Judul |
: |
Peran keluarga dan Pendidikan di Era Globalisasi, Prosiding Seminar Nasional STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores 21 Mei 2016 |
Editor |
: |
Hendrikus Midun & Matheus Beny Mite |
Penerbit |
: |
Dioma |
Tahun Cetak |
: |
2016 |
Halaman |
: |
234 |
ISBN |
: |
978-979-26-0157-2 |
Harga |
: |
Rp. 55.000 |
Status |
: |
Ada |
Keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat. Penting bukan hanya karena keluarga menjadi asalmuasal masyarakat, tetapi juga karena ia senantiasa hadir dalam dinamika masyarakat. la berjalan mengikuti perubahan zaman, serentak menjadi sasaran perubahan zaman. Perubahan zaman dalam bentuk globalisasi memengaruhi banyak aspek kehidupan keluarga, di antaranya aspek iman, moral, dan sosial. Supaya keluarga tetap eksis di tengah dinamika itu, maka ia harus menjalankan fungsi pendidikannya secara optimal. Orangtua selaku pendidik pertama dan utama bagi anak secara sadar mendidik dan mendampingi anak dan remaja. Pendidikan yang dijalankan antara lain agar (anggota) keluarga dapat menjalankan kehidupan yang selaras dengan tuntutan zaman. Tuntutan zaman (dunia global) yang semakin kompleks mesti diimbangi dengan pendidikan yang memadai. Pendidikan yang memadai dapat membantu anak, remaja, (orangtua?) memiliki karakter (kepribadian) yang kuat.
Peran pendidikan yang dijalankan orangtua dalam keluarga diyakini sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Sebab keluarga kristiani diyakini tidak saja dibentuk atas inisiatif dua insan yang saling mencinta, tetapi juga karena profidensi ilahi (campur tangan Tuhan). Sebagai pembentuk keluarga, Allah senantiasa hadir menyalakan api kasih yang terancam redup oleh badai zaman. Kasih antar anggota keluaga menjadi fundamen kuat pada setiap aktivitas pendidikan yang dijalankannya. Pendidikan yang didasarkan atas kasih niscaya membawa keluarga kepada peradaban yang bermartabat. Manusia bermartabat akan menjadi penakluk zaman untuk melayani kebutuhan anak-anak zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar