slaughtered thirty-three years ago, past and present collide before his eyes. 

Minggu, 03 Mei 2026

Road to Bobonaro: Kisah Sejati Seorang Veteran yang Tergabung dalam Tim Sukarelawan saat Awal Integrasi Timor Timur

Judul

:

Road to Bobonaro: Kisah Sejati Seorang Veteran yang Tergabung dalam Tim Sukarelawan saat Awal Integrasi Timor Timur

Penulis

:

Y.A. Hascaryo

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

389

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 85.000         

Status

:

Kosong

 

Aku Cuma sebutir serpihan dari pecahan mozaik kaca besar dan indah. Sangat kecil hingga gampang tertiup angin, terbawa arus air dan tersandung dari kaki ke kaki, bergerak mengembara ke sana ke mari.

Kadang jumpa dengan mutiara dan permata, namun sering tertimbun kotoran manusia juga. Walau kecil, yang bijak dapat mencari menjumput serpihan itu satu…… satu…… karena jejakku dan kawan-kawan telah membuat alur yang tetap membekas diingatan.

Ingatan itu tentang masyarakat dan alam sekitar, tentang puncak dan lembah bukut, tentang lawan dan kawanku yang tercerai berai, tentang kehidupan dan kematian kawanku yang setia pada panggilan ibu pertiwi.

Akhirnya yang bijak dapat bertutur pada anak cucu tentang alur perjalanan yang kami lalui. Perjalanan itu bagian yang terpenggal dari sebagian kehidupanku dan kawan-kawan prajurit dan sejarah kesatuan yang membanggakan.

Ya benar, kelak bila serpihan-serpihan itu telah membentuk mozaik yang indah bisa dibingkai dan pantas melengkapi pustaka para cendikia, tersusun di musium, serta menghias istana raja-raja. Mozaik itu tentang sejarah bangsanya, bangsa yang besar, yang mendiami nusantara. Bangsa Indonesia yang telah merdeka. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...