|
Judul |
: |
Tun Afnekan: Lingkar
Belajar dan Aksi Anak Muda Bokong dalam Perjuangan Melawan Perdagangan Orang |
|
Editor |
: |
Dodi Yuniar &
Emmanuelle Kania Mamonto |
|
Penerbit |
: |
Jaringan
Perempuan Indonesia Timur (JPIT) & Asia Justice and Rights (AJAR) |
|
Tahun
Cetak |
: |
2023 |
|
Halaman |
: |
36 |
|
ISBN |
: |
- |
|
Harga |
: |
NFS |
|
Status |
: |
Kosong |
Meskipun menjadi salah satu kantong pekerja migran ilegal (PMI), Bokong belum menjadi perhatian pemerintah, bahkan belum diketahui banyak orang. Para pemuda mengambil sikap untuk menyelesaikan permasalahaan di desa dan PMI. Pemuda yang menjadi pembela kemanusiaan memikirkan bagaimana keinginan mengubah hidup dan bekerja di negara orang dapat dilakukan dengan benar. Cara yang bisa dipakai agar keadaan bisa lebih baik, atau bahkan ketika nanti mereka atau masyarakat lain bekerja di luar, tidak terjadi eksploitasi atau dibodohi oleh orang lain.
Para pemuda mencari cara agar warga Bokong bisa berdiri sendiri tanpa bergantung pada alam. Juga agar warga yang pergi keluar sudah mengetahui hak-hak mereka. Sehingga mereka akan menggunakan jalur aman dan mendapat perlindungan hukum. Pemuda adalah tunas baru atau dalam bahasa daerahnya Tun Afnekan, harapan baru desa Bokong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar