Kamis, 23 Juli 2026

Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia

Judul

:

Kepariwisataan NTT Menuju Kelas Dunia

Penulis

:

Sapta Nirwandar & Frans Teguh Tebal

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

274

ISBN

:

978-623-241-657-4

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Nusa Tenggara Timur tentu layak tampil menjadi destinasi global di kepariwisataan karena memiliki sumber daya alam dan nilai luhur warisarik budaya yang begitu beragam. Dengan semua keunggulan itu, a patut sekali lagi bertanya: mau dibawa kemana kepariwisataan NTT? kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat di kebutuhan agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya loka senantiasa hidup. Beragam tantangan mewarnai perjalanan membawa NTT menjadi destinasi kelas dunia. Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E , DESS. dan Dr. Frans Teguh, M.A. menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan membedah langkah-langkah strategis dalam mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, memasarkan dengan efektif, sekaligus beradaptasi di era normal baru.

-----------

"Nusa Tenggara Timur, dengan segala otentisitas dan keunikannya, baik di daratan maupun perairannya, layak menjadi destinasi wisata kelas dunia. Buku ini mempertegas bahwa arah dan model kepariwisataan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat menjadi kebutuhan agar ekonomi bertumbuh, lingkungan lestari, dan budaya lokal senantiasa hidup dengan mengelola potensi pariwisata, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan ekosistem digital yang efektif, sekaligus kecepatan beradaptasi di era kebiasaan baru. - Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika 2019-sekarang)

"Buku ini selaras dengan visi "NTT Bangkit, NTT Sejahtera, Menuju Destinasi Global". Sektor kepariwisataan merupakan lokomotif dan kunci pembangunan ekonomi NTT yang perlu dikembangkan dengan inovasi tata kelola yang berkarakter, kreatif, dan etis untuk mengelola ekspektasi, dan imajinasi pengunjung. Ini demi meningkatkan pengalaman, sens of price, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan ekosistem berkelanjutan." - Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. (Gubernur Nusa Tenggara Timus 2018 - 2023).

"Pembangunan berwawasan budaya yang memperhatikan aspek lingkungan dan berbasis masyarakat merupakan kunci pokok pembangunan kepariwisataan. Buku ini mengkaji pentingnya menerapkan praktik kepariwisataan berkelanjutan yang selaras dengan nilai budaya, agama, adat istiadat, dan kode etik kepariwisataan." - I Gede Ardika (Menteri Pariwisata 2000-2004, Anggota Dewan Kode Etik UNW/TO. Ketua Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia - Indonesia Sustainable Tourism Council).

  

Selasa, 21 Juli 2026

Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada

Judul

:

Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada

Penulis

:

Teobaldus Daga, S.Pd dkk.

Editor

:

Yakobus Mite, S.Pd., M. Pd

Penerbit

:

CV. Galang Media Buana

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

152

ISBN

:

978-623-5549-14-9

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Kosong

 

Buku ini juga sebagai pedoman yang disusun untuk memberikan gambaran dan panduan terkait bentuk-bentuk Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat Ngada di Kabupaten Ngada. Sebagai bentuk dukungan dalam pelestarian kekayaan bangsa yang mulai punah karena tergerus oleh perkembangan zaman, dimana masyarakat pada saat ini mulai berpindah pada kemajuan teknologi. Sebagai warga Indonesia pada umumnya dan masyarakat Ngada pada khususnya, kita tidak boleh melupakan permainan-permainan yang telah diciptakan oleh nenek moyang kita, karena di dalam permainan tradisional terdapat banyak unsur yang bermanfaat bagi kehidupan kita, diantaranya adalah kebugaran jasmani, kesehatan, kesenangan, kerjasama, tanggung jawab, sportivitas, dan lain sebagainya. Ada kalimat motivasi yang harus kita tanamkan yaitu "Jaman boleh berubah, generasi boleh berganti, namun kelestarian budaya tradisional adalah tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya". 


Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Judul

:

Senjata Kami adalah Upacara Adat: Ungkapan Pelambang dan Mantra Nausus, Perempuan Pembela HAM-Lingkungan

Penulis

:

Aleta Baun, dkk

Penerbit

:

Insist Press

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

126

ISBN

:

978-623-6179-31-4

Harga

:

Rp. 73.000

Status

:

Kosong

 

Senjata Kami adalah Upacara Adat merupakan suara lima Nausus—perempuan pejuang tanah airnya yang berdiri di garda depan melawan perusakan alam dan perampasan ruang hidup rakyat. Dari gunung batu Mollo yang dilindungi Mama Aleta, kebun sorgum yang dirintis Maria Loretha di Adonara, pulau Sangihe yang dibela Jull Takaliuang, hutan Gunung Kerasik yang dijaga Mardiana, sampai alam pegunungan Kendeng yang dipanggil ikut berjuang bersama Gunarti dengan doa dan pelambang tubuh-alam.


Buku ini lahir dari proses panen pengetahuan, menggali kebijaksanaan yang tertanam dalam ingatan, tubuh, dan laku, oleh mereka sendiri, dan tampil dalam bentuk ungkapan kata-kata. Di sini, ungkapan pelambang dan mantra menjadi senjata budaya perempuan dalam merawat kehidupan, menyemai harapan, dan meneruskan perlawanan.


Kisah dari NTT yaitu dari Pulau Adonara, Maria Loretha memilih memulihkan martabat sorgum, pangan lokal yang hampir terlupakan sejak politik beras dominan pada masa Orde Baru. Ia membuktikan bahwa menanam yang lokal adalah jalan untuk bertahan dari ancaman kelaparan. “Mintakan kepada alam, maka akan diberikan tempat surga,” seruan yang sangat kuat. Dan Aleta Baun dari Timor, menjadi ikon gerakan perempuan adat. Dari sebutan Perempuan Nausun ‒ perempuan menyusui, kita melihat metafora yang sama antara tubuh perempuan dan alam. Keduanya melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan. Di titik itulah ekofeminisme hadir secara alami, ketika tubuh perempuan dan tubuh alam sama-sama disakiti, maka kehancuran akan dirasakan bersama. 


Liurai, Peran Pemimpin Tradisional dalam Sejarah dan Pembangunan Timor-Leste, Kajian Historis, Kultural, dan Strategis Menuju Negara Berdaulat Berbasis Budaya

Judul

:

Liurai, Peran Pemimpin Tradisional dalam Sejarah dan Pembangunan Timor-Leste, Kajian Historis, Kultural, dan Strategis Menuju Negara Berdaulat Berbasis Budaya

Penulis

:

Salustiano Filipe Ximenes

Penerbit

:

Powered by OpenAI

Tahun Cetak

:

2025

Halaman

:

218

ISBN

:

-

Sumber

:

Facebook     

Download

:

Di Sini

 

Dalam pusaran sejarah Timor-Leste yang panjang dan penuh gejolak, para liurai pemimpin tradisional—telah menjadi penopang utama tatanan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Namun, peran historis dan strategis mereka kerap terpinggirkan dalam narasi resmi negara.

Buku ini hadir sebagai upaya ilmiah dan kultural untuk merekonstruksi secara sistematis dan objektif kontribusi para liurai sejak masa prasejarah, penjajahan Portugis, pendudukan Indonesia, hingga era kemerdekaan. Disusun dalam lima bagian dan enam belas bab, buku ini memadukan pendekatan historis, teori internasional, serta kebijaksanaan lokal yang masih hidup dalam komunitas adat. Lebih dari sekadar telaah akademik, LIURAI adalah manifesto budaya dan politik—sebuah seruan bahwa masa depan Timor-Leste yang berdaulat dan berkeadilan harus dibangun di atas fondasi identitas dan nilai adatnya sendiri.

Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin memahami Timor-Leste secara utuh bagi akademisi, pembuat kebijakan, pelajar, dan seluruh rakyat yang mencintai tanah leluhurnya. 


Senin, 20 Juli 2026

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago..


Judul

:

My Underwater Journey.. across the Indonesian Archipelago.. (Alor, Bidadari, Bunaken, Flores, Komodo, Kupang, Labuan Bajo, Manado, Maumere, Menjangan, Nusa Penida, Pulau Weh & Tulamben)

Penulis

:

Manarep Pasaribu

Fotografi

:

Muljadi Pinneng Sulungbudi

Penerbit

:

CV. Phototrend

Tahun Cetak

:

2009

Halaman

:

117

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 125.000     

Status

:

Ada

 

Masih segar di ingatan kami ketika sore itu Pak Manerep mengajak kami bertemu di ruang kantornya yang sederhana namun nyaman. Seperti biasanya, selepas jam kantor pun Beliau masih saja menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kantornya. Heran bercampur kagum dan gembira ketika kami mendengar Beliau menyatakan ingin belajar menyelam. Dalam umur Beliau yang sudah tidak muda lagi, mau memulai suatu kegiatan adventure seperti ini tidak biasanya dilakukan orang.

Ada satu "rahasia" yang selama ini kami berdua simpan ketika memulai "perjalanan" kita bersama-sama dalam kegiatan menyelam (diving) ini. Kami mengira Pak Manerep hanya ingin mencoba dan tidak akan terlalu serius melakukan kegiatan diving ini. Ternyata kami salah besar. Sejak pertama kali Beliau melakukan pelajaran menyelam PADI Open Water, antusiasme Beliau selalu tampak. Hingga kini sudah lebih dari 100 penyelaman kami lakukan bersama-sama Pak Manerep, tidak pernah sekalipun kami melihat semangat Beliau absen dari dirinya.

Sebagai bagian dari perintis penyelam di Kupang, bahkan propinsi Nusa Tenggara Timur, Pak Manerep memulai "perjalanannya" bersama Madjid Nampira dan kami. Ketika Pak Manerep melihat bahwa olah raga ini dapat menjadi sarana belajar dan filosofinya dapat diterapkan di ruang lingkup manajemen kerja, banyak rekanan kerja Beliau yang diajak ikut belajar menyelam. Hingga kini sudah lebih dari 40 "anak binaan" Beliau yang belajar dan melakukan penyelaman.

Mulai dari Kupang hingga ketika Beliau melanjutkan tugas di Medan, Pak Manerep selalu konsisten mengajak semua orang yang Beliau temui untuk menyelam dan menceritakan betapa indahnya laut di Komodo, Kupang, Maumere, Bali,Pulau Weh dan lokasi favorit Beliau: Alor. Sejarah sudah selayaknya mencatat bahwa Beliau menanamkan satu tonggak penting dalam perkembangan dunia wisata bahari di NTT. Di hari-hari akhir Beliau menjalankan tugas di PLN, Pak Menerep membuat buku ini. Sebuah buku yang sederhana tapi mengandung makna yang mendalam yang menggambarkan sebagian kecil dari perjalanan seorang Manerep Pasaribu. Perjalanan yang penuh warna, kekuatan, keindahan, semangat dan tantangan.

Kami yakin, memang Pak Manerep akan mengakhiri masa tugas kerja Beliau namun ini adalah merupakan baru dalam perjalanan Beliau sebagai seorang Advanced Diver.

 Your dive buddies,

Muljadi & Donovan 

Potensi & Peluang Investasi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Potensi & Peluang Investasi Nusa Tenggara Timur

Penerbit

:

Pemerintah Provinsi NTT

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

176

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.     

Status

:

Kosong

 

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang dianugerahi Tuhan Yang Maha Murah beraneka ragam potensi sumber daya alam yang melimpah, sehingga Provinsi Nusa Tenggara Timur layak menjadi daerah tujuan investasi,dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi-potensi yang ada.

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi unggulan dan peluang investasi diantaranya; Sektor Pariwisata,Pertanian dan Perkebunan,Kelautan dan Perikanan, Peternakan, Kehutanan serta Pertambangan dan Energi.

Saya berharap buku POTENSI & PELUANG INVESTASI NUSA TENGGARA TIMUR ini dapat memperkaya serta menjadi sumber informasi awal yang cukup dan bermanfaat kepada calon investor tentang potensi dan peluang investasi serta kondisi Nusa Tenggara Timur pada umumnya.

Akhirnya,saya mengucapkan selamat datang,selamat berinvestasi dan berusaha kepada calon investor dan pelaku bisnis baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para investor dan pelaku bisnis yang selama ini menanamkan modal dan menjalankan usahanya di daerah ini.

Selanjutnya,saya juga tidak lupa memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsih, langsung maupun tidak langsung dalam menerbitkan buku ini dan melaksanakan promosi investasi di daerah kami. Saya berharap,kerjasama yang terjalin dengan baik selama ini dapat di pertahankan dan terus ditingkatkan pada masa yang akan datang. (Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya)

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Kejahatan Sempurna Konspirasi Internasional (Buku 1. Aspek Politik dan Hukum Proses Jajak Pendapat Timor-Timur; Buku 2. Aspek Hak Azasi Manusia dalam Masalah Timor-Timur; Buku 3. Penyelesaian Sejati The Timoris Solution)

Judul

:

Kejahatan Sempurna Konspirasi Internasional (Buku 1. Aspek Politik dan Hukum Proses Jajak Pendapat Timor-Timur; Buku 2. Aspek Hak Azasi Manusia dalam Masalah Timor-Timur; Buku 3. Penyelesaian Sejati The Timoris Solution)

Penulis

:

Dominggus M. Dores Soares

Penerbit

:

Yayasan Futuro

Tahun Cetak

:

2000

Halaman

:

119

ISBN

:

978-96078-0-9

Harga

:

Rp. 100.000     

Status

:

Ada

 

Kami tersiksa nurani menyaksikan kedatangan "malaikat penyelamat" yang keliru diyakini oleh para pemimpin separatis, pecurang nurani timoris, sebagai kekuatan dasyat yang akan menyelesaikan segala permasalahan dan permusuhan di Timor Timur, yakni Pasukan Multinasional PBB. Setelah kedatangan tersebut, justeru rakyat Timor Timur mulai memulung sampah sisa makanan pasukan tersebut untuk dapat tetap bertahan hidup, suatu hal yang tak pernah terjadi.

Para pemimpin pecurang nurani Timoris tersebut, yang sejak semula menjanjikan seribu satu macam kehebatan dan keuntungan bila berpisah, tidak berdaya untuk paling tidak menyelamatkan kelaparan yang diderita oleh rakyatnya dengan sedikit bantuan bahan makanan.

Sadar akan keterlanjuran janji-janji kosong terdahulu, mereka selanjutnya berulah dengan mencari alasan-alasan pembenar yang biasanya ditumpahkan kepada Indonesia dan "milisi". Akhirnya mereka berusaha menyelamatkan diri dengan janji-janji baru lagi yang kini secara langsung bersandar pada PBB dan LSM.

Kasihan rakyatnya. Itu semua adalah akibat kekejaman kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang disuburkan berabad-abad oleh penjajah yang sampai sekarang tak henti mencari akal untuk kembali berjaya di Timor Timur.

Malu akan keterlanjuran ini, para pemimpin pecurang itu kini berupaya agar kenyataan sebenarnya di Timor Timur tidak sampai diketahui secara terbuka. Kenyataannya, segala keperluan dipenuhi dengan belanja besar-besaran di Propinsi NTT, namun bila ditanya bagaimana keadaannya di Timor Timur pasti jawabannya adalah "baik". Memang kalau baik mengapa harus belanja jauh-jauh ke sini ... Mereka memang ketat menerapkan 'janji setia untuk merdeka', yakni tetap harus merdeka sekalipun harus makan batu. Ya, yang salah bukan "milisi" tapi penjajah ...

Jadilah Timor Timur itu sekarang suatu kamp konsentrasi di mana rakyat Timor Timur hanya dipaksa kembali dan tidak boleh keluar. Targetnya ialah merekayasa jumlah rakyat yang cukup untuk membenarkan hasil jajak pendapat yang curang itu.

Masih banyak hal lagi yang akan terjadi di TimorTimur ini ... Sekarang saja menyolok sekali bahwa yang lebih bernafsu untuk merdeka justeru kaum  konspirator dan antek-anteknya ... Rakyatnya jadi penonton yang semakin asing di daerahnya sendiri. Kasihan untuk jadi tukang batu saja harus lulus test ... Tapi proyek testingnya diurus oleh administrator atas nama rakyat Timor Timur ... Akhirnya tukang batu juga didatangkan dari luar ... sudahlah ... terlalu sedih. Semoga Tuhan sudi memperhatikan nasib rakyat yang kian menderita ini.

Buku kecil ini datang demi kebenaran. Semoga dapat diketahui oleh semua orang. Semoga Timor Timur tidak dijadikan titik perebutan strategi global ... Dan tidak menjadi pangkalan yang hanya menghasilkan anak haram dan AIDS, di mana insan Timoris menjadi titik perbudakan yang semakin asing di daerahnya sendiri.

Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu sehingga buku kecil ini dapat terwujud. Terima kasih.


Potensi Ekonomi Kawasan Timur Indonesia & Northren Territory Australia

Judul

:

Potensi Ekonomi Kawasan Timur Indonesia & Northren Territory Australia

Penulis

:

Dr. Octovianus Nawa Pau, MM. ABM dkk.

Penerbit

:

Literasi Nusantara

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

66

ISBN

:

978-623-329-371-6

Harga

:

Rp. 64.000 

Status

:

Kosong

 

Laporan Persiapan Lapangan (Inception Report) penelitian tentang "Peningkatan Potensi Ekonomi Kawasan Timur Indonesia dengan Northern Territory Australia", adalah untuk melaporkan berbagai tahap kegiatan penelitian yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan selama enam bulan (Februari-Agustus 2018). Pada tahap pertama, sejak kontrak kerja ditandatangani pada tanggal 24 Februari 2018 kami tim peneliti langsung bekerja untuk mengumpulkan data sekunder melalui studi literatur baik yang menyangkut landasan konseptual-teoritis maupun berbagai studi kasus yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Sejauh ini sumber data sekunder yang diperoleh berasal dari berbagai laporan penelitian sebelumnya, Internet, Pendapat para pakar pada dinas-dinas terkait di berbagai media.

Pada tahap kedua, tim peneliti akan melakukan studi lapangan (fieldstudy) di Kupang, Dilli Timor Leste dan Darwin Australia yang akan segera dilaksanakan dalam pekan pertama April sampai dengan Agustus 2018. Dalam kegiatan studi lapangan ini kami akan melakukan wawancara dengan berbagai sumber meliputi: 1) para diplomat RepublikIndonesia maupun diplomat asing khususnya mereka yang mewakili Tiga negara yang menjadi fokus penelitian ini. 2) Dinas/Instansi pemerintah terkait serta Pelaku dan asosiasi pelaku usaha di tiga negara tersebut diatas. Motivasi utama dalam wawancara ini adalah guna mendapatkan persepsi dan pandangan yang mengarah pada peningkatan hubungan/konektivitas dagang dalam kawasan segitiga Kupang-Dili-Darwin. Dengan ini, kami berharap hasil laporan persiapan lapangan ini bisa menjadi informsi awal untuk pemantapan keseluruhan proses penelitian ini sebagai laporan kepada penyandang dana (BPPK) Kemenlu RI.

Pada tahap ketiga, peneliti akan menulis draft penelitian lapangan untuk menjadi bahan fokus group diskusi yang rencana akan diselenggarakan di Kupang atau Jakarta. Keempat peneliti akan menyusun Laporan Akhir (Final Report) yang lebih komprehensif. Tentu saja kami tim peneliti sangat terbuka dan apresiatif terhadap berbagai masukan dan kritik yang disampaikan teerutama dari pihak pertama BPPK kemenlu RI.


Minggu, 12 Juli 2026

Strategi Memberdayakan Atraksi Wisata Budaya dan Destinasi Wisata Baru di Labuan Bajo, Salah satu dari 10 Pariwisata Prioritas

Judul

:

Strategi Memberdayakan Atraksi Wisata Budaya dan Destinasi Wisata Baru di Labuan Bajo, Salah satu dari 10 Pariwisata Prioritas

Penulis

:

Harris L. Gaol

Penerbit

:

Kepel Press

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

155

ISBN

:

978-602-356-195-7

Harga

:

Rp. 75.000     

Status

:

Kosong

 

Kawasan Indonesia Timur memiliki beragam kekayaan dan potensi wisata yang luar biasa, namun belum semua masuk daftar kategori destinasi wisata dambaan atau menjadi prioritas tempat yang harus dikunjungi oleh wisatawan luar negeri maupun wisatawan dalam negeri. Ada satu potensi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang elok yaitu Desa Wae Rebo. Lokasi ini justru pertama kali disebarluaskan oleh wisatawan dari Perancis, Catherine Allerton yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek. Desa ini berada di ketinggian 1.200 m dpl dapat ditempuh dari desa terakhir yang bisa diakses fasilitas transportasi namun masih harus menempuh perjalanan kaki selama 3-4 jam melewati hutan sebelum naik menuju lokasi.

Desa Wae Rebo memiliki beberapa keunggulan seperti bangunan arsitektur yang unik berupa rumah adat (Mbaru niang) di samping pemandangan alam desa serta kekayaan budaya dan keramahan warga desa yang murni. 

Taman Nasional Komodo yang sudah diakui UNESCO sebagai salah satu heritage dunia diharapkan bisa dikelola dengan baik supaya menjadi payung branding bagi Indonesia di level dunia serta pintu masuk mengkampanyekan Indonesia Timur. 


Manajemen Konflik Berbasis Budaya, Dari Ngada untuk Indonesia

Judul

:

Manajemen Konflik Berbasis Budaya, Dari Ngada untuk Indonesia

Penulis

:

Rofinus Neto Wuli

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

268

ISBN

:

978-623-346-672-1

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada


Konflik tak bisa lepas dalam hidup manusia. Hal ini membuat pena­nganan konflik sering kali menjadi momok bagi para pemangku kebijakan. Padahal, diperlukan strategi efektif dalam pengelolaan kon­flik guna mengembalikan harmoni di tengah masyarakat.

Manusia modern dibentuk berdasarkan sejarah panjang yang tak luput dari konflik. Daripada berfokus menghindari konflik, kita perlu menyadari bahwa manajemen konflik merupakan bagian dalam proses mencapai perdamaian yang hakiki. Pendekatan itulah yang ditawarkan dalam buku ini. Sudah seharusnya konflik ditangani sebagai aspek integral dalam kehidupan bersama.

Manajemen konflik seharusnya menjadi cara pengambilan keputusan guna mencapai mufakat, dan lebih jauh lagi, perdamaian. Penyelesaian konflik tak bisa dilepaskan dari pihak-pihak terkait. Perlu dicapai resolusi damai yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang diaplikasikan dalam masyarakat.

Di Indonesia, manajemen konflik sudah menjadi bagian integral da­lam masyarakat. Hal ini terejawantah dalam budaya keseharian. Buku ini mengangkat studi kasus masyarakat Ngada di Flores yang memiliki manajemen konflik dan terbukti mampu merekatkan kembali simpul kerukunan di masyarakat dengan mempertahankan asas-asas luhur persaudaraan. Tak hanya melibatkan seluruh anggota masyarakat terkait, manajemen konflik ala masyarakat Ngada juga menerapkan sistem peng­ampunan sebagai bagian linier dalam mengembalikan stabilitas masyarakat pascakonflik. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...